NovelToon NovelToon
Sugar Daddy & Sukma

Sugar Daddy & Sukma

Status: tamat
Genre:Poligami / Nikah Kontrak / CEO / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: juleha2606

Sukmawati, si gadis cantik dan pinter. Seorang anak petani biasa yang mempunyai mimpi menjadi seorang perawat. Namun ketika baru beberapa semester, sang ayah meninggal sehingga kuliahnya terbengkalai.

Dan bukan cuma kuliahnya saja yang tertunda. Tetapi kehidupannya juga semakin susah, ia dan kedua adiknya harus menelan pil pahit, sang ibu juga menyusul sang ayah.

Sukma berusaha keras untuk melanjutkan hidup bersama adik-adiknya. Sehingga suatu saat bertemu dengan pria yang usianya sekitar 38 tahun, Alfandi, seorang pria kaya raya namun memiliki anak dan istri! ikuti kisah kelanjutannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon juleha2606, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam terakhir

Setelah semuanya bersih. Jendela pun dah kenclong, pokonya kontrakan nya Sukma sudah bersih semua, kalau ada tinggal di isi dengan barang-barang.

Seperti yang sudah di katakan Sukma pada Mimy. Sukma pun berjalan mendekati kontrakan punya Mimy. Tempatnya lebih rapi bersih tertata dengan baik, bunga-bunga pun di pinggir teras menghiasi menambah betah yang huni nya.

"Mimy. Aku mau pulang dulu ya? mau pamit sama bibi dan paman ku. Aku kalau gak malam ini. Paling pagi-pagi ke sini sama adik-adik ku." Pamit Sukma pada Mimy yang baru selsai mandi.

"Oh, iya lah. Cepat ajak adik-adik mu pindahan." Mimy mengangguk diiringi dengan senyuman.

"Iya, My. Makasih ya? atas semua bantuannya, kau baik sekali padaku," ucap Sukma pada Mimy.

"Iya sama-sama! udah, kalau mau pulang. Cepetan sana, nanti keburu malam lho takut kan?" ucap Mimy sambil menunjuk keluar yang memang sudah gelap tersebut.

Sukma menoleh ke arah pintu. "Baiklah, ya sudah ... aku pergi dulu ya? Assalamualaikum?" pamit Sukma seraya tersenyum mengembang.

"Iya, Wa'alaikumus salam ... hati-hati ya? balasnya Mimi sambil melambaikan tangan ke arah Sukma.

Sukma membawa langkahnya dengan hati yang agak lega dan bahagia, akhirnya ... dia bisa membawa juga adik-adiknya keluar dari rumah bibi dan pamannya, tidak akan menyusahkan beliau lagi. Tidak akan membuat repot mereka lagi, pikirnya. Cuma yang menjadi hutang tentunya belum bisa ia bayar tuk saat ini.

Dan walaupun saat ini Sukma belum bisa membalas kebaikan bibi dan pamannya, dengan namanya materi. Karena untuk mereka pun masih susah.

"Ya Allah ... permudahkanlah rejeki ku, untuk bisa menghidupi adik-adikku, ya Allah. Aku ingin mereka bisa masuk sekolah lagi dan hidup berkecukupan lebih dari sebelumnya ya Allah." Sukma berdiri menatap langit-langit.

Sukma berdiri di tepi jalan untuk menunggu angkutan umum, namun sudah 15 menit berdiri di sana. Belum juga ada yang lewat, yang ada taksi dan mobil-mobil pribadi.

"Mana sih? kok nggak ada angkot satupun? masa aku mau diam terus di sini, kapan mau nyampenya?" gumamnya Sukma dalam hati sambil celingukan.

Matanya menatap ke kanan dan ke kiri, mencari sekiranya angkutan umum yang akan lewat.

Setelah menunggu beberapa saat kemudian, akhirnya ada juga angkutan umum yang lewat dan Sukma pun menghentikan lantas bergegas masuk.

"Jalan xx, lewat kan Bang?" tanya Sukma pada supir.

Supir pun menjawab. "Iya lewat sana." Mobil pun kembali melaju dengan kecepatan sedang sambil menarik penumpang lain.

Dalam beberapa waktu kemudian. Angkutan umum pun berhenti di tempat tujuan Sukma.

"Makasih, Bang?" Sukma turun lalu membayar uang transpor nya.

Sukma bejalan menuju rumah bibinya setengah berlari, melihat jam di tangannya sudah menunjukkan hampir pukul sebelas malam.

"Assalamu'alaikum." Sukma memegang handle pintu lantas di dorongnya ke dalam.

"Wah ... baru pulang rupanya? habis jualan apem ya?" sinis Fira, anak sulung bibi Lilian yang usianya beda dua tahun saja dengan Sukma. Dia baru beberapa hari ada di rumah, sebab bekerja di luar kota.

Sukma menatap heran pada Fira. Ada masalah apa sih? sehingga bicara sinis begitu. Sukma kebingungan apa maksud Fira yang di tujukan padanya.

"Pulang, malam. Pastinya habis menjajakan diri ya? siapa tahu laku, kan? lumayan!" ucap Fira sambil berdiri dan melipat tangan di dada, pandangan begitu tajam pada Sukma.

"Punya masalah apa kamu sama aku sih?" Sukma menatap Fira tak kalah tajam.

"Lu, mau menyangkal kalau lu baru pulang kerja kan ha? kerja itu masih sore juga dah pulang. Ini, jam segini baru pulang! apa lagi kalau bukan nawarin apem dulu, iya kan?" Fira tidak berhenti menyudutkan Sukma dengan tuduhan yang tidak masuk akal tersebut.

