NovelToon NovelToon
Aku Lelah, Mas!

Aku Lelah, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Fantasi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Amie.H

Kehidupan yang tidak mudah harus aku jalani. Aku Nisya. wanita usia 29 tahun, seorang Ibu dari 3 orang anak. Awal pernikahan hidup kami baik-baik saja dengan ekonomi yang cukup. namun, setelah tiga tahun menikah dan gaji suami ku jauh lebih besar di banding sebelumnya, ia mulai berubah. Mabuk, judi hingga perselingkuhan mewarnai rumah tangga kami. Bahkan uang bulanan yang biasanya lebih dari cukup itu kini berubah menjadi serpihan kenangan. Ya.. Suamiku, Gani. Kini memberikan nafkah kepada kami dengan asal-asalan, bahkan tak jarang ia justru memberikan makian disaat aku meminta hak kami.
"Kerja kalau mau uang tuh, kerjaannya minta terus. Kamu gak tau kan kalau kerja itu capek, kamu taunya hanya minta saja!" selalu kata itu yang terucap.
Mulai dari situ, hidupku aku rubah. Aku tak ingin lagi berleha-leha. aku ingin merubah hidupku bagaimana pun caranya.
Mari ikuti kisah perjalanan aku mengubah hidupku kali ini😊

Fb : Adivahalwahasanah
Ig : @Adivahasanah
Tt : A.H Hasanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amie.H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 1

Namaku Nisya. Aku seorang Ibu dengan 3 orang anak. Aku dan suamiku menikah genap 10 tahun.

Awalnya pernikahan kami baik-baik saja. Aku dan suamiku hidup rukun dengan gaji cukup yang suamiku dapatkan, tapi setelah pernikahan tahun ke tiga suamiku mulai berulah.

Awalnya hanya mabuk-mabukan, lalu merembet ke permainan judi sampai akhirnya mulai bermain wanita. Aku yang mengetahui semua itu awalnya meminta cerai, tapi suamiku terus meminta maaf dan meyakinkan aku jika ia tidak akan mengulangi hal yang sama.

Aku yang saat itu sudah memiliki dua orang anak. Satu berusia tiga tahun dan satu lagi berusia lima bulan pun memaafkan kesalahan suamiku. Naif, iya! Aku mengalah disaat hati benar-benar merasa sakit atas penghianatan. Tapi, semua itu aku lakukan karna anak-anakku. Melihat keduanya masih teramat kecil dan masih sangat membutuhkan kasih sayang kedua orangtua.

"Aku benar-benar minta maaf, aku tidak akan mengulangi hal yang sama" Ucapnya pada saat itu. Aku menganggukkan kepala.

"Jangan berjanji. Aku hanya minta kamu membuktikan, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan pada anak-anak jika kamu tetap melakukan hal itu. Rasa sakit yang kamu kasih bukan hanya menimbulkan luka, tapi juga trauma secara psikis. Aku hidup dalam ketakutan jika hal itu akan terulang kembali" jawabku. Suamiku menundukkan kepala.

"Iya, aku janji akan membuktikannya sama kamu. Aku minta maaf sekali lagi" katanya menggenggam tanganku.

Setelah hari itu, semuanya kembali seperti semula. Tidak ada mabuk, tidak ada judi, juga tidak ada lagi chat-chat dari perempuan yang menjadi simpanan suamiku. Kami mulai menata hidup, bersama kedua anak kami pada saat itu. Hingga anak kedua kami berumur satu tahun, kami diberikan rezeki oleh Allah SWT. Kami mulai mengambil KPR Rumah yang Non-Subsidi.

"Alhamdulillah, kita bisa punya rumah sendiri. Walaupun masih cicilan, Insyaallah ini akan jadi jalan" kata Gani. Suamiku dengan senyum mengembang, aku membalas senyumnya.

"Aamiin... Ini rezeki anak-anak, semoga dengan adanya rumah ini kehidupan kita menjadi jauh lebih baik" kataku.

"Aamiin, Tapi aku minta maaf kalau cicilan rumah ini terlalu besar. Mungkin akan menguras uang gaji dan membuat kamu harus berhemat" kata Mas Gani.

"Aku sama sekali tidak masalah Mas, insyaallah sisanya akan aku cukupkan untuk keperluan kita."jawabku dengan senyuman.

