NovelToon NovelToon
My Fake Knight

My Fake Knight

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Roman-Angst Mafia
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah langit Las Angeles, Scarlett Langford bertarung melawan kemiskinan dengan kecerdasan dan percaya diri.

Demi mempertahankan harga dirinya di High School, gadis yatim ini nekat menciptakan sebuah kebohongan besar sebagai kekasih rahasia Millian Vale-Knight—Pria yang tak pernah ia temui.

Namun, takdir gemar bercanda.

Saat bekerja paruh waktu sebagai pelayan pesta borjuis, Scarlett terlibat bentrokan sengit dengan seorang pemuda kaya yang angkuh dan bermata heterochromia.

Tanpa rasa takut, Scarlett memaki pria tersebut seraya berteriak bahwa ia hanya takut jika pria itu adalah Millian Vale-Knight .

Scarlett tidak pernah tahu bahwa pria 'brengsek' yang baru saja ia maki di depan mukanya justru adalah Millian yang sesungguhnya.

Ketika tameng kebohongan menabrak realitas, akankah kepalsuan ini berubah menjadi jerat cinta, atau justru menjadi awal dari kehancuran Scarlett?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#12

Keheningan yang mencekam kembali menyelimuti area perkemahan, namun kali ini dengan intensitas yang jauh lebih pekat dan membakar.

Angin gunung yang berembus di antara celah pohon pinus seolah mendadak kehilangan dayanya untuk mendinginkan suasana.

Ratusan pasang mata mahasiswa baru dan para mentor senior kini tertuju lurus pada satu titik: Scarlett Langford yang berdiri anggun di ambang pintu bus, dan Millian Vale-Knight yang mematung di tengah lapangan.

James, Arthur, dan Clark yang berada di barisan depan para mentor bahkan refleks menganga lebar.

Rahang mereka seakan jatuh bebas ke atas tanah, menatap tidak percaya pada pemandangan di depan mereka.

Bagi James yang biasanya paling gemar memprovokasi suasana, kejutan kali ini benar-benar berada di luar kendali skenarionya.

Pengakuan blak-blakan dari seorang mahasiswi baru jalur beasiswa—bahwa ia telah menggunakan nama agung seorang Vale-Knight sebagai tameng kehaluan selama setahun penuh, lengkap dengan bualan tentang ciuman panas—adalah sebuah hantaman telak yang menghancurkan harga diri dan martabat Millian sebagai seorang pria dari klan Knight.

Di kalangan mereka, reputasi adalah segalanya, dan pagi ini, reputasi itu baru saja dijadikan bahan gurauan publik oleh seorang gadis dari San Marino.

Millian Vale-Knight benar-benar tidak habis pikir.

Otak jeniusnya seakan mengalami korsleting sesaat.

Gadis gila ini... perempuan pelayan yang pernah melempari mobilnya dengan kue Pesta, kini dengan santainya menelanjangi sebuah kebohongan besar di depan seluruh angkatan baru.

Namun, di dalam benak Millian yang dipenuhi oleh kabut arogansi klan borjuis, sebuah kesimpulan lain mendadak tercipta.

Tidak, ini pasti hanya drama, batin Millian, rahangnya mengencang dengan urat-urat leher yang menegang tegap.

Menurut penilaiannya yang sinis, perempuan setan di depan pintu bus itu sedang memainkan sebuah drama murahan yang didasari oleh rasa kejengkelan emosional.

Sejak pertemuan pertama mereka yang kacau di halaman rumah mewah Arthur mereka memang tidak pernah memiliki kesan atau impresi yang baik satu sama lain.

Millian sangat yakin bahwa Scarlett sengaja mengarang cerita gila ini hanya untuk membalas dendam dan mempermalukannya kembali, sebagai bentuk pembelaan atas rasa sakit hati temannya, Delaney, yang baru saja ia campakkan dengan kejam beberapa menit lalu.

Millian Vale-Knight sama sekali tidak pernah menyangka, bahkan tidak terlintas sedikit pun di dalam kepalanya, bahwa saat ini Scarlett Langford sebenarnya sedang berusaha bersikap jujur.

Gadis itu sedang mengakui dosa masa lalunya apa adanya, murni karena taring kepercayaan dirinya menolak untuk tunduk pada intimidasi seorang pria sombong.

