NovelToon NovelToon
Gairah Yang Dibayar Mahal

Gairah Yang Dibayar Mahal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Teen
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Demi membiayai operasi ayahnya, Natalie nekat menjual keperawanannya pada seorang pria yang tidak ia kenal. Namun pria yang datang ternyata seorang dokter berhati baik yang justru ingin menyelamatkannya dari jalan buntu itu.

Setelah melewati malam yang penuh gairah, Drake malah kecanduan dengan tubuh Natalie, padahal dia tahu kalau wanita itu hanya mengejar uang.

Saat rahasia tergelap mereka terbongkar, mampukah hubungan rapuh dan terlarang ini tetap bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5

Nathalie turun dari taksi, dengan langkah tertatih dia masuk ke arah rumah kontrakannya. Setiap kali kakinya melangkah, selangkangan dan bagian intimnya terasa perih luar biasa, seperti ada bara api yang masih menyala di dalam sana. Tubuhnya terasa kaku, paha dalamnya pegal, dan ada bekas-bekas merah samar di leher serta dada yang ia tutupi dengan scarf tipis. Pakaian yang dia kenakan semalam sudah kusut, rambutnya acak-acakan, dan wajahnya pucat seperti mayat hidup.

Ia mendorong pintu kontrakan kecilnya yang reyot di pinggir gang sempit. Bau pengap campuran mie instan dan pakaian kotor langsung menyambutnya. Ruangan sempit itu terasa semakin sempit malam ini. Hanya ada kasur tipis di sudut ruangan, meja kecil, dan lemari pakaian tua. Nathalie menutup pintu di belakangnya, bersandar sejenak di daun pintu sambil memejamkan mata. Air mata menggenang lagi, tapi ia buru-buru mengusapnya dengan kasar.

Baru saja ia hendak duduk di tepi kasur untuk melepas sepatu, tiba-tiba ponsel di dalam tasnya berdering nyaring. Layar menampilkan nama ibunya.

Nathalie menatapnya dengan tatapan kosong beberapa detik sebelum akhirnya menjawab dengan pasrah. Jarinya terasa berat saat menekan tombol hijau.

“MANA UANGNYA?! KENAPA KAMU BELUM MENTRANSFERNYA, HAH!” teriak Dyah, dengan suara keras dan penuh amarah dari seberang telepon. Suaranya begitu nyaring hingga menggema di ruangan kecil itu. “Kamu pikir aku main-main?! Ayahmu menunggu tindakan dengan cepat. Kalau sampai telat, aku benar-benar hentikan semuanya!”

Nathalie reflek menjauhkan ponsel dari telinganya. Tubuhnya mengejang, selangkangan yang masih perih terasa semakin sakit karena tegang. Ia menahan napas, menunggu teriakan ibunya reda. Setelah beberapa detik yang terasa seperti berjam-jam, ia mendekatkan ponsel kembali ke telinga dengan tangan gemetar.

“Sebentar lagi aku akan mentransfernya, Bu...” jawab Nathalie dengan suara lemah dan serak. “Aku... sudah dapat uangnya. Tunggu sebentar ya.”

Dari seberang telepon terdengar dengusan kasar Dyah. Tak ada kata-kata lembut, tak ada ucapan terima kasih, apalagi kekhawatiran pada keadaan putrinya. Hanya keheningan dingin sesaat sebelum...

Tut.

Dyah langsung mematikan panggilan secara sepihak. Nada sambung yang panjang terdengar menyayat. Nathalie menatap layar ponsel yang sudah gelap dengan pandangan hampa. Ponsel itu lalu terjatuh ke kasur. Ia duduk perlahan, meringis kesakitan saat bokongnya menyentuh permukaan kasur tipis. Selangkangannya berdenyut-denyut, mengingatkannya pada setiap hantaman Drake semalam dan tadi pagi.

Air mata akhirnya jatuh juga. Bukan isak tangis keras, melainkan tangis diam yang menyakitkan. Tubuhnya yang masih kotor oleh pelukan dan cairan pria asing terasa sangat asing. Ia memeluk lututnya sendiri, meringkuk di kasur sambil menggigil. Kenapa harus seperti ini? batinnya menjerit. Aku sudah menjual tubuhku, menjual kesucianku, demi apa? Demi ibu yang bahkan tidak peduli aku masih hidup atau tidak?

