Kini aku sudah resmi menjadi istri dari Anggara Putra Gibson. Namun, aku menjadi istri kedua. Aku yang masih duduk di perkuliahan semester delapan, menyusun skripsi sembari menata hidup baru bersama lelaki yang sudah mempunyai istri itu, dan dia adalah suamiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gustinara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#11 SIDANG
Happy Reading
***
Luna pov
Hari ini aku merasa sangat bahagia sekali, karena perjalananku bersama calon mertua di mall tadi membuat aku merasa terlahir kembali sebagai anak dari Randy Sudirgo. Nyonya Nida sangat baik, ia membelikanku segala sesuatu yang akan dimasukan ke box box nanti untuk seserahan. Terlebih ia juga membelikanku beberapa baju sehari-hari yang pastinya tak diragukan kualitasnya, apalagi ada brand favorit ku yaitu Berska dan HnM.
Yah dulu aku terbilang sangat kaya dan modis. Apalagi berteman dengan Zahwa, Nadine dan Mela. Mereka juga anak-anak pengusaha dan konglomerat, dan entah hati mereka terbuat dari apa. Walaupun keluargaku jatuh miskin, mereka tetap berteman denganku hingga sekarang.
Malam ini aku akan belajar untuk besok sidang. Chat grup tadi sangat ramai. Mela dan Nadine tidak bisa datang untukku besok, tetapi Zahwa sendiri katanya ia akan hadir. Sungguh, aku tak butuh buket bunga ataupun selendang tulisan namaku yang sudah mempunyai gelar. Aku hanya ingin ijazah kelulusanku secepatnya agar aku bisa bekerja dan menghasilkan uang yang banyak.
Kemeja hitam putih dan rok span hitam sudah aku siapkan beserta kemeja almamaterku yang berwarna maroon. Aku tidak sabar untuk melewati hari puncak besok, aku sudah sangat siap untuk ini.
***
"Berhasil, aku berhasil!!!" Ucap Luna semangat kepada Zahwa yang langsung mengekspresikan wajah bahagianya. Mereka saling berpelukan dengan tawa bahagia.
Zahwa sudah membawa buket bunga dan buket uang dollar untuk sang sahabat. Mereka berfoto bersama dan mengaplodnya di instagram.
Cheko dan Julian datang bersamaan, mereka juga ikut merayakan hari kemenangan Luna. Cheko membawakan buket snack ringan dan selendang yang sudah bertulisan "Luna Claudia Sudirgo S.Ds". Ia juga membawa kotak berukuran 50x4 yang Luna sendiri tak tahu isinya apa.
Mereka saling berfoto bersama dan Luna mengaploadnya di instagram pribadinya.
❤️576 suka
lunaclaus FINALY!!! Thx guys for always supporting me🖤
chekoslfe proud of you :)
zahwamaheswari luv u💕
ayananadine maaf girl gak bisa dateng:(
ayananadine akhirnya.. Congrats 😘
julianadam sama-sama. Jadian deh abis ini @chekoslfe
chekoslfe @julianadam apaansi lo
gemasatria eh selamat nih sohib mantan gebetanku!
mellaratuliu aaa babe, luv u🖤
Ada empat foto yang Luna apload sekaligus menjadi slide disana. Foto pertama yang dijadikan feeds yaitu foto Luna bersama ketiganya, Zahwa, Cheko dan Julian. Foto kedua ia berdiri bersama Zahwa sembari berpelukan. Foto kedua, dirinya bersama Cheko. Dan foto terakhir, dirinya dengan Cheko dan Julian merangkul Luna dengan kesahabatan.
Luna dibuat cekikikan sendiri melihat komentar teman terdekatnya kala itu. Sembari menyirami tanaman yang berada di belakang rumah majikannya, Luna menengok ke atas langit yang memancarkan langit sore. Sore yang cerah, sungguh sangat menghangatkan hati Luna.
"Luna" ucap seseorang dibaliknya. Luna langsung menoleh kebelakang.
Disana terlihat Anggara yang berpakaian formal dengan kemeja hitam dan celana bahan maroon berdiri tak jauh dari Luna dengan membawa satu buket mawar merah lekat.
"Selamat" ucap Anggara sembari menyodorkan buket bunga yang ia bawa, tak lupa dengan senyuman tulusnya yang membuat hati siapapun meleleh.
Mata Luna berbinar dan langsung menyimpan alat siramnya lalu menghampiri sang calon suami. Luna menyambar bunga tersebut dan menghirupnya.
"Waah, tuan dapet dari mana ini bunga? Bunganya segar sekali" ucap Luna. Seketika senyuman Anggara memudar dan ia kini menaikan halisnya sembari memandangi Luna yang sibuk menciumi bunga mawarnya.
Lah? Kok malah tanya bunganya dapet dari mana? Batin Anggara dan ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"I-ini sekertaris saya yang belikan. Gak tau saya dia beli dimana" ucap Anggara tak acuh.
"Makasih ya tuan.. " ucap Luna yang kini menatap Anggara dengan mata berbinar dan senyuman tulusnya.
Anggara membalasnya dengan senyuman. Ia hendak menggapai kepala Luna dan mengacak rambutnya, tetapi hal itu tak terjadi.
"Malam ini, kamu kemana?" Ucap Anggara.
