NovelToon NovelToon
Anak Kandung Yang Tersisikan

Anak Kandung Yang Tersisikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Saudara palsu
Popularitas:3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nadia Papendang

Klarissa anak kandung dari keluarga yang cukup kaya raya, namun sejak sepupunya datang dan di angkat sebagai anak angkat oleh kedua orang tuanya, Klarissa Tersisikan.

Kedua orang tuanya mengabaikan dan tidak peduli, saudara-saudara kandungnya, pacarnya bahkan sahabatnya tidak ada yang peduli pada Klarissa bahkan mengabaikannya.

Mampukah Klarissa hidup dalam keterabaian dari orang-orang terdekatnya??...
Apakah masih ada yang peduli pada Klarissa?...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia Papendang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

Harry marah besar sesampainya dirumah, menampar Klarissa dengan keras hingga sudut bibir Klarissa keluar darah "Papa tidak tau lagi harus bagaimana Klarissa... Sekolah itu sekolah terfavorit sekarang malah kamu keluar dari sekolah itu, mau sekolah dimana kamu haaa?" Teriak Harry

"Dimana saja asalkan tidak ada pengacau!" Jawab Klarissa

Harry lagi-lagi menampar Klarissa "Sekarang terserahmu, papa akan menyerahkan semua hidupmu sendiri, urus semuanya sendiri!" Ujar Harry

"Iya saya akan mengurusnya sendiri, bukannya sejak ada Kirana kalian tidak perduli lagi denganku, dimana kalian sejak saya membutuhkan kalian... kalian nggak ada, kalian terlalu sibuk dengannya hingga mengabaikanku, kalian ingat tidak saat saya mengikuti lomba puisi hanya bik narti yang datang, kalian ingat tidak saya mengikuti lomba menulis cerpen bahkan menang waktu itu, kalian tidak datang hanya bik narti yang menemani saya, terus kalian dimana saat ulang tahun saya kalian melupakan itu hanya bik narti yang menemani saya bahkan kalian tidak mengirim pesan ucapan hanya membuatku tersenyum bahwa kalian masih perduli denganku tapi saya salah kalian sudah tak perduli lagi, sebenarnya aku anak kandung apa anak pembantu?" Tutur Klarissa lalu pergi ke kamarnya

Harry memegang kepalanya yang terasa berat mengingat semuanya "Anak itu membuatku semakin pusing saja, dia kan sudah tau jawabannya kalau kita tak datang Kirana lagi sakit hingga dirawat dirumah sakit!"

Gumam Harry

"Sudahlah pa... Mungkin Klarissa masih tidak Terima karena dari kecil Klarissa selalu diperhatikan tapi sekarang ada Karina yang harus diperhatikan juga, mama juga pusing dengan kelakuan Klarissa sekarang, mungkin setelah Klarissa pindah sekolah Klarissa akan berubah pa!" Ujar Jesika

"Tapi sekolah itu sekolah terbaik di kota ini ma, dia malah membuat kepala sekolah mengeluarkannya!" Ujar Harry

Jesika mengelus pundak Harry, sedangkan dikamar Klarissa merebahkan dengan seragam yang menempel di badannya "Ya allah... Kenapa jalanku begitu sulit!" Klarissa meneteskan air matanya.

Dari luar bik narti masuk kedalam kamar Klarissa "Non Klarissa... Hiks... Hiks...!" Ujar bik narti menangis "Nggak usah nangis bun... Klarissa nggak apa-apa!" Ujar Klarissa

Bik narti memandang lekat Klarissa yang dirawatnya dari bayi "Bibik kompres ya non?"

Tanya bik narti melihat sudut mulutnya berdarah.

Klarissa"Nggak usah bun, nggak sakit kok!" Ujar Klarissa

Bik narti kekeh tetap mengompres sudut mulut Klarissa, Klarissa diam menatap bik narti.

"Padahal dia tidak ada ikatan darah denganku, tapi dia sangat sayang padaku tapi papa, mama dan kakak-kakakku tak perduli... Shitt kehidupan macam apa ini!" Batin Klarissa

Setelah mengompres "Non... Bibik ambilkan makanan ya, tadi pagi Non nggak makan!" Ujar bik narti

"Klarissa kenyang bik... Tadi sudah makan dikantin waktu istirahat!" Ujar Klarissa

Bik narti mengangguk tidak mau memaksa Klarissa "Bibik keluar dulu ya Non...

