NovelToon NovelToon
Rahasia Perjodohan Anak SMA

Rahasia Perjodohan Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Teen
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Apa kita berdua dijodohkan!" Celia dan Alfian sama-sama terpeki kaget ketika orang tua mereka merencanakan Perjodohan di masa muda mereka.
"Benar sekali," sahut Darius.
"Ini tidak masuk akal. Pa, kami berdua masih sekolah dan bahkan kami tidak akrab," sahut Alfian.
"Tenanglah Alfian, justru perjodohan ini akan membuat kalian akrab dan belajar untuk menuju hidup di masa depan," aahhh Darius.

Alfian dan Celia benar-benar tidak menyangka bahwa mereka akan dijodohkan, mereka sudah mencoba untuk protes, tetapi para orang tua itu menginginkan hubungan mereka diikat dalam ikatan pertunangan.
Alfian dan Celia saling bertukar cincin sebagai ikatan diantara mereka berdua jika ada hubungan spesial yang tidak akan terpisahkan oleh apapun.

Raut wajah Alfian dan Celia terlihat murung, tidak memiliki pilihan selain menuruti permintaan orang-orang dewasa.
Celia terpaksa melakukannya agar memiliki akses lebih luas untuk bisa sekolah di luar negeri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 1 Saling Ejek.

Pagi itu, langit masih berwarna biru muda ketika gerbang SMA Negeri mulai dipadati para siswa. Satu per satu sepeda motor memasuki area parkir dengan suara klakson terdengar begitu berisik.

Sementara beberapa siswa yang berjalan kaki terlihat tergesa-gesa karena takut terlambat. Suara klakson kendaraan, sapaan antarteman, dan pengumuman dari pengeras suara sekolah bercampur menjadi satu, menciptakan suasana pagi yang riuh dan penuh kehidupan.

"Hey, suara motor knalpot kamu besok jangan seperti ini lagi!"

"Ampun-ampun pak!" salah satu murid pria tertangkap guru yang tampak mengawasi gerbang sekolah yang saat ini menjewer telinganya di saat knalpotnya diubah dengan suara yang berisik mengganggu ketenangan para murid.

"Sekolah tempat belajar bukan untuk bergaya!" tegas guru tersebut semakin mengeraskan jewerannya

"Iya-iya, pak!" sahut pria itu dan kemudian izinkan untuk masuk.

"Ayo cepat, 3 menit lagi bel akan berbunyi. Baju kamu di rapikan!"

"Jangan diperlihatkan poninya jika memakai hijab!"

Sejak tadi guru pria itu sembari memegang rol panjang berbahan kayu tampak mengawasi para siswa-siswi yang memasuki sekolah.

Kelakuan anak SMA yang masih labil memang tidak pernah lepas dari namanya yang tidak menaati peraturan sekolah.

"Selamat pagi bapak tampan!" salah satu murid tampak centil memberikan ucapan selamat.

"Selamat pagi, jangan lupa langsung ke kelas ya!" ucap Pak Budi.

"Siap, Pak!" jawab beberapa siswa serempak.

Jika murid-murid SMA Negeri 1 Cendrawasih sudah mulai buru-buru memasuki sekolah sebelum mendapat masalah karena terlambat.

Lain dengan tiga gadis dengan menggunakan seragam putih abu-abunya, menaiki motor mereka masing-masing tampak berkendara dengan berjejer seolah-olah atau milik nenek moyang mereka.

"Pak Budi hari ini piket, kita bisa terlambat dan akan dihukum!" Chika sudah mulai panik dengan mengendarai motornya yang berada di sebelah kiri.

"Benar, aku tidak ingin membersihkan toilet yang baunya minta ampun," sahut Chaca berkendara di sebelah kanan.

"Tidak boleh panik saat berkendara, kita tidak akan sampai ke sekolah dan yang adanya kita hanya akan memperburuk keadaan," sahut Celia yang berada di tengah-tengah keduanya.

"Lihat penantian kita sudah di depan mata, kita harus bersiap tepat waktu sampai!" lanjut Celia melihat pada lurusan sekolah tersebut tampak di SMA mereka sudah berada di depan mata dan banyak kemungkinan bahwa mereka tidak akan terlambat.

"Siap!" sahut Chika dengan menundukkan kepala seolah-olah ingin bersama-sama lebih melajukan motor mereka.

Tin-tin-tin-tin-tin

Ketiga gadis tersebut tampak kaget dan bahkan mendadak merem dan untung saja masih bisa mengendalikan kondisi yang membuat motor mereka tidak tersungkur.

2 mobil mewah melewati mereka yang membuat tiga perhatian gadis cantik itu melihat ke arah mobil berwarna hitam dan merah merona itu.

"Jalan bukan punya nenek moyang kalian!" seorang pria tampak membuka jendela kaca dan memberi ejekan kepada mereka.

"Huhhhhh, ini jalanan juga bukan punya kalian!" teriak Chika.

"Issss mentang-mentang punya mobil," umpat Celia.

"Sudah-sudah, waktu kita hanya tinggal 2 menit lagi. Ayo buruan!" Chaca mengingat bahwa mereka sudah mengabaikan sisa waktu mereka untuk hal yang tidak penting dan akhirnya ketiga murid itu kelempangan dengan melajukan motornya dengan kecepatan sampai tidak terkendali.

"Pak buka!" teriak Celia saat Pak satpam menutup gerbang sekolah dan motor mereka tidak sempat memasuki area sekolah.

"Heh, heh, kalian ini, main terobos-terobos aja, bagaimana jika gerbang sekolah roboh karena tertabrak motor kalian!" Pak Budi tampak sudah tidak sabar ingin memberi hukuman kepada tiga murid itu.

"Pak baru juga lewat 10 detik!" sahut Celia.