Melihat riak bisik-bisik mahasiswa yang kian meledak bagai api disiram bensin, Millian tahu ia harus mengambil alih kendali takhta sebelum harga dirinya benar-benar runtuh menjadi abu.

Sebagai seorang bad boy legendaris yang terbiasa memenangkan setiap permainan ego, ia tidak akan membiarkan seorang anak beasiswa memojokkannya.

Millian menurunkan toa di tangan kanannya sejenak, menarik napas dalam untuk meredam gemuruh di dadanya, lalu kembali mengangkat megaphone tersebut ke depan bibir tipisnya.

Sudut bibirnya ditarik ke atas, membentuk sebuah senyuman manipulatif yang sangat menawan namun sarat akan bisa beracun.

Dengan nada suara yang sengaja dibuat melunak, penuh intonasi lembut yang terdengar sangat alami seolah-olah ia sedang berbicara kepada kekasih sejatinya, Millian berkata dengan lantang membelah lapangan:

"Sayang... apa yang sedang kau katakan di atas sana, hm? Halusinasi apa yang kau maksud?"

Deg.

Satu kalimat pembuka itu sukses membuat Scarlett yang berdiri di atas undakan bus mendadak mengernyitkan dahi indahnya.

Sentakan ketidakpercayaan mulai merayap di benak Scarlett.

Millian melangkah maju beberapa tapak, memperkecil jarak di antara mereka, membiarkan sepasang mata heterochromia-nya berkilat jenaka menantang Scarlett.

"Apakah kamu sudah bosan menyembunyikan hubungan backstreet kita selama satu tahun ini, sehingga memutuskan untuk memilih hari pertama perkemahan ini sebagai momen untuk kita go public?"

Gelombang kasak-kusuk di sekeliling lapangan dalam sekejap berubah menjadi pekikan histeris yang tertahan dari para mahasiswi.

Mereka saling berpegangan tangan, menatap drama di depan mereka dengan mata yang nyaris melompat keluar.

"Dan soal ciuman panas di bawah menara Bel Air yang kau ceritakan pada teman-temanmu itu..."

Millian terkekeh rendah melalui pengeras suara, sebuah tawa bariton yang terdengar sangat seksi namun membuat bulu kuduk Scarlett meremang ngeri.

"Bukankah kita sama-sama sangat menikmatinya selama ini, Sayang? Mengapa sekarang kau mendadak amnesia dan menyebutnya sebagai sebuah kehaluan?"

Mendengar serangan balik yang sepenuhnya di luar prediksi itu, otak cerdas Scarlett seakan dihantam oleh godam besar untuk kedua kalinya pagi ini.

Seluruh pertahanan dan taring kepercayaan diri yang baru saja ia pamerkan mendadak goyah.

Di atas pintu bus, Scarlett berdiri membeku dengan bibir yang sedikit terbuka.

Pria ini... dia benar-benar iblis berwajah malaikat! pekik Scarlett di dalam hatinya, seluruh tubuhnya mendadak diliputi oleh rasa jengkel yang luar biasa.

Scarlett tahu benar apa yang sedang dilakukan oleh Millian saat ini.

Pria brengsek itu tidak sedang mengakui kebenaran, melainkan sedang memutarbalikkan fakta demi menyelamatkan muka dan harga dirinya yang baru saja ia telanjangi.

Dengan berpura-pura membenarkan cerita bualannya dan mengubah statusnya menjadi hubungan backstreet yang nyata, Millian secara otomatis mengembalikan posisinya sebagai pria dominan yang memegang kendali atas situasi, sekaligus membuat Scarlett terlihat seperti seorang kekasih yang sedang merajuk atau mencari perhatian di depan publik.

Scarlett mengepalkan kedua tangannya di sisi tubuh, menatap tajam ke arah Millian yang kini berdiri dengan pose angkuh di bawah sana, melipat kedua tangannya di depan dada seolah menantangnya untuk membalas.

"Jangan berbohong, Tuan Vale-Knight!" seru Scarlett tanpa menggunakan pengeras suara, namun suaranya yang tegas dan sarat akan penekanan tetap terdengar jelas oleh orang-orang di sekitar bus.

