NovelToon NovelToon
Bellvania

Bellvania

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu
Popularitas:49.6k
Nilai: 5
Nama Author: AGK

The Moon is a friend for the lonesome to talk to. Artinya, Bulan adalah teman bagi yang kesepian untuk diajak bicara.

Bulan, menjadi saksi dan pendengar bagi kebanyakan orang. Sama seperti gadis kecil berusia 4 Tahun yang harus menjalani dan menafkahi kehidupannya sendiri semenjak kedua orangtua angkatnya meninggal. Yang awalnya adalah gadis manja kini berubah menjadi gadis yang kuat dalam segala hal. Dia rela mati-matian menghilangkan sifat manjanya demi bisa bertahan hidup.

Dia tak tahu, jika dia adalah permata keluarga besar, kaya, dan berpengaruh yang hilang diculik oleh musuh keluarga. Keluarganya selalu mencarinya tanpa rasa lelah.

Ibu kandung dari gadis itu mengalami depresi berat, sudah tak bisa hamil, anaknya pun hilang dicuri orang, bahkan tak ada yang bisa menyembuhkannya selain sang anak yang sudah lama hilang itu. Sedangkan ayah kandung dari gadis itu hanya bisa pasrah akan kondisi istrinya, dia bahkan tak pernah merasa lelah hanya untuk mencari keberadaan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AGK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

B. 11

(Tandai Typo)

2 hari setelah Vania dirawat, Miranda selalu menempeli anaknya. Bahkan wanita itu tak membiarkan keluarganya memeluk Vania cukup lama. Kan hatinya iri melihat itu.

Hari ini juga bertepatan dengan keluarnya hasil tes DNA, saat ini Devian sudah berdiri dihadapan mereka semua sambil memegang surat tes DNA nya. Mereka berdiri memutari ranjang Vania dengan Miranda yang berbaring di samping anaknya itu.

"Cepat Mas! Aku udah gak sabar!" ucap Miranda.

Evelyn dan Melody mengangguk setuju "Kita juga!".

Devian menarik nafasnya panjang-panjang lalu membuangnya perlahan, dia membuka amplop coklat itu dan membaca kertas berwarna putih.

"Langsung pada intinya saja, Dev" ucap Melody yang diangguki oleh Miranda dan Evelyn.

Devian mengangguk "Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa probabilitas Devian D'angelo dan Miranda Richards sebagai orangtua biologis dari Bellvania Gianna D adalah 99,99%".

Miranda menangis haru memeluk tubuh Vania "Hiks anak Mama hiks".

Melody pun begitu, dia juga ikut menangis haru. Apalagi mengingat mendiang suaminya yang meninggal akibat kabar hilangnya cucu mereka.

Evelyn? Gadis SMA itu sudah diam bingung "Kenapa nangis sih?".

Tuk!.

"Aduh! Mamiii" rengeknya mengelus kepalanya yang dijitak oleh Melody.

Melody diam tak memperdulikannya, sedangkan Vania sudah terkikik karena melihat tingkah Evelyn.

"Xixi Aunty lucu ya xixi" ucapnya.

Xander tersenyum, mendekat dan langsung mengelus puncak kepala sang istri "Sesuai janji Mas kan? Tapi maaf jika pertemuannya seperti ini".

Miranda tersenyum sambil menggeleng "Seharusnya aku yang minta maaf, Mas. Dulu aku telah menelantarkan mu dan hanya memikirkan diriku sendiri, membiarkan diriku menjadi gila" akhir kata Miranda terkekeh miris.

Xander langsung menarik Miranda ke dalam pelukannya "It's Okay sayang, Mas mengerti kok".

Miranda melepaskan pelukan itu, lalu memandang Melody dan Evelyn "Aku juga mau minta maaf sama Mami dan Evelyn, maaf jika sikapku sudah sangat keterlaluan. Aku siap menerima apapun hukuman yang ingin kalian berikan. Ak-...".

"Sudah Miranda, Mami tidak mempermasalahkannya karena Mami paham akan kondisimu".

Evelyn mengangguk setuju "Betul Kak! Apalagi sekarang kan Vania sudah kembali? Jadi waktunya kita memulai kembali dari awal".