"Saya mau ke Jakarta. Saya mau ke tempat teman saya, Zahwa. " ucap Luna. Zahwa memang mengajaknya untuk ke Jakarta karena Mela baru pulang dari Swis. Luna juga ingin menceritakan segala nasibnya yang sudah terjadi hingga hari ini.
"Jakarta? Lun, kita nikah empat hari lagi" ucap Anggara.
"Iya, besok sore saya langsung pulang. Zahwa juga ada banyak urusan di Bandung kok" ucap Luna santai tak melunturkan senyumannya.
Padahal gue mau ajak dia jalan. Batin Anggara.
"Yaudah hati-hati ya.." ucap Anggara sembari mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan kartu "dan ini, gunakan bila kamu membutuhkan sesuatu." Sambung Anggara dan memberikan hartu kredit tersebut pada Luna.
Luna terheran, ia tak sepantasnya mendapatkan kartu itu.
"Gak usah repot-repot tuan. "
"Bawa aja, buat jaga-jaga. Nanti saya kasih pinnya lewat whatsaapp. Hati hati ya" ucap Anggara dan berlalu setelah kartu kredit tersebut sudah berada ditangan Luna. Luna hanya menggedikkan bahunya dan menerima kartu tersebut.
***
Luna sudah berpamitan kepada tuan dan nyonya juga seisi rumah. Rencana ke Jakarta memang sudah ia rencanakan dan memang majikannya sudah memberinya izin. Mela tidak mengundur atau memajukan jadwal keberangkatannya ke Indonesia dari Swiss.
Sekarang, Luna sudah didalam mobil Zahwa yaitu Nissan Juke Putih. Dulu Luna pernah mempunyai mobil sendiri, tetapi ia harus menjualnya. Mobil Honda Jazz sebagai hadiah ulang tahun ke 17 dari ayahnya itu, ia jual untuk masuk universitas di Bandung. Mau bagaimana lagi, ini cita-citanya dari dulu.
Terlihat gemerlap cahaya pantulan dari gedung-gedung pencakar langit. Ini sudah tengah malam dan Luna beserta Zahwa juga masih terjaga didalam mobil. Mereka bergantian menyetir dan memutar lagu dengan keras.
Zahwa adalah teman yang paling dekat sekarang. Karena selain mereka ada di satu kota yang sama, mereka juga terikat tentang pekerjaan. Zahwa pasti yang duluan tahu tentang keadaan Luna, begitupun sebaliknya.
Jam menunjukkan pukul 03.00 pagi. Mobil Zahwa sudah terparkir di parkiran bawah tanah apartemen Mella. Luna dengan sigap menelfon sang empunya apartemen untuk menjemputnya di bawah.
"Hai guys! " ucap seorang wanita. Zahwa dan Luna yang tadinya duduk di sofa loby, seketika bangkit dan saling berpelukan dengan Mela.
"Mel, kangen banget ih" ucap Luna.
"Emang ngangenin keles gue mah" ucap Mela. Luna dan Zahwa hanya memonyongkan bibirnya kemudian bersama-sama tertawa.
"Cie lo, udah jadi sarjana!" Ucap Mela memuji Luna. Luna hanya memasang wajah malu.
"Yu ah, kalian ngantuk kan? Langsung cabs aja ke kamar gue" ucap Mela menggiring keduanya memasuki lift.
Begitu lift berhenti di lantai 25, mereka keluar bersamaan dan memasuki pintu apartemen yang terbuat dari besi licin. Mela menekan sidik jarinya dan seketika pintu tersebut terbuka.
Apartemen mewah bernuansa biru tua dan abu-abu itu terlihat sangat bersih. Memang tidak terlalu besar karena Mela sendiri hanya tinggal seorang diri di apartemennya.
Mela mempersilahkan kedua temannya masuk dan menyiapkan air putih. Mela juga menyuruh mereka untuk langsung tidur saja, karena ranjang yang Mela punya adalah ranjang kingsize, ia yakin bahwa mereka bertiga cukup muat tidur berendengan disana.
***
Hari menjelang siang. Ketiganya tak mau membuang waktu dengan tidur seharian. Sembari menunggu kehadiran Nadine yang sudah berstatus istri, mereka mencoba menyeduh baso aci yang Zahwa bawa dari Bandung. Baso aci itu pemberian temannya, karena menu baru si restorannya menyediakan baso aci instan.
Mereka berkumpul di meja makan. Dan obrolan mereka terhenti seketika saat Luna dengan ragu memberi tahu sesuatu pada kedua sahabatnya.
"Gue mau nikah" ucap Luna. Mela menatap Luna dengan tatapan tak percaya. Sedangkan Zahwa, dirinya sudah lebih dulu tahu bahwa ini pasti menyangkut majikannya.
***
Thx for reading..
Tbc-
kasihan mbak luna yg jd korban.
tapi y sdh lah, takdir kehidupan terus berlanjut, dengan jln ny masing2
Mugi yg bosan dengan usaha ny tuk tanggung jawab pergi.
raasain lo dilvi nikmati hasil yg kau tanam
pantes aja si silvi ngelunjak.
Anggara ny yg bego
udah di selinguhi, masih ja mau baikan.
stukurin ..bakalan ngebesarin anak orang yg nitip benih ny ke rahim silvi
tapi takut di cerai kan 😀😀😀
takit gsk dapatateri dari kamg Anggara 😁😁😁
gak bisa mov on dari istri tercinta ny yg terang2 an selingkuh di belakang ny.