NovelToon NovelToon
Pernikahan Manis

Pernikahan Manis

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Nikahmuda / Keluarga & Kasih Sayang / Beda Usia / Tamat
Popularitas:300.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora Veganadia

Ellen disuruh menikah dengan pria yang terkenal dingin dan kejam oleh pamannya sendiri namun ellen baru menyadari bahwa pria yang diluarnya dingin didalamnya sangat hangat apalagi perilakunya kepada dirinya membuatnya semakin penasaran siapa sebernarnya pria ini?

Arkana, tuan muda yang tidak pernah berdekatan dengan wanita manapun tiba tiba menikah dengan seorang gadis yang menjadi korban dari utang pria paruh baya yang tidak tau diri itu. Namun siapa sangka bahwa yang akan menjadi istrinya di masa depan adalah gadis yang selama ini ia cari, yaitu cinta pertamanya.

Bagaimana kisah pernikahan mereka disaat ellen tau bahwa suaminya adalah teman sekaligus cinta pertamanya selain mantannya? Dan Arkan tau bahwa istrinya adalah gadis yang ia tunggu selama ini? Bagaimana kisahnya, silahkan ikuti lanjut.


Season2 Kisah Cerita anak anaknya yaa.. Lanjut kok, ditunggu aja..

Beri jejak untuk ceritaku ya.. Terima Kasih..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora Veganadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

|Chapter 10 Abang istriku|

❤️Happy Reading❤️

Sudah tiga bulan pernikahan Ellen berlalu, saat ini Ellen dan Arkan sedang sama sama sibuknya mengurusi pekerjaan. Arkan sudah tiga hari tidak pulang kerumah karena ada keperluan diluar kota, ia pun yang mengetahui kabar itu hanya bisa tersenyum dan menunggu kabar balik dari suaminya namun sudah 3 hari ini ia tidak mendapatkan kabar apapun.

Hari ini Ellen sedang mengurus beberapa data didalam restorannya, untung saja ia mendapatkan karyawan yang tau bahwa dirinya tidak akan tega jika mereka melakukan kecurangan, bukan potong gaji lagi melainkan membuatnya dua kali lipat dari yang mereka lakukan jika ada yang menggelapkan dana atau korupsi dalam restorannya.

Sedangkan dilantai dasar ada seorang pria berjalan dengan tegap membuat siapapun disana menatapnya dengan tatapan terpesona, begitupun dengan pelayan yang rambutnya disanggul dengan sedikit berantakkan namun terlihat rapih. "Siang tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanyanya dengan suara desahan.

Pria itu hanya meliriknya lalu mengalihkan pandangan kearah sekitar, sampai ia melihat ada satu sosok yang ia rindukan selama ia sibuk. Sedangkan sosok itu tidak melihatnya dan hanya memberikan beberapa kertas kepada manager restoran miliknya ini.

Pria itu melangkah kakinya dengan santai menghiraukan sosok pelayan tadi dan berhenti beberapa langkah menatap sosok itu dengan wajah hangat, sedangkan Ellen yang merasakan ditatap oleh seseorang langsung menoleh kearah kanannya lalu tersenyum manis dan berjalan turun dari depan pintu ruangan managernya itu.

Ia melangkah senang lalu memeluk pria itu dengan erat sedangkan orang orang terutama pelayan yang mencoba menggoda pria itu melebarkan mulutnya sampai rahangnya terjatuh.

"Miss you." bisik pria itu dengan membalas pelukkan itu dengan erat. Arkan senang jika disambut baik oleh istri kecilnya ini. Lalu Ellen yang sadar tempat langsung mendorong pelan dan menatap suaminya dengan lembut, "kok gak ngabarin kalau udah pulang?"

"Kejutan aja."

"Ah.." ujar Ellen saat ia sadar dirinya menjadi pusat perhatian semua orang lalu ia merangkul Arkan dengan lembut mengajaknya kedalam ruangannya saat sampai didepan managernya ia memperkenalkan suaminya, dan beberapa terkejut karena tidak ada yang tau kapan pernikahan atasan dan pemilik restoran termuda ini.

"Sayang, kenalin ini Ka Reka dan Bang Radi mereka manager dan sekertaris direstoran ini, dan ka Reka, bang Radi kenalin ini suami Ellen, Arkana." ujarnya lalu Arkan menjabat kedua tangan orang dihadapannya dengan memberi tahu nama belakangnya juga. "Salam kenal, saya Arkana Kennedrik, suami Ellen Raputri."

