NovelToon NovelToon
Mencintai Pria Dewasa

Mencintai Pria Dewasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: din din

WARNING!!! AREA 18+
follow Ig 👉 dindin_812

Malik Mahardika seorang asisten berumur dua puluh enam tahun. Mendapat tugas dari majikannya untuk menemui seorang Hacker. Namun, siapa sangka Malik malah jatuh cinta pada Hacker yang baru saja berumur lima belas tahun bernama Susan Linch.

Kata orang, cinta tidak memandang umur, waktu dan tempat. Begitulah yang dialami oleh pemuda itu.

"Ma, kamu tahu 'kan aku umur berapa? Bagaimana bisa kamu suka dengan gadis kecil seperti 'ku?" Susan hanya ingin tahu alasan sebenarnya.

"Memangnya kita harus memandang umur seseorang untuk suka dan menyayangi. Bagiku asal kamu menerima, maka tidak perduli kamu umur berapa. Bahkan jika disuruh nunggu kamu dewasa pun aku bersedia," jawab Malik yang benar-benar terdengar gila, sepertinya pemuda ini sudah terkena virus cinta akut yang tidak bisa diobati.

"Kalau begitu, aku beri kamu kesempatan. Jika kamu bisa menungguku lima tahun lagi, aku akan bersedia jadi kekasihmu," ucap Susan kemudian, ia mengedarkan pandangan ke arah lain karena malu menatap Malik.



penasaran? baca selengkapnya di sini saja.

Picture from pinterest editing by din din

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Resmi

Susan terlihat meremas jemarinya. Malu? Itu sudah jelas, bagaimana bisa dia mengatakan Malik pacarnya sedangkan keduanya belum meresmikan hubungan, mengingat jika ia sendiri yang minta untuk menunggu hingga lima tahun, sedangkan ini baru saja berjalan dua tahun. Mungkin yang paling membuatnya malu adalah ciuman itu, hanya karena cemburu bisa membuatnya bertindak tanpa berpikir. Padahal kalau dia terus melangkah dan mengabaikanya, kejadian itu tidak akan terjadi.

Kini, disinilah dirinya, duduk di mobil bersama Malik. Keduanya hanya diam, dengan mobil yang berhenti.

"Tadi-." Keduanya bicara bersamaan, membuat rasa canggung semakin menjadi-jadi.

Hening, mereka terdiam lagi. Benar-benar suasana yang begitu canggung.

"Tadi itu apa bisa aku anggap pernyataan resmi?" tanya Malik tiba-tiba menatap Susan yang terus menatap ke arah jendela.

Mendengar pertanyaan Malik, membuat jantung Susan mau melompat dari tempatnya kalau bisa. Ia semakin meremas jemarinya, keringat sebiji jagung bermanik di kening dan pelipisnya.

"Tidak tahu," jawabnya lirih.

Malik mengernyitkan dahi, sedetik kemudian ia menggaruk kepala yang tidak gatal. Meski hanya sebuah kecupan sekilas, tapi sudah cukup membuat hatinya berbunga-bunga dengan kupu-kupu yang menggelitik hatinya.

"Ciuman itu-." Ucapan Malik terhenti ketika Susan memotongnya dengan spontan.

"Ahh ... jangan dibahas! Itu kecupan bukan ciuman!" elaknya seraya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, wajahnya semakin merona.

"Jika itu kecupan, ciuman yang seperti apa?" tanya Malik menggoda Susan yang masih menutupi wajahnya yang merah, pemuda itu sengaja sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Susan yang duduk merapat di sebelah pintu.

"Mama! Jangan menggodaku!" teriak Susan panik.

Sungguh kalau ada mesin waktu, dia mau kembali ke waktu tadi lalu mengabaikan kejadian itu dan tidak mau mendekat yang membuatnya sampai cemburu.

"Oke, oke!" Malik mengusap pucuk kepala gadis itu. "Sekarang mau ke mana?" tanya Malik yang mulai menyalakan mesin.