Bibik mau bersih-bersih dulu!" Ujar bik narti

Klarissa mengangguk, lalu Klarissa merebahkan tubuhnya dikasur lalu tak terasa ketiduran.

Tiba-tiba Klarissa bangun saat sudah malam karena bik narti mengetuk pintu "Non...!" Panggil bik narti

"Masuk bun!" Jawab Klarissa dengan suara serak

Bik narti masuk "Dipanggil tuan Non... Katanya Non harus makan malam karena sudah ditungguin sama yang lain!" Tutur bik narti

"Aku nggak mau gabung sama mereka bun, lebih baik aku makan disini!" Ujar Klarissa

"Saya mohon Non turuti perintah tuan, bibik nggak mau tuan bertindak kasar lagi!" Terang bik narti

"Biarinlah bun, saya sudah tidak perduli lagi mau dibunuh sekalian saya tidak apa-apa!" Jawab Klarissa

Bik narti menangis mendengar perkataan Klarissa "Bunda... Kenapa menangis, iya-iya sekarang Klarissa turun, sudah jangan nangis lagi ntar cantiknya hilang!" Kekeh Klarissa

Bik narti menghapus air matanya dengan tersenyum, sedangkan Klarissa ke toilet untuk mencuci mukanya biar kelihatan fresh tapi Klarissa tidak mengganti seragam sekolahnya agar tidak terlalu lama.

Klarissa keluar dari kamarnya menuruni tangga hingga sampailah dimeja makan, semua pasang mata menatap Klarissa sedangkan Klarissa langsung duduk di sudut kursi kini jarak Klarissa menjauh dari orangtuanya dan kakak-kakaknya, Klarissa langsung mengambil nasi dan lauknya lalu memasukkan kedalam mulutnya. Tidak ada obrolan yang dilontarkan Klarissa, dia mempercepat menghabiskan makanannya lalu mau beranjak dari meja makan tapi Harry menghentikannya "Klarissa... Duduk dulu papa mau bicara!" Titah Harry

Klarissa duduk menunggu papanya selesai makan, kakak-kakaknya menatap Klarissa "Lo dikeluarin dari sekolah?" Tanya Panji

"Gue keluar sendiri bukan dikeluarin!"

Jawab Klarissa

"Ck... Mau sekolah dimana lo disana sekolah terbaik di kota ini!" Ujar Dino

"Mau gue sekolah dimana itu urusan gue, sekarang nggak usah ngurusin hidup gue!"Jawab Klarissa

BRAKKK... Harry menggebrak meja

"Cukup Klarissa... Cukup... Kamu kenapa Klarissa buat papa semakin pusing saja dengan tingkahmu!" Tutur Harry

"Kenapa harus pusing, bukannya anda bilang tadi saya harus jalani hidup saya sendiri, jangan pernah urus saya lagi saya bisa mencari sekolah dimanapun yang saya mau!" Terang Klarissa

Harry menatap lekat Klarissa"Kamu masih marah sama papa soal ulang tahunmu itu... Oke papa minta maaf papa nggak ingat hari ulang tahunmu!" Tutur Harry

"Heemmm... Kalau tidak ada yang mau diomongin lagi saya kekamar mau mandi!"

Tutur Klarissa

"Iya... Besok papa kan masukkan kamu ke SMA xxx!" Tutur Harry

"Heemm!" Singkat Klarissa

"Klarissa maafkan aku telah membuatmu keluar dari sekolah!" Ujar Kirana

"Iya nggak apa-apa gue udah nggak betah disana, mungkin setelah keluar sekolah gue akan keluar juga dari rumah ini!" Tutur Klarissa

Mereka menatap Klarissa "Kamu jangan main-main ya Klarissa!" Tutur Harry

Klarissa tersenyum sinis lalu berjalan menaiki tangga ke kamarnya. Sedangkan Kirana tersenyum dalam hatinya "Kamu juga akan keluar dari rumah ini Klarissa, tinggal nunggu waktu hanya aku yang akan menjadi putri satu-satunya dirumah ini!" Batin Kirana

