Arabella Pramudita harus terjebak dengan seorang Duda Ganteng yang selama ini mengikuti dan mencintai nya.
"Menikahlah dengan ku sayank, aku akan memberikan apapun yang kamu mau."
"Cihh....aku tidak sudi menikah dengan laki laki seperti kamu."
"Bagaimana kalau kamu hamil??"
Moreno Suryapradika sengaja menjebak seorang gadis kecil yang sudah mencuri hatinya, hanya dengan cara inilah Reno bisa menikahi gadis yang belakangan ini mengobrak abrik jiwa raganya.
Bagaimana Reno sang Duteng menaklukan hati Abel, gadis remaja yang masih sekolah itu??
Ikuti kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lagi Lagi Cemburu
"Duda?"
Teriak Abel dan juga Resa bersamaan, kemudian kedua nya menutup mulutnya masing masing karena teriakan nya terlalu kencang, takut takut kalau ada yang mendengar kan.
Abel dan Resa menoleh bersama an, lalu kedua nya saling pandang kemudian menggeleng dan mengangguk secara bersama an.
Nampak Abel sangat shok, tetapi tidak dengan Resa yang malahan cengengesan, seperti nya Resa ingin menertawakan Abel yang telah di cintai oleh duda kesepian tetapi kaya raya.
"Duda Bel, duda??", ledek Resa.
"Gue tau Sa, jangan lo kencengin suara lo yang kayak mercon banting itu.", ucap Abel sedikit tidak terima.
"Hufff......"
Abel mengatur nafasnya, ia memijat kening nya yang tiba tiba pening setelah mendapatkan berita kalau pria yang pernah bersama nya adalah seorang duda, tentunya bukan sembarang duda.
Karena setelah mereka meng klik profil Reno, mereka berdua menemukan fakta yang mengejutkan bahwa selama men duda empat tahun itu, Reno tidak tertarik dengan yang namanya wanita, dan juga kenyataan pahitnya lagi kalau Reno sudah banyak di dekati oleh wanita wanita, baik itu kalangan biasa sampai artis terkenal.
"Kenapa lo?"
"Pusing...", jawab Abel dengan mencomot lagi sepotong pizza, siapa tau pusing nya ilang.
"Mikirin Om Duteng??", Abel mengangguk.
Jujur, memang ia mikirin Om Duteng itu, bagaimana gak kepikiran? pria yang sudah bersama nya dan mungkin bahkan sudah menj@mah tubuhnya adalah seorang duda, walaupun itu duda ganteng, kaya raya dan berkelas, kelasnya Pertamax pula, no kaleng kaleng. Tetapi tetap saja duda.
'Bagiamana tanggapan orang orang kalau tau Abel menikah dengan duda?? Abel cantik dan membahana masa' harus bersuami kan duda??', batin Abel resah.
Memang tidak ada yang salah dengan status duda, tetapi bagi gadis kecil seperti Abel yang tidak tau apa apa, itu merupakan hal yang bisa dibilang mimpi buruk baginya.
"Jangan bengong. Lebih baik duda daripada istri orang ", celoteh Resa, yang entah darimana ia mendapatkan kata kata itu.
"Iya sih, apa yang lo bilang ada bener nya juga, tapi kan??"
Abel masih tidak percaya, jika pria yang mencintai dan ingin memiliki nya adalah seorang duda. Mungkin kalau tidak ada kejadian satu Minggu yang lalu, ia langsung menolak mentah mentah Om duda itu, tetapi kini Abel sudah tidak punya pilihan lagi....
Apalagi Abel selalu ingat kata kata yang Reno kirimkan lewat pesan singkat nya beberapa hari yang lalu.
"Jangan macem macem dan jangan dekat dengan pria lain, kamu hanya milik nya Mas."
"Inget sayank ...kita berdua sudah pernah melewatkan malam panjang bersama."
"Mas sudah tau seluk beluk semua yang ada di dalam tubuh kamu, bukan hanya melihat, Mas juga sudah merasakan nya."
Ketika mengingat ingat pesan yang dikirim kan oleh Reno, Abel bergedik ngeri sendiri, antara percaya dan tidak percaya, tetapi yang jelas bahwa ia sudah bersama dengan pria itu satu malam, kalau masalah yang lainnya Abel masih setengah setengah.
"Gak masalah duda Bel, apalagi duda seperti Om Reno. Dan gue rasa dia cinta banget sama lo, bukan hanya sekedar obsesi saja." ujar Resa menjelaskan, mencoba menghibur sahabat nya untuk menerima kenyataan kalau pria itu adalah seorang duda yang begitu mencintai nya.
"Tau ah Sa, pusing gue!!"
