NovelToon NovelToon
Why?

Why?

Status: tamat
Genre:Single Mom / Chicklit / Tamat
Popularitas:361.1k
Nilai: 5
Nama Author: dewi wahyuningsih

Mengapa? Mengapa aku kehilangan duniaku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi wahyuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencurigai Semua Orang

" Sejak semalam dia bersamaku, dia terus saja menangis. Memang hanya suara tangis pelan, tapi jujur saja aku sangat sedih karena anakku pasti sangat tidak nyaman bersama denganku bukan? " Tanya Martin dengan tatapan sedih yang terus terarahkan kepada Sofia, mengingat bagaimana Sofia menangis semalaman dengan lirih, memanggil Ibunya beberapa kali, tapi dia juga tidak berani untuk menuntut apalagi memberontak seperti kebanyakan anak kecil pada umumnya. Dia terlihat seperti tidak berani melakukan itu karena takut kalau sampai Martin memarahinya.

Helena menahan tangisnya, tentu saja memangku Sofia membuatnya teringat tentang Velerie yang akan sangat manja, apalagi kalau sedang demam, mimpi buruk, atau bahkan sedang kesal karena mainan yang dia mainkan tidak sesuai dengan yang dia inginkan.

" Pelan-pelan saja, dia akan merasa dekat denganmu kalau dia sudah merasa nyaman. Mungkin sosokmu mengingatkan dia dengan seseorang, jadi kau usahakan saja untuk tidak mudah terbawa emosi dan lebih sabar mengurusnya.

Martin tersenyum, lalu mengangguk setelahnya. Helena memang seorang Ibu yang hebat, dia nampak sangat keibuan, dan Sofia juga terlihat nyaman berada di pangkuan Helena. Lama kelamaan Sofia mulai mengantuk, dan tak lama dia mulai tidur di pelukan Helena. Martin yah tidak enak hati sebenarnya sudah akan mengambil Sofia, tapi Helena menggerakkan tangannya meminta agar Martin tetap duduk, membuatkan Sofia lebih lelap lagi, barulah nanti bisa di ambil.

Tak lama kemudian datanglah seorang pria menggunakan masker wajah, kaca mata hitam, menutup kepalanya dengan topi berwarna hitam. Mengejutkan sekali, Helena benar-benar sampai tak bisa berhenti menatap pria itu karena dia tiba-tiba saja duduk di sebelah Martin.

" Kau memintaku datang di tempat umum seperti ini, apa kau sedang berencana membunuhku? " Ucap pria itu kepada Martin. Helena tentu saja semakin terkejut. Tapi Martin justru terkekeh pelan membuat Helena harus lagi-lagi merasa bingung.

" Kalau kita bertemu di tempat tersembunyi, bukankah itu akan lebih menakutkan untukmu? "

Pria itu menghela nafasnya, lalu menghadap Martin.

" Ini wanita yang kau ceritakan padaku? " Tanyanya.

Martin tersenyum lalu mengangguk.

" Dia klien yang aku ceritakan padamu beberapa waktu lalu. "

Pria itu menatap Helena di balik kaca mata hitam yang dia gunakan, tapi dia tidak berniat berjabat tangan untuk berkenalan, juga tidak berniat untuk sekedar menyapa.

" Aku akan membantu seperti yang di minta Martin, tapi aku ingatkan dan tegaskan bahwa aku hanya akan membantu selama nyawaku dan identitasku aman. "

Helena terdiam, cara bicara yang acuh tak acuh, mengedepankan diri sendiri, menempatkan diri di tempat yang aman, bukan tidak mungkin kalau pada akhirnya dia juga akan di khianati bukan? Mungkin Martin juga merasakan hal yang sama, tapi Martin menahan itu semua karena dia tahu jelas bahwa dia membutuhkan bantuan pria itu.

