NovelToon NovelToon
PRIMUS ARISTOKRAT

PRIMUS ARISTOKRAT

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:358
Nilai: 5
Nama Author: elzio_yanuar

PRIMUS ARISTOKRAT
Dikhianati tunangan.
Diremehkan keluarga.
Bahkan dibunuh demi harta warisan.
Semua orang mengira hidup Primus Valerian Aristokrat telah berakhir.
Mereka salah.
saat kembali dari ambang kematian, Primus membawa kemampuan yang membuat seluruh dunia terkejut.
Bisnis? Tak ada yang bisa mengalahkannya.
Bela diri? Musuh-musuhnya tumbang dalam hitungan detik.
Strategi? Bahkan para konglomerat dan bangsawan tua dipermainkan olehnya.
Ketika identitas aslinya perlahan terungkap, para petinggi dunia mulai gemetar.
Karena pria yang dulu mereka hina ternyata adalah kunci menuju kekayaan, kekuasaan, dan rahasia terbesar keluarga Aristokrat.
Mereka pernah menginjaknya saat jatuh.
Kini giliran Primus berdiri di puncak dan menentukan nasib mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elzio_yanuar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Draft

"Jadi, dramanya akhirnya dimulai," gumam pria itu pelan.

Dia lalu meraba saku jasnya, ngangkat ponsel, dan langsung menempelkannya ke telinga. "Awasi Primus. Mulai malam ini juga, jangan sampai kalian kehilangan jejak cowok itu sedikit pun."

Begitu telepon ditutup, mobil hitam itu perlahan mulai melaju membelah jalanan kota, ngikutin kendaraan Primus dari jarak aman.

Tanpa ada yang menyadari, sebuah konspirasi yang jauh lebih Besar dan gelap baru aja resmi menabuh genderang perangnya.

Mobil hitam Primus meluncur tenang membelah jalanan Kota Aurelia yang masih sibuk dengan hirup pikup suasana perkotaan. Cahaya neon dari papan iklan dan lampu jalanan terpantul di kaca jendela, menciptakan siluet warna-warni yang terus berganti di wajahnya yang datar.

Tapi pikiran Primus tidak benar-benar berada di jalanan itu. Obrolannya dengan Vanessa tadi terus berputar di kepalanya. Bukan karena ia masih berharap atau patah hati, justru sebaliknya. Malam ini makin membuktikan satu hal bahwa di dunia para Aristokrat, perasaan itu barang murah yang tidak punya nilai tawar.

Yang mereka sembah hanya tiga hal yaitu Harta Tahta Wanita

Primus menghela napas panjang sembari menatap gedung-gedung pencakar langit di kejauhan. Kelihatannya memang megah, tapi rasanya sangat dingin. Persis seperti dunia yang sedang ia pijak sekarang.

Sementara itu, tidak jauh di belakangnya, sebuah sedan hitam terlihat membuntuti dengan jarak yang cukup terjaga. Jaraknya tidak terlalu dekat agar tidak mencurigakan, tapi tetap menempel agar tidak kehilangan jejak primus. Di dalamnya ada dua orang pria yang raut mukanya kelihatan sangat serius fokus ke target (Primus) .

"Target tetap tejaga, tidak ada reaksi apa pun," celetuk pria yang menyetir sambil sesekali melirik layar pemantau.

Pria di kursi penumpang cuma mengangguk kecil tanpa mengalihkan pandangan dari lampu belakang mobil Primus. "Justru itu yang berbahaya. Menurut laporan intel, Primus memang selalu begini ,dia tipikal ornag yang sulit di tebak ,makanya misi ini kita berhati hatilah."

"Maksudmu dia terlalu tenang di setiap situasi yang mengancam gitu?"

"hmm Bukan sekadar tenang,nanti kau tau sendiri maksud ku" pria itu menyalakan rokoknya hingga asap mengepul di dalam kabin. "Tapi dia tipe lawan yang mustahil buat dibaca. Kita tidak pernah tahu apa yang sedang ia rencanakan di balik wajah tenangnya itu."

Mereka terus fokus mengikuti, tanpa sadar kalau mobil yang mereka incar sudah menyadari keberadaan mereka sejak sepuluh menit yang lalu.

Primus melirik spion sekali, dua kali, kemudian yang ketiga kalinya ia tersenyum tipis. Mobil yang sama masih berada di posisi yang sama. Amatir. Kalau mau membuntuti orang kelas atas, minimal gunakan dua atau tiga mobil agar bisa berganti-gantian posisi. Ini malah satu mobil yang menempel terus sejak mereka meninggalkan restoran tadi.

"Paman Robert," panggil Primus ke sopirnya.

"Ya, Tuan Muda?"

"Belok ke distrik pelabuhan."

Sopir pribadinya agak kaget tapi tetap profesional. "Pelabuhan? Bukankah kita seharusnya langsung pulang ke mansion, Tuan Muda?"

