NovelToon NovelToon
AKU YANG DIPANDANG HINA

AKU YANG DIPANDANG HINA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Penyesalan Keluarga / Penyelamat
Popularitas:159.2k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Dimata publik, kehidupan wanita bernama Ayunda sangatlah sempurna. Karir cemerlang, ekonomi mapan, rupa menawan dengan senyum mempesona.

Namun dibalik itu semua, Ayunda memeluk lara seorang diri. Dipaksa bertanggung jawab atas dosa tidak pernah dilakukannya.

Sedari kecil, hidup Ayunda bak di neraka, diperlakukan semena-mena, haknya sebagai seorang anak dirampas.

Ketika dewasa, sekuat tenaga dia menyembunyikan identitasnya, serta melakukan hal besar demi memperjuangkan masa depan yang hampir direnggut paksa.

Rahasia apa yang coba disembunyikan oleh Ayunda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter : 19

“Kamu gak mabuk laut kan, Yunda?” Niar ingin memastikan.

“Asal jangan sampai ngeliat orang muntah aja, Mbak. Paling gak bisa aku. Langsung ikutan mual.” Ayunda, Yusniar, Seila, memilih duduk pada dek bagian belakang, terbuka. Speed boat pun mulai melaju meninggalkan pelabuhan.

“Dwira kemana?” Niar menanyakan keberadaan teman Ayunda.

“Sibuk foto-foto di dalam sama anak customer service, Mbak.” Seila yang khusus hari ini berpenampilan jauh lebih feminim dari biasanya, menjawab. Dia mengenakan dress berwarna kuning kunyit panjang sebetis, motif bunga Daisy.

Angin laut menerbangkan rambut lurus sepunggung Ayunda yang lepas dari gelungan. Ia tersenyum menikmati memandang lautan luas berair biru serta berkilau tertimpa sinar matahari.

Awalnya semua baik-baik saja, terdengar suara obrolan para karyawan Wangsa group. Baik para wanita maupun laki-laki, duduk terpisah dalam kelompok kecil, bercengkrama, banyak juga berpose di depan kamera.

Namun, seorang gadis di bagian resepsionis, tiba-tiba berjalan sempoyongan ke belakang, tanpa aba-aba memegang pagar besi dan merunduk, lalu … huek, huek.

Ayunda yang tidak cukup cepat menyadari, sempat melihat sesuatu keluar dari mulut resepsionis bernama Binar. Perutnya langsung bergejolak, terlambat menyelamatkan diri.

“Astaga, perutku ikutan mual. Seenaknya aja dia muntah tanpa permisi!” Seila menekan perutnya, belum juga reda malah menoleh ke samping, dan tepat di saat Ayunda muntah dalam plastik yang disodorkan Yusniar.

Seorang pria berperawakan kurus, pendek, menyusul ke dek belakang, dia juga mabuk laut.

Yusniar pusing sendiri, mulutnya juga terasa masam. “Ayo aku gandeng masuk ke dalam.”

Ayunda menurut, badannya terasa lemas, begitu juga dengan Seila. Mereka berjalan dengan dirangkul pinggangnya oleh Niar.

“Gimana, udah mendingan?” tanya sang sekretaris penuh perhatian.

Ayunda yang duduk bersandar pada bagian bawah tepi jendela kaca dibuka, menggeleng lemah. Wajahnya pucat, bibir kering, lidah terasa pahit, masam, dan perut masih mual-mual, tapi tidak ada lagi yang bisa dimuntahkan.

Yusniar memijat tengkuk si wanita mengenakan setelan santai – kaos longgar bahan katun, bawahan rok celana.

Seila tidak jauh berbeda, bahkan sudah minum obat mual, dan berusaha keras untuk tidur.

“Aku udah seperti mengurus dua bayi,” Niar terkekeh sendiri, membawa kepala Ayunda bersandar pada bahunya, sedangkan Seila tertidur di atas pahanya.