Semuanya mengangguk setuju, senang akan kabar dimana Vania adalah benar-benar bagian dari keluarga mereka. Rasa senang pada mereka sangat dan sangatlah besar.

"Mama" panggil Vania. Anak itu sudah mulai terbiasa akan keluarganya, perlahan manjanya juga mulai keluar.

Miranda menoleh "Kenapa sayang?" balas Miranda selembut mungkin.

"Mama cayan ndak cama Vania?" tanya Vania polos.

Miranda terkekeh, lalu mengecup pipi anaknya.

Cupp!.

"Sayang dong".

"Cayanna cebecal apa?".

"Sebesar lautan samudra, bahkan melebihi luasnya semesta" timpal Devian yang langsung duduk di kursi samping ranjang.

Miranda mengangguk setuju.

Vania tersenyum, lalu memandang Melody dan juga Evelyn "Lalu, Oma cama Aunty badaimana?".

"Sama. Kita semua sama kok" ucap keduanya bersamaan.

Mendengar itu Vania sontak terkikik "Xixi lucunaa tompak! Xixi".

Semua yang melihat itu tersenyum bahagia, terutama Miranda dan Devian.

Devian merasa sangat bersyukur atas pertemuannya dengan Vania waktu itu. Dia sangat dan sangatlah bersyukur. Walaupun anaknya mengalami kehidupan yang sangat keras dan sulit, tapi Devian berjanji bahwa mulai sekarang yang ada di hidup Vania hanyalah kebahagiaan.

***

Dalam ruangan Vania, hanya ada Melody dan Evelyn. Devian dan Miranda dipanggil oleh dokter yang menangani Vania.

"Ini caranya gimana sih?!" gerutu Evelyn sambil mencoba merakit sebuah Lego yang baru saja dia belikan untuk Vania. (Perlegoan akan selalu ada dalam cerita author ya! Wkwk. Maklum, author pecinta Lego soale).

Tangan Vania dengan cepat mengambil alih Lego itu "Lihat ya Aunty, calana cepelti ini" Vania mulai merakitnya hingga selesai.

Evelyn melongo melihatnya, bagaimana bisa anak sekecil itu bisa menyelesaikan sebuah Lego dalam waktu yang singkat? Sedangkan dia saja hampir gila karena memutar otak untuk merakit Lego tersebut.

Melody yang memperhatikan keduanya langsung bertepuk tangan "Hore! Cucu Oma sangat pintar ya! Tidak seperti Aunty kan?".

Tambahkan melotot sih Evelyn ini. Mami-nya ini semenjak ada Vania sangat suka mengejek dirinya. Sungguh menyebalkan!.

"Mami!" protes Evelyn.

Melody terkekeh geli. Entah kenapa dia sangat suka mengejek Evelyn semenjak kedatangan Vania. Baginya Vania membawa perubahan besar dengan keluarganya.

"Oma ndak bole nomon ditu, tan Aunty ndak tau calana jadi Aunty-...ya ditu deh pototna" ucap Vania membela sang Aunty.

Evelyn tersenyum penuh kemenangan, dia melipat kedua tangannya didepan dadanya, lalu memandang Melody dengan wajah sombongnya.

"Tuh! Vania aja tau, masa Mami gak sih?! Iiyuuhh Payah!" ucapnya dengan wajah tengilnya.

"Aunty ndak bole beditu, Oma itu tan Mamana Aunty. Nanti Aunty jadi anat dulata mau?" kali ini Vania membela Melody, membuat Melody tersenyum senang.

"Tuh! Dengerin baik-baik! Masa anak sekecil Vania mengerti? Sedangkan kamu?" ucapnya sombong.

Selanjutnya mereka terus berdebat, sampai-sampai Vania tertidur karena perdebatan dua manusia itu yang tak ada henti-hentinya.

Sementara diruangan dokter, kini Devian dan Miranda duduk dihadapan dua orang dokter yang satunya mereka tak tahu dokter apa.

