NovelToon NovelToon
PUDARNYA PESONA WANITA PENGGODA

PUDARNYA PESONA WANITA PENGGODA

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:81.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

"Aku cantik, lo mau apa??" (Evelyn Radistya)

"Lo emang cantik daripada gue, tapi lo gak akan bisa merebut Tristan dari gue." (Atalia Prameswari)

"Aku laki-laki mapan, masih muda dan tampan, kenala harus memilih barang bekas kalau yang ori bisa didapat." (Tristan Wijaya Ramadhan)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENJELASAN

Soto daging dan es jeruk, menu makan siang yang kupilih untuk Tristan. Sejak menjalin hubungan denganku, dia sudah bisa makan menu apa saja, bukan pemilih seperti sebelumnya.

"Selamat makan, jangan lupa berdoa," ucapku melayaninya, bak istri melayani urusan perut sang suami.

"Kamu gak makan?"

"Enggak, aku udah makanlah, ini udah jam berapa."

"Gitu ya kamu, habis dibentak bukannya sedih malah makan tanpa menunggu aku," sindirinya sambil menuang sambel dan memberi perasan jeruk nipis pada sotonya.

"Jangan banyak-banyak sambel dan jeruknya, kebiasaan deh kamu itu," omelku saat Tristan akan menambah sambal lagi.

Aku membiarkan Tristan makan, memang seperti kebiasaannya makan jangan sambil ngomong, dia gak suka, aku pun berselancar dengan ponsel. Awalnya scroll instagram namun pesan Lita masuk.

Lita: send a picture

Lita: Evelyn mantap

Segera saja kudownload, dan mataku sontak membelalak. GILA !!!

Me: Siapa nih?

Lita: Katanya suaminya.

Me: Yakin tuh suaminya? gila itu mah ciuman di parkiran, seneng amat sih di parkiran.

"Sayang," tegur Tristan.

"Apa? makannya udah?" tanyaku sambil meletakkan ponsel.

"Udah, chat sama siapa?" selidiknya seperti biasa kalau aku sibuk dengan ponsel.

"Lita."

"Gak jadi rapat sayang, santai aja."

"Bukan bahas rapat kok."

"Trus?"

Aku menatap lekat mata Tristan, aku mau terbuka soal Evelyn. Kelakuan ibu dua anak itu sangat meresahkan kantor. Aku pun ketar-ketir, takut banget kalau Tristan tergoda.

"Evelyn," jawabku tak mengalihkan pandangan daei Tristan. Nah...pasti ada sesuatu, begitu nama perempuan itu disebut, Tristan mengalihkan pandangannya dariku. Boleh dong aku curiga.

Aku santai, melipat kedua tanganku di atas meja dan masih menatap Tristan. "Karyawan kamu yang satu itu tuh butuh diruqyah," pancingku dengan sinis.

"Hamil entah anak siapa, jalan sama Pak Dar hingga berciuman di area kantor, jalan sama Arfi, boncengan sama cowok tambun yang entah siapa, dan ini," kujeda ucapanku lalu kusodorkan Tristan foto yang dikirim Lita, "Ciuman sama suaminya dan di area kantor, ah satu lagi tadi pagi setelah aku keluar dia bilang sama aku udah kasih vitamin ke kamu. Mau tau gak 'vitamin' yang dimasud Evelyn?" cecarku menggebu.

"Apa?" Tristan balik tanya dengan lirih.

"Dengerinnya di ruangan kamu aja, gak enak kalau di dengar orang lain," pesanku setelah berhasil mengirim rekaman pada Tristan.

"Aku minta maaf tadi pagi udah bentak dan usir kamu, sumpah aku lepas kontrol, Sayang," sesal Tristan dengan suara lembut.

"Kamu banyak pikiran ampe kayak gitu?"

Tristan mengangguk.

"Pekerjaan?"

"Enggak. Tapi masalah Evelyn."

"Kamu terlibat?" aku mengintrogasi tapi lembut, tak mau berdebat atau perang urat karena perempuan itu.

"Lebih tepatnya Arik."

"Kok bisa?"

Arik sudah berhubungan dengan Evelyn hampir setahun belakangan ini, malah sebelum skandal dengan Pak Dar. Hubungan terlarang Evelyn dengan Arik bermula karena kunjungan ke lokasi proyek yang berhasil dipasarkan oleh Evelyn.

Awal mula hanya sekedar makan bareng, hingga berlanjut ke hubungan terlarang. Arik tahu Evelyn sudah berkeluarga, tetapi godaan Evelym tak terelakkan. Intinya, Evelyn butuh teman berbagai, karena selama ini suaminya bekerja di luar kota atau kadang ke luar negeri. Apalagi menurut pengakuan Evelyn suaminya memiliki kelemahan pada inti tubuhnya, alhasil Evelyn mencari kebutuhan biologis dan perhatian pada pria lain.

Sedangkan Tristan tak mau berita ini tersebar, setidaknya menunggu Arik mengambil keputusan. Alhasil, Tristan memintaku untuk tutup mulut akan kehamilan Evelyn.

Aku hanya melongo Tristan menjelaskan siapa Evelyn. Sungguh tak bisa dinalar, bagaimana seorang istri tidak bisa menjaga kehormatan dirinya dan tega mengkhianati suaminya. Astaghfirullah.

"Siapa yang cerita?" aku perlu tahu siapa yang menjadi narasumber cerita Evelyn.

"Arik, tadi malam begitu sampai aku langsung ke apartemennya, makanya aku gak nunggu kamu pulang."

Aku duduk dengan lemas, tak bisa berkata apa-apa.