Abel langsung meninggalkan Resa, dan kebetulan juga bel istirahat telah selesai. Dan itu tandanya, ia harus kembali ke kelas untuk menerima pelajaran selanjutnya.
"Eh...tuh anak main pergi aja, mentang mentang di sukai ma Om Duteng yang kaya raya."
"Sial!!", umpat Abel kesal.
Abel berjalan menuju ke kelasnya, tetapi dari belakang ada yang memanggil nya.
"Bel .... "
Abel yang mendengar ada seseorang yang memanggilnya langsung berhenti, dan menoleh ke belakang.
"Nanti sore ikut ya??", ajak Wahyu yang membuat Abel mengeryitkan alis nya.
"Kemana??"
Wahyu tidak menjawab, tetapi ia langsung menghampiri Abel dan berada di samping nya.
"Ekskul Volly.", jawab Wahyu dengan mata nya memandang wajah Abel tanpa berkedip.
"Lo gila!! kita sudah jelas XII, sudah gak wajib buat ikut ekskul."
Bukannya gimana respon nya , Wahyu malahan cengengesan.
"Gue bukan gila Bel, tetapi tergila gila sama lo." ucap Wahyu tanpa dosa sedikit pun.
"Hufff itu lagi itu lagi, bosan gue Yu denger nya. Dah ah gue mau ke kelas. Lo masuk gih, nih udah di depan kelas lo."
Wahyu yang melihat Abel kesal jadi tidak enak, padahal niat nya memang serius menyatakan cinta sama Abel, tetapi selalu tidak punya kesempatan dan juga pernah ditolak pula.
"Jangan marah, gini gini....anak anak kelas X dan XI yang ikut ekskul Volly ingin lihat lo main dan gabung nanti sore, yang mungkin mereka ingin melihat bagaimana lo bisa servis bola dengan hebat."
"Oh itu, sebenarnya gue males Yu, tapi gak tau deh .... lihat entar, tapi kalau misalkan gue gak main gak apa apa ya?? hanya lihat saja mungkin."
Wahyu tersenyum manis, ia pun mengangguk. Padahal mengajak Abel nanti sore hanya akal-akalan nya saja, supaya lebih dekat dengan Abel dan lebih banyak kesempatan untuk ngobrol berdua, sebelum keduluan sama Rangga.
"Oke deh, nanti gue kabarin lagi."
"Gue tunggu Bel.", jawab Wahyu dengan tangannya terulur untuk mengacak rambut Abel. Kemudian pria itu langsung masuk ke dalam kelas tanpa rasa bersalah nya.
Jepang.
"Breng**sek!!"
Brakk
"Siapa lagi dia??"
Reno yang baru saja mendapatkan sebuah kiriman video dari anak buahnya langsung menggebrak meja. Padahal tangan nya belum sembuh benar, tetapi sudah ia gunakan untuk menggebrak meja lagi.
Rahang Reno mengeras, kembali pria itu dikuasi oleh emosi nya. Belum genap dua puluh empat jam, Reno kembali berteriak. Yah, Reno baru saja melihat video Abel dengan Wahyu, saat Wahyu memanggil nya sampai dengan mengacak rambut Abel.
"Nama nya Wahyu. Pria itu dari dulu sudah suka dengan Nona Abel, tetapi berulang kali ingin menyatakan tetapi tidak pernah ada kesempatan, hingga akhirnya dia mempunyai kesempatan lalu menembak Nona Abel , tetapi di tolak."
"Tetapi seperti nya, pria itu masih berharap dengan Nona Abel , Bos!!", ujar Andre yang tidak tau saja pernyataan terakhir nya membuat sang Bos murka.
"Andre!! cari mati kau!!"
'Astaga aku salah ngomong ternyata.'
"Tidak Bos, saya hanya mengatakan yang sebenarnya sesuai dengan apa yang saya lihat.", jawab Andre hati hati, lagi lagi takut kalau kalau nyawa jadi taruhannya, melihat Bos nya begitu posesif kepada gadis kecil itu.
"Hari ini kita lembur, bisa tidak bisa satu Minggu lagi harus selesai, Minggu depan aku balik ke Indonesia."
'Gila....satu Minggu lagi?? Bos memang gila!!'
"Jangan mengumpat Ndre!! atau mau kau ku pecat??"
"Tidak Bos.", jawab Andre dengan sedikit gemetar.
"Bagus. Aku lebih baik kehilangan perusahaan ini daripada kehilangan Abel.", Tegas Reno dan langsung mencium foto Abel yang ia jadikan wallpaper di ponselnya.
Hanya di novel2 yg kayak gini, Padahal dulu dia yg sok jual Mahal, sekarang malah sok TERSAKITI,Seolah dia yg paling Benar,Lagian Reno ngapain di ladeni Lelaki kayak Naga dan Rangga sih, Para Cowok yang gak benar..