" Kau hanya perlu membantu kami tentang sebuah unggahan, tidak sampai harus melibatkan nyawamu. Pekerjaan ini tidak akan begitu membahayakan karena aku yang akan menanggung konsekuensinya. "

Pria itu melipat kedua lengannya, meletakkan di depan dadanya. Mungkin dia sedang berpikir, tapi Helena justru merasa akan lebih baik jika tidak banyak mengharap kepada pria itu.

" Baiklah, aku akan membantu membuat unggahan itu viral, tapi tidak akan melakukan lebih. "

Martin terdiam sebentar, menghela nafas karena dia juga sedang menahan perasaan yang tidak bisa dia jelaskan dengan kata-kata.

Tak lama kemudian, pria itu meninggalkan tempat mereka bertemu dan menuju mobilnya. Dia berjanji akan segera mengerjakan itu begitu dia sampai ke dalam mobil karena laptopnya berada di dalam mobilnya.

" Apa kau tidak salah meminta bantuan kepada orang IT? " Tanya Helena yang tentu saja apa maksud ucapan itu membuat Martin bisa dengan muda mengartikannya.

Martin tersenyum, menghela nafas. Sorot matanya kini terlihat sangat penat, sepertinya banyak hal yang terjadi di antara mereka yang pada akhirnya membuat hubungan mereka terlihat tidak baik.

" Dia itu adalah teman baikku, aku tidak tahu kalau kita menyukai wanita yang sama secara diam-diam. Wanita itu adalah Ibunya Sofia, hubungan kami sudah berjarak sejak itu, tapi saat adik perempuannya meninggal setelah di lecehkan oleh teman sekolahnya, dia datang dan meminta bantuanku untuk membantunya menghukum pelaku yang sudah dia ketahui. Tapi, aku yang saat itu begitu bodoh dan memalukan tidak bisa melakukan banyak hal, dan hanya bisa diam tak berdaya saat seniorku memintaku untuk mundur, dan mengancam akan mencelakai Sofia dan Ibunya. Pria yang melecehkan adiknya adalah anak dari keluarga terpandang dan kaya raya. Aku bodoh sekali bukan? Dan aku menghubunginya, menceritakan banyak hal tentangmu sebenarnya juga sekalian ingin membuat hubungan kita membaik, dan melihat bagaimana kabarnya karena sudah hampir dua tahun aku tidak bertemu dengannya. "

Helena tak lagi ingin bicara, tapi hatinya benar-benar hanya bisa membatin sedih. Jadi begini cara hukum di negaranya bekerja?

" Kenapa kau tetap bertahan dengan pekerjaan yang tidak masuk akal itu? " Tanya Helena.

" Ibunya Sofia memaksaku untuk melanjutkan pekerjaan itu, dia tidak perduli sesulit apa pekerjaan itu, dan justru diam-diam menerima banyak uang yang tidak jelas sumbernya. Itu juga yang membuatku bungkam selama ini, aku tidak bisa melunasi uang sebanyak itu, aku mengeluhkan hal itu, marah sejadi-jadinya, dan karena itulah dia memilih meninggalkanku. " Martin membuang nafasnya.

" Maaf aku jadi menceritakan masa laluku. "

Helena tak menanggapinya, tapi dia cukup serius mendengarkan apa yang di katakan Martin tadi. Setelah itu Sofia harus bergerak pergi menuju ke kantor, sedangkan Sofia kini sudah berada di pelukan Martin yang akan segera mengantarkan Sofia ke rumah orang tuanya dulu sebelum dia berangkat bekerja.

Di perjalanan menuju mobilnya teparkir, Helena tidak sengaja melihat Farah yang juga tak sengaja menoleh ke arahnya. Helena tentu saja tak dak berniat menyapa dan hanya menatap dingin untuk menunjukkan kemarahannya. Begitu melihat Farah yang terlihat takut dan mengindari tatapan matanya, bahkan dia yang baru saja keluar dari mobil kembali masuk ke dalam mobil membuat Helena berpikir keras.