"Parahnya, Arik tak mau mengakui anak dalam kandungan perempuan itu."

"Kenapa?"

"Pak Dar juga pernah bermain sama perempuan itu."

"Kamu?"

"Kenapa aku?" tanya Tristan bingung.

"Pernah juga menanam saham kepada Evelyn?"

Tagggg

Keningku disentil Tristan sedikit keras, kalau sudah sampai menyentil keningku itu artinya otakku terlalu overthinking.

"Naudzubillah main sama dia, bekas orang. Mending main sama milik sendiri?"

"Siapa?" gantian aku sekarang yang bingung.

"Kamulah."

"Enak aja, bayar tunai dulu baru boleh diakui milik kamu." Tristan terkekeh lalu mengelus rambutku, aku bahagia kalau sudah diperlakukan seperti ini. Terlihat kalau dia memang menyanyangiku.

Kami pun memutuskan kembali ke pekerjaan masing-masing, meskipun Tristan memaksa saat pulang harus bareng. Aku ingin menolak, karena jam 7 malam Tristan menemui klien di restoran mewah. Gila aja, menemaninya dengan pakaian kantor dan pasti sudah lecek.

"Nanti kamu pulang bareng Pak Ian?" tanya Lita tiba-tiba.

"Iya, kenapa?"

"Kita mau ada misi khusus."

"Apaan?" tanyaku penasaran.

"Kita mau buntutin Pak Dar," sambung Mbak Tiwi dari meja kerjanya.

"Ya Allah, kalian ini. Gak ada kerjaan banget."

"Eits....jangan salah. Ini tuh misi kebaikan."

Aku hentikan update website perusahaan, kutatap Lita dan Mbak Tiwi bergantian, sepertinya ada kabar terbaru. Rasa penasaranku muncul, entahlah karena beberapa kali memergokinya aku jadi ingin tahu kelanjutan liarnya Evelyn.

"Dengar-dengar, Evelyn sekarang hamil dan anak Pak Dar," cicit Lita sambil berbisik.

"WHATTTTTT?" kaget dong. Berita yang dikeep Tristan ternyata bocor juga, meski yang dituduh Pak Dar, bukan Arik.

Haduh, aku pusing mendadak. Yang satu menganggap Pak Dar, yang satu menuduh Arik. Lalu yang benar anak siapa??

"Kalian tahu darimana?" selidikku ingin tahu.

"Ridwan, tadi sempat dengar teriakan Evelyn di ruangan Pak Dar, sebelum makan siang. Yah mungkin Evelyn menganggap sudah tidak ada orang di sekitar ruangan Pak Dar, karena waktunya makan siang, trus langsung nyelonong dan membuka tabir kehamilannya," terang Lita seperti host infotainment.

"Trus Ridwan menyebar di grup kalian gitu?" tebakku karena setahuku hanya Ridwan, laki-laki yang dimasukkan ke grup itu. Yah wajar sih, Ridwan kan hobi bergosip ketimbang ngopi bareng teman lakinya.

"Yah...begitulah."

"Eh nanti malah jatuhnya fitnah loh."

"Ya makanya Nyonya Tristan, kita berniat mengikuti Pak Dar sepulang kerja, mau ikut gak?"

Aku menggeleng, jelas gak mungkin. Tristan akan melarangku terlibat urusan orang lain. Dia terlalu sayang sama aku, dan sangat khawatir kalau aku disakiti orang, apalagi karyawan pula. Bisa-bisa Tristan memecat orang yang bermasalah denganku.

"Tapi kabari ya?" pintaku. Aku gak munafik, gelagat Evelyn sangat menarik untuk diikuti.

"Beres, kita juga pengen banyak bukti kalau suatu saat Pak Tristan harus memecatnya," Mbak Tiwi sepertinya sangat jengkel, bahkan ia sudah berpikir pemecatan segala.

Ting

Fokusku teralihkan pada pesan yang baru masuk, pesan dari Tristan dan aku ingin tertawa membacanya.

PEREMPUAN SINTING

Mungkin ia baru saja mendengar rekaman videoku.

Me: Siapa?, balasku pura-pura.

1
Ray Aza
tega bgt km thor anak baik2 gitu km kasih pasangan psk. 😓
Lel: hwkwkkw nyatanya ada di dunia kerja kakak
total 1 replies
siti salamah
nge gabtung giini akhirrnyaa yao kaka
Sartika Thika
kak,ini gmn?kok gantung?
Sri Ariyanti
hallo othor, beneran end kah? koq berasa gantung ya?

yg jelas ditunggu kelanjutannya
Sri Ariyanti
ok
Sri Ariyanti
selalu suka karyamu. pokoknya ok lah
falea sezi
najis dpet jalang
Quinza Azalea
gak rela banget si Abi sama Evelin thor😭
Quinza Azalea
ceritanya bagus bagus thoor
Lel: terimakasih kak
total 1 replies
Quinza Azalea
bagus
pipi gemoy
thor lanjutannya mana Thor 🌹5x
pipi gemoy
astoge setres ya ini org ckckck😡😤
pipi gemoy
mampus lelaki penghianat n murahan ludahin aje trus buang ke sampah😂😂😂😂👻
pipi gemoy
sabar Tris 😂😂😂😂😂😂😂👻
pipi gemoy
cerdas Ata👻👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
pipi gemoy
Gonta ganti itu WC umum 😂😂😂😂👻
pipi gemoy
Tristan 👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼🌹
pipi gemoy
hadir Thor ☝🏼
Gracela Gultom
thor kenapa gantung
Vera Uni
cerita nya kok semua gantung thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!