Bayangan Drake Arthur kembali muncul. Wajah tampan pria berusia tiga puluh tahun itu, senyum puasnya saat mengetahui ia masih virgin, erangannya yang dalam saat menyembur di dalam tubuhnya. Semua itu terasa seperti mimpi buruk yang nyata.

Nathalie meraih ponselnya lagi dengan tangan gemetar. Ia membuka aplikasi bank. Saldo yang masuk tadi pagi sudah tertera di sana, seratus juta rupiah plus bonus kecil dari Drake. Jumlah yang dulu terasa mustahil kini ada di genggamannya. Tapi harganya terlalu mahal.

Dengan jari yang dingin, ia mentransfer seratus juta ke rekening ibunya. Setelah transaksi berhasil, ia melempar ponsel ke sudut kasur dan berbaring miring. Tubuhnya masih perih. Setiap gerakan mengingatkannya pada posisi-posisi mesum yang dilakukan bersama Drake, saat pria itu menindihnya, saat ia duduk di pangkuan pria itu, saat kejantanan besar itu menghunjam dalam-dalam berulang kali.

Nathalie menggosok tubuhnya, seolah tak ada air yang bisa membersihkan noda di jiwanya. Tapi di balik rasa jijik dan sakit itu, ada secercah harapan kecil yang getir. Ayahnya mungkin bisa sembuh, bisa berjalan lagi seperti semula.

Nathalie memejamkan matanya rapat-rapat. Air mata terus mengalir di pipinya yang pucat. Di luar kontrakan, suara kendaraan dan anak-anak bermain terdengar samar. Kehidupan orang lain terus berjalan seperti biasa. Sementara di dalam kamar sempit itu, Nathalie Grace merasa dunianya telah hancur berkeping-keping.

Ia menarik selimut tipis menutupi kepalanya, berusaha melupakan rasa perih di selangkangan, rasa perih di hati, dan rasa perih di jiwa yang baru saja ia jual demi cinta kepada ayahnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Nathalie terbangun dengan tubuh yang terasa semakin berat. Cahaya sore menyusup melalui celah jendela kontrakan yang kecil, menerangi ruangan sempitnya dengan warna keemasan yang ironis. Jam dinding menunjukkan pukul tiga sore. Tubuhnya lengket oleh keringat dan sisa-sisa malam serta pagi yang tak ingin diingatnya. Selangkangan dan bagian intimnya masih berdenyut perih, seperti ada luka yang terus menganga.

Dengan langkah tertatih, Nathalie bangkit dari kasur. Ia merasa kotor sekali. Kotor di luar dan di dalam. Tanpa banyak berpikir, ia mengambil handuk usang dan masuk ke kamar mandi sempit di belakang kontrakan. Bau sabun murahan dan lumut di dinding menyambutnya. Air dari shower kepala bocor menetes pelan.

Nathalie melepas pakaiannya satu per satu. Setiap gerakan membuatnya meringis. Saat celana dalamnya turun, ia melihat bekas-bekas merah di paha dalam dan pinggulnya. Jejak tangan Drake yang kuat masih terlihat samar.

Ia berdiri di bawah guyuran air dingin, berusaha membersihkan setiap inci tubuhnya. Sabun ia gosok berkali-kali, seolah bisa menghapus kenangan sentuhan pria itu. Tapi semakin ia gosok, semakin ia teringat setiap sentuhan yang di berikan Drake.

Di tengah-tengah kegiatan itu, Nathalie merasa harus buang air kecil. Dia duduk di toilet dengan hati-hati. Begitu cairan mulai keluar, rasa sakit yang tajam langsung menyengat.

“Akh… kenapa sakit sekali…” desis Nathalie dengan suara tertahan. Wajahnya memucat, keringat dingin langsung muncul di dahinya.

Bagian intimnya terasa panas, perih, dan seperti terbakar. Setiap tetesan terasa seperti jarum yang menusuk. Ia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat hingga hampir berdarah, tangannya mencengkeram pinggiran toilet. Air matanya jatuh lagi bercampur dengan air shower yang masih mengalir.

Ia buru-buru menyelesaikan, membersihkan diri dengan lembut dan hati-hati. Rasa perih itu tak kunjung reda. Bahkan setelah selesai mandi, saat ia berdiri, selangkangannya masih terasa nyeri saat berjalan. Nathalie mengeringkan tubuhnya sambil menahan isak. Ini harga yang harus aku bayar, batinnya terasa pahit.

