Jodoh siapa yang tau, walaupun hanya sebatas mengenal nama jika semesta sudah merestui mau bagaimana? - Aurora Berliana
.
Rahasia semesta tentang jodoh memang nyata adanya - Andromeda Raharja
Memang benar kata pepatah bahwa jodoh ada ditangan sang semesta kita tidak pernah tau siapa yang akan menemani kita sampai akhir nantinya ✨
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal Baru
16 Januari 2020, Kota kenangan
Hari ini, awal baru dimulai dalam hidup ku. Dari tadi pagi sudah banyak keluarga yang sudah datang, salah satu sepupu menyebalkan ku ini, namanya Belva Adiyaksa anak pertama dari Om Adiyaksa dan Tante Maria, Om adiyaksa adalah adek dari mama ku. Meskipun menyebalkan dia termasuk sepupu terbaik karena hanya dia satu-satunya keluarga yang siap mendengarkan segala curhatan ku.
"Gillaaaaa uda mau nikah aja loe" Ucap Belva yang nyelonong masuk ke kamar ku
"Ckkk sehari gak gila gak bisa hm?" Tanya ku, yang sedang duduk sambil dirias
"Hahahahah, iyaa maap. Gue kira loe bakal nikah nanti nunggu dia dateng, sekarang malah sama orang lain" Ucapnya padaku
"Ckk,, jangan bahas dia lagi Va" Ucap ku padanya, karena aku tidak mau merusak moment ini.
"Iyaa deh iyaaa, Semoga bahagia yaa Ra. Gue harap pelangi hidup loe datang lagi melalui An. Kalo ada apa-apa jangan lupa cerita sama gue. Gue selalu ada disini buat loe" Ucapnya padaku sambil berjongkok didepan ku karena aku sedang sibuk di rias
"Terimakasih Va, kamu emang sepupu terbaik ku" Jawab ku
"Gue keluar yaa mau coba in makanan, gue laper hahahah" Ucapnya padaku langsung pergi, dia itu unik dia bisa menjadi sosok yang romantis tapi juga bisa gila seperti tadi.
Setelah Belva keluar, beberapa menit riasan ku sudah selesai dan aku tinggal sendiri di kamar ini. Entah apa yang terjadi di luar, aku tidak tau. Mungkin aku sudah sah menjadi istri dari Andromeda? Atau masih belum? Status ku belum jelas sekarang. Karena aku tidak.diperbolehkan keluar sebelum selesai ijab qobul dan aku dijemput. Dan sudah seminggu ini sejak kejadian di restoran waktu itu, Della tak pernah lagi main kerumah dan juga tak pernah menghubungiku. Entah kemana dia sekarang. Apa dia datang aku pun tak tahu, saat aku sedang memikirkan setiap kejadian seminggu ini, tiba-tiba kamar ku terbuka. Terpapar jelas An dengan setelan kemejanya, tampan memang tetapi ya sudah lahh aku tak bisa berkata apa-apa.
"Ayo" Ucapnya yang sempat mematung saat memasuki kamarku , entah kenapa dia bersikap seperti itu. Dan akhirnya aku menyamperin dia dan turun bersamanya. Saat aku turun kebawah aku mendengar sorak sorai yang sangat ramai, aku melihat sepupu sepupuku disana dan keluarga ku, aku melihat abang dan ke2 orang tuaku dan disana juga ada teman-teman An dan Della saat kejadian itu. Malu rasanya saat menghadap mereka, langsung aku tundukan kepalaku, sepertinya An tau posisikh saat ini dengan itu dia memegang tangan ku dengan erat, seperti ingin berkata semua baik-baik saja.
"Sekarang waktunya pemakaian cincin satu sama lain" Ucap pak penghulu, dan kita menurutinya
"Silahkan mempelai wanita bersalaman dengan mempelai laki-laki, dan mempelai laki-laki mencium kening mempelai wanita" Ucap penghulu tadi, jantung ku yang sudah berdebar dari tadi sekarang serasa ingin copot.
Setelah melakukan itu semua kita bersalaman dengan para keluarga, untuk resepsinya akan diadakan sore nanti, resepsi nanti akan di hadiri juga oleh keluarga, teman dan kerabat dekat, dan termasuk teman bisnis papa ku dan papa An.
"Aaahhhhh selamatt Raa" Teriak Della padaku, entah kenapa aku merasa canggung padanya.
"Terimakasih Dell" Ucapku
"Semoga Sakina Mawadah Warohmah yaa, langgeng sampai kakek nenek" Ucapnya padaku
"Iyaa" Ucap ku sekenanya, karena aku tidak tau mau mengamini atau tidak.
