Kisah ini menceritakan mengenai gadis bernama Sofia gadis muda yang lahir di penjara karena mendekam di penjara karena fitnah dari seseorang.
Ibunya meninggal setelah melahirkan Sofia, hidup di dunia yang keras dan merasakan pahitnya penjara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zheyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serangan tak terlihat
Senyum tak terlihat membuat Sofia melakukan rencana yang luar biasa.
"Apakah ada yang menyerang, tempat anda tuan?" tanya Sofia.
"Perusahaan ayahku mengalami permasalahan yang cukup sulit." jawab Carlos.
"Anda pasti bertemu bisa lepas dari semua permasalahan ini, tuan." ucap Sofia. Dengan 1000 trip gitu Sofia untuk memberikan sesuatu yang membuat Carlos benar-benar seperti seorang pria yang dihargai.
"Terima kasih ya Sofia, karena kau memberi aku ketenangan. kau selalu memberikan aku kata-kata semangat yang sangat luar biasa." ucap Carlos yang terlihat tersenyum kepada Sofia. seorang pria yang sudah mempunyai istri itu menatap Sofia dengan tatapan mata yang begitu berbeda, Sofia yang sudah bekerja hampir satu bulan bersama Carlos tentu saja membuat pria itu semakin ingin dekat dengan Sofia, karena Sofia adalah wanita yang sangat pandai mengambil hati siapa saja.
"Tuan." Panggil seorang pria yang sudah berada di ruangan Xander.
"Apakah kau sudah mendapatkan informasi mengenai wanita itu?" tanya Sofia kepada anak buahnya.
"Sudah Tuan, kelihatannya wanita itu ingin melakukan sesuatu. kemungkinan besar wanita itu akan melakukan sesuatu." jawab anak buah Xander.
"Biarkan saja, jika dia melakukan sesuatu baru kalian habisi wanita itu." jawab Xander.
"Baik, tuan." jawab anak buah Xander.
"Baiklah kalau begitu, tapi aku mau kalian lakukan sesuai rencana ku." jawab Xander.
"Baik, tuan." jawab anak buah Xander.
Setelah anak buahnya pergi, terlihat Xander menatap beberapa informasi yang ada di meja kerjanya.
"Aku tidak akan membiarkan wanita itu. melakukan apa yang dia inginkan." guman Xander dalam hati.
** perusahaan Carlos **
"Sofia." panggil Carlos.
"Ada apa, tuan?" tanya Sofia.
"Apa hari ini kamu bisa keluar denganku?" tanya Carlos.
Sofia belum menjawab, seorang wanita terlihat memmasuki kantor Carlos. istri dari Carlos yang bernama Vina memasuki kantor suaminya.
"Sayang!!'' teriak Vina yang sudah memasuki kantor suaminya.
Seketika Carlos dan Sofia menoleh menatap seorang wanita yang berada di kantor tempat mereka.
"Vina." jawab Carlos.
"Kau, apa yang kau lakukan disini?" tanya Vina.
Sofia tersenyum sembari menatap wanita yang baru datang. "Maaf nyonya, saya adalah sekertaris dari tuan Carlos." jawab Sofia.
PLAKKK...
Seketika Sofia menoleh kearah Vina, ingin sekali Sofia memberikan pukulan kepada wanita itu. namun Sofia harus melakukan semua rencananya tujuan utamanya adalah menghancurkan putra dari Fredrik dan orang-orang yang sudah membuat ibunya harus kehilangan nyawa. Sofia menahan amarahnya wanita itu menatap wanita yang ada di depannya.
"Berani sekali kau menggoda suamiku?!" teriak Vina.
"Saya tidak melakukan hal itu." ucap Sofia sembari memegang pipinya. tentu saja wanita itu harus memulai aktingnya dan memperlihatkan akting yang bagus agar mendapatkan simpati dari Carlos.
"Pembohong, dasar kamu pembohong!!" seru Vina yang tidak terima saat Sofia menjawab tuduhan nya.
"Kenapa saya harus berbohong, nyonya." ucap Sofia.
"Hentikan semua kelakuan bodoh mu ini!!" seru Carlos yang begitu marah karena Vina menampar pipi wanita yang ada di depannya itu.
"Jadi kau berusaha untuk membela wanita ini?" tanya Vina kau saja Vina.
"Kau selalu saja membuat keonaran di perusahaan ku, lebih baik sekarang kamu pergi dari sini Jika sampai aku marah kau akan tahu apa akibatnya!!" teriak Carlos yang kemudian menarik tangan isterinya.