"Terimakasih kamu sudah mau mengerti dan mau membantuku mengurus semuanya" katanya dengan senyum lembut.

"Sama-sama Mas. Sebaiknya sekarang kita bereskan pakaian anak-anak dan barang-barang yang lain, untuk sementara kakak Dila tidak apa-apa pakai kasur kecil dulu. Nanti kalau ada rezeki lagi baru kita belikan kasur yang agak besar" kataku sambil menyusun beberapa parabot di kamar anak pertamaku.

"Iya Insyaallah nanti Ayah akan sambil ngojek online biar kita ada tambahan pemasukan" kata Mas Gani dengan senyum mengembang.

Dari pukul sepuluh pagi hingga hari menjelang sore kami berupaya membereskan semua barang-barang ketempatnya masing-masing, sesekali aku berhenti untuk membeli makanan untuk kami atau menyusui anakku yang kedua.

"Kamu istirahat saja. Sisanya biar aku yang bereskan, ini tinggal masang gas aja sama nyapu ngepel biar rumahnya makin bersih" kata Mas Gani. Aku menganggukkan kepala sambil tersenyum.

Kemudian, aku mengambil handuk dan membersihkan diri kedalam kamar mandi. Kedua anakku sudah mandi dan juga makan, kini keduanya berada di dalam kamarku yang sudah dingin karna Ac yang sudah di pasang sejak kemarin.

Setelah membersihkan badan, aku menghampiri keduanya di kamar. Aku membaringkan tubuh disamping kakak Adila yang tengah memainkan ponsel.

"Udah selesai ya bun?" tanya Adila dengan jelas.

"Udah... Kamu bosen jagain adik?" tanyaku sambil membelai kepalanya.

"Nggak lah bun, adik Hawa dari tadi tidur terus. Jadi kakak gak mau berisik, takutnya adik nanti bangun" jawabnya membuatku tersenyum.

"Alhamdulillah kalau begitu. Kakak Adila pintar ya jagain adiknya, kakak nanti kalau tidur sendiri dikamar sebelah berani nggak?" tanyaku.

"Berani dong bun, tapi nanti ditemenin dulu kan bun?" tanyanya. Aku tersenyum.

"Iya nanti Bunda temenin dulu kok, lagian di kamar kakak kan juga nyambung Ac nya. Pasti sekarang juga udah dingin kamarnya" kataku mengelus kepala Kakak Adila.

"Emang iya Bun? Kakak kira Ac nya cuma dipasang dikamar Bunda, terus nanti kakak pakai kipas angin" katanya membuatku terkekeh kecil.

"Ya nggak mungkinlah Bunda tega biarin Kakak pakai kipas angin sementara Bunda pakai Ac, kalau pakai kipas angin nanti pasti kakak gak nyaman tidurnya karna anginnya pasti kenceng banget" kataku.

"Iya nanti kakak masuk angin lagi kaya waktu itu pas Ac nya gak dingin" kata Adila.

"Iya makanya Ac nya bunda taruh di tengah biar kamar kakak juga dapat Ac nya, kan jadi sama-sama dingin kamarnya" kataku.

"Iya Bunda. Kakak ngantuk Bun..." katanya sambil menutup mulutnya yang menguap.

"Nanti dulu ya sabar, sebentar lagi maghrib. Gimana kalau kita nonton tv aja di depan?" kataku mengalihkan agar rasa kantuknya berkurang.

"Boleh deh Bun, masih ada si kembar botak kan ya Bun?" tanyanya. Aku menganggukkan kepala sebagai jawaban.

"masih kok jam segini, Ayok kita kedepan. Sebentar, Bunda pindahin adek dulu ke kasur kecil biar kita bisa ajak didepan. Kakak duluan ya, minta ayah gelarin karpet kita kita duduk gak langsung menyentuh lantai karna pasti dingin banget" kataku yang langsung di angguki oleh Adila.

Adila keluar dari kamar, aku memindahkan Hawa ke kasur kecil yang bisa di gunakan dimanapun. Kemudian keluar dari kamar dan melihat Adila sudah anteng duduk dengan menonton kartun kesukaannya.

"Ayah kemana Dil?" tanyaku.

"Tadi katanya Ayah mau mandi dulu Bun, Oiya kata Ayah malem ini kita mau makan apa?" tanya Adila.