"An jangan sakiti sahabat gue yang satu ini yaa" Ucapnya pada An, An tak menjawab dia hanya tersenyum
Setelah itu para teman-teman An menyalami ku dan memberikan doa selamat untuk ku dan An. Setelah itu giliran keluarga ku termasuk abang ku
"Tolong jaga adek kecil gue yaa" Ucap abang ku pada An
"Iyaa bang gak usah khawatir" Jawab An
"Kalo loe sakitin gue jamin, loe gak bakal pernah bisa liat dia lagi" Ucap abangku lagi
"Abang" Peringat ku padanya
"Iyaa bang, An gak bakal nyakitin Rora" Ucapnya, ingin mengumpat saat dia berkata seperti itu. Tak ingin menyakiti? belum apa-apa saja dia sudah menyakitiku dengan kata-katanya oh dan jangan lupa saat bagaimana dia menarik ku saat di restoran waktu itu.
Setelah menyalami keluarga dan teman teman dekat An, aku dan An disuruh ke kamar untuk beristirahat, agar tidak kecapean katanya. Tau tidak kenapa teman ku tidak diundang? Karena aku tidak punya teman di kampus yang benar benar dekat, Ada sih satu namanya Rajatama Dwiangkara tetapi aku malu untuk mengatakan semua yang terjadi kepadanya, mungkin nanti setelah masuk kuliah aku akan meminta maaf dan menceritakan padanya.
"Jangan aneh-aneh An, nanti malam aja" Ucap papa An pada An sebelum An dan aku pergi ke kamar
"Ishhh papa jangan aneh-aneh" Ucap mama An
Aku tak paham apa yang mereka bicarakan, otak ku seperti ingin pecah sekarang, memikirkan kedepannya seperti apa. Sungguh ini bukan impian ku. Setelah sampai dikamar aku ingin membersih kan diri, aku melepaskan satu persatu jepit yang ada pada rambut ku, sedangkan An dia sudah terlentang tidur di kasur ku. Disaat aku ingin melepas gaunku, resletingnya nyangkut. Kalian jangan berpikir aneh-aneh karena aku memakai baju doble, karena gaun ini sangat terawang jika dibawah cahaya itu yang menyebabkan aku memakai baju doble.
"Kalo gak bisa minta bantuan" Ucapnya di belakang ku, dan mengambil alih resleting ditanganku, entah kapan dia bangun dari kasur ku tetapi alhasil dia yang melepas resletingku. Jantung ku berdetak sangat cepat saat ini, alhasil aku buru-buru masuk kamar mandi untuk menutupi ke gugupan ku.
Saat aku keluar dari kamar mandi dia sudah tertidur dikasur ku, wajah lelah tercetak jelas diwajahnya. Mau tidak mau aku harus membangunkannya, karena dia harus membersihkan diri agar tidak gatal-gatal.
"Annn Ann" panggilku sambil duduk disebelahnya
"ehmmm" jawab dia tetapi masih memejamkan mata
"Bangunnn, mandi-mandi gih biar kamu gak gatal-gatal" Ucap ku
"Ehmmmm" Jawab dia lagi
"Annn ihh bangun" Ucap ku padanya lagi
Bukannya bangun dia malah menarikku ke pelukannya, alhasil aku terjatuh kedalam dada bidangnya. *Deggg *Degggg rasanya jantung ku ingin loncat keluat sekarang, astaga adegan apa ini? :((
"Sssttt diem, gue capek. Gue tau loe capek mending loe tidur daripada loe cerewet" Ucapnyaa
"Ihhhh An, lepasin" Teriak ku berusaha keluar dari pelukannya
"Ssstttt loe diem apa loe mau malam pertama kita sekarang?" Ucapnya
"Gilaaaaa An gilaaa, lepasinn akuu gak mauu ihh" Teriak ku padanya, gila!!! apa dia gak sadar ngucapin apa
"Kalo loe gak mau loe diem, jangan buat gue khilaf" Ucapnya, yang membuat ku benar-benar tidak bisa apa-apa dan alhasil aku tertidur dipelukannya, aku harap ini yang terakhir karena adegan ini tidak baik untuk jantung ku.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
**Hai haii kaget gak An sama Rora nikah hahaha? Tunggu in kelanjutan kisah mereka yaa. Jangan lupa like dan comment. Semoga kalian dapat fell nya yaa :((
SEE YOU ON NEXT CHAPTER 💕
Salam, Author Lenn ☁️**
LOVE IN THE GAME
kita saling dukung
semangat kak
seru ni