"Oh iya salam kenal juga, tuan." balas bang Radi sedangkan ka Reka hanya tersenyum sopan lalu Ellen yang merasakan canggungnya langsung mengajak suaminya masuk ruangannya.

Saat Ellen sudah berada didalam ruangannya, diluar semuanya kembali kegiatan masing masing walaupun ada yang menatap tidak percaya dan ada juga yang saling berbisik dengan menanyakan bagaimana bisa nona muda mereka menikah dengan orang yang sangat terkenal dingin dan kejam dalam hal bisnis?

"Mampus gue." gumam seseorang lalu ia merasakan punggungnya dipukul, "emang enak, makanya jangan asal ngegoda ta, kena kan lo." ujar temannya yang membuat pelayan yang bernama Meta ini cemberut, "habis ganteng banget, auranya kuat banget, siapa coba yang gak terpesona."

"Gua tau semua orang terpesona dengan kedatangan pria yang ternyata suami nona muda tapi gak digoda juga kali dengan desahan menjijikan lo itu."

Arkan melihat sekeliling ruangan kerja milik istrinya itu, "kamu mau minum apa? Teh, kopi atau jus?"

"Teh manis hangat saja, sayang." Jawab Arkan lalu ia duduk kesofa yang berwarna navy dan dihiasi bantal kecil bersarung motif bunga besar. "Kamu punya berapa restoran sebenarnya?"

Ellen datang dengan membawa secangkir teh dan segelas air putih untuknya. Lalu ia duduk disamping Arkan yang masih menatap ruangannya, "aku punya tiga restoran, yang utama yang disini karena restoran ini yang dibuka sama papa mama untukku, sedangkan yang duanya lagi ada di tempat tinggalku dulu sama tempat tinggal nenek kakekku."

"Jadi kamu buat restoran itu agar kamu bisa datang kesuatu tempat yang sudah menjadi kenangan?" Ellen mengangguk, "dan aku memang sengaja buat  restoran didekat area rumah kakek karena aku harap orang itu datang kesana."

Arkan mengernyit, "orang itu?"

Ellen kaget lalu menutup mulutnya dengan reflek, "eh? kamu belum tau ya?"

"Tau apa?" Ellen tersenyum melihat kerutan didahi suaminya, dihapusnya dengan elusan lembut jarinya, "tau kalau aku punya seorang abang kandung."

"Kamu punya abang?" Ellen mengangguk, "dulu aku memang punya abang kandung yang selalu menjagaku saat aku diganggu oleh angel, namun abangku ternyata diusir oleh bibi ku sendiri tanpa sepengetahuan orang tuaku dan kakek nenekku. Saat tau bahwa abang bakalan menjadi pewaris harta milik kakek nenek, bibi langsung mengancam abang dan abangpun menghilang tanpa kabar."

"Sampai sekarang pun kamu belum tau dimana keberadaannya?" Ellen menggeleng dengan tatapan sendu, "belum, maka dari itu aku berusaha semangat mungkin untuk keluar dari rumah paman dan mencari abang ternyata takdir berkata lain. Aku disuruh nikah dengan orang yang akan menjadi masa depanku." ujar Ellen dengan menatap mata Arkan penuh kasih.

Arkanpun dengan senyum manisnya langsung memeluk tubuh mungil istrinya dengan erat, "kamu pasti akan bertemu dengan abang kesayanganmu itu kok."

Ellen mengangguk, "tapi, bagaimana kamu tau kalau abang adalah kesayanganku?"

"Dari tatapan kamu, saat kamu memberitahuku matamu sudah memberikan jawabannya,"

"memang, abang adalah kesayanganku setelah mama papa."

"Kalau boleh tau nama abangmu siapa?" tanya Arkan yang penasaran nama abang istrinya siapa tau ia bisa membantu mencarinya, "Daffin Endra, yang artinya kelak jadi orang besar yang disayang. Itu kata mama saat Ellen nanya nama arti dari nama Ellen."

"Kalau arti nama Ellen apa?" tanya Arkan dengan mengecup kening istrinya itu, "Ellen yang berarti cahaya atau penuh semangat dan mudah beradaptasi."

"Kamu pasti bisa menemui abang Daffin dengan semangatmu itu, aku yakin."

Sabtu disiang hari ini ada seorang pria yang sedang menatap kearah Ellen dengan tatapan tak bisa terbaca, orang itu sibuk memeriksa ponselnya yang berisi foto seseorang dengan data dirinya lalu ia tersenyum sinis melihatnya.

