Karena ulah sang ibu yang pergi meninggalkannya bersama laki - laki yang lebih kaya , berdampak sangat besar bagi kehidupan gadis bernama Sri Asih.
Hingga ia susah mendapatkan restu dari orang tua laki - laki yang di cintainya.
Akankah Sri bersatu dengan Hasan , atau ada cinta lain yang datang kepadanya.
ikuti kisahnya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Kejujuran Zaka
" Kamu jarang pulang sekarang Zak , betah sekali kayaknya tinggal di restoran?". Bunda Ismaya memeluk putra keduanya, rasa rindu begitu menyeruak , padahal Zaka masih suka pulang meski hanya untuk menengoknya.
" Baru seminggu juga Bun ". Protes Zaka.
" Iya seminggu , datang cuma sebentar lalu pergi lagi ".
" Gimana enggak betah di restoran Bun , di sana ada pegawainya yang cantik sekali , masih polos juga , dan yang paling penting jago masak , kalau enggak percaya tanya saja sama Shena ".
" Apaan sih Bang, jangan dengerin Bang Zidan Bun ".
Bunda Isma mengabaikan ucapan Zaka , " Benar kata Daddy kamu Shen ?".
" Benar Oma , masakannya enak , Shena mau makan di restoran Papi Zaka tiap hari ".
" Cantik enggak ?". Bunda Isma makin penasaran.
" Cantik Oma , namanya Mbak Sri , lucu kan namanya oma ?".
" Kamu tau namanya juga Shen ?". Shena mengangguk.
" Kalau Zaka enggak mau , biar aku saja yang maju Bun.....gimana Shen , kamu mau kan kalau Mbak Sri itu yang jadi Mommy kamu ?". Lagi - lagi Zidan menggoda adiknya.
" Mau Dad , mau ....ayo Dad , sekarang saja ". Shena begitu senangnya.
" Shena benar - benar mau Mbak Sri jadi Mommy kamu nak ?". Bunda Isma pun ikut mengompori , ia ingin lihat bagimana reaksi Zaka.
Sudah lama Bunda Isma menyuruh Zaka untuk menikah , tapi putra keduanya itu selalu beralasan belum ada gadis yang menggetarkan hatinya.
Bunda Isma hanya ingin hidup tenang dengan melihat kedua putranya bahagia bersama keluarga mereka masing - masing.
Tadinya ia tinggal memikirkan jodoh buat Zaka saja , sekarang ia tambah di pusingkan dengan Zidan yang malah menduda.....dan kelakuannya yang selalu berganti pacar , sudah kayak ABG saja.
" Iya Oma , Shena mau ".
" Bunnnnn ". Akhirnya Zaka buka suara.
" Kenapa ?? Biarkan saja kalau Kakak kamu mau memperistri Sri , biar Bunda enggak pusing terus lihat kelakuan kakak kamu itu ,Bunda yakin Sri anak baik , buktinya Shena aja langsung suka ".
" Enggak gitu Bun , dia itu karyawan baru aku Bun ". Zaka mencoba mencari alibi , ia belum mau mengakui perasaannya.
" Enggak masalah , mau karyawan baru atau lama , kalau tau anaknya baik ya Bunda dukung , dari pada nanti keduluan orang lain ".
" Benar Bun , susah nyari yang kayak Sri , aku setuju dengan pernyataan Bunda , Sri kayaknya memang anak yang baik , aku saja langsung terpikat pada pandangan pertama ". Ucap Zidan , membuat Zaka makin panas .
" Bang , sudah aku peringatkan jangan main - main dengan pegawaiku ".
" Dia cuma pegawaimu Zak , bukan calon istri kamu kan , jadi sah - sah saja kalau aku menyukainya , lagi pula aku serius Zak , kali ini pencarianku untuk memberikan Mommy yang baik buat Shena sudah terjawab deh , makanya aku mau segera nikahin Sri saja ".
" Pokoknya enggak boleh ".
" Memangnya kamu siapa ?? Bapaknya ?? Bukan kan ".
" Oke.....aku ngaku , aku menyukai Sri....puas Bang ". Akhirnya Zaka mengaku juga.
Zidan tertawa , " Ha...ha...ha...puas , puas sekali Zak ,.lihat Bun....anak Bunda yang satu ini di giniin baru deh ngaku ".
" Alhamdulillah, syukurlah kalau anak Bunda ini menyukai perempuan ".
