NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Pewaris Berbahaya

Dijodohkan Dengan Pewaris Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / CEO
Popularitas:993
Nilai: 5
Nama Author: Reyanza Rayyan Fahlevy

Pernikahan Yang Rumit, Cinta yang Rumit dan Hati yang juga ikut Rumit!!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyanza Rayyan Fahlevy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6

Di sinilah mereka sekarang. Di sebuah ruangan VIP privat yang terletak di lantai teratas, restoran bintang lima paling eksklusif di pusat kota. Dinding kaca besar di ruangan itu menyajikan pemandangan lanskap kota yang megah, namun keindahan itu sama sekali tidak mampu mencairkan kebekuan yang tercipta di atas meja makan.

Setelah menempuh perjalanan yang sunyi dari rumah notaris, Alvaro membawa Alyssa ke tempat ini. Alih-alih menyajikan hidangan pembuka yang hangat, atmosfer di antara mereka justru terasa jauh dari kata romantis.

Alvaro duduk menyilang kaki dengan angkuh, menatap tajam ke arah Alyssa yang berada di seberang meja. Pria berumur 28 tahun itu meletakkan cangkir kopinya dengan ketukan pelan yang terdengar seperti ketukan palu hakim.

"Mari kita perjelas satu hal sejak awal, Alyssa," suara bariton Alvaro memotong keheningan ruangan tanpa ada basa-basi atau nada ramah sedikit pun. "Pernikahan ini murni aliansi strategis untuk mengamankan saham dan reputasi Maheswara Group. Jadi, jangan pernah berharap aku akan membangun hubungan emosional atau romansa picisan bersamamu."

Alvaro menatapnya dingin, seolah-olah sedang menegaskan batasan bagi seorang karyawan baru. "Aku tidak tertarik pada cinta, dan aku tidak punya waktu untuk mengurus perasaan seorang wanita. Di luar rumah, kamu adalah istriku yang patuh. Di dalam rumah, kita adalah dua orang asing yang kebetulan berbagi atap. Pahami posisimu."

Alyssa yang sejak semalam menahan tumpukan emosi akibat keputusasaan ayahnya dan tekanan dari keluarga Maheswara, langsung merasakan darahnya berdesir panas. Sifatnya yang berani, cerdas, dan enggan ditindas bergolak hebat. Ia menegakkan punggung, melipat kedua tangannya di depan dada, lalu membalas tatapan elang Alvaro dengan nada yang sama dingin dan menusuk.

"Tuan Alvaro yang terhormat," sahut Alyssa, senyuman sinis terukir di bibir cantiknya. "Jangan terlalu percaya diri. Jika bukan karena utang keluarga Pradipta dan ancaman yang mengintai ayah saya, saya bahkan tidak akan sudi melirik pria sombong dan kaku seperti Anda, meski Anda adalah pewaris tunggal di dunia ini sekali pun."

Mata Alvaro menyipit tajam mendengar balasan menohok itu. Jarang ada orang, apalagi seorang wanita muda berusia 23 tahun, yang berani mengatainya sombong tepat di depan wajahnya.

"Pernikahan ini juga merupakan transaksi bisnis bagiku," lanjut Alyssa tanpa gentar sedikit pun, menantang dominasi sang Pewaris Berbahaya. "Anda membeli kebebasanku untuk mengamankan takhta Anda dari Arsen Maheswara, dan aku menjualnya demi keselamatan keluargaku. Kita impas. Jadi, Anda tidak perlu khawatir, karena aku juga sama sekali tidak tertarik untuk meminta cinta atau perhatian dari pria berhati es seperti Anda."

Pertemuan yang seharusnya menjadi ajang perkenalan calon pengantin itu seketika berubah menjadi medan perang kata-kata. Udara di dalam ruangan VIP itu terasa semakin mencekik. Setiap kalimat yang mereka lempar seperti belati yang saling beradu di udara, tajam, dingin, dan mematikan.