"Apa ya? Kamu mau makan apa malam ini?" tanyaku pada Adila.

"Apa ya Bun? Aku ngga tau, kan kita di sini juga baru jadi belum tau ada makanan apa yang dijual di sekitar sini. Gimana kalau kita jalan-jalan keluar aja nanti?" tanyanya.

"Jalan-jalan keluar? Duuuh, badan Bunda rasanya capek banget loh kak. Kita tungguin yang lewat aja gimana?" tanyaku membuat wajahnya menekuk.

"Udah nggak apa-apa, nanti kakak jalan-jalan keluarnya sama Ayah ya. Nanti kita cari makan kedepan" kata Mas Gani yang sudah berada didekat kami.

"Emang nggak jauh Mas tempatnya?" tanyaku.

"Nggak kok, cuma dibunderan itu loh. Kataya sih, biasanya kalau sore disana itu banyak yang buka jualan. Tadi kamu liatkan kalau sepanjang jalan dibunderan itu banyak ruko-ruko, nah itu katanya jualan macem-macem. Ya kaya semacem jajanan pinggir jalan begitu" kata Mas Gani. Aku menganggukkan kepala sebagai jawaban.

"Yasudah kalau begitu nanti kamu keluar sama Ayah aja habis maghrib ya?" kataku pada Adila yang langsung dijawab anggukkan kepala semangat.

"Oke Bunda... Tapi.. Nanti Kakak boleh jajan kan?" tanyanya membuatku memutar bola mata malas.

"Boleh aja.... Minta dengan Ayah" jawabku sambil tertawa.

"Yeee kok minta sama Ayah sih" kata Mas Gani dengan bibir mengerucut.

"Ya iyalah, kan Ayah yang ngajakin kakak beli makanan" kata Adila yang semakin membuatku membulatkan mulut, kemudian tertawa.

"Ahahaha tuh Mas dengerin apa yang anak kamu bilang" kataku menertawakan Mas Gani dengan bibirnya yang mengerucut.

"Iya iya deh terserah kakak aja. Tapi nggak boleh banyak-banyak loh ya, nanti kita liat juga di sana ada jajanan apa aja. Kakak cuma boleh beli satu atau dua, dan sebelum jajannya dimakan kakak harus makan malam dulu" kata Mas Gani.

"Tapi tadi kan aku udah makan Ayah" katanya.

"Beda lagi lah, itu kan tadi makan siang yang terlambat. Kalau sekarang ya makan malam beneran" kata Mas Gani yabg tidak mau kalah.

"Yaudah kalau begitu. Tapi nggak banyak-banyak ya Ayah, nanti keburu kenyang malahan nggak jadi kakak makan jajannya" Kata Adila membuatku terkekeh dengan setiap perkataannya.

"Iya iya nanti kita beli yang sedikit porsi buat kamu. Oiya Bun... Kulkasnya udah nyala ya, besok Bunda bisa belanja buat bahan masakan."kata Mas Gani.

"Iya Mas... Besok aku akan cari tukang sayur yang lengkap biar bisa nyetok bahan makanan dikulkas" jawabku dengan senyum mengembang.

"Iya.. Tapi....."

Bersambungggg.

****

Halooooo selamat beraktifitas, selamat datang kembali di dunia kepenulisan setelah lama sekali fakum karna mengurus baby newborn. Insyallah kali ini aku akan fokus ya guys, mari kita saling mendukung dengan memberikan kritik dan saran ya guys ya...

Jangan lupa juga Like, komen, vote dan juga share kalau kalian suka dengan cerita aku.

BTW... Cerita ini mungkin reality ya guys, jadi kalau ada dari kalian yang mengalami atau mempunyai kisah hidup yang sama kaya novel ini boleh share ke outhor ya... Bisa chat Atau DM ke Ig ya😊🙏

Happy readiiinggggggg😊😊😊😇🥰

1
Jetva
perasaan lia baru masuk SMA..koq udah kuliah..??
AH. HASANAH
Kuat ya kak💪🙏
Jetva
papaq hanya 3 bln melihat cucunya ...beliau meninggalkan dunia ini saat anakq berusia 3 bln....klo mamaq lebih lama..hingga anakq lulus SMA...
AH. HASANAH
Kalau langsung, tamat dong ceritanya kak hehehe😄
falea sezi
cerai sat sset 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!