Usai mandi, ia memakai pakaian dengan rapi. Kaos lengan panjang longgar berwarna hitam, celana jeans longgar agar tidak menekan bagian yang sakit, dan syal kecil untuk menutupi bekas di lehernya. Ia melihat dirinya di cermin kecil yang retak. Wajahnya masih cantik, tapi matanya kosong, lingkaran hitam di bawahnya semakin jelas. Ia bukan lagi Nathalie yang dulu. Gadis itu sudah hilang semalam.

Meski tubuhnya masih lelah dan bagian intimnya masih perih, Nathalie memutuskan untuk pergi ke rumah sakit. Ia tidak tahan lagi dengan rasa sakit yang terus-menerus. Apalagi ia khawatir ada infeksi atau luka yang lebih serius. Dengan langkah tertatih yang masih terlihat jelas, ia keluar dari kontrakan, memanggil ojek online menuju rumah sakit terdekat, sebuah rumah sakit umum yang cukup besar di kota.

Sesampainya di rumah sakit umum, Nathalie mendaftar ke poli umum dengan nomor antrian yang cukup panjang. Ia duduk di kursi tunggu sambil menahan rasa perih setiap kali menggeser posisi duduk. Di sekitarnya, orang-orang sakit datang dan pergi. Ada ibu-ibu dengan anak demam, lansia dengan tekanan darah tinggi, dan pasien lain dengan berbagai keluhan.

Tak lama namanya di panggil oleh perawat.

"Nona Nathalie"

Nathalie mengangguk, lantas melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan dokter. Saat hendak duduk, dia terkejut melihat sosok yang berdiri di hadapannya.

"Kamu"

--------------

Jangan lupa supportnya guys. Like, komen, follow.🙏

1
Mita Paramita
akhirnya Nathalie bisa nolongin ayahnya , walaupun imbalan nya harus jadi pemuas nafsu drake.
merry yuliana
semoga drake jatuh cinta dan menghargai natalie sebagai wanita yang berharga bukan cuma barang ....crazy up.kak
Mita Paramita
cuma drake yang peduli sama Natalie 😭 Thor itu Natalie udah diperkaos sama Andreas?🤨
Mita Paramita
lanjut drake bawa kabur Natalie dari ibunya yang laknat 🤣🤣🤣
Oma Gavin
pasti drake yg datang wah andreas bisa dihabisin drake jgn lupa bu dyah sekalian dibikin sekarat ibu kok ngga ngotak malah seneng dan bangga anaknya laku mahal
Oma Gavin
apa bener nathalie anak kandung dyah kenapa setega itu menjual anaknya demi rupiah selama ini ua g yg diberikan nathalie dikemanakan buktinya ayahnya masih sekarat
Mita Paramita
drake datang dong 😭 selametin Natalie
Mita Paramita
Natalie bodoh kali cari yang lain di club...tau gitu sama drake aja atau pak dosen
Mita Paramita
lanjut drake 🔥🔥🔥
Mita Paramita
Drake pasti kaget liat Natalie 🤨
merry yuliana
crazy up kak 💪💪💪
Mita Paramita
pasti nih pasien bapaknya Natalie yg jatoh di kamar mandi 🤨
Mita Paramita
lanjut Thor 😭😭😭 mending Natalie jujur aja sama drake minta bayarin berobat bapaknya daripada dia nanggung beban sendirian 🤨
Oma Gavin
dokter psikopat gila segitu brutal nya dia sama nathalie
mama
kok iki jijik ya sama dokter ny.. kelakuan ny gk mencerminkan seorang dokter.. bukan ny ngasiih solusi buat masalah nathali
Oma Gavin
jujur sama drake biar dihabisin itu andreas dan bandot tua hadi bila perlu ibumu sekalian itu pasti ibu tiri ngga mungkin ibu kandung rela jual anaknya
Mita Paramita
kasian Nathalie nanggung beban sendirian 😭😭😭
Oma Gavin
pasti drake ini yg nolong
Oma Gavin
buang drake malah dijual ke laki" tuer bau tanah udah gitu gendut menjijikan lagi
mama
dokter oh dokter..kok mau2 tidur dgn perempuan yg bukan istri ny🤭..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!