"Bagus kalau kamu sadar diri," desis Alvaro, aura predatornya menguar kuat, mencoba menekan nyali Alyssa. "Tapi ingat, di dalam teritoriku, akulah yang membuat aturan. Jika kamu melanggar satu saja batasan yang sudah kutentukan, aku tidak akan segan-segan menarik kembali seluruh bantuan finansial untuk perusahaan ayahmu."

"Dan jika pihak Maheswara memperlakukan keluargaku seperti keset kaki, aku pastikan draf pranikah yang baru kita tanda tangani akan menjadi bumerang bagi reputasi perusahaan Anda," balas Alyssa dengan kilat mata yang tak kalah mengancam.

Makan siang itu akhirnya selesai tanpa ada satu pun hidangan yang benar-benar mereka nikmati. Keduanya bangkit dari kursi masing-masing dengan emosi yang tertahan di dada. Tidak ada jabat tangan, tidak ada senyuman perpisahan, apalagi gandengan tangan yang hangat.

Ketika mereka melangkah keluar dari restoran menuju mobil masing-masing, Alyssa dan Alvaro pulang dengan kesan yang sama persis di dalam kepala mereka. Pertemuan pertama ini berjalan dengan sangat buruk. Di balik gaun formal dan setelan jas mewah mereka, sebuah dinding permusuhan yang kokoh telah resmi terbangun.

Mereka saling membenci, dan badai pernikahan kontrak ini dipastikan akan menjadi neraka jangka panjang bagi kedua belah pihak.

...****************...

Alvaro masuk ke dalam mobil Rolls-Royce miliknya dengan sentakan kasar, membanting pintu kabin hingga menimbulkan dentuman hantaman yang cukup keras. Rendra yang duduk di kursi kemudi seketika melirik melalui kaca spion tengah. Ia menelan ludah pelan saat melihat rahang atasannya yang mengeras dengan urat-urat leher yang menegang tegang.

"Tuan Muda... kita langsung kembali ke kantor?" tanya Rendra berhati-hati, tidak ingin menjadi sasaran amukan singa yang sedang terluka harga dirinya.

"Ke kantor," jawab Alvaro, suaranya bariton merendah, sarat akan kemarahan yang tertahan di balik dadanya. "Dan pastikan tim hukum memeriksa kembali setiap klausul tambahan yang diminta gadis lancang itu tadi. Aku tidak mau ada celah sekecil apa pun yang bisa ia gunakan untuk menusukku dari belakang."

Alvaro melonggarkan dasi hitamnya dengan kasar, membiarkan pasokan udara dingin dari pendingin mobil meredakan gejolak amarahnya. Selama 28 tahun hidupnya, belum pernah ada satu orang pun apalagi seorang wanita dari keluarga yang berada di ambang kehancuran yang berani menatapnya dengan pandangan merendahkan seperti yang dilakukan Alyssa tadi.

Pria sombong dan berhati es? Kalimat Alyssa terus terngiang di kepalanya, memicu rasa benci yang semakin pekat di dalam hatinya. "Kamu belum tahu dengan siapa kamu sedang berurusan, Alyssa Pradipta," gumam Alvaro lirih dengan tatapan mata elang yang menatap kosong ke luar jendela mobil.

Sementara itu, di dalam taksi yang membawanya pulang, Alyssa menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi dengan napas yang berembus berat. Telapak tangannya yang memegangi tas selempang terasa sangat dingin dan sedikit bergetar. Sifat berani yang ia tunjukkan di depan Alvaro tadi hanyalah sebuah tameng besi agar harga dirinya tidak diinjak-injak oleh pria angkuh itu.

"Dia benar-benar monster," bisik Alyssa pada dirinya sendiri.

Alyssa meraba dadanya yang masih berdegup kencang karena sisa-sisa ketegangan dari perang kata-kata tadi. Ia tahu, mulai hari ini, kebebasannya telah resmi digadaikan. Alvaro Maheswara bukan sekadar pria dingin biasa; dia adalah predator puncak di dunia korporasi yang siap menerkamnya kapan saja jika ia melakukan satu kesalahan kecil.