"Perkenalkan, ini adalah Dokter Bella. Beliau adalah dokter spesialis anak yang sempat memeriksa Nona kecil dua hari yang lalu" Jelas dokter yang menangani Vania. Dokter itu bernama dokter Santoso.

Kedua pasangan suami istri itu hanya mengangguk paham.

"Silahkan dijelaskan dok" ucap dokter Santoso pada dokter Bella.

Dokter Bella mengangguk "Jadi begini, imun dari Nona kecil sangatlah lemah. Saya menyarankan agar Nyonya melakukan program ASI. Saya sangat tidak menyarankan Nona kecil mengonsumsi susu formula atau susu lainnya".

"Tapi, kenapa harus ASI saya dok?".

Dokter Bella tersenyum "Bukankah Nona kecil sempat hilang waktu dia bayi? Bahkan waktu dia baru saja lahir?".

Miranda mengangguk.

"Nah, maksud saya sebenarnya disitu. Nona kecil dari kecil tidak pernah mendapatkan asupan ASI. Yang saya teliti, kemungkinannya adalah dulu dia hanya diberikan susu pasaran yang siapa saja boleh minum. Dan itu sangat berpengaruh dalam pertumbuhan Nona kecil".

"Tuan dan Nyonya bisa lihat sendiri jika tubuh Nona kecil sangat kurus bukan? Bahkan tubuhnya terlihat seperti anak yang bukan berumur empat tahun. Penyebabnya karena itu, imunnya lemah dan dia juga tidak boleh kelelahan. Tapi saya serahkan kembali kepada Nyonya, jika Nyonya bersedia, maka Nyonya bisa menghubungi saya" ucapnya panjang lebar.

Memang sebelum Vania bertemu dengan orangtuanya sebenarnya Vania tidak boleh kelelahan. Namun dia menahan semua itu hanya untuk bisa bertahan hidup. Dulu, waktu neneknya masih ada, setiap Vania pulang, Vania akan bersembunyi dibelakang gubuk guna menetralkan tubuhnya yang terasa ingin remuk, setelah dirasa mulai membaik, Vania pun masuk ke gubuk dan menemui neneknya itu.

To be continued...

(Hai! Maaf ya telat. Ayo tebak? Apakah Miranda akan menyetujuinya? Hehe seperti biasa ya, like dan komen! Timakacih udah baca! Dadah!).

1
kim Jun Hyung
bila mau up lagi ni 😭😭
‧͙⁺˚*・༓☾𝓚𝓪𝔂𝓵𝓪_𝓐☽༓・*˚⁺‧͙
🙌
Lisa
Haloo Kak..akhirnya Kak Author balik lg nih 😀👍
falea sezi
lanjut donk
falea sezi
muter muter woy ceritamu
falea sezi
aneh semua mati aja kalo gt /Curse//Curse//Curse/ g masuk akal
Fajar Ayu Kurniawati
.
Julia Inp
thor terlalu aneh masak devian memukul bawahan nya terlalu sadis ....kan harus nya di tnya kenapa
Lisa
Terimakasih y Kak udh update..aq inget² lg nih jln ceritanya 😊
haibor
aku jdi nangis woyy😭😢😭
Lisa
Ya Kak gpp..kita tunggu y Kak kelanjutan ceritanya
Lisa
Lanjut donk Kak
Iqlima Al Jazira
ladi don thor
sendy kiki
up kaka
Lisa
Wah mengagetkan nih..sapa y yg menembak..
Lisa
Kita masih menunggu kelanjutan ceritanya Kak..ayoo semangat jg Kak..
Pipit Rahma
lanjut blm selesai. masih penasaran kakak.
sendy kiki
kirain lanjutan cerita ...🤨🤨terserah lanjut atau ga y. bebas pembaca menyimak saja. karya bawa manfaat
Pipit Rahma: lanjut ceritanya masih penasaran.
total 1 replies
Ita Xiaomi
Keren ceritanya kk ada sedih, ada jengkelnya jg. Semangat berkarya kk. Berkah&Sukses selalu.
Lisa
Akhirnya semuanya terungkap..ternyt Alexis itu mengalami gangguan kejiwaan makanya terobsesi bgt utk merebut Vania
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!