Athena clarisa mahendra. Adalah sosok gadis tangguh yang hidupnya penuh dengan siksaan yang ia dapat justru dari keluarganya sendiri. Di tindas oleh abang kembarnya dan selalu di siksa oleh ayahnya sendiri. Selama hidupnya bahkan tak pernah sedikit pun merasakan hidup bahagia. Keluarganya justru lebih menyayangi anak angkatnya yang memiliki sifat lembut,pintar dan baik hati.tanpa mereka tahu jika dibalik wajah lugu anak angkatnya itu tersimpan sifat licik dan maipulatif. Karna perlakuan keluarganya itu sudah mencapai batas sabar dan membuat Athena memiliki dendam dan janji untuk menghancurkan keluarga gilanya itu. Lalu bagaimana dengan kelanjutan hidup Athena?,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13: ARGANTARA
Di sisi lain, tepatnya di kediaman mewah Mansion Mahendra, suasana mendadak tegang. Beberapa pria dengan pakaian serba hitam tampak membawa berbagai peralatan pertukangan dan mulai merombak kamar Athena sesuai dengan keinginan gadis itu.
"Heii! Siapa kalian?! Berani sekali sembarangan masuk dan mengacak-ngacak mansion orang?!" tegur Nyonya Arin. Ia menatap nyalang saat melihat beberapa pria itu dengan santai mulai membongkar kamar Athena.
"Kami hanya menjalankan perintah," ucap salah satu pria berbaju hitam itu dengan wajah datar, benar-benar mengabaikan wanita di depannya yang tak lain adalah nyonya rumah di mansion tersebut.
"Kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian, biar saya yang berbicara dengan Nyonya Mahendra," seru sebuah suara bariton dari arah tangga.
Langkah kaki yang tegas terdengar mendekat. Sosok laki-laki muda berparas tampan dan berpostur tinggi berjalan ke arah kamar Athena dengan aura dominan yang sangat kuat.
"Siapa kau?! Berani sekali berlaku tidak sopan di kediamanku?!" bentak Nyonya Arin, tatapannya menyiratkan kemarahan yang mendalam.
Laki-laki muda itu berhenti tepat beberapa langkah di depan Nyonya Arin. Ia memasukkan sebelah tangannya ke dalam saku celana, lalu menatap datar wanita paruh baya itu.
"Aku hanya menuruti permintaan adikku. Sebaiknya Anda tidak usah ikut campur, Nyonya," ucapnya datar.
Nyonya Arin mengernyitkan dahi, merasa kebingungan. Siapa adik yang dimaksud oleh laki-laki asing di hadapannya ini?
Melihat gelagat bingung Nyonya Arin, Arga tersenyum remeh lalu memperkenalkan dirinya sebagai abang dari Athena.
"Ah, tidak sopan sekali saya sampai lupa memperkenalkan diri," ucap pemuda itu tenang, namun disertai seringai mengejek di bibirnya.
"Saya Argantara, abang Thea. Saya peringatkan Anda untuk tidak berbuat seenaknya lagi pada adik saya. Karena Anda belum tahu sedang berhadapan dengan siapa sekarang," lanjut Argantara dengan nada rendah yang sarat akan peringatan berbahaya.
"Abang?" beo Nyonya Arin tak percaya.
"Ya, abang Thea yang benar-benar menganggapnya ada, walau kami tidak sedarah," ucap Arga menusuk. Ia benar-benar membenci keluarga ini dari lubuk hatinya yang terdalam.
"Jangan asal bicara kamu! Athena tidak memiliki abang sepertimu! Abangnya hanya si kembar!" geram Nyonya Arin tidak terima.
Mendengar penuturan Nyonya Arin, Arga seketika terkekeh dingin. "Abang yang tak pernah menganggap saudaranya sendiri, begitu maksud Anda, Nyonya?" ucap Arga menyindir telak.
"Tak ada keluarga yang tega menyakiti keluarga lainnya. Terlebih pada anak bungsu yang dulu sangat kalian sayangi," ucapnya dingin, sarat akan rasa benci yang pekat.
"Orang tua dan saudara mana yang membiarkan adiknya disiksa sampai koma, bahkan tak ada satu pun dari kalian yang datang untuk sekadar melihat keadaannya?!" serunya lantang.
"Kalian hanya sekumpulan manusia bodoh yang dengan mudahnya dimanipulasi oleh rubah kecil murahan," ucap Arga dingin sebelum akhirnya berbalik, meninggalkan Nyonya Arin yang seketika mematung seribu bahasa mendengar ucapan menohok tersebut.