Namun, di balik rasa benci dan kekesalan yang membakar hatinya, kecerdasan Alyssa tetap bekerja secara taktis. Pertemuan yang buruk ini justru memberikan ia kesimpulan penting, Alvaro adalah pria yang sangat defensif dan tidak tersentuh oleh emosi. Artinya, selama ia bisa menjaga profesionalitas kontrak dan tidak melibatkan perasaan, ia akan memiliki ruang untuk menyelidiki dalang di balik kehancuran keluarganya tanpa perlu mengkhawatirkan campur tangan Alvaro.

Ketika taksi yang ditumpanginya perlahan memasuki kompleks perumahan Pradipta, Alyssa menghapus semua sisa kerapuhan di wajahnya. Ia merapikan blazer putih tulangnya, menegakkan bahunya, dan bersiap kembali menghadapi keluarganya dengan topeng keteguhan yang sama.

Pertemuan pertama ini memang menjadi awal dari sebuah hubungan yang penuh dengan kebencian mutlak, namun Alyssa bersumpah, ia tidak akan membiarkan dirinya hancur di dalam sangkar emas milik sang Pewaris Berbahaya. Perang dingin telah resmi dimulai, dan ia akan memastikan dirinya bertahan hingga akhir.

...****************...

Taksi berhenti dengan mulus tepat di depan pagar rumah keluarga Pradipta. Alyssa membayar ongkos kepada pengemudi, menarik napas dalam-dalam untuk menstabilkan emosinya, lalu melangkah turun. Udara siang yang terik menyengat kulitnya, namun rasa panas itu sama sekali tidak sebanding dengan gejolak amarah dan kebencian yang masih menyelimuti benaknya setelah berhadapan dengan Alvaro.

Pintu depan langsung terbuka sebelum Alyssa sempat mengetuk. Keira muncul dengan wajah cemas, disusul oleh Bianca yang tampak tidak tenang sejak tadi pagi.

"Kak! Bagaimana?" tanya Keira langsung, meraih tangan Alyssa yang terasa kaku. "Pria itu... dia tidak melakukan sesuatu yang buruk padamu, kan? Wajahmu pucat sekali."

Alyssa memaksakan sebuah senyuman tipis, mencoba menenangkan dua wanita yang paling dicintainya itu. "Aku tidak apa-apa, Keira. Semua berjalan sesuai rencana. Berkas perjanjian pranikah sudah ditandatangani di hadapan notaris."

Adrian yang mendengar suara mereka dari dalam rumah, berjalan perlahan menuju ruang tamu. Wajahnya yang kuyu menatap Alyssa dengan pandangan yang sarat akan rasa bersalah. "Alyssa... Alvaro... apa dia menerima klausul tambahan yang kamu minta?"

"Dia menerimanya, Ayah," jawab Alyssa tegas, melangkah mendekat dan memegang pundak ayahnya agar pria paruh baya itu kembali tenang. Sifat cerdas dan beraninya membuat Alyssa memilih menyembunyikan detail perang kata-kata yang memuakkan di restoran tadi. "Tim hukum mereka akan segera memproses pencairan dana talangan untuk memulihkan likuiditas Grup Pradipta dalam waktu dekat. Posisi Ayah sebagai komisaris utama juga aman."

Adrian mengembuskan napas lega yang sangat panjang, seolah sebuah batu besar baru saja diangkat dari dadanya. "Terima kasih, Nak... Maafkan Ayah yang harus membuatmu menanggung ini semua."

"Jangan bahas itu lagi, Ayah. Yang terpenting sekarang adalah memulihkan kondisi rumah tangga dan perusahaan kita," potong Alyssa lembut namun tak terbantahkan.