Sisa perjalanan terasa jauh lebih tenang, yang mabuk laut berakhir tertidur, tidak lagi terdengar suara muntah-muntah.

***

Menjelang siang – speed boat bersandar di dermaga pulau Pramuka. Rombongan Wangsa group akan menginap di sebuah hotel tidak jauh dari layanan kesehatan, demi antisipasi jika terjadi hal-hal tak terduga.

Para karyawan naik ke dalam bus jemputan yang akan membawa mereka ke penginapan sudah di booking, lengkap dengan paket konsumsi sehari tiga kali, serta akomodasi, dan tim pemandu wisata.

“Kalian kok bisa mabuk sih? Padahal seru banget naik speedboat.” Dwira memeluk lengan Seila, membantunya naik ke bus.

“Diem lu, jangan berisik!” di saat seperti Seila jauh lebih ketus.

Keadaan Ayunda jauh lebih baik, walaupun tubuhnya wangi minyak angin aromatherapy, dan dibantu makan buah jeruk masam pemberian salah satu karyawan.

Lima belas menit kemudian, bus sudah tiba di hotel menawarkan pemandangan pantai masih sangat asri. Para rombongan disambut hangat, diperlakukan ramah serta hormat.

***

“Aku nanti aja makannya, Mbak. Mau rebahan sebentar,” Ayunda menolak diajak makan siang, memilih tidur di kamar hotel.

“Kamu mau makan apa? Nanti aku pesankan, biar gak susah ke restoran hotel,” Yusniar kasihan melihat wajah lesu Ayunda.

“Lagi gak pengen makan apa-apa, Mbak. Cuma mau tidur,” jawabnya pelan, berbaring di bawah selimut tebal, kamar bersuhu dingin ac.

Yusniar pun tak lagi berusaha membujuk Ayunda, dia paham bagaimana rasanya mabuk perjalanan. “Aku ke restoran dulu ya, kalau kamu butuh apa-apa, hubungi saja.”

Ayunda mengangguk dengan mata terpejam, tidak lagi memiliki daya untuk sekedar berucap.

.

.

Pada pukul dua sore, setelah tertidur hampir tiga jam lamanya, kondisinya Ayunda berangsur baik, mualnya benar-benar pergi, dan sekarang dia lapar.

“Enak kali ya, main air di kolam renang hotel? Pas bener sama cuaca terik gini,” gumam Ayunda sambil menatap kolam renang luas khusus untuk orang dewasa yang berada di bangunan hotel mengelilinginya.

Ayunda berganti pakaian dengan setelan renang, bukan bikini, melainkan celana selutut, dan kaos lengan pendek, dia tutupi menggunakan cardigan sebetis.

Sebelum keluar kamar hotel, terlebih dahulu mengambil dompet serta ponsel.

Kamar penginapan Ayunda dan Yusniar berada di lantai dua, menghadap kolam renang.

Ketika telah sampai di restoran yang menawarkan pemandangan pantai, Ayunda memesan teh hangat, seporsi bakso komplit, belum berani minum yang dingin-dingin.

Di sana terlihat sepi, sebagian rombongan karyawan sudah mulai menjelajahi pantai, dan tempat wisata terdekat dengan hotel, dipandu tim wisata.

“Ternyata kamu di sini, Yunda. Tadi aku ketuk-ketuk pintu kamarmu gak ada sahutan.”

Ayunda menoleh ke samping, sedikit terkejut melihat penampilan terbilang berani Dwira – crop top bagian perut terbuka, dipadukan dengan celana pantai panjang sejengkal dari selangkangan. “Kamu gak main ke pantai bareng Seila dan mbak Yusniar?”

“Tadi udah. Gak tahan panasnya, lihat lenganku langsung belang.” Menunjukkan bagian gelap terpapar sinar matahari masih terik.

Dwira juga memesan bakso, tapi tanpa mie, dan minumnya jus semangka. “Kamu udah baikan? Gak mual lagi, kan?”