" Bunda kira selama ini aku apaan Bun , dari dulu ya aku sukanya sama perempuan , kan aku pernah bilang kalau belum ada gadis yang menggetarkan hatiku ".
" Berarti baru sekarang hatimu bergetar gitu , tidak apa yang penting kamu sudah ada jodohnya , Bunda senang sekali , Besok Bunda mau ketemu sama Sri ".
" Tenang Bun , besok aku antar sama Shena juga ".
" Tapi Bun , aku belum menyatakan rasa sukaku pada Sri , jadi Bunda jangan bilang - bilang dulu , takut Sri nya jadi bingung ".
" Iya iya , Bunda cuma mau kenalan saja kok ".
*
*
Bu Yati sedang di buat pusing oleh Hasan yang tak kunjung pulang...bahkan tidak memberi kabar sedikitpun.
" Ayo Pa , kita datangi Hasan ke sana ". Ajak Bu Yati pada suaminya.
" Ini juga karena Mama terlalu memaksakan kehendak pada Hasan , jadi anak itu sekarang sepertinya sedang melakukan perlawanan karena gadis pilihannya tidak Mama restui ". Pak Halim membuang nafasnya pelan, ia kini merasa bersalah pada Hasan , padahal dia juga mendapat penolakan dari keluarganya saat mau menikahi Bu Yati.
" Papa kok nyalahin Mama , bukannya Papa juga sudah setuju menjodohkan Hasan dengan Kalina ".
" Gimana Papa enggak setuju , tiap hari Mama ngomongnya masalah itu - itu saja , sampai pusing kepala Papa , sebenarnya enggak salah juga kalau Hasan suka sama Sri , dia gadis yang baik kok dan tidak pernah buat masalah di kampung kita , kenapa Mama begitu membencinya ?".
" Benci ya benci saja , enggak perlu alasan , dia juga anak orang miskin , di tambah ibunya pergi dengan laki - laki lain , Mama takut Hasan juga akan di tinggal begitu saja sama Sri ". Alasan Bu Yati , padahal ada hal lain yang ia sembunyikan , sehingga ia kini melampiaskan kebenciannya pada Sri , yang tidak tau apa - apa.
Seandainya Sri bukan anak kamu...aku pasti sudah menyetujui Hasan menikahi Sri.....semua ini salah mu , jadi Sri yang akan menanggung akibatnya... Batin Bu Yati.
" Mama lupa , Mama juga berasal dari keluarga biasa kayak Sri , dulu hubungan kita juga di tentang keluarga Papa , tapi karena perjuangan Papa , Papa akhirnya berhasil menyunting kamu ".
" Jangan kaitkan dengan masa lalu kita , Hasan dan Sri beda ceritanya ".
" Terserah Mama sajalah , Papa enggak bisa mendatangi Hasan , Papa kan juga kerja enggak bisa seenaknya ijin , apalagi ijin yang enggak penting , Mama ajak saja Irna , dia kan nganggur , kerjanya cuma petentang petenteng saja ". Pak Halim pun meninggalkan istrinya yang tidak berhenti mengomel.
" Ada apa sih Ma , ribut saja terus ".
" Besok kamu temani Mama ke tempat Hasan kerja ".
" Kok aku sih , kenapa Mama enggak ajak Papa saja ".
" Papa kamu kan kerja Irnaaaa.....kamu juga nolak Mama ajak ?". Bu Yati mulai keluar tanduknya.
" Bukan begitu Ma ". Irna malas sekali pergi dengan Mamanya hanya untuk mengunjungi Hasan , kalau di ajak untuk berbelanja di mall tentu saja dia tidak akan berfikir panjang dan langsung bilang mau.
" Mau atau tidak ?".
" Kalau aku nolak , apa ada hukumannya ?".
" Tentu saja ada , uang jajan kamu Mama potong setengah ".
" Eh ....jangan Ma , ya sudah aku mau temani Mama ke tempat Hasan ". ucap Irna lesu karena tidak ikhlas , dari pada uang jajannya di potong .
Gara - gara Hasan , kenapa juga pake ngambek enggak mau pulang....eh Sri juga enggak terlihat di rumahnya , katanya sih kerja di kota , apa jangan - jangan dia bersama Hasan ya......wah enggak bener tuh cewek....baiklah besok aku akan menangkap basah dia....
Pikiran buruk kembali melintas di otak Irna...dia kembali menyalahkan Sri .
Bersambung......
Like dan Comment ya.....