Tiara adalah salah seorang dokter di Rumah sakit X yang kecantikannya sudah bukan rahasia umum lagi. Banyak laki-laki yang mengaguminya.
Tapi dari kecil Tiara hanya mencintai satu laki-laki yang merupakan cinta pertamanya sekaligus teman masa kecilnya.
Laki-laki itu bernama Aldi yang dijuluki manusia es oleh teman-temannya karena sikap nya yang begitu dingin, dan memiliki saudara kembar bernama Aldo. Aldo ternyata diam-diam mencintai Tiara. Aldi mengetahui itu, begitupun juga dengan Aldo. Tidak sampai disitu, diam-diam kedua orang tuanya ternyata menjodohkannya dengan teman semasa kecilnya bernama Dimas. Namun karena suatu insiden. Dia melupakan semua kenangannya bersama Dimas. Dimas yang sudah menyukai Tiara dari dulu, berusaha untuk mendapatkan cinta Tiara lagi ketika bertemu dengannya lagi setelah 25 tahun.
Kisah cinta yang rumit ini, siapakah pemenangnya? Dimas, Aldi, atau Aldo?
yuk simak ceritanya di novel ini🤗
happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Person S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah rencana
Tiara terlihat baru selesai mandi. Dia langsung mengambil bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit. Hari ini dia akan pulang dengan cepat. Dia tidak ingin mengambil libur hari ini, karena menurutnya bekerja adalah tanggung jawabnya. Lagi pula hari ini dia tidak memiliki jadwal konsultasi pasiennya. Jadi dia akan memiliki banyak waktu luang. Untuk itulah dia memutuskan untuk ke rumah sakit dulu dan pulang lebih awal. Mama Tania juga sudah menyetujui keinginannya.
Setelah menyelesaikan sarapannya, dia langsung mencium pipi Mamanya untuk berpamitan berangkat kerja. Kebetulan hari ini Papa nya berangkt pagi. Jadi dia tidak perlu mencari alasan karena pergi bekerja hari ini. Saat di depan mobilnya. Dia bisa melihat dari pagar rumahnya yang sedikit terbuka. Seseorang sedang memandanginya dari kejauhan. Dia mencoba melambaikan tangannya. Namun Aldi hanya diam menatapnya dingin.
"Pandangan itu lagi" batinnya. Namun dia berusaha tidak peduli. Kemudian naik ke mobilnya dan berangkat menuju rumah sakit.
-di mobil-
Tiara tidak bisa melepaskan pikirannya dari Aldi. Dia yakin sekali jika Aldi tadi memandanginya. Tapi dia memandanginya seperti itu.
"Apa salahku?" Kata Tiara.
Namun dia mencoba melupakan semua pikirannya tentang Aldi. Mencoba menghapus asumsi-asumsi buruknya. Dia pun menyalakan musik untuk menghilangkan gelisah dan pikiran yang menghantuinya saat ini. Magnet Aldi pada Tiara sanagat besar. Bahkan hanya dari pandangannya yang berbeda dari kemarin membuat Tiara kepikiran saat ini.
Ohh Tuhan Ku Cinta Dia
Ku ingin Bersamanya
Ku ingin habiskan
Nafas ini
Berdua dengannya🎶
....
Tiara memejamkan matanya sebentar, menikmati setiap alunan lagu yang sedang diputarnya. Air matanya tiba-tiba lolos membasahi pipinya.
"Kenapa kisah cintaku tidak bisa semulus jalan ini" Kata Tiara sambil menatap jalan di depannya.
Sesampainya di rumah sakit. Dia langsung di sambut dengan pemandangan yang tidak biasa. Dia melihat Tasya sedang bolak balik di ruangannya.
"Woy Ca, apa yang kamu lakukan di depan ruanganku?" Tanya Tiara. Tasya yang melihat Tiara baru datang langsung menariknya masuk.
"Ra, apakah kamu tahu, ternyata Aldo dan Aldi sedang di Indonesia" Kata Tasya. Tiara yang sudah tahu itu hanya menatap Tasya santai.
"Ekspresi apa itu? jangan bilang kamu sudah tahu?" Tanya Tasya dan dibalas anggukan oleh Tiara.
"OMG, bukannya kamu akan dijodohkan oleh Papamu? lalu bagaimana dengan Aldo dan Aldi?" Tanya Tasya yang kemudian duduk di depan Tiara. Tiara menghela nafasnya berat.
