NovelToon NovelToon
Kakak Ku Ternyata Pangeran Vampir

Kakak Ku Ternyata Pangeran Vampir

Status: tamat
Genre:Vampir / Cinta Terlarang / Dunia Lain / Roh Supernatural / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:20.2k
Nilai: 5
Nama Author: meli meilia

~NOVEL KE 15~
Nama ku Myrtle. Aku telah jadi yatim piatu sejak masih bayi. Kemudian aku ikut tinggal di rumah sepupu ibu ku dan menjadi bagian dalam keluarga nya.
Sebuah tragedi kemudian terjadi pada keluarga sepupu ibu ku itu. Hampir semua anggota keluarganya meninggal dalam kecelakaan pesawat. Hanya menyisakan Sang Sulung, Rayn Millard seorang saja.
Sejak itulah Aku tinggal berdua dalam asuhan Kak Rayn. Sampai kemudian aku menyadari rahasia tersembunyi terkait Rayn.
Bahwa sebenarnya, kakak sepupu ku itu ternyata adalah vampir!
Bagaimana kelanjutan hidup ku setelahnya?
Haruskah aku tetap hidup bersama Rayn, atau pergi sejauh-jauhnya?
Bagaimana juga kehidupan ku bersama Ray nanti, bila sosok wanita vampir lain muncul dan mengaku sebagai pemilik Rayn? Wanita yang telah mengubah Rayn menjadi seorang vampir..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meli meilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Andrew dan Cisella?

Beberapa hari berikutnya, hubungan ku dengan Kak Rayn berlangsung dingin.

Kak Rayn masih menjemput ku di kelas ketika bel pulang sekolah berbunyi. Ia juga masih menawarkan motor nya untuk berangkat ke sekolah pada pagi harinya. Hanya saja, hampir tak ada percakapan bermutu yang terjadi di antara kami lagi akhir-akhir ini.

Menanggapi sikap dingin Kak Rayn, aku hanya menerima nya dengan sikap diam pula. Entahlah. aku jadi bingung sendiri sikap apa yang seharusnya ku tunjukkan padanya.

Aku jelas tak menyukai Kak Cisella. Tapi setelah ku pikir baik-baik. Bisa jadi sikap ku ini memang agak krkanak-kanakan, seperti kata Kak Rayn.

Setelah berpikir ulang selama beberapa hari ini, ku rasa sebaiknya mungkin aku tak langsung marah kepada Kak Rayn juga sih..Toh, jika memang Kak Rayn dan kak cisella ada hubungan juga itu hak mereka. Siapa aku?

Apalagi status ku saat ini masih seorang pelajar. Jadi fokus ku seharusnya adalah pada pelajaran. Begitu kan?

"Hey! Lesu banget sih? Lagi puasa tah?" tegur Miranda di samping ku.

Ia baru saja datang dari kantin. Sebuah kotak susu dijulurkan nya kepada ku.

"Nih.. Aku beliin ini doang. Tadinya mau beli roti juga, tapi roti nya keburu habis diborong orang.."

"Iya. gak aoa-apa. Makasih ya, Nda.."

"Sama-sama.. Ini kembaliannya,"

Miranda lalu kembali duduk di atas bangku nya. Sementara aku menyeruput susu kotak yang baru dibelikan oleh Miranda di kantin untuk ku.

"Kamu sama Pak Rayn masih marahan, Myr?" tanya Miranda tiba-tiba.

Dan aku pun langsung menganggukkan kepala ku dengan lesu sebagai jawaban pertanyaannya tadi.

"Ishhkk.. angel banget sih marahannya. Ini udah berapa hari coba?"

"Jalan tiga hari mungkin?" jawab ku asal.

"Tuh! gawat dong tuh, Myr! Kan katanya gak boleh loh marahan lebih dari tiga hari!" tegur Miranda menasihati.

"Myrtle sih udah gak marah, Nda.. Tapi Kak Rayn nya masih aja cuek gitu.. Kan bikin Myrtle jadu minder gimana gitu ya.." ujar ku membela diri.

"Lha kan kamu juga yang duluan marah. Iya kan?"

Mendengar pernyataan Miranda barusan. mulut ku pun langsung mengerucut sebal.

"Kamu tuh bestie ku bukan, sih, Nda? Kok malah nyalahin Myrtle sih?"

"Lhoo?? justru karena aku tuh bestie kamu, makanya aku gak mau kamu buat salah terus, Myr.. Coba deh turunin ego mu sedikit.. Duluan minta maaf ke Pak Rayn.. Gak usah lah ngambek-ngambekan lagi!"

"Hhh.. susah banget sih itu. Nda.."

"Susah gimana sih? Tinggal minta maaf doang!"

"Ya susah lah, Nda.. Gimana mau minta maaf, kalau belum apa-apa udah dicemberutin sama Kak Rayn?!" aku mengeluh.

"Ya itu sih risiko kamu, Myr. Lagian pakai aksi ngambek segala. Kan sekarang ngerasain sendiri akibatnya. Enak gak tuh dikacangin sama Pak Rayn? Aduh!!"

Tanpa menunggu Miranda selesai bicara, aku langsung saja melayangkan beberapa cubitan kecil di lengan dan juga pinggang nya.

Pergumulan kami itu baru berhenti ketika bel masuk kembali berbunyi.

Tiin.. Tiinn..!

Seketika itu pula, semua siswa bergegas kembali ke kelasnya masing-masing. Setelah menikmati seperempat jam beristirahat di kantin dan area sekolah lainnya.

***

"Good afternoon, everybody.. Hello.. My name is Cisella Zivanoc. Since now and then, i'll be your new English teacher. (Selamat siang semuanya! Halo.. nama ku Cisella Zivanoc. Mulai sekarang dan seterusnya, aku akan menjadi guru bahasa Inggris kalian yang baru..)"