"Ada apa sih ribut-ribut? malam-malam begini juga?" tegur bibi Lilian yang muncul dari arah belakang.

"Ini, Bu. Keponakan kesayangan mu, coba lihat jam berapa ini? baru pulang, apa lagi kalau bukan habis nawarin apem nya! pulang kerjanya, kan masih sore juga sudah pulang," sinis Fira lagi, dengan tatapan tidak suka.

"I-itu tidak benar, Bi. Memang aku pulang masih sore, tapi aku mampir dulu ke tempat teman." Belanya Sukma sambil menggeleng.

"Alah ... mana ada maling ngaku? he ... kalau semua maling ngaku! yang membuat kesalahan ngaku, penjara benar-benar penuh!" sinis kembali Fira.

"Terserah apa katamu lah, yang jelas aku tidak seperti itu. Sukma hendak ke kamar, namun geph! tangannya ditangkap Fira.

"Eh, mau ke mana? jawab dulu dapat uang berapa barusan? lembur berapa jam?" Fira menarik kerah baju Sukma dengan menatap curiga.

Sukma menggerakkan manik matanya melihat tangan Fira yang meremas kerang bajunya.

"Lembur apaan? kan Kamu sendiri yang bilang kalau aku pulang dari sore, jangan kurang ajar ya? dapat uang dari mana aku? jangan sembarangan ya? kalau bicara!" Sukma suaranya sedikit agak tinggi, merasa kesal tiba-tiba di buli.

"Iya, kerja di rumah sakit. Emang agak sore pulangnya! tapi di jalan kamu lembur kan? sama laki-laki hidung belang." kekeh Fira dengan anggapannya sendiri.

"Kan sudah aku bilang, aku mampir dulu ke tempat teman, dan ketika mau pulang lama nunggu angkotnya. Makanya baru pulang jam segini, jangan memfitnah orang!" Sukma membela diri.

Bisa-bisanya Fira menuduh demikian yang tidak benar sama sekali Sukma lakukan.

"Sudah-sudah, berisik malam-malam ribut! Sukma masuk sana? dan kamu Fira, masuk kamar! ngapain berisik malam-malam, ribut!" bi Lilian melengos kembali ke kamarnya.

Setelah itu Sukma masuk kembali ke dalam kamarnya dengan mata mendelik penuh kebencian. Dan Sukma sejenak berdiri, menetap punggung Fira sepupunya itu.

"Enak saja, main fitnah orang," gumamnya Sukma dalam hati.

Kemudian Sukma berjalan menuju kamar yang ia dan adik-adiknya tempati, setibanya di dalam kamar. Kedua netra nya Sukma mendapatkan kedua adiknya yang sudah tertidur sangat lelap.

"Adik-adik ku sudah pada tidur. Kakak pulang nih," suara Sukma pelan.

Rasanya kasihan bila harus dibangunkan mereka berdua, untuk memberitahu mereka berdua. Kalau mereka akan segera pindah dari rumah bibinya, Lilian. Dan akhirnya Sukma membiarkan mereka tertidur dengan pulas nya.

Saat ini Sukma, telah berganti pakaian, berbaring di antara kedua adiknya tersebut. Berbaring di sebuah kamar berupa gudang. Menjadikan ruangan tersebut semakin sempit.

"Jihan, Marwan. Ini malam terakhir buat kita tidur di tempat bibi, dan besok pagi-pagi kita akan pindah ke kontrakan. Mudah-mudahan di sana kalian betah!" Sukma menghela nafas panjang, seraya mengusap pucuk kepala kedua adiknya itu.

Tidak lama kemudian, rasa kantuk pun menyerang kedua matanya Sukma. Sehingga dalam waktu singkat dia terpejam menuju mimpinya yang indah.

Tidak terasa malam pun berlalu menjemput sebuah pagi yang mudah-mudahan lebih indah dari sebelumnya.

Menjelang subuh, Sukma sudah terbangun dan berusaha membangunkan kedua adiknya. "Jihan, Marwan bangun? Bentar lagi subuh!"

Mereka berdua langsung menggerakkan tubuhnya. Menggeliat nikmat lalu menoleh ke arah sang kakak, yang semalam, waktu mereka tidur sang kakak belum pulang ....

.

.

...Bersambung!...

1
komalia komalia
mantap sukma kamu hebat tegas jangan mau di tindas
komalia komalia
sekeras apa pun kamu mau ngatut anak anak mu vaula anak anak.mu engga bakal ada yang ngikutin aturan kamu,dan siapa kami seorang ibu yang engga perduli sama anak dan suami
komalia komalia
wah kalaj berkawan sama sukma enak
komalia komalia
ternyata ngelamn
komalia komalia
sok kecantikan.loh vaula
komalia komalia
biar dingin kaya kulkas tapi aku salut sama kamu za
komalia komalia
harus nya jelasin thor si firza bisa tau si exel ada di pila
komalia komalia
Untung ada firza
komalia komalia
waduh semiga aja zihan engga kenapa napa
komalia komalia
Untung ada fikri
komalia komalia
anak nya si vaula yang hasil dari pacar nya kemana ya,dan apa kah engga jadi nikah sama si yudi
komalia komalia
wah si al bohong pula
komalia komalia
untung pandi masih sadar
komalia komalia
waah kira kira alfandi tergoda engga ya
komalia komalia
banyak yang Engga ngerti tulisan nya
komalia komalia
tega kamu za
komalia komalia
kaya nya cemburu firza
komalia komalia
wah gimnaa denga vaula dan mau baca kanjutan nya semoga firza nikah sama jihan tapi booeh engga ya
komalia komalia
waah ikut tegang
komalia komalia
apa pun anak nya sukurin nati terlalu berharap malah kecewa kamu al
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!