"Aku tidak tahu Ca. Aku sungguh bingung sekarang. Di saat aku ingin move on. Dia malah kembali seperti ini. Aku juga tidak bisa menolak keinginan Papa Ca" Kata Tiara memegang kepalanya yang mulai pusing. Salah satu alasan lainnya dia ke rumah sakit adalah untuk melupakan beban yang dia pikirkan sejak semalam. Tapi sekarang Tasya malah mengingatkannya lagi.
"Sepertinya kamu harus berbicara pada Papamu Ra, kamu harus berani menentukan pilihanmu sendiri. Kamu berhak bahagia Ra" Kata Tasya.
"Tapi aku tidak bisa memperjuangkan hal yang pasti Ca. Aku tidak tahu perasaan Aldi padaku. Dia bahkan terlihat tidak menyukaiku sama sekali" Kata Tiara kemudian tertunduk. Tasya begitu prihatin pada sahabatnya. Namun, Tiba-tiba terlimtas ide di benaknya.
"Ra, sebaiknya kamu kembali bekerja. Aku tiba-tiba ada urusan. Bye Ra" Kata Tiara kemudian berlalu pergi. Tasya merasa aneh dengan sikap Tasya. Tapi dia tidak ingin berasumsi lebih jauh. Karena sekarang saja kepalanya sudah pusing dengan kisah cintanya sendiri.
"Apakah akan berakhir seperti ini" Kata Tiara dalam hati.
Disisi lain, terllihat Tasya sedang menelpon seseorang. Dia terlihat begitu serius menjelaskan tentang rencananya. Sesekali dia melirik ke pintu berharap tidak ada yang mendengar pembicaraannya. Dia pun tersenyum puas ketika panggilan selesai. Dia berharap rencananya akan berhasil.
***
"Bang" Kata Aldo yang tiba-tiba masuk ke ruangan Aldi. Aldi yang sedang sibuk menandatangani berkas di mejanya langsung menoleh.
"Ada apa?" Tanya Aldi.
"Maukah kamu ikut denganku sebentar?" Tanya Aldo
"Kamu tidak lihat aku sedang sibuk?" Kata Aldi kemudian melanjutkan pekerjaannya.
"Ayolah, sebentar saja. Ini berkaitan dengan Tiara Al" Kata Aldo. Namun Aldi tidak bergeming sama sekali. Dia lebih memilih melanjutkan pekerjaannya.
"Al ayolah" Pinta Aldo.
"Kamu tidak lihat jika aku sedang apa Do. Ingat tujuan kita kesini. Kamu mau aku adukan pada Papa?" Kata Aldi yang langsung membuat Aldo terdiam. Dia tidak bisa memaksakan Aldi lagi.
"Baiklah, tapi aku harap kamu jangan menyesal Al. Aku tadi berniat ingin mengikhlaskan Tiara pada mu. Tapi ternyata aku salah. Aku tidak mungkin membiarkan Tiara bersama orang yang tidak mencintainya. Aku pergi" Kata Aldo kemudian keluar dari ruangan Aldi.
Aldi menatap kepergian Aldo. Terlihat ada kecemasan dari raut wajahnya. Namun dia mengusir semua perasaan itu. Dia memijit kepalanya frustasi. Sekilas bayangan masa lalunya muncul kembali.
"Aku hanya tidak ingin terjadi apa-apa padanya" Kata Aldi.
-Besambung-
Semoga suka dengan ceritanya.
Jangan lupa Vote ya.
Bantu dukung penulis untuk bisa tetap berkarya.
Happy reading
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
salam dari karyaku
TERPAKSA MENIKAHI SI ANAK MAMI
❤
CINTAKU PEMBUNUH KEKASIHKU❤
salam dari karyaku
TERPAKSA MENIKAHI SI ANAK MAMI
❤
CINTAKU PEMBUNUH KEKASIHKU❤
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
Sambil nungguin up nya yuk mampir di cerita pertama aku
'Perfect CEO is her second husband'
Gimana nih seorang CEO tampan nikah sama wanita janda bekas korban kdrt. Yuk baca lanjutannya aku tunggu ya kehadirannya heheh
makasi kak sukses selalu🥰
semangatt yaa
yuk baca juga cerita aku yang judulnya CONVERGE!!
dijamin baper deh bacanyaa
mari saling support ❤️
thanks