Setelah memastikan semua orang di rumah kembali tenang, Alyssa berpamitan untuk masuk ke kamarnya dengan alasan ingin beristirahat. Begitu pintu kamar tertutup rapat dan terkunci, pertahanan yang sejak tadi ia bangun runtuh seketika. Alyssa menyandarkan tubuhnya di balik pintu, membiarkan tubuhnya merosot perlahan hingga terduduk di atas lantai yang dingin.

Ia menatap kosong ke arah langit-langit kamar. Kata-kata Alvaro kembali terngiang di telinganya, berputar seperti kaset rusak yang memuakkan.

"Di luar rumah, kamu adalah istriku yang patuh. Di dalam rumah, kita adalah dua orang asing yang kebetulan berbagi atap. Pahami posisimu."

"Dua orang asing," gumam Alyssa dengan tawa sinis yang getir.

Rasa benci yang mendalam merayap di sela-sela hatinya. Alvaro begitu congkah, begitu mengagungkan kekuasaan dan uang seolah dunia ini bisa ditekuk di bawah telapak kakinya. Namun, Alyssa bersumpah di dalam kegelapan kamarnya, ia tidak akan pernah membiarkan dirinya tunduk pada kesombongan pria itu. Pernikahan ini mungkin akan menjadi sebuah neraka tanpa cinta, tempat di mana mereka saling membenci di balik topeng kepatuhan publik, tetapi Alyssa akan memastikan bahwa dari neraka inilah ia akan bangkit untuk menghancurkan semua musuh yang telah merendahkan keluarganya termasuk membuat Alvaro menyesal karena telah meremehkan seorang Alyssa Carissa Pradipta.

1
THE GIRL COOL😑
peransaran gue sama foto nya
THE GIRL COOL😑
wkwkwk! pas di meja makan gue sampe mau ketawa untuk ke tahan😭
THE GIRL COOL😑
gue baca nya ngakak banget!!! bagus thor kau berbakat👍👍👍😍
reyanzarayyanfahlevy_: hehehhe bisa aja😍, masih pemula kakak😭😍
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
🤣🤣🤣
THE GIRL COOL😑
gue kadang heran... Alvaro sama cewek nya Alyssa sama "AL" depan nya😍
reyanzarayyanfahlevy_: iyaaaapppp🤭
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
brak² aja🤣 sabar²👍
reyanzarayyanfahlevy_: wkwkwk🤣🤣
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
gue baca peraturannya kesel cok
THE GIRL COOL😑
Berarti si Al Siapa namanya Si ceweknya itu nggak usah membuat makanan buat dia nggak boleh nyiapin apalah Pokoknya nggak boleh gituan dilarang sekalian gitu biar Alvaro nya tuh gua kesel
THE GIRL COOL😑
wow sok kali ini alvaro🤣🤣🤣
THE GIRL COOL😑
seangkuh itukah seangkuh itukah Alvaro
reyanzarayyanfahlevy_
Aku Bangga dengan Karya Ku...........
THE GIRL COOL😑
gue yg baca aja sakit cok🤣
THE GIRL COOL😑: yg alvaro bilang kalau apa gitu ada lah😭😭🤣🤣🤣
total 2 replies
THE GIRL COOL😑
kejambah woiii😭😭😭
reyanzarayyanfahlevy_: wekduyyy
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
jjangan di kasihani al!!!
reyanzarayyanfahlevy_: 😭🤭🤭 wkwkwkwk🤣🤣
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
jijik
THE GIRL COOL😑
terharu wehhh😭
THE GIRL COOL😑
di jodohi emang gak enak, bukti nya kk aku
THE GIRL COOL😑: serius!!!
total 2 replies
THE GIRL COOL😑
isss sombong
THE GIRL COOL😑
bagusss menunjukan ke dewasaan yg kuat💪💪
THE GIRL COOL😑: hehehe🤭
total 9 replies
THE GIRL COOL😑
aduhhhh alvaro
reyanzarayyanfahlevy_: wkwk😭😭😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!