...***...
Sementara itu, di tempat lain...
Athena berjalan dengan langkah lebar menuju rooftop gedung sekolah setelah meninggalkan kantin dengan sejuta amarah yang belum mereda. Angin kencang menerpa wajahnya begitu ia mendorong pintu pembatas.
"Sialan mereka semua!" umpat Athena berang.
"Apakah tidak ada kegiatan lain selain menggangguku? Dasar anak gundik sialan!" ucapnya dengan sorot mata yang begitu tajam dan menggelap.
Athena menatap lurus ke arah pemandangan kota dari atas pembatas rooftop. "Jangan salahkan aku jika setelah ini aku menghancurkan kalian semua sampai tak bersisa," bisiknya dengan tangan mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih.
Saat Athena sedang meredam amarahnya, tiba-tiba saja ponsel di saku seragamnya berdering nyaring, menandakan ada sebuah panggilan masuk.
Tringgg... Tringgg... Tringgg...
Melihat nama yang tertera di layar pemanggil, Athena mengembuskan napas pendek lalu menggeser tombol hijau ke atas untuk mengangkatnya. Ia mendekatkan benda pipih itu ke telinganya.
"Hmm?" dehem Athena singkat, seakan langsung menanyakan ada keperluan apa.
"Adek abang kenapa? Lagi kesal, ya?" tanya Arga lembut dari seberang telepon. Nada bicaranya berbanding terbalik seratus delapan puluh derajat saat ia menghadapi Nyonya Arin tadi.
Hening. Tak ada jawaban apa pun dari Athena. Gadis itu hanya diam mendengarkan suara napas teratur sang tangan kanan setianya di seberang sana.
"Queen," panggil Arga tegas saat tidak mendapat jawaban apa pun dari seberang telepon. Nada bicaranya mendadak berubah serius.
"Apa mereka mengganggumu lagi? Mau aku turun tangan untuk membereskan mereka sekarang juga?" tanya Arga dengan nada suara yang perlahan merendah, sarat akan rasa kesal yang mulai tersulut.
Athena yang mendengar ocehan Arga itu akhirnya mengembuskan napas panjang.
"Haahhh, gak apa-apa, Bang. Cuma malas aja sama kelakuan mereka, menjijikkan," ucap Athena dengan nada sebal yang kentara.
"Ngomong-ngomong, ada apa Bang Arga telepon?" tanya Athena kemudian, mempertanyakan tujuan asli sang tangan kanan menghubunginya.
"Ah, iya. Gue cuma mau bilang kalau kamar lo udah selesai dirombak. Jadi pas lo balik nanti, kamarnya udah rapi," ucap Arga di seberang sana.
"Hmm, thank you, Bang," ucap Athena tulus.
"Aman aja. Yaudah, takutnya bentar lagi lo masuk kelas. Bye, Thea," pamit Arga lalu memutuskan panggilan sepihak setelah mendengar deheman pelan dari sang nona muda.
Melihat panggilan teleponnya sudah terputus, Athena memasukkan kembali ponsel genggamnya ke dalam saku rok seragam, lalu beranjak berdiri. Gadis itu mulai menuruni anak tangga rooftop dan melangkah mantap menuju UKS.
Ia berniat mengobati luka lepuh di lengan dan sudut bibirnya. Bagaimanapun juga, ia tidak ingin membuat Bi Mina—satu-satunya orang di Mansion Mahendra yang tulus menyayanginya—khawatir setengah mati melihat keadaannya yang berantakan.
...****************...
WELCOME TO MY 2ND BOOK! ✨
Mari kita temani Athena membalaskan dendamnya pada keluarga yang selalu menyiksanya.🔥
STAY TUNE TERUS SETIAP HARI YA GUYS! Karena bab baru akan selalu UP SETIAP PAGI DAN MALAM jam 07.00 dan 17.00 😙
JANGAN LUPA YAAA
LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA. THANK YOU! 🥰
orng mh malu2 meong,ni mlah malu2 setan....🤣🤣🤣
mau blang dia bdoh,tp dia ky gt ada alasannya....tp mlai skrng,jgn jd pngmis lg y thea....luka saat ini jd luka trakhir untkmu,abs tu ksih mreka blsan yg stimpal.....gemes aku tuuhh....pgn nabok....😠😠😠😡
Aku udh mmpir,slm knal....
btw,mskpn aku udh prnh bca crta yg sma tp aku ttp bca ko....aku suka cwek kuat dn tgas,ga yg ratu drama ky yg onoh....😁😁😁....
Aku tnggu up'ny y....smngttt....