Dilarang Promo!!!
Menceritakan perjalanan Xue Rong, gadis cantik yang dicelakai oleh keluarganya. Sampai akhirnya dia ditolong oleh Xiao Yang, pria misterius yang tak asing baginya.
Pertemuan itu membuat keduanya menjadi guru dan murid. Seiring berjalannya waktu akhirnya Identitas Xiao Yang terungkap, hingga akhirnya Xue Rong memiliki perasaan pada gurunya.
Kisah Xue Rong yang mengarungi Benua Tujuh Bintang, menemui banyak rintangan demi mengikuti sang guru, Xiao Yang berkelana keliling dunia.
Ikuti kisah petualangan penuh romansa Xue Rong bersama Xiao Yang di Sweet Dragon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Bulu Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sweet 11 : Mengejar Bunga Darah
Xue Rong melepaskan hawa dingin yang mencekam. Serpihan es yang mengelilingi tubuhnya membuat kultivator Bunga Darah menjaga jarak. Perlahan tubuh mereka membeku.
Xue Rong hendak menyerang dengan tapak tangannya yang dialiri qi, tetapi Xiao Yang menebas tubuh mereka dengan sekali tebasan pedangnya.
“Jangan berikan satupun kesempatan pada orang seperti mereka untuk hidup!” Xiao Yang kembali menyerang setiap kultivator dari Bunga Darah dengan brutal.
Wu Huo yang sedang terlibat pertarungan juga memperhatikan jika emosi Xiao Yang lebih terlihat daripada biasanya, sehingga dia memilih menjaga jarak.
Tetua Mendung dan Wu Huo mencoba menjauh dari Xiao Yang karena merasakan aura yang mencekam. Seketika Makam Hujan menjadi penuh darah ketika Xiao Yang menghabisi satu demi satu kultivator Bunga Darah.
Xue Rong mematung melihat kepribadian Xiao Yang. Saat ini dia sadar jika keraguan untuk membunuh atau memberikan kesempatan untuk kultivator dari Bunga Darah akan berdampak buruk di masa depan. Sehingga Xue Rong membulatkan tekadnya untuk membunuh karena ini adalah pilihannya.
‘Yang‘gege, aku sudah membulatkan tekad untuk membalaskan dendamku. Aku memikul rasa sakit dari semua saudari-saudariku yang telah pergi meninggalkanku di Pulau Salju. Dan jangan remehkan aku. Hanya karena diriku seorang wanita!’ Xue Rong membentuk dua pedang yang terbentuk dari qi. Pedang es tersebut dia ayunkan dengan gemulai untuk menahan tebasan pedang kultivator Bunga Darah.
‘Lawanku baru mencapai tahap awal Alam Raja.’ Xue Rong memperhatikan serangan demi serangan yang dilancarkan kultivator Bunga Darah sebelum menyambut dan membalasnya.
Saat ada celah, Xue Rong mempercepat tebasan pedangnya dan membunuh kultivator Bunga Darah dengan dua tebasan pedang yang dalam. Tangannya tidak gemetar, melainkan ada perasaan lega di dalam hatinya.
Melihat itu, Xiao Yang tersenyum tipis sebelum melepaskan aura berwarna merah yang menyebar.
“Rong‘er...” Xiao Yang menghilang dan berada dihadapan Xue Rong.
“Yang‘gege...” Xue Rong tersentak kaget melihat Xiao Yang yang kini berada dihadapannya.
“Aku akan membunuh mereka yang ada di Taman Hujan!” Xiao Yang menggendong tubuh Xue Rong sebelum menghilang. Bahkan Wu Huo menggelengkan kepalanya melihat kemampuan teleportasi Xiao Yang.
“Tidak kusangka dia menghabisi semua penyusup.” Tetua Mendung menggelengkan kepalanya sebelum menyuruh anggotanya mengumpulkan mayat-mayat kultivator yang gugur dalam satu tempat termasuk kultivator Bunga Darah.
Di Taman Hujan terjadi pertempuran sengit antara Tetua Gerimis melawan Tetua Hujan Lebat. Sedangkan salah satu petinggi Bunga Darah menghabisi semua anggota Tetua Gerimis, sehingga dia membiarkan Tetua Gerimis dan Tetua Hujan Lebat bertarung.
Pertarungan Tetua Hujan Lebat melawan Tetua Gerimis berat sebelah. Setelah bertukar lebih dari lima jurus, Tetua Gerimis kehilangan keseimbangannya karena merasakan aura intimidasi petinggi Bunga Darah.
‘Apakah aku akan mati disini?’ Tetua Gerimis membatin ketika melihat tebasan pedang Tetua Hujan Lebat hampir memenggal kepalanya.
“Tetua Mendung. Apa hanya segini kemampuanmu?” Xiao Yang memegang pedang Tetua Hujan Lebat dan menatap tajam Tetua Mendung sebelum mengalihkan pandangannya menatap Xue Rong, “Aku akan melawan petinggi Bunga Darah ini. Biar istriku yang melawan Tetua Hujan Lebat.”
Tetua Mendung langsung menjaga jarak dari Tetua Hujan Lebat, sementara Xiao Yang bergerak dengan kecepatan tinggi menyerang petinggi Bunga Darah.
Xue Rong menatap tajam Tetua Hujan Lebat sebelum membentuk dua pedang es dari qi yang bercampur dengan aura.
