"Aku ingin putus"Ucap Michi tertunduk dia menahan tangisnya.
"Putus? kenapa?"Satria meminta penjelasan dia tidak terima begitu saja.
"Karena aku hamil"jelas Michi.
Duar....
Bagai di lempar Boom ke wajahnya Satria sungguh terkejut medengar pernyataan kekasihnya orang yang paling dia cintai hamil,bagaimana tidak karena selama ini mereka jarang bertemu bahkan Satria sangat menjaga Michi dia tak pernah berani menyentuh gadis itu meski sehelai rambut pun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mamah
Klontang....
Suara baskom stanles membentur lantai,Sinta terkejut saat mendengar Agung melamar Michi di pagi buta seperti ini.
Michi melihat ke arah Sinta yang menatapnya dengan mata berbinar.
"Oh...akhirnya mba...akhirnya...mba Chichi..."dengan mata yang bernibar Sinta mengatakan hal itu.
Michi yang jadi kebingungan,dia malah jadi semakin kesal dengan Agung.
Plok...
"Ihhhhh nyrbelin banget sih orang ini"Michi memukul lengan besar itu dan sangking geregetnya dia mencubit lengan besar Agung sekancang-kencangnya,namun itu tak berarti apa-apa untuk Agung,seperti seekor lalat yang numpang lewat saja rasaya.
Agung tergelak melihat tingkah laku Michi.
"Sinta jangan dengarkan omongan orang ini,dia kurang waras karena habis di usir orang tuanya"omel Michi.
"Ya...ku fikir ini serius mba...mba Chichi akan segera menikah dengan pria tampan ini"gumam Sinta yang masih terdengar oleh Michi dan Agung.
"Nggak Sint...aku nggak akan menikah dengan siapa pun"ucap Michi tegas.
"Kenapa?"tanya Agung demgan nada sombongnya.
"Karena kau telah menghancurkan cinta ku !"jerit Michi.
"Hanya satu orang di dunia ini yang aku cintai dan kau pasti tahu orangnya"ucap Michi lirih.
Michi berjalan cepat keluar dari dapur namun di kejar oleh Agung dan tangannya di cekal olehnya.
Michi berusaha meronta namun Agung tetap memegang tangannya.
"Lepaskan aku kurang ajar,kau mau apa lagi hah masih belum puas menghancurkan hidup ku hah! Bila kau tidak suka melihat aku hidup di dunia ini maka bunuh saja aku!"jerit Michi.
Di pagi buta Michi sudah naik pitam dengan kelakuan Agung.
Agung menghela nafasnya dalam dia mencoba mengontrol emosinya,entah kesabaran dia dapat dari mana rasa sabar itu,karena dia adalah orang yang tak bisa menahan diri seperti ini.tapi entah kenapa pagi ini Agung menjadi berbeda dari yang biasanya.
"Aku tidak akan membunuh mu,aku justru akan membuat kehidupan baru di hati mu,di hari-hari mu,akan ku tanam bunga bermekaran di hati mu agar hidup mu penuh warna kembali Chi"
Michi mendengar itu jadi memicingkan matanya sungguh itu gombalan yang sangat buruk menurut Michi,hatinya yang sudah mati memang sulit untuk hidup lagi saat ini,bahkan rayuan semanis apa pun tak akan mempan padanya.
"Ish...apaan sih"Michi menghentakannyangannya yang di pegang Agung dan berhasil lepas karena Agung melonggarkan tenaganya.
Agung tersenyum saat melihat ekspresi Michi yang terlihat menggemaskan menurutnya.
"Lihat saja sampai dimana kesombongan mu itu bertahan gadis kecil"gumam Agung.
Pingki memeperhatikan interaksi antara Agung dan Michi,sungguh di luar dugaan,Michi menjadi tidak takut dengan Agung malah justru dia menjadi berani dengan pria sombong ini. Begitulah fikiran Pingki.
Padahal beberapa minggu yang lalu Michi menangis sesegukan saat melihat beritanya di televisi tapi hari ini Pingki melihat ada yang berbeda dengan temannya ini,apa yang terjadi pada Michi,apakah Michi sudah sembuh dari trumanya,atau Michi mulai mrmbuka hatinya? Akh...pusing sendiri dah jadinya Pingki memikirkan sahabatnya ini,tapi selama Michi baik-baik saja tidak ada yang perlu di khawatirkan kan?. Begitulah fikiran Pingki lagi.
