Nayla seorang putri dari pengusaha kaya raya yang cantik,pintar dan baik hati yang harus menerima perjodohan dengan seorang pria dari keluarga pengusaha sukses teman ayah nya.
Tapi di lain sisi,Nayla sudah mempunya kekasih yang sangat dia cintai dan sangat mencintainya.
lalu apa yang akan Nayla lakukan?haruskah dia menerima perjodohan ini dan melupakan kekasih yang selama ini dia cintai?akankah hati nya terbuka untuk calon suami nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MASA LALU
Nayla bangun dari tempat tidur dan langsung pergi keluar kamar dengan masih memakai pakaian tidur.
Saat itu masih pukul dua malam, dan Nayla pergi meninggalkan Kevin dengan marah.
Kevin benar - benar tak mengerti dengan sikap Nayla yang seperti anak kecil. Kevin berlari dan menyusul Nayla yang baru saja keluar pintu kamar.
Kevin memegang tangan Nayla dan menahannya.
" Apa yang terjadi, Nay? Kenapa sikapmu seperti ini padaku? " Tanya Kevin.
" Lepaskan aku! "
Nayla mencoba melepaskan tangan Kevin tapi tidak berhasil karena Kevin memegangnya cukup kuat.
" Kenapa sikapmu seperti ini padaku? " Kevin merasa tidak nyaman dengan sikap Nayla.
" Memangnya apa salahku? "
" Salahmu karena kau memaksaku menikah denganmu!!! " Teriak Nayla.
" salahmu karena aku tidak mencintaimu!!"
Nayla terlihat sangat marah karena wajahnya mulai memerah.
Dia terus mencoba melepaskan tangannya.
" Memangnya salah kalau aku ingin menikah dengan mu, karena aku menyukaimu? "
Kevin menarik tangan Nayla dan membuat tubuh Nayla maju dan menempel ke tubuhnya.
Mereka saling bertatapan.
" Tapi aku,, sama sekali tidak menyukai mu! " ucapan yang pelan namun tajam dari Nayla.
Nayla menatap Kevin penuh kebencian. Terlihat dari nafas yang tak beraturan, wajah yang memerah dan suara yang sedikit bergetar menandakan Nayla sedang di selimuti amarah.
Kevin melepaskan tangan Nayla dan tak berkata apapun. Dia hanya terdiam dan melihat Nayla saja.
Nayla langsung pergi meninggalkan Kevin yang masih berdiri mematung.
Kevin tersenyum sedih.
" Apa memang sesulit itu untuk mencintai ku?!" gumamnya.
Kevin masuk kamar dan menjatuhkan tubuhnya dia atas sofa. Dia memejamkan mata seperti menahan segala perasaannya.
" Apa kau baik - baik saja? "
Kevin membuka matanya dan melihat sekretaris Zein sudah ada di sampingnya.
Dia memberikan segelas air untuk Kevin.
" Apa aku sudah salah, Kak? " Kevin kembali memejamkan matanya.
" Apa kau yakin kalau kau benar mencintai Nona Nayla?" Tanya sekertaris Zein yang duduk di samping Kevin.
Kevin membuka matanya dan terdiam.
" Apa itu bukan sekedar obsesi anda saja? "
" Obsesi? apa maksudmu? kenapa aku harus terobsesi padanya? " Kevin mencoba membela diri.
" Baiklah, jika itu tidak benar. "
" Tapi,, bagaimana dengan Rava? apa anda akan memberi tau Nona tentang apa yang sudah dia lakukan? "
" Tidak! aku ingin dia tau sendiri apa yang sudah di lakukan Rava. "
" kau tau Nayla tidak mungkin mempercayai perkataanku. "
Kevin menghela nafas panjang.
" Baiklah, anda istirahat saja. Nona biar aku yang awasi. " sekretaris Zein pamitan lalu keluar kamar.
Tapi sebelum keluar dia kembali berbalik.
" oh iya tuan. Kabarnya nona jeanny akan kembali dari luar negeri"
Kevin terdiam mendengar perkataan Sekertaris Zein.
****
Dirumah Rava, dia sedang berdiri di depan cermin melihat wajahnya sendiri.
" Aku harus segera menghabisi Dimas arganta!!! " Katanya bicara pada diri sendiri.
" Aku sudah tidak bisa memperalat Nayla lagi untuk menghancurkan Dimas arganta"
PRANKKK...
Rava memukul kaca dengan tangannya dan darah segar mulai keluar dari tangannya.
Rava kembali teringat masa lalu dimana 10 tahun yang lalu dia dan kedua orang tuanya tinggal dirumah yang sangat besar.
Ayahnya adalah salah satu pengusaha sukses sekaligus saingan bisnis keluarga Arganta.