"Kau itu adalah pria brengsek, Sudah berapa banyak wanita yang kau tipu! dasar kau pria kurang ajar!" teriak Vina yang tidak terima karena dirinya sudah dipermainkan oleh Carlos.
Senyum yang begitu mengembang terlihat diri bibir Sofia. Carlos menatap Sofia yang mengeluh pipinya.
"Maafkan aku ya, Karena aku tidak tahu kalau tidak tiba-tiba wanita itu ke sini." ucap Carlos.
"Bukankah itu suamimu, Tuan?" Tanya Sofia kepada Carlos.
"Dia hanyalah wanita yang aku beli, dia bukan istriku dia hanyalah penghibur dari semua kesenanganku." ucap Carlos yang membuat Sofia mengeratkan gigi-giginya.
"Ternyata pria itu adalah pria brengsek yang sama dengan pria jalanan yang selalu menghancurkan kehidupan para wanita." guman Sofia dalam hati.
"Apakah hari ini kau bisa keluar denganku?" tanya Carlos kepada Sofia.
"Hari ini aku tidak bisa keluar, tuan. karena hari ini aku harus menemui teman-temanku, ada masalah penting yang harus aku urus." jawab Sofia yang kemudian memberikan sentuhan kepada Carlos. Hal itu membuat Carlos berpikir kalau sekarang ini Sofia sudah berada di genggaman tangannya.
"Baiklah kalau begitu, aku akan pergi Tapi kapan-kapan kamu harus mau menemaniku untuk pergi bersama dengan para klienku, Oke." pinta Carlos kepada Sofia. Sofia tersenyum wanita itu mengangguk seolah mengatakan kalau dia bersedia.
Akhirnya sore itu Sofia kembali ke rumah, di sebuah tempat yang tidak ada kebahagiaan juga tidak ada kenyamanan sama sekali. hanya karena demi seorang gadis kecil Sofia harus berada di tempat itu, hari ini Entah mengapa Sofia benar-benar merasakan sesuatu, dia tiba-tiba terus mengingat Ayla gadis kecil yang bersamanya.
"Kenapa hari ini tiba-tiba aku sangat ketakutan ya." ucap Sofia yang kemudian pulang ke rumah Xander dengan terburu-buru, Sofia terlihat mengkhawatirkan gadis kecil yang selalu memanggilnya Mama tersebut.
Sofia kembali ke rumah dengan semua kebenaran dan tubuh yang benar-benar capek, Sofia memasuki rumah wanita itu terlihat menatap kondisi rumah yang ramai.
"Dari mana saja Nyonya, nyonya dari mana saja!" teriak salah satu pembantu.
"Ada apa?" tanya Sofia kembali.
"Nyonya, ada sesuatu yang sangat buruk." jawab para pembantu yang ada di rumah Xander.
"Ada apa memangnya?" tanya Sofia kembali. saat Sofia memasuki rumah Xander di sana para pembantu benar-benar sedih dengan sesuatu.
"Apa yang kau lakukan kepada putriku!!" teriak Xander.
"Memangnya apa yang aku lakukan?" tanya Sofia kembali.
Xander langsung menarik Sofia ke ruang tamu, di sana sudah terbujur kaku mayat seorang gadis kecil yang selalu memanggil Sofia dengan panggilan mama. tas yang berada di tangan Sofia langsung terjatuh, tatapan matanya menatap Ayla sudah merenggang nyawa.
"Ayla!!" teriak Sofia sembari berlari mendekati tubuh Ayla.
"Apa yang terjadi?!" teriak Sofia.
Seketika Xander langsung menarik tubuh Sofia, pria itu mencengkram dagu Sofia dengan begitu erat.
"Beraninya kau membunuh putriku!!" teriak Xander.
Sofia tidak bisa bernafas lega, lehernya benar-benar terasa sakit ketika Xander mencengkram lehernya.
"Lepaskan aku, lepaskan aku!!" seru Sofia.
"Kenapa aku harus Melepaskan mu, beraninya kau membunuh putriku!!" seru Xander yang kemudian melempar tubuh Sofia hingga membentur tiang yang ada di ruangan itu.
"Aku tidak melakukan apapun!!" seru Sofia kembali.
"Ini semua gara-gara kamu, Kau telah membuat putriku mati!!" seru Sofia yang kemudian mencengkram tangan Sofia. salah satu tangan Xander mengambil pistol dan...,
** BERSAMBUNG **
mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