Pingki jadi lebih tenang saat tahu sahabatnya baik-baik saja meski berhadapan dengan masa buruknya itu.
Waktu terus berlalu.
Pagi tiba waktu menunjukan pukul 7 pagi,Michi menyerahkan pekerjaan pada Sinta karena Michi telah selesai membuat dan mencetak tinggal tugas Sinta mematangkan sebagian kue yang belum matang dan menatanya di etalase toko.
Michi mengedarkan pandangan matanya ke setiap sudut toko di lantai bawah ini,dia mencari keberadaan Agung yang tidak di rasakan keberadaannya sejak tadi,sejak dia naik ke lantai atas untuk melaksanakan shalat subuh.
"Kemana orang gila itu?"gumam Michi.
"Chi...gue berangkat kerja dulu ya..."Pingki pamit.
"Eh...iya"Michi masih celingukan.
Pingki melihat hal.itu dan seolah tahu fikiran sahabatnya.
"Elu nyari pak Agung? Ada tuh di gudang belakang"jelas Pingki.
"Ngapain dia disana?"tanya Michi dan Pingki hanya menggidikan bahu saja pertanda tidak tahu.
Michi pun tak mau ambil pusing dia lalu baik ke lantai atas dan ke kamarnya lagi dirinya melaksanakan shalat duha di pagi itu,dirinya terbiasa melakukan itu.
Dan saat selesai shalat Michi ingin mengaji ketika dia membuka alquran,tiba-tiba terdengar suara berisik dari bawah.
Musik begedung keras suasana toko sudah seperti klub malam saja.
"Astagfirullah apa-apaan ini"gumam Michi saat dirinya keluar dari kamarnya.
Michi yang masih menggunkan mukena langsung berlari turun tangga dan mendapati Agung sedang bergoyang-goyang mengangkat kedua tangannya ke atas seperti orang gila di depan pintu toko.
Michi tahu siapa yang menyetel musik keras itu sepagi ini pasti ya orang yang sedang bergoyang dan tak tahu malu itu fikir Michi.
Seperti saat ke gudang tadi Agungenukan speaker aktif di sana hinggandia bawa ke toko dan dia setel musik disana.
Michi mengangkat rok bawahan mukenanya agak tinggi agar dia bisa berjalan ke arah Agung.
Plok...
Michi menepuk pundak Agung,Agung menoleh dan entah kenapa dia seperti terkesima dengan wanita yang masih mengenakan mukena lengkap ini muncul di hapannya.
"Mamah..."ucpanya senang.
"Mamah?"Michi bingung dia malah celingukan dia fikir nyonya Wijaya datang menjemput anak gilanya ini.
"Halo...mamah..."Agung mendekatkan wajahnya dan melambaikan tangannya pada Michi.
"Ish...apaan sih"Michi sewot.
"Pak Agung...matikan speaker itu,anda jadi membuat toko berisik"jerit Michi.
"Kenapa kan asik buat nyari pelanggan juga kali Chi...bosan lah suasana toko begitu-begitu ajah buat suasana agak menarik lagi biar pelanggan lebih ramai"ucap Agung santai.
"Oia mamah ternyata sedang shalat paginya...oke aku matikan sebentar musiknya maaf ganggu mamah lagi ibadah"godanya.
"Siapa yang mamah hah?!"Michi kesal.
"Ya...kamu kamu kan mamahnya anak ku dan calon anak-anak ku yang lainnya nanti"semakin gila perkataan Agung di telinga Michi.
"Dasar sinting"gumam Michi yang langsung melangkah membuka pintu toko.
"Tapi memang benar kan kamu pernah mengandung anak ku"ucap Agung datar hingga menghentikan langkah Michi sesaat,namun dia tak menghiarukan Agung dan terus melangkah masuk kedalam toko dengan hati yang sangat kesal dengan pria itu.
Michi masuk kedalam kamarnya dia menangus dan mengusap air mata di pipinya,dia menangis karena Agung memgingatkannya pada anaknya yang tidak berdosa itu,bahkan boleh di bilang dia sendiri pun tak bedosa dan korban atas kegilaan Agung.
Ya allah kenapa kau kirim dia kembali kepada ku? Di saat aku sudah mulai melupakan masa buruk itu.
Batin Michi.
Sementara di lantai bawah Agung sedang menatap layar ponselnya sebuah gambar foto di tatapnya foto pusara kecil.
Boy...maafkan papah nak.
Batinnya.
...🌲🌲🌲🌲🌲...