NovelToon NovelToon
Billionaire Obsession Of Martine

Billionaire Obsession Of Martine

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Wahyu Ela Safitri

Pengusaha muda, Kevin Martine Abraham bertemu dengan penulis novel Sarah Nicole. Kevin yang memiliki segalanya, berusaha mendapatkan hati Sarah, pria itu diam-diam mengikuti Sarah hingga membuat Sarah risih.
Mungkinkah Sarah akan menerima Kevin masuk ke dalam kehidupan sederhananya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyu Ela Safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

Denting pengingat pelanggan berbunyi tat kala Sarah membuka pintu sebuah kedai coffee yang Nampak

ramai pengunjung, matanya mengedarkan pandangan ke seluruh sudut, hingga menemukan seorang wanita yang tengah menikmati coffee late dan kue coklat di atas meja. Sarah langsung menghampiri wanita cantik tersebut.

“maaf, apa kau menunggu lama?”. Ucap Sarah sembari duduk di depan Vivian

“tidak terlalu sar, ini aku pesankan kue coklat kesukaanmu”.

Sarah tersenyum manis pada Vivian.

“kau selalu ingat apa yang ku sukai”. Sarah mengambil kue coklat tersebut dan memotongnya sedikit

demi sedikit untuk dimakan. “bagaimana sekolahmu?”. Tanya Sarah kembali

“lancar, aku mengikuti lomba teater dengan grup di sekolah”.

“baguslah”.

“terima kasih banyak sar, sudah membantuku dan juga panti”.

“tidak perlu berterima kasih, karena itu adalah tanggung jawabku, dan kau pun nanti juga sama, kau

harus merawat bunda selagi aku tidak ada, itu sudah cukup untukku”.

“ah ya, bunda mencarimu, dia menitipkan pesan padamu”.

“maaf karena aku tidak bisa ke sana, karena banyak pekerjaan disini, kalau pekerjaanku tidak menumpuk

aku akan datang”.

Vivian mengangguk. “kau tidak ke kantor sar hari ini?”.

“nanti siang mungkin, ini masih terlalu pagi untukku pergi kekantor”.

“aku juga mau bekerja sepertimu”.

“kau memiliki bakat mu sendiri, maka tekuni lah bakatmu, karena mungkin jalanmu tidak sama dengan

orang lain”.

“baiklah aku mengerti, sar, minggu depan aku akan tempil di teater kota, kau datang kan?”.

“tentu saja aku akan datang kesana, hubungi aku untuk mengingatkan”.

“baik”.

“bagaimana kalau hari ini aku mengaajakmu jalan?”.

“ya aku mau”.

Vivian dan Sarah beranjak dari tempat duduknya setelah meninggalkan beberapa uang tagihan di

meja.

Mereka berdua berjalan sembari bercerita tentang bagaimana Vivian menjalankan sekolahnya, hingga

mereka berhenti di sebuah penjual es krim. Sarah menyuruh Vivian untuk menunggunya di bangku taman, sedangkan dia membelikan dua es krim untuknya dan Vivian. Mereka berdua memiliki kesamaan yaitu menyukai es krim rasa coklat, dan apapun makanan yang rasanya coklat.

Setelah membeli dua es krim, Sarah menghampiri Vivian. Namun langkah Sarah terhenti di balik

semak-semak tat kala melihat Vivian tengah berbincang dengan seorang pria, yang sebelumnya pria itu memeluk Vivian, bahkan mereka berciuman.

“Vivian”. Ucap Sarah dalam hati keheranan melihat Vivian.

Bagi orang barat, hal seperti ini adalah hal biasa, tapi bagi kehidupan mereka di panti, sangat tidak

mencerminkan ajaran bunda.

Sarah tidak bisa mendengar pembicaraan Vivian dengan pria itu, namun kemudian pria itu pergi

setelah memeluk Vivian kembali.

Sarah keluar dari balik semak-semak seakan dia memang tidak mendengar atau melihat apa yang dilakukan

oleh Vivian. Sarah tersenyum pada Vivian dan memberikan es krim coklat yang barusan di belinya pada Vivian.

“maaf lama”. Ucap Sarah

“tidak masalah, terima kasih sar”.

“sama-sama”.

Sarah duduk di samping Vivian.

“kau dekat dengan seseorang di sekolah? Kau tidak ingin bercerita tentang percintaanmu, itu wajar

bagi remaja seumuranmu”.

“tidak ada, aku tidak memiliki hubungan dengan siapapun”.

“tapi aku yakin banyak yang menyukaimu”.

“tidak juga sar, lalu bagaimana denganmu?”.

“aku tidak berniat untuk berhubungan dengan siapapun saat ini”.

“baiklah”.

Sarah dan Vivian berpisah di stasiun kereta bawah tanah. Sarah sengaja mengantar Vivian sampai

di stasiun. Setelah melaambaikan tangan pada Vivian, Sarah menaiki tangga untuk

pergi, namun dia mengurungkannya dan memilih menunggu Vivian masuk ke dalam kereta,

namun dugaannya benar, Vivian bertemu kembali dengan pria itu, mereka kembali

berciuman dan saling memeluk.

Sarah mengaambil ponselnya di tas dan menghubungi Natali.

“halo”.

“ya sar, why?”.

“aku ijin tidak masuk kerja hari ini, aku ada urusan mendadak, aku akan mengerjakan pekerjaanku

sampai selesai besok”.

“baiklah, aku akan mengatakan pad abos kalau dia mencarimu”.

“baiklah terima kasih banyak Nat”.

Sarah mematikan ponselnya dan memasukkan kembali ke dalam tas.

Melihat Vivian dan pria itu meninggalkan stasiun. Sarah mengikuti langkah mereka. Pria itu membawa

Vivian ke sebuah club yang berada di sekitar sana. Club yang baru di ketahui Sarah, bahkan untuk pertama kalinya.

Sarah terus mengikuti mereka hingga masuk ke dalam club tersebut, Vivian Nampak tertawa bersama pria

itu.

Dari kejauhan ada mobil Ronald, pria itu sejak pagi mengikuti Sarah atas perintah Kevin. Sedangkan

Kevin ada pertemuan penting dengan pemegang saham hari ini.

Ronald langsung menghubungi Kevin ketika Sarah masuk ke club tersebut. Kevin yang tengah berada

di rapat pentingnya