Sedikit membuka sela jarinya serta mengintip, Susan melihat Malik yang sudah mulai menjalankan laju mobilnya, ia pun membuka kedua telapak tangannya kemudian duduk dengan posisi yang benar.

"Aku lapar," kata Susan yang masih enggan menoleh pada Malik.

"Oke," balasnya singkat.

Malik melajukan mobilnya pergi dari area taman bermain, mencari restoran terdekat. Hingga restoran seafood menjadi pilihan pemuda itu.

Mereka sudah duduk dan memesan makanan. Susan sibuk dengan gawai miliknya karena takut menatap Malik, padahal apa yang ia lihat di benda pipih itu saja tidak jelas, intinya jangan sampai bertatapan dengan pemuda itu karena akan semakin membuatnya salah tingkah.

"San!" panggil Malik yang membuat Susan terkejut hingga hampir menjatuhkan gawai di tangan.

"Hahahaha. Kamu ini kenapa?" tanya Malik tertawa melihat betapa kikuknya Susan.

"Ck ...." Susan mencebik kesal.

Gadis itu akhirnya menatap Malik yang terus tersenyum ke arahnya.

"Kamu pasti menertawakan aku, 'kan!" tuduhnya yang sebenarnya hanya ingin menghilangkan rasa canggungnya.

"Menertawakan apa?" tanya Malik pura-pura tidak peka.

"Ah ... Ma! Kamu bikin aku salah tingkah!" akunya yang bingung harus bagaimana.

Malik menggenggam tangan Susan yang berada di atas meja, membuat jantung Susan benar-benar ingin melompat karena terkejut.

"Tidak bisa ya, hubungan kita naik level?" tanya Malik menatap Susan penuh harap.

"Kamu kira main game, pakai acara naik level!" sanggah Susan seraya memalingkan wajahnya, takut kalau wajahnya merona lagi.

"Ya sudah, ubah status. Nggak bisa ya hubungan kita resmi jadi sepasang kekasih?" tanya Malik lagi meralat ucapannya.

"Uhukk!" Susan pura-pura terbatuk.

Blushhing! Wajahnya merona kayak tomat matang dan kepiting rebus. Menimbang dan menimang, Susan terlihat berpikir sejenak.

"Bukannya tadi sudah aku katakan, ya!" lirih Susan seraya menggosok hidungnya yang tidak gatal.

"Katakan apa?" Malik menolak paham, meski hatinya bersorak-sorai. "Yes, maju tiga tahun!" batinnya dengan melompat-lompat bahagia dalam imajinasi.

"Ish ... masa iya aku yang harus bilang dulu kalau kita pacaran!" Susan mendesis pelan untuk menutupi rasa canggungnya.

"Resmi?" Malik meyakinkan.

"Sebatas pacar, jangan minta ubah status yang aneh-aneh!" Susan mengiyakan tapi juga mempertegas bahwa tahap selanjutnya masih panjang kalau pemuda itu masih mau menantinya.

"Oke," balas Malik dengan hati yang benar-benar berbunga.

Bukankah sudah cukup kejutan yang ia dapatkan dalam siang ini, status dan kecupan dadakan. kini status jomblonya sudah tutup buku, membuka buku baru dengan status kekasih orang.

Mereka lantas menikmati hidangan yang sudah di pesan, tidak ada pembahasan lainnya. Hanya sesekali Malik mengupaskan kulit udang untuk Susan karena gadis itu sedikit kerepotan ingin memakan hidangan itu.

Susan hampir menghabiskan makananya, hingga sesuatu yang ia lupakan membuatnya terdiam. Satu lengannya merengkuh perutnya, air mukanya berubah. Ia meletakkan sendok yang tengah ia pegang, membuat Malik menatapnya bingung.

"Ada apa?" tanya Malik ketika melihat Susan sedikit meringis menahan sakit.