“Saudara Xiao! Kau akan menyesal karena meremehkanku! Istrimu ini akan kupastikan mati dengan sangat mengenaskan!” Tetua Hujan Lebat melepaskan aura pembunuh sebelum bergerak cepat menyerang Xue Rong.
“Istriku telah mencapai tahap puncak Alam Raja. Jangan remehkan wanitaku atau kau akan menyesalinya.” Xiao Yang menjawab santai sebelum membentuk pedang tak kasat mata.
“Ilmu Pedang Tanpa Wujud?” Petinggi Bunga Darah tersentak kaget dan menarik pedangnya menahan tebasan pedang Xiao Yang. Walau berhasil menahannya, dia masih kesulitan karena pedang yang digenggam Xiao Yang tidak memiliki wujud.
“Berikan aku informasi tentang keberadaan markas Bunga Darah, maka aku akan memberikanmu ilmu ini. Tawaran yang menarik bukan?” Xiao Yang memainkan pedangnya dengan brutal menyerang kultivator yang telah mencapai tahap awal Emperor dari Bunga Darah tersebut.
“Kau pikir aku akan menjual rekan-rekanku!” Petinggi Bunga Darah melepaskan aura pembunuh sebelum mengeluarkan satu demi satu jurus yang mematikan untuk membunuh Xiao Yang. Tetapi setelah keduanya bertukar serangan, Xiao Yang dapat menahan semua jurus yang dilancarkan petinggi Bunga Darah dengan mudah.
“Buka matamu!” Xiao Yang membuka tingkat kultivasinya sehingga kultivator yang menjadi petinggi Bunga Darah dapat melihatnya.
“Tahap puncak Pertapa Agung...” Tidak sampai selesai berbicara, Xiao Yang langsung menghancurkan tubuh petinggi Bunga Darah dengan tapak tangannya. Kemudian dia mengambil sebuah peta yang ada di dalam saku kultivator tersebut.
“Ini...” Xiao Yang tersenyum tipis karena mengetahui tempat persembunyian Bunga Darah di Kekaisaran Hei.
Kemudian dia kembali membunuh semua anggota Tetua Hujan Lebat sebelum memperhatikan pertarungan Xue Rong.
Terlihat Xue Rong dapat mengikuti ritme kecepatan serangan Tetua Hujan Lebat. Keduanya bertarung sengit, pertukaran serangan terjadi di Taman Hujan yang menghancurkan beberapa tanaman.
Tak lama Xue Rong membuang dua pedang yang dia genggam sebelum melepaskan qi dalam jumlah besar.
Di belakang punggung Xue Rong terbentuk satu demi satu pedang es yang melayang di udara. Perlahan pedang es semakin banyak hingga menjadi seribu pedang es yang melayang di udara dan siap menghujam tubuh Tetua Hujan Lebat.
“Saudara Xiao! Kau menggagalkan rencanaku! Hidupmu tidak akan tenang karena berurusan dengan Bunga Darah!” Tetua Hujan Lebat berteriak menatap Xiao Yang.
“Pedang Jiwa Es : Seribu Pedang Es!”
Xue Rong melepaskan suatu teknik yang dia pelajari selama beberapa bulan belakangan ini. Ilmu Dewi Es yang dia pelajari sangat berguna, Xue Rong dengan anggun mengayunkan tangannya.
Seketika seribu pedang es menusuk tubuh Tetua Hujan Lebat. Lalu Xue Rong menarik napas dalam melihat saat-saat terakhir Tetua Hujan Lebat.
Xiao Yang langsung menghampiri mayat Tetua Hujan Lebat dan mengambil barang-barang dari orang tersebut. Xue Rong yang melihatnya menjadi penasaran sehingga dia bertanya.
“Kau seperti pencuri, Yang‘gege...” Ledek Xue Rong sambil melihat tubuh Tetua Hujan Lebat yang berlubang, “Kau mencari apa, Yang‘gege?”
Xiao Yang tersenyum tipis dan menunjukkan peta dan sebuah Cincin Telepati kepada Xue Rong.
“Mau ikut?” Xiao Yang tersenyum tipis dan melanjutkan perkataannya, “Aku akan pergi ke Kekaisaran Hei untuk menghabisi Bunga Darah.”
Xue Rong mengangguk dan membalas senyuman Xiao Yang.
“Saudara Wu. Aku serahkan sisanya padamu. Jika mereka bertiga datang, suruh mereka agar mengawasi pergerakan kultivator aliran hitam di Provinsi Bai dan Provinsi Meng.” Xiao Yang langsung menggendong tubuh Xue Rong setelah berkata demikian. Lalu keduanya menghilang dari pandangan Wu Huo, Tetua Gerimis dan Tetua Mendung.
“Saudara Xiao selalu saja seenaknya...” Wu Huo menghela napas panjang dan menyuruh semua anggota kultivator yang tersisa untuk menguburkan mayat-mayat yang berserakan.
Dengan kejadian ini, Wu Huo merasakan cepat atau lambat dia harus mengerahkan semua kultivator Kota Hujan untuk mendukung Xiao Yang dalam rencana mencegah kudeta di Kekaisaran Yin.
kpn.lanjut cerita ini
Sukses iya buat karyanya.
Jangan lupa mampir di karya pertamaku. Yang menceritakan seorang lelaki letoy yang selalu ditolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
terimakasih 🙏
semangat nunggu sweet dragon😘😘