" Kenapa dia terlihat sengat tidak biasa? "

Helena tahu kalau Farah hanya menjalankan tugas untuk membersihkan mayat putrinya dan merapihkan waktu itu, tapi kenapa ekspresi Farah seperti orang yang merasa sangat bersalah hingga menghindari dengan cepat? Aneh, ini terlalu aneh sekali.

Helena dengan cepat masuk ke dalam mobil berniat untuk menyusul Farah dan mencecarnya untuk mendapatkan jawaban dari rasa penasaran yang dia rasakan. Sayang, Farah dengan cepat melesat membuat Helena tak bisa mengajarnya.

" Sial! " Kesal Helena memukul kemudi mobilnya.

" Aku harus mencurigai semua orang? Lalu, apakah aku harus mencurigai Ibuku sendiri sekarang? "

Bersambung.

1
Wini Hilal
ulangannya kepanjangan
Wini Hilal
katanya Melisa ank yg dilahirkn setelah beberapa tahun pernikahan lalu kakak ny melisa gimana ceritanya
Wini Hilal
nyalahin org Krn mendapat kn ginjal yg gk bgs .lah kan dia sendiri yg maksain donori. ginjal membunuh dn mengbil ginjal tanpa ijin eh giliran gk berhasil malah nyalahin org emang gk ngotak.mungkin otaknya dah dimakan kutu
Wini Hilal
ceritamu bgs wlw bnyk thiponya
Wini Hilal
keren sekali ceritamu
Wini Hilal
eh siapa yg bicara dengan Martin apa mungkin David yg diam diam bantu helena
Wini Hilal
br baca dah mewek aja aku
Uba Muhammad Al-varo
kakak Author the best 👍👍👌
terima kasih kakak, karya nya selalu bagus, keren dan luar biasa, banyak pelajaran yang bisa diambil dari semua cerita nya baik buruknya kehidupan.
Uba Muhammad Al-varo
karena cintanya ke Helena, anak laki-laki Feto defresi sampai meninggal rupanya dia tahu kalau Helena itu adiknya seayah.
Uba Muhammad Al-varo
Sera apakah masih pantas disebut sebagai seorang ibu, karena kekejaman sampai menjerumuskan anaknya kepada kejahatan, jangan sampai didunia nyata ada seorang ibu seperti Sera, nauzubillah
Uba Muhammad Al-varo
kisah hidupnya Helena yang sangat tragis,dari semenjak kecil sampai dewasa selalu menderita 😭🤧😭🤧😭🤧😭🤧😭🤧
Uba Muhammad Al-varo
oh ternyata Melisa bukan manusia tetapi monster jahat yang menyerupai manusia, sungguh biadab kamu Melisa.
Uba Muhammad Al-varo
Farah sama kakak kandung nya Airi aja penghianat,apa lagi ke Helena cuma sahabat nggak salah lagi berhianat juga.
Uba Muhammad Al-varo
nggak bisa bicara apapun mengenai hal keadilan diceritakan,cuma bisa 😭🤧😭🤧😭🤧😭🤧😭🤧😭🤧
Uba Muhammad Al-varo
sungguh miris sekali hidupmu Helena punya sahabat menikamnya, mantan suaminya penghianat.👊👊👊
Uba Muhammad Al-varo
sungguh sangat tragis hidup nya Erie 😭🤧😭🤧😭🤧
Uba Muhammad Al-varo
ceritanya selalu bagus dan keren serta menghibur,bab awal udah bikin nyesek banget 😭🤧😭🤧😭🤧
kuncir
anaknya sengaja dibunuh untuk diambil organ yg didonorkan ke denise.. makanya anaknya cepat2 di bersihkan...sungguh kejam...
Agung Antarini
kok banyak tipo Nya ya Thor......
Agung Antarini
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣pede banget Martin.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!