Mereka hidup sangat bahagia, Rava hidup serba mewah dan bisa melakukan apapun yang dia mau.
Ibunya orang yang sangat penyayang, dia sangat mencintai suaminya dan juga Rava.
Hingga suatu hari, mereka bertiga sedang dalam perjalanan untuk berlibur ke luar negeri dan di tengah perjalanan mereka di hadang Dua mobil preman dan turun sekelompok orang berbaju hitam.
Lebih dari sepuluh orang yang menghadang, memakai masker dan membawa pentungan.
Dok,, dok,,dok,,
Salah satu preman mengetuk - ngetuk kaca mobil. Ibu Rava memeluk Rava karena ketakutan.
" Ayo keluar! " kata salah satu preman.
" Sayang jangan keluar. " Kata Ibu Rava.
" Ibu siapa orang itu? Aku takut" Rava memeluk Ibunya.
" Jangan takut sayang, ada Ibu disini"
" Hei!!! cepat keluar! kalau tidak, aku akan bakar mobil ini!! "
Ayah Rava membuka pintu mobil tapi lagi - lagi Istrinya mencegahnya.
" Tidak apa - apa , sayang. Jangan khawatir. " Ayah Rava meyakinkan Ibunya kalau semua akan baik - baik saja.
Ayah Rava pun keluar.
" Ada apa ini? siapa kalian? " tanya nya.
" Kau tidak perlu tau siapa kami! "
BUKKKK...
salah satu preman memukul punggung Ayah Rava sampai dia terjatuh.
" Tidak! " Ibu Rava yang melihat itu langsung berteriak.
Ayah Rava mencoba bangun dan mulai melawan.
Dia berhasil menangkis pukulan salah satu preman dan memukul balik. Dia berhasil memukul beberapa preman.
Tapi Ayah Rava kalah jumlah dan mereka berhasil memukul Ayah Rava bertubi - tubi.
Ayah Rava jatuh ke tanah tak berdaya. Ibu nya yang melihat itu langsung turun berniat menolong suaminya.
" Suamiku!! " teriaknya.
Tapi salah satu preman itu menarik rambut Ibunya dan memukulnya sampai Ibunya jatuh dan pingsan.
Ayah Rava yang melihatnya langsung bangun dan mencoba menyelamatkan Istrinya. Dia memukul orang yang sudah memukul Istrinya, tapi dia terlalu lemah dan hampir terjatuh.
Saat itulah salah satu preman mengeluarkan pisau dan langsung menusuk perut Ayah Rava!!
Seketika Ayah Rava terjatuh dan darah mengalir.
Semua preman tertawa, mereka berhasil menghabisi Ayah Rava.
Rava yang keluar dari mobil dan hanya berdiri mematung melihat semua kejadian itu langsung di depan matanya.
Dia tidak bisa menolong ataupun berteriak karena dia masih terlalu kecil. Yang dia lakukan hanya bisa menangis dan gemetaran.
Semua preman pergi setelah tugasnya selesai. Mereka meninggalkan Rava dan kedua orang tuanya yang tergeletak.
Rava yang masih terlalu kecil untuk melihat semuanya merasakan tubuhnya sangat lemas dan pandangan nya kabur. Rava pun langsung terjatuh dan tak sadarkan diri.
Tapi sesaat sebelum dia pingsan, dia melihat tak jauh dari kejadian di balik sebuah pohon besar dia melihat sebuah mobil terparkir.
Dan dia melihat seseorang tersenyum menyeringai melihat kejadian itu. Seseorang yang tidak akan pernah dia lupakan.
Dimas Arganta!!!!
****
Nayla tidur di ruang keluarga,.Dia tidur di sofa panjang tanpa bantal dan selimut. Kevin turun membawa kan selimut untuknya lalu menyelimuti Nayla.
Kevin jongkok di depan wajah Nayla yang sedang tertidur lelap.
Dia menatap Nayla dalam dan mengusap rambut Nayla dengan jari telunjuknya.
" Aku hanya ingin kau mengetahui segalanya sendiri. Biarlah untuk saat ini kau membenci ku. " Kevin bicara sendiri.
" Tapi nanti kau pasti akan merasa sakit hati,dan aku akan selalu di sampingmu. "
Kevin kembali terdiam dan menatap Nayla.
" Apa aku benar - benar menyukai mu, Nay?! "
" Atau aku,,,, "
Kevin memejamkan mata sambil menunduk, dan terlihat di matanya seorang wanits cantik, berambut pendek sebahu dengan tahi lalat di bawah mata sebelah kanan sedang tersenyum.
Kevin menghela nafas panjang.
"Jeanny"
si naylnya jg plin plan😏😏