"Benar benar murahan seperti ibunya." gumamnya saat melihat foto tersebut lalu ia mematikan ponselnya dan kembali menatap Ellen yang masih berinteraksi dengan pelanggannya. Tak lama ia berdiri dari duduknya saat secangkir kopi miliknya sudah habis, pria itu berjalan santai melewati wanita itu dengan rahang keras.

Ia menahan agar tidak melakukan hal yang membuat wanita itu terkejut, lalu ia masuk kedalam mobil saat sopirnya sudah siap didepan lobby. Pria itu masuk dengan wajah dinginnya lalu tersenyum kearah sang sopir yang menatapnya ragu ragu, "kita pergi ke K. Corp."

"Baik tuan."

Sesampai didepan lobby, pintu mobil pria itu dibuka oleh seorang penjaga yang sudah setia berdiri menyambutnya, "selamat siang tuan, ruang rapat sudah menunggu anda."

Pria itu mengangguk, "baik, tolong antarkan diriku keruangannya." penjaga itu menunduk sopan, "baik tuan, silahkan ikuti saya." ujarnya dengan sopan, karena ia tau pria yang ia layani ini terkenal juga sebagai orang dingin dan kejam peringkat paling pertama sebelum tuannya sendiri.

Sesampai disebuah pintu besar, penjaga itu mengetuk pintu lalu membukakan pintu selebar mungkin untuk pria tersebut. Pria itu masuk dengan wajah datar dan melihat semua orang yang sudah duduk ditempatnya masing masing, ia juga menatap Arkana, pria yang selalu ada didalam pikirannya selain Ellen.

"Selamat siang, maaf atas keterlambatan saya."

"ah tidak apa apa, tuan Fahri Pratama." Pria itu tersenyum lalu sedikit menunduk sopan lalu duduk didekat pintu masuk dengan persilahkan oleh penjaga tersebut.

"Silahkan dilanjutkan." ujar Arkana dengan nada tegas, lalu ia menatap pria yang bernama Fahri itu dengan tatapan tak biasa, ia merasakan hal aneh saat melihat wajah pria dingin itu. Dan wajahnya sangat misterius menurutnya.

Lalu ia menatap kelayar dan melanjutkan penilaian dan diskusi dari yang dibahas oleh para saham diantara seluruh penguasa negara. Setelah melakukan rapat, Arkan langsung menuju kedalam ruangannya dan menyenderkan punggungnya kesandaran kursi kebesarannya itu.

Tak lama ada suara ketukkan pintu ruangannya dan muncullah Ranz, sekertarisnya itu dengan gaya sopan ia menunduk, "maaf mengangguk tuan, ada yang ingin menemui anda. Dan nama beliau tuan Fahri Pratama."

Arkan menegapkan tubuhnya lalu mengangguk, "biarkan dia masuk."

"Baik tuan." ujar ranz lalu keluar dan masuklah seorang pria dengan wajah dingin, Arkan tersenyum. "Ada keperluan apa tuan Fahri Pratama mengunjungi ruangan saya?" tanyanya dengan nada ramah.

 

 

❤️Bersambung..❤️

1
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
ARKANA ELLENA
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Semangat thor 💪💪💪
Nindira
Aku suka ceritanya😍🥰
Nindira
Hai thor aku udah mampir nih, uda di fav juga
Rajo kaciak
Bintang kita sama Arkan 😁😁
Rajo kaciak
so sweet banget thor
Rajo kaciak
hadir thor
Aqiyu
wahhhh Yuna mafia
Aqiyu
makin kesini musuhnya makin bertebaran
Aqiyu
huuuhhh
Aqiyu
hadeeehhhh bisa ya orang mengandung 1.5 tahun 😆 luchuuu
Aqiyu
itu abang tukang bakso nya 😀
Aqiyu
mmmmmmmm
Aqiyu
hempas kan pelakor
Aqiyu
❤❤❤❤❤
Aqiyu
udah pembukaan 9 masih sempat makan......
padahal itu mulesnya udah kurang dari 5 menit sekali .... uuuhhhggg rasanya udah ga bisa mikirin lapar.... yang ada pinggang panas perut mules keringet banjir tak tertahankan
Aqiyu
👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣
Aqiyu
selalu aja ada ulet keket.mudah-mudahan Fahri cepat bertindak
Aqiyu
nasa Fahri ga sadar dia ciuman sama Cecil apa ia Cecil bisa hipnotis orang
Aqiyu
untungnya Cecil ga kegatelan sama Arkan biarlah dia bersaing dengan adiknya sendiri😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!