"Ikuti saja perintahku."

"Siap."

Mobil pun banting setir, keluar dari jalur protokol yang ramai dan masuk ke kawasan industri yang makin lama makin sepi. Melihat targetnya berbelok, sedan hitam di belakang langsung mempercepat akselerasi, khawatir kehilangan momentum di jalanan yang mulai gelap.

Sedan hitam itu makin dalam masuk ke kawasan pelabuhan. Suasananya mulai berubah mencekam karena gudang-gudang tua raksasa berdiri di kanan kiri jalan seperti monster yang sedang tidur. Lampu jalan makin jarang dan kendaraan lain sudah tidak kelihatan lagi.

"Eh, tunggu dulu," pria di kursi penumpang mendadak panik.

"Ada apa?"

"Mobilnya mana? Kok mendadak hilang?"

Mereka berdua langsung melotot ke depan. Jalanan di depan mereka kosong melompong. Mobil Primus yang tadi ada di depan mata seolah hilang ditelan bumi saat melewati tikungan gudang tua.

"Tidak mungkin! Cepat injak gasnya!"

Mereka mengebut dan menyisir tiap gang sempit, tapi hasilnya nihil. Mobil mewah itu benar-benar lenyap seolah mereka baru saja mengejar hantu. Mereka tidak menyadari ada jejak ban yang sengaja disamarkan di antara tumpukan kontainer tua.

Di atas salah satu atap gudang tua yang gelap, seseorang sedang asyik menonton drama itu dari ketinggian. Primus berdiri santai di tepi atap dengan kedua tangannya masuk ke saku celana. Matanya dingin menatap sedan hitam yang sedang berputar-putar bingung di bawah sana. Ia sudah hafal luar kepala setiap sudut pelabuhan ini karena dulu sering menyendiri di sini, jadi menghilangkan jejak bukan perkara sulit baginya.

"Penasaran juga aku," gumamnya pelan. "Siapa sebenarnya yang mengirim kalian?"

Tapi sebelum ia berpikir lebih jauh, ponsel di kantongnya bergetar. Ada nomor asing yang masuk. Primus mengangkatnya dengan tenang.

"Halo."

Hening sebentar di seberang sana sebelum akhirnya suara wanita yang terdengar sangat profesional muncul.

"Tuan Muda Primus?"

Primus mengernyitkan keningnya. "Siapa ini?"

"Saya Elena, sekretaris pribadi Ketua Dewan Pengawas."

Seketika mata Primus makin tajam. Nama itu bukan nama sembarangan karena Ketua Dewan Pengawas adalah salah satu pilar paling kuat di keluarga Aristokrat. Bahkan ayahnya Adrian pun tidak akan berani macam-macam kalau sudah berhadapan dengan beliau.

"Ada urusan apa?"

"Ketua ingin bertemu dengan Anda malam ini juga."

Primus melirik jam tangannya. Menarik sekali. Baru sehari kompetisi pewaris diumumkan, ia sudah dibuntuti, dijegal, dan sekarang dipanggil oleh otoritas tertinggi dewan.

"Di mana tempatnya?" tanya Primus singkat.

"Rumah Teh Veridian pukul sembilan malam."

Sekitar empat puluh menit lagi dari sekarang. "Oke, aku akan ke sana."

Telepon diputus. Primus menatap langit malam yang tidak berbintang. Di bawah sana mobil hitam tadi masih sibuk mencari jejaknya, tapi pikiran Primus sudah terbang ke tempat lain. Panggilan dari Dewan Pengawas jauh lebih krusial daripada sekadar penguntit amatir itu. Mungkin malam ini ia bakal mendapat jawaban atau malah masuk ke misteri yang lebih gelap lagi.

Sementara itu di sebuah kantor mewah di pusat kota, Adrian sedang membaca laporan dari anak buahnya. Pelan-pelan senyum sinisnya hilang dan diganti dengan raut muka yang sangat tidak enak dipandang.

"Mereka kehilangan jejak?"

"Iya, Tuan Muda. Maaf, target tiba-tiba menghilang di kawasan pelabuhan."

Brak!

Adrian melempar laporan itu ke meja dengan kasar. Ia benar-benar kesal sekarang. "Cuma untuk membuntuti satu orang saja kalian tidak becus?"

Ia diam sebentar lalu menatap ke luar jendela yang menampilkan lampu kota Aurelia. Sorot matanya berubah menjadi lebih serius dan waspada. Mungkin selama ini ia memang terlalu meremehkan Primus. Dan kalau benar begitu, berarti permainan ini bakal jauh lebih seru sekaligus berbahaya daripada yang ia bayangkan.

Bersambung...

1
Toto Maki
sejauh ini alurnya bagus g muter" lanjut kembangkn lgi aku follow
yanuar saputra: terimakaaih kak atas saran nya, salam hangat☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!