“Udah enakan, sekarang malah lapar,” jawab Ayunda, lalu tersenyum tipis ketika mengucapkan terima kasih ke pelayan yang menyajikan pesanannya.

“Aku makan duluan, ya. Perutku sedikit nyeri.”

“Buruan makan, jangan sampai sakit, Yunda. Nanti yang ada kamu jadi penghuni kamar, gak bisa ikutan keliling pantai, seneng-seneng kayak lainnya,” Dwira sangat perhatian ke sahabatnya ini.

Ayunda mulai menikmati makanannya yang tidak ada ditambah bumbu pelengkap seperti saus, kecap, maupun sambal.

“Habis ini kamu mau kemana, Yunda?” tanya Dwira di sela-sela mengunyah bakso.

“Pengen duduk di pinggir kolam renang, mencelupkan kaki dalam air.” Ayunda meneguk teh nya.

“Kenapa gak sekalian berenang aja?”

“Aku gak pinter berenang, takut tiba-tiba kaki kesemutan,” ia jujur, dan Dwira tahu akan itu.

“Aku punya ide. Pihak hotel pasti punya pelampung atau semacamnya, gimana kalau kita sewa, terus pakai itu?”

“Gimana kalau tiba-tiba bocor pas kita lagi ditengah kolam renang ...?”

.

.

Bersambung.

1
Ruwi Yah
semoga Daksa lebih peka kalau istri hamil muda kebanyakan merasakan nyidam semoga kamu siaga jadi calon papa
Yessi Kalila
Bisane udah punya istri... tapi mau bertunangan ya... ini maksudnya apa
Siti Mamahe Kaila Izana
kamu mode Sahiraa ya Yuyun 😂😂😂
Eli Rahma
udah kebaca niatmu ..
Eli Rahma
ga bakalan tergodahhh
Eli Rahma
ngidammm
Eli Rahma
kamu sengaja dibikin hamil yun..biar g bisa lepas dari suamimu..dia udah kecintaan sama kamu yun..peka dikit dong ahhh..😁
Al Fatih
Masih tanda tanya besar d kepalaku sih...,, koq padak mau2 nya tunangan sama sapi,, sengaja bikin cemburu Yunda,, atw manut keinginan orang tua atw malahan ini salah satu cara utk melindungi Yunda....,, hanya Kaka othor dan padak yang tau.
Selia ini nanti kayaknya bakalan jadi pawangnya pak iyan🤭.
Bu Niar...,, mqkn sudah mengetahui sesuatu yang tersembunyi d antara padak dan Yunda...,, tapi qta belum tau apa yang d sembunyikan oleh Dwira🤔.
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒀𝒖𝒔𝒏𝒊𝒂𝒓 𝒎𝒖𝒍𝒂𝒊 𝒄𝒖𝒓𝒊𝒈𝒂 𝒏𝒊𝒉 😏🤗
Mawar Hitam
kakasihan Sayafira daoat angan tampa angin
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽᴛ⑅⃝ˢ🐈
waduhhh

ini gmn ya
apa karna tau mantunya hamil jd mau menetap
wis mboh lah
Yul Kin
lanjut kak💪
Secret Admire
bener bener totalitas dan profesional sekali kamu Yun👏
Secret Admire
kalau aku jadi Ayunda pasti udah cemburu ketika suami aku punya tunangan 😭
Secret Admire
masih penasaran kenapa Daksa mau tunangan sama Syafira?apa karena keuntungan bisnis?
AFPA
sendok kek cenayang ya..
tauuu aja🤭
sryharty
Dahayu-Ayunda persis banget kalian ini
Amran tabarik-Daksa wangsa
AFPA
siapa yg ga terkecoh sama akting di dunia nyatamu yunyun?
sryharty
ga mempan woooy
daksa ga doyan yang udah di laletin
doyannya yg tertutup kaya Yunda hanya daksa yg buka .
ga kaya kamu di obral di ewer2 ke semua orang,,
mmh nengmuti
kebayang gmn ya reaksi s sapi KLO daksa udah menikah lama SM ayunda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!