"Tidak ada alasan, ayo cepat turun dari motor, lewat 1 menit 2 menit 1 detik bahkan lewat sekian-sekian detik juga tetap saja harus dihukum karena terlambat!" tegas pak Budi.

"Yahhhhhh," sahut ketiganya tampak lemas dan tidak bersemangat yang mendapat hukuman dari guru piket yang dikenal begitu galak.

"Pak kita jangan dihukum dong, kita harus mengikuti pelajaran Bu Raya," sahut Celia dengan suaranya yang tampak lesu dengan penuh harapan agar guru piket tidak memberi hukuman kepada mereka.

"Celia, jika tidak ingin ketinggalan pelajaran, maka kamu seharusnya bangun lebih pagi agar tidak terlambat ke sekolah. Ingat sekolah ini memiliki peraturan dan pantang untuk dilanggar tidak terkecuali murid paling pintar di sekolah ini termasuk kamu!" tegas pak Budi.

"Pak nanti kita traktir makan ayam Richeese deh, kalau tidak makan seblak," sahut Chaca.

"Hey, tidak ada penyogokan bagi saya, saya adalah guru yang taat aturan dan non korupsi!" tegas pak Budi.

"Sekarang kalian parkirkan motor kalian, kemudian ambil sapu dan bersihkan selokan dari ujung sini sampai ujung sana, bapak akan kembali lagi dan jika masih ada satu sampah maupun itu daun yang jatuh dari pohon, hukuman kalian akan ditambah!" ucap pak Budi sembari menunjuk pohon memberikan hukuman kepada tiga murid yang terlambat datang ke sekolah.

"Pak....." ketiganya serentak tampak tidak ingin melakukan hukuman yang diberikan oleh guru tersebut.

"Tidak ada toleransi cepat laksanakan sebelum pelajaran di les pertama kali yang berakhir!" tegas pak Budi kemudian langsung pergi.

"Pak, jangan gitu dong pak!"

"Pak!"

Mereka tanpa komplain terhadap Pak Budi yang tidak dipedulikan oleh Pak Budi yang sudah memasuki area sekolah dan menyerahkan untuk mengawasi hukuman pada ketiga murid tersebut kepada satpam.

"Guys, ayo buruan kita kerjain, kita bisa ketinggalan pelajaran Bu Raya nanti!" Celia tidak memiliki waktu untuk protes.

"Pak bantu masukin motor!" titah Celia meminta tolong kepada satpam dan untung saja satpam ingin melakukannya dan Celia kemudian mengambil sapu lidi, kerokan sampah dan alat lainnya dengan membagikan kepada teman-temannya.

"Ayo-ayo cepat kerjakan!" ucap Celia menarik kembali semangat kedua temannya yang tampak lesu.

"Issss, menyebalkan sekali harus membersihkan selokan seperti ini, bau," keluh Chaca terlihat mengambil sampah dari dalam selokan.

"Namanya juga kita terlambat ke sekolah, jadi otomatis kita akan mendapat hukuman," sahut Celia.

"Itu pasti gara-gara mobil tadi, coba saja kalau pengemudinya tidak membuat kita kaget dan otomatis kita tidak akan terganggu konsentrasinya dan akan datang tepat waktu ke sekolah," sahut Chika.

"Benar, mobil itu yang menjadi pelaku utamanya," sahut Celia ikut-ikutan kesal.

"Wah, SMA Negeri memang terbiasa harus menggunakan sebagian murid untuk membersihkan lingkungan sekolah!" Chika, Chaca dan Celia melihat ke arah suara tersebut dan terbuka beberapa murid SMA Bintang yang disebrangan dengan SMA mereka.

SMA dengan gedung dan fasilitas bagaikan langit dan bumi. SMA Cendrawasih harus berhadapan dengan SMA Bintang dengan jarak aspal yang membentang.

SMA swasta yang dikenal mewah dengan murid-murid berasal dari kalangan orang kaya, memiliki fasilitas yang mewah dan menjadi musuh buyutan dari SMA Negeri cendrawasih.

2 wanita dengan kedua tangannya berada di dadanya tersenyum memberi ejekan, dua pria yang juga tertawa dan terlihat 1 pria tampan dengan wajahnya yang tampak dingin, kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya dan melihat ke arah tiga gadis yang saat ini tampak direndahkan.

"Heh apa urusan kalian. Ini sekolah kami dan jangan iri!" sahut Celia.

"Hahhhhh, iri, heh sekolah kampungan, mana mungkin sekolah seperti kita harus iri dengan murid-murid kampungan seperti kalian," sahut wanita itu.

"Sembarangan ngomong kampungan!" Chaca seperti biasa paling mudah tersinggung tidak takut sama sekali menyeberang jalan dengan mengambil sapu ingin memukul 5 murid SMA yang mengganggu mereka.

Bersambung...

...Hay para pembaca setia, saya kembali memberikan karya terbaru saya, Besar harapan saya kalian menyukai karya saya dan karya ini bisa booming dan disukai banyak pembaca....

...Jangan lupa terus mendukung karya-karya saya, sedikit banyaknya yang kalian berikan kepada saya menambahkan motivasi saya untuk terus berkarya....

...Jangan Pernah menabung bab untuk membaca karena setiap episode akan ada hal yang menarik....

...Saya ucapkan terima kasih salam cinta dari saya Author ........

1
Alex
cie...
Japa Yipo
yang kelihatan sempurna blm tentu benar menurut orang yang jalanin🙃 ya memandang sesuatu Jang hanya satu cara saja
Emi Sudiarni
mantap kak
Emi Sudiarni
bgus, kak snang bca klw membuat novel. tentang. sma atau khidupan di kampus
Enz99
bagus
Oma Gavin
ortu egois yg ada valery gila
Herman Lim
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!