Sri Rahayu seorang gadis kampung yang terpaksa harus pergi kekota dan tinggal disana bersama dengan Tantenya yang bernama Halima.
Namun siapa sangka Halima meminta dirinya untuk menikah dengan pria yang tidak ia kenal hanya karena tidak ingin mengecewakan Halima dan sebagai bentuk dari rasa terima kasihnya karena Halima sudah menerima dirinya selama ini mau tidak mau ia pun mengikuti keinginan dari Halima.
Bahkan ia tidak pernah bertemu dengan pria tersebut dan sampai pada hari pernikahan itu tiba Sri belum juga melihat wajah yang akan menjadi suaminya tersebut.
Didetik-detik acara Akat nikah barulah ia bertemu langsung dengan pria yang bertubuh tinggi tegap yang merupakan calon suaminya itu.
Akankah Sri mendapat kebahagian didalam pernikahannya?
Yuk saksikan kelanjutan dari ceritanya Cinta didalam Perjodohan!!
Akankah Sri bertahan dengan kehidupannya yang baru atau malah menjadikan hidupnya semakin tersiksa?
Yuk saksikan kel
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deby ria sitopu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12.
Aku terkejut ketika pintu ruangan ku terbuka dan menampakkan sosok Sri disana. Bukan karena mengharapkan kedatangannya tapi karna aku sedang bersama dengan Kalin dimana Kalin sedang duduk dipangkuan ku dan tengah mencium bibir ku.
Sri pergi begitu saja, aku sedikit merasa tidak enak hati tapi mau bagaimana lagi. Semuanya sudah terjadi. Dia datang tidak diawaktu yang tepat sehingga menyaksikan adegan yang membuatnya sakit hati dan marah.
Aku berlari mengejar Sri namun Kalin menarik tangan ku untuk tidak mengejar Sri. "Lepas Kinan aku harus mengejarnya!" ku hempaskan tangan Kinan begitu saja, berlari keluar namun aku tidak menemukan Sri hingga ku putuskan untuk mencarinya ditempat parkir karena kemungkinan dia masih belum pergi.
Setelah sapi di parkiran ternyata Sri tidak ada bahkan pak Ujang bilang Sri belum keluar dari dalam yang artinya Sri masih didalam.
Kembali aku berlari masuk kedalam tapi lagi-lagi aku tidak menemukan dia. Tak kunjung menemukan Sri aku kembali lagi kedalam ruangan ku.
Rupanya Kalin masih setia menunggu ku walaupun dia terlihat kesal dengan ku.
Setelah beberapa menit kemudian Kalin pun pulang karna masih marah dengan ku karna sudah meninggalkan dirinya demi mengejar Sri.
Masalah Kalin nanti saja aku urus yang terpenting sekarang adalah Sri, jangan sampai ia mengadukan ku kepada mama bisa-bisa aku akan benar-benar dikeluarkan dari daftar keluarga Atmaja.
Setelah mendapat kabar jika Sri sudah kembali kerumah aku sedikit lega, setelah selesai dengan pekerjaan ku maka aku harus bicara dengannya nanti.
Begitu tiba dirumah aku langsung menemui Sri dan memintanya untuk membicarakan kejadian tadi siang. Tapi ia tidak perduli dengan apa yang hendak aku jelaskan, ia bersikap seolah tidak ingin membahas hal itu dan mengatakan tidak perduli dengan apa yang aku lakukan membuat ku marah.
Sebelum emosi ku memuncak, lebih baik aku mengalah memilih pergi dan tidak membahas hal itu seperti kata Sri yang tidak penting baginya.
Ku bersihkan diri terlebih dahulu agar aku merasa segar setelah seharian bekerja dan tentunya untuk mendinginkan kepala ku yang sedang pusing.
Keluar dari dalam kamar mandi, kulihat Sri masih berada didalam kamar. sekilas ia seperti sedang menyeka air mata di pipinya. Apakah dia menangis? tidak mungkin jika ia menangis. Untuk apa ia menangis? bukan kah dia sendiri memilih untuk tidak mau tau dan menganggap tidak penting penjelasan ku.
Bukannya menghampiri Sri justru aku malah meninggalkannya dikamar aku memilih untuk menemui Kalin di apartemen miliknya.
Kalin meminta ku bertanggung jawab karena dia mengatakan sedang mengandung anak ku. Antara terkejut dan bingung menjadi satu, pikirkan ku seolah tidak bisa berpikir dengan jernih.
Bagaimana bisa aku bertanggung jawab jika hubungan kami selama ini tidak direstui dan yang membuat ku bingung setiap kali kami bercinta aku selalu memakai pengaman bagaimana bisa ia mengatakan jika ia tengah mengandung anak ku.
Kami bertengkar karena aku meragukan kehamilannya dan pembicaraan kami berujung pada pengusir ku.
Setelah p meninggalkan apartemen Kalin aku pun pergi ke sebuah club' malam. Disana aku melepaskan beban pikiran ku yang begitu berat.
Diawali dari tadi pagi terjadi pertengkaran antara aku dan Sri, belum lagi kejadian dikantor ku yang sudah disaksikan oleh Sri ditambah lagi pengakuan Kalin membuat ku sangat frustasi.
Untungnya saja aku keluar diantar oleh supir sehingga tidak ada yang perlu aku khawatir kan jika minum terlalu banyak malam ini.
Esok harinya aku terbangun dari tidur ku dengan kepala yang terasa amat berat. ketika aku menoleh kearah samping ku dapati wajah teduh Sri yang masih tertidur dengan pulasnya sambil memeluk ku.
Ku pandangi wajah polosnya, aku baru sadar jika Sri yang sudah menjadi istri ku ternyata cantik juga. Cepat ku tepis pikiran itu karna bagaimana pun juga aku sudah ada Kalin yang mencintai ku.
Tiba-tiba Sri bergerak membuat ku terkejut dan takut ketahuan jika aku sedang mandangi wajahnya secara dekat sehingga tanpa sadar ku dorong badannya menjauh dari ku tapi ia malah terjatuh kelantai padahal aku tidak terlalu kuat mendorongnya.
Sri merintih kesakita tapi sebisa mungkin ku acuhkan karna takut ketahuan dan didetik berikutnya aku malah membuat alasan tidak suka jika dia memeluk ku diwaktu tidur.
Dan bisa dipastikan akan terjadi lagi perdebatan kami untuk yang kesekian kalinya. Bukannya marah Sri justru meminta maaf membuat ku sedikitbtidak enak hati dengannya.
Sri berdiri dari lantai dan tak sengaja menginjak selimut menyebabkan Sri terjatuh menimpa ku. Kulit mulusnya bersentuhan dengan tubuh ku.Jarak kami sungguh sangat dekat satu sama lain sampai aku merasa jantung ku berdetaklebih cepat dari sebelumnya.
Entah perasaan apa ini? aku juga tidak mengerti.