Erika Putri seorang office girl dan pelayan kafe bekerja keras membiayai pengobatan ibunya yang sakit kanker usus.
kehilangan ibu, dan mendapat ayah...
menemukan cinta lalu kehilangan cinta...
memilih antara menjadi musuh atau seorang istri, kisah tentang mencintai orang yang tepat...
selalu ada kata terlambat untuk cinta, miliki sekarang atau kehilangan selamanya...
cintai lah orang yang mencintai kamu berjuang dan kembali ke sisi nya. selalu ada pilihan bertahan atau pergi...
lalu kembali di saat yang tepat,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anggrea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
setuju menikah
ini hari Sabtu Erika libur kerja. Erika menemani ibunya dirumah sakit. keadaan ibu tambah menghawatirkan. Erika menangis diluar kamar ibu dirawat. Erika menghapus air mata nya baru masuk menemui ibu..
" ibu Erika suapin makan ya, Erika akan temani ibu disini.
pagi ini Erika mendonorkan darah nya lagi untuk ibu.
" ibu nggak lapar
" makan nggak harus nunggu lapar buk, ibu harus makan supaya ibu kuat bisa kemoterapi lagi...
" ini surat untuk kamu Erika nanti kalau ada apa-apa sama ibu baru kamu baca...
" ibu! Erika nggak mau ibu bicara gitu
tangis Erika pun lepas di depan ibunya selama ini Erika menahannya. perut ibu membesar lagi dan sering kurang darah, badan ibu semakin kurus. Erika menguatkan dirinya optimis ibunya bisa sembuh
" Erika akan belikan ibu obat yang lebih bagus. Erika kebawah dulu ya Bu
" Erika menuju kasir membayar tagihan rumah sakit ibu dan mengambil obat ibu...
dirumah Kakek Arif menunggu Juna yang sedang bersiap pergi kerja walau hari Sabtu. hari ini Juna memakai pakaian yang lebih santai. Sisy sekertaris nya tidak bisa ikut lembur karena ada urusan keluarga yang mendesak.
Arjuna turun dan duduk di meja makan. kakek Arif sudah menunggu nya
" Juna... kamu tau kan Erika itu sedang merawat ibunya...
" iya Juna tau kek..
" Erika itu anak yang baik dan ceria kakek mau kamu menikah dengannya
" Juna belum mau menikah kek apa lagi dengan Erika itu
" kamu percaya Kakek kan? Erika akan menjadi teman dan juga pendamping hidup yang baik untuk kamu yang akan mengisi hari hari kamu dengan tawa dsn kebahagiaan seperti dulu ucap kakek Arif sambil menangis
" Juna mau kek...
" kamu mau nak?
" iya Juna mau menikah dengan Erika
" terimakasih Juna kamu pasti bahagia dengan Erika
Juna pun pergi kekantor nya. sepanjang perjalanan Juna berfikir kenapa dia setuju menikah dengan gadis banyak omong itu...
" apa yang aku fikirkan setuju menikah dengan gadis seperti itu? tapi aq terlanjur menyetujui nya...
Arjuna sampai dikantor dan langsung keruangan nya . ada beberapa karyawan ikut lembur tapi di lantai 16 hanya ada pak Juna Arya sedang keluar kota mengerjakan proyek besar
sudah jam 2 siang pak Juna menelpon Sisy meminta kopi. Sisy pun menelpon Erika
" halo kak
" Erika kamu ke kantor ya. pak Juna lembur minta dibuatkan kopi...
" baik kak tapi nunggu ya...
jam 3 Erika baru sampai dikantor yang sepi itu karena hari libur, Erika melihat ke taman kakek Arif tidak ada disana Erika langsung naik membuatkan kopi, seperti sebelumnya Erika merasa sakit kepala dan agak pitam habis donor darah. Erika membawa secangkir kopi ditangannya dan langsung keruangan pak Juna
" ini kopinya pak
" kenapa lama
" ini hari libur bapak Juna saya dari rumah sakit kesini ya lama...
" kamu donor lagi? tanya pak Juna setelah melihat tangan Erika
" iya... saya numpang duduk di sini dulu ya. kantor ini sepi sekali saya takut
" duduklah di sofa itu...
Erika duduk bersandar di sofa dan tak lama Erika tertidur. Juna masih sibuk didepan laptop nya hingga tidak sadar Erika masih diruangan itu dan tertidur...
sudah jam 5 Erika masih tertidur sementara Juna sudah siap pekerjaan nya, iya meregangkan tubuhnya dan melihat Erika tertidur disofa. Juna mendekati dan menyelimuti tubuh Erika dengan jaket nya. Juna memperhatikan wajah Erika saat tidur...
" kamu memang cantik...
Juna melihat lagi tangan Erika
" kamu hebat hadapi ini sendiri... tanpa sadar Juna mendekati dan mencium kening Erika
" apa yang aku lakukan... gumam Arjuna