Gadis itu tidak menjawab, ia mengambil ponselnya kemudian menatap sesuatu di sana. Menaruh ponsel kembali ke meja, Susan semakin merengkuh perutnya.

"San! Ada apa?" tanya Malik semakin panik. Pemuda itu sampai berdiri dan mendekat ke tempat duduk Susan.

"Aku kedatangan tamu," lirih Susan seraya menahan sakit.

"Tamu apa?" tanya Malik tidak paham, ia sampai mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan itu.

"Aduh! Bukan ta-mu orang," jawab Susan sedikit terbata.

Malik membeliak, ia sadar jika Susan datang bulan. Dia jadi merasa canggung sekarang.

"Aku lupa, mana celanaku warna terang. Aku nggak bawa ganti," ucap Susan menahan sakit bercampur malu karena harus mendapatkan bulanannya ketika bersama seorang pemuda.

Malik menggaruk kepalanya bingung. Namun, sebelum mengurus Susan, ia memanggil pelayan serta membayar semua pesanan mereka.

"Cari toko, buat beli celana ganti!" tawar Malik.

Susan menggigit bibir bawahnya, bingung juga harus bagaimana. Jika ia harus berjalan, bercak merah pasti akan terlihat.

Malik tahu jika Susan pasti bingung dan canggung, ia akhirnya melepas jaketnya, membuat Susan semakin bingung.

"Kamu mau apa?" tanya Susan menatap Malik yang sudah melepas jaketnya.

Malik tidak menjawab, ia sedikit menunduk kemudian mengikatkan jaket itu ke pinggang Susan. Meraup tubuh Susan dalam gendongannya membuat gadis itu hampir berteriak.

"Ma! Nggak usah gendong!" tolak Susan yang malu. Kini ia benar-benar seperti anak kecil.

"Memangnya kamu mau jalan sendiri terus orang-orang lihat itu," ujar Malik ambigu.

Susan terdiam, lebih baik malu karena digendong saja dari pada orang-orang melihat bercak merahnya.

_

_

_

_

Bantu like komen ya, tencuuu😘

1
Fit Mu'awin627
Luar biasa
Jeni Jueni
belum dengar penjelasan susan makanya dia galau
Ruaida Ali
aku suka ceritanya
.: terima kasih
total 1 replies
Ruaida Ali
bakal di restuin gak tuh?
Mamah Kekey
unboxin 🤭🙈🙉
Jeni Jueni: hai bunda
total 2 replies
Mamah Kekey
selamat yah buat pasutrinya semoga langgeng sampai tua dan mu yg memisahkan...🎁
.: aamiin
total 1 replies
Mamah Kekey
awas blabas mas Malik ...☺️
Mamah Kekey
dibsini yg imannya kuat sih authornya ...😂
.: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Mamah Kekey
cinta muda Susan bergejolak nih...😂
.: asekkkkkk
total 1 replies
Mamah Kekey
sipp...deh buat pasangan yg unyu,, 😂
Mamah Kekey
semoga mereka selamat...ikut mewek aku...😭😭😭
Mamah Kekey
setiap kejadian pasti ada hikmahnya d balik semua itu mas Malik.
Mamah Kekey
memang sudah takdir ..mencoba ikhlas mas Malik...😔
Mamah Kekey
terharu CLBK nih... semoga mereka berjodoh.
Mamah Kekey
yg dewasa lebih ngemong, lebih banyak sabarnya.paham apa yang kita mau, pengalaman 😂
Mamah Kekey
kerenlah unyu,,😂
Mamah Kekey
keren bagus setuju kk
Winarsih Asih
semoga ada orang yg bisa memberi pengertian pada mslik
Winarsih Asih
Malik butuh waktu,mungkin dulu gara2 menolong keluarga Susan ,ayahnya meninggal karena telat kerumah sakit
Winarsih Asih
aku sudah ketemu sama Caman kita sayang😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!