"Kita semua tahu bahwa kita baru pertama kali bertemu secara fisik Kemarin Dikampus! Hubungan backstreet apa yang kau maksud? Otak Knight-mu rupanya tidak mampu membedakan antara pengakuan jujur dan sebuah karangan fiksi!"

James yang berdiri di dekat Arthur langsung menyenggol lengan temannya itu dengan heboh.

"Lihat itu, Arthur! Sialan, Millian benar-benar lihai membalikkan keadaan. Dia mengubah skandal penghinaan menjadi drama percintaan romantis dalam waktu kurang dari dua menit!"

"Tapi gadis itu tidak mau kalah, James," sahut Arthur dengan mata yang menyipit, meneliti setiap perubahan ekspresi di wajah Scarlett.

"Perhatikan matanya. Dia tidak terlihat seperti gadis yang sedang bersandiwara atau merajuk. Dia benar-benar marah karena bualannya dijadikan kenyataan palsu oleh Millian."

Di tengah lapangan, Millian tidak membiarkan Scarlett memenangkan perdebatan opini ini.

Ia kembali mengangkat toanya, memotong kalimat Scarlett dengan intonasi yang sengaja dibuat penuh kemenangan yang menyebalkan.

"Oh, benarkah kita baru pertama kali bertemu kemarin, Sayang?" tanya Millian dengan nada mengejek yang kental.

"Lalu bagaimana caraku menjelaskan Pada semua orang soal menghabiskan malam-malam panjang bersama di Bel Air secara rahasia? Apakah anak-anak beasiswa dari San Marino sekarang mengalami gejala Amnesia Dini?"

Cemoohan halus yang dilontarkan Millian langsung disambut oleh tawa riuh dari barisan mahasiswi kelompok lain yang memang sejak awal menaruh rasa iri pada penampilan sempurna Scarlett.

Mereka menganggap Scarlett kini telah terjebak di dalam jaring kebohongannya sendiri.

"*Lihatlah, dia bahkan tidak bisa membantahnya lagi*," cibir salah seorang gadis dari barisan belakang dengan nada puas.

"*Berani sekali dia berteriak di depan Kak Millian, padahal dia sendiri yang memulai kebohongan murah ini*."

Scarlett merasakan dadanya kembang kempis menahan amarah yang kian memuncak.

Setiap kata yang keluar dari mulut Millian terasa seperti duri yang sengaja ditusukkan pada harga dirinya. Ia menyadari bahwa berdebat secara verbal dengan pria yang memegang kendali atas pengeras suara dan didukung oleh opini publik adalah sebuah kesalahan taktis.

Namun, mundur saat ini juga bukan merupakan pilihan bagi seorang Scarlett Langford.

Dengan sisa-sisa ketenangan yang ia miliki, Scarlett melangkah turun dari anak tangga bus terakhir, menapakkan sepatunya di atas tanah lapang perkemahan.

Ia berjalan mendekat ke arah Millian, berhenti tepat tiga langkah di depan pria tegap itu.

Jarak yang sangat dekat membuat Scarlett harus sedikit mendongakkan kepalanya untuk menatap lurus ke dalam sepasang mata *heterochromia* yang ganjil milik Millian.

Aura di antara keduanya terasa begitu pekat, seolah-olah ada percikan api imajiner yang saling menyambar di udara pagi yang dingin.

"Kau benar-benar luar biasa, Millian Vale-Knight," bisik Scarlett dengan nada suara yang sangat rendah, namun sarat akan ancaman yang tajam, memastikan hanya Millian dan beberapa mentor di dekat mereka yang dapat mendengarnya.

"Kau rela mengorbankan statusmu dan mengikat dirimu sendiri dalam rumor hubungan dengan seorang 'anak beasiswa miskin' sepertiku, hanya demi menyelamatkan egomu yang terluka di depan para pengikutmu ini? Sungguh sebuah pengorbanan yang sangat menyedihkan untuk seorang pangeran Los Angeles."

Millian menurunkan toanya seutuhnya, menyembunyikan ekspresi terkejutnya di balik senyuman sinis yang dingin.

Ia menunduk sedikit, mendekatkan wajahnya ke arah telinga Scarlett, membalas bisikan itu dengan nada yang tak kalah menusuk.

"Ini bukan soal menyelamatkan ego, Nona Pelayan Gila," desis Millian dengan suara baritonnya yang berat.

"Ini adalah soal memberikan pelajaran berharga untukmu. Kau sudah berani melangkah masuk ke dalam duniaku dengan membawa nama besarku sebagai barang mainanmu selama setahun penuh. Jadi, sekarang... nikmatilah konsekuensinya. Mulai detik ini, di mata seluruh universitas ini, kau adalah kekasih rahasia dari Millian Vale-Knight yang sedang terlibat pertengkaran hebat. Dan aku akan memastikan setiap detik kehidupan kampusmu ke depan akan dipenuhi oleh kejutan yang tidak akan pernah kau lupakan."

Scarlett tersenyum tipis, sebuah senyuman menantang yang membuat kilat di mata indahnya kian menyala.

"Silakan coba saja, Tuan Mentor yang Terhormat. Kita lihat siapa yang akan menangis dan memohon terlebih dahulu di akhir perkemahan tiga hari ini."

1
Mita Paramita
lagi Thor yang banyak 😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author sibuk dunia nyata 🙏🏾🫶🫶 besok Double Up 🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
gk doble up nih kak🤭?
Rosdianah 🌷: huhu maapin author 🫶 author Sibuk dunia nyata 🙏🏻
total 1 replies
Ainun Mahya
halloooo kak, mana lanjutannya nih???
Rosdianah 🌷: author Up hari ini ya kak🫶
total 1 replies
Debu Nakal
thor... daku lagi mager bgt hari ini
apa bisa up yg banyak biar aku semakin mager
pleaseeee
Rosdianah 🌷: Huhuhu author Hari ini ada acara keluarga. ada si Di Draff nanti author up ya kak. ma'aciww banget kak Readers undah selalu tungguin up🫶🏻🫶🏻🥰
total 1 replies
Mita Paramita
pasti ibu scarlet udah diculik Nene lampir nih😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author silent 🤭🤣
total 1 replies
Ainun Mahya
😍😍😍😍 bagusssss
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
lanjut terus, doble up🤭
Rosdianah 🌷: Huhuhu blm bisa double Up untuk Minggu ini kak🙏🏻🫶
total 1 replies
Mia Camelia
nah gitu dong mereka akur😂🤣
Rosdianah 🌷: sesuai maunya kak Readers 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
wah udah mulai Deket nih pasangan ini🤣🤣🤣 tinggal nunggu jadian aja
Rosdianah 🌷: wkkwkw 🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Pulang kamp scarlett ketempelan,, masak titisan setan ketempelan,, jd yg titisan setan siapa sebenernya🤭
Rosdianah 🌷: entahlah author mau menghilang 🤣
total 1 replies
Ayusha
sekalian modus si kadrun😄
Rosdianah 🌷: modus terus dia 🤣
total 1 replies
Ayusha
kadrun beraksi 🤭
Rosdianah 🌷: plish dia harus dibawa pulang 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
first kiss dua dua nya nih😍😍😍
tinggal ketahap talking stage 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: uhu🥳🤣
total 1 replies
Ayusha
bukan nya "ayo pergi ke altar" /Sleep/
Rosdianah 🌷: Hihihi 😅
total 1 replies
Ayusha
yaelah, belom juga digigit udah sarimaman aja
Rosdianah 🌷: wkwk🤣
total 1 replies
Ayusha
tak kasih tau ya, bajing an itu hewan sejenis dg tupai 🤣🤣
Rosdianah 🌷: ya Ngakak 🤣🤣
total 1 replies
Mita Paramita
Scarlett - millian gak bosen main peran sandiwara cinta gini🤣🤣🤣 mending pacaran beneran aja sih
Rosdianah 🌷: Besok ya kak🫶
total 3 replies
Mita Paramita
maksud sih millian mau bikin scarlet mupeng liat bibir ny mau dicium 🤣🤣🤣 blom tau kalo scarlet otak ny lurus 🤨
Rosdianah 🌷: ngakak loh aku kak🤣
total 1 replies
Mita Paramita
🤣🤣🤣udah berprasangka buruk aja nih scarlet
Rosdianah 🌷: maklumlah kak🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ayusha
jilat apa hayoo😄😄
Rosdianah 🌷: Scarlett Ndak bagi mimpi kak🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!