Jesika mengelus punggung Kirana "Sudah jangan fikirkan perkataan Klarissa, maafkan Klarissa ya Kirana?" Ujar Jesika

Kirana tersenyum mengangguk "Iya ma... Kirana sayang sama Klarissa, apapun perlakuan Klarissa pada Kirana, Kirana akan selalu memaafkan Klarissa!" Tutur Kirana

Aldy tersenyum "Kamu memang baik dek, kita sayang kamu!" Tutur Aldy

Kirana tersenyum "Bagus... Mereka sepenuhnya percaya denganku tinggal bik narti orang yang masih berpihak pada Klarissa, aku akan membereskan bik narti jika dia tidak mengubah mendukungku!" Batin Kirana

Sementara dikamar Klarissa mencari tau soal sekolah barunya. Matanya membulat ada jurusan sastra "Sastra.... I'am coming!" Gumam Klarissa

Klarissa suka menulis puisi, cerpen dan dia ingin menulis novel, Klarissa bercita-cita ingin menjadi seorang penulis terkenal. Bagi Klarissa sastra adalah nyawanya, Klarissa senang menulis sejak SMP. "Gue harus betah disekolah baru apalagi ada jurusan sastra, semoga teman-teman disana baik-baik, jadi nggak sabar nunggu hari esok!" Klarissa tersenyum sendiri.

1
Kasih Bonda
next Thor semangat
Lily
meski terlalu aneh crtanya dri kebanyakan novel lain,tetap ku baca .🤣
Maryati ramlin
cerita thor kebanyakan Nadia yg hidup bahagia,walaupun dia sering sakit sejak kecil tapi Nadin paling menderita dari kecil sampai dia SMA tidak mendapatkan kasih sayang,bandingkan sama nadia dia walaupun sakit-sakitan tapi di sayang semua orang.harus ada kebahagiaan buat Nadin itu kasian dia,oppa juga pilih kasih punya 2 cucu tapi nadia saja yang di sayang,semua cowok suka sama nadia aku ikutin dari awal.Aku tidak setuju Nadia sama darel hampir mau nikah sama Nadin tapi balik lagi ke Nadia,terus mantan Nadia nikah sama Nadin, bagaimana bisa akur jika kisah cinta seperti ini.
Suanti: sebetulnya nadia ngak salah apa2 kalau soal mantan nadia nikah sm nadin karna nadin sendri yg mau karna terlalu iri sm nadia bikin sendri sensara lagian tristan sengaja jg setuju nikah sm nadin mau buat nadia sakit hati 🤭
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat
Suanti
jgn main api nadin mau menghancurkan nadia yg ada diri mu yg hancur apa lagi kalau opa alex tau nadin tentang masalah kau mau hancur kan nadia 🤭
Kasih Bonda
next Thor semangat
Suanti
lagian kalau nadia pisah sm darel
darel jg tak bakal mau sm nadin cewek egois🤭
bunda kevin
sebelum dengan nadin darell kan sudah pacaran sama nadia
Nda_Zlnt
dh ngk waras nih si Nadin 🤣
Suanti
nadin sdh di manfatin sm mama mertua tetap tak sadar diri berani cuma org tua sendri tapi takut sm mertua dasar oon / bodoh 🤭
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Kasih Bonda
next Thor semangat
Gricelda Pereira
sangatttt menyakitkan
Kasih Bonda
next Thor semangat
Giantini
GK mutu blass...dah sampai ber bab"itu"yg dibahas
Giantini
kenapa Nadia jdi gadis naif dan idiot sich meluat lama"sama Nadia baik sama saudara boleh tp jngan dipelihara itu sifat begonya.
Suanti
semoga secepatnya tertangkap adit dan kirana tertangkap biar di arakkan dan di viral kan biar malu keluarga tristan termasuk nadin 🤭
Kasih Bonda
next Thor semangat
Suanti
mudah2an nadin sadar cuma di manfaatin aja sm keluarga tristan terutama mama nya tristan🤭
Kasih Bonda
next Thor semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!