Aku terperanjat kaget usai mendengar prakata dari wanita cantik berambut hitam panjang yang kini berdiri dengan begitu percaya dirinya di depan kelas.

Sebenarnya sejak mengetahui kalau Kak cisella akan menjadi guru baru di sekolah ku, aku sudah berpikir apakah ia juga akan mengajar di kelas ku. Dan ternyata ku dapati jawaban nya sekarang ini.

'Ya ampun.. ku pikir dia gak bakal ngajar di kelas ku juga! Duh.. mesti kuatin hati nih ngelihat mukanya sering-sering..' rutuk ku dalam hati.

"Myr.. Kamu oke?" tanya Miranda di samping ku.

Aku hanya mengedikkan bahu ku pelan.

Pada akhirnya aku hanya bisa pasrah saja. "Mau apalagi? Mungkin memnag takdir kamu harus sering bersinggungan gini, Nda..?" jawab ku asal dengan suara berbisik.

"Iya mungkin ya.. Yah.. yang sabar aja ya. Tapi Bu Cisella kelihatannya baik kok, Myr.. Siapa tahu kalian bisa akrab?"

Mendengar komentar Miranda barusan, dalam hati aku tergelitik untuk mengungkapkan kepada bestie ku itu perihal identitas Bu Cisella yang sebenarnya.

Bahwa sebenarnya wanita cantik dengan senyuman ramah di hadapan kami saat ini itu adalah seorang vampir.

Tapi tentu aja aku tak akan mengatakan itu kepada Miranda. Karena dia jelas tak akan mempercayainya.

***

Selesai mata pelajaran Bu Cisella, aku dan Miranda kembali bergosip berdua di bangku kami. Kebetulan mata pelajaran berikutnya kosong, karena gurunya sedang pergi dinas.

"Kalau menurut ku sih, Bu Cisella lumayan asyik, Nyr. Iya gak sih?"

"Yah.. lumayan deh.." jawab ku asal.

"Hey.. Jangan manyun terus dong, Myr.. Eh, tapi ada yang bikin aku penasaran banget deh tentang Guru Inggris kita itu.."

"Apa?"

"Kamu nyadar gak sih, kalau si muka si Bule kelihatan tegang banget pas Bu cisella ngabsen namanya tadi?" ujar miranda lagi-lagi berasumsi.

"Masa sih, Nda? Kamu nge halu kali.."

"Enggak! nge halu apaan sih, Myr. Aku tuh gak sengaja lihat aja. Asli tegang banget lho itu muka si bule!" seloroh Miranda kembali, masih dengan suara berbisik.

Syukurlah posisi meja kami dengan meja Andrew terbilang jauh. Jadi aku cukup yakin kalau percakapan kami tak akan disadap oleh telinga mereka-mereka yang sedang kami bicarakan saat ini.

"Aku gak lihat, sih, Nda.. Tapi masa iya sih? Tegang kenapa coba? Memangnya ada sikap Bu Cisella yang bisa bikin dia tegang gitu?"

"Justru itu, Myr.. Sepenilaian ku sih gak ada sikap Bu Cisella yang mengganjal. Tapi kok si Bule bisa setegang itu ya?"

"Hmm.. Mungkin Andrew takut bahasa Inggris nya dikoreksi sama Bu Cisella?" aku pun asal menebak.

"Masa iya, Myr? ngarang aja kamu!"

"Ya habisnya kenapa dong? Udah ah.. Dari pada ngerumpi. Mending fokus nulis deh, Nda.. Tuh tulisan di papan tulis belum selesai disalin juga!" Aku menegur Miranda tentang tulisan yang harus kami salin ke buku, demi mengisi jam yang kosong saat ini.

"Ahh.. kamu aja deh, Myr yang nulis. Nanti aku pinjam buku catatan mu ya!"

"Diih.. itu sih enak di kamu, Nda.."

"Udah lah.. hitung-hitung nabung amal baik.."

Aku hanya mengerucut sebal. Setelah jeda beberapa lama, Miranda kembali berkata. Kalimat berikutnya itu langsung membuat sebuah bel berdenging nyaring di benak ku. Seperti ini dia kalimatnya.

"Apa jangan-jangan mereka udah saling kenal secara pribadi ya, Myr? Maksud ku, Bu Cisella sama Si Bule.."

"....Masa sih, Nda?"

"Habisnya, penjelasan apalagi yang masuk di akal coba, kalau mereka gak saling kenal? Iya kan?"

Pada akhirnya benak ku terus terpikirkan tentang asumsi Miranda tersebut. Terkait benar tidaknya Andrew dan Kak Cisella saling mengenal.

'Kalau mereka berdua saling kenal, apa itu berarti Kak Rayn juga mengenal Andrew?' batin ku pun sibuk bertanya-tanya.

***

1
Ryan Jacob
semangat Thor
Fay
👍👍
Herawati Savanna
cerita nya menarik
Herawati Savanna
baru mampir
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Makin Seru Kk
PaMud Mampir
Nightingale Soakage
Kalau kata nak jaman sekarang sih karya thor-nim damage-nya ga nahaaaan! Alias ah duh aku kebawa suasana banget
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Hwaiting Kk Mel
PaMud Papa Muda mampir
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY: Iya Kk Mel
total 2 replies
SizzlingTeapot
Semangat Thor! Jiwa membaraku masih semangat baca semua update-anmu! Mau berapa ratus aku tungguin!
meli meilia: wahh.. senangnya.. makasih ya Kak untuk semangat nya.. sehat selalu, Kak..
total 1 replies
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Makin Seru Kk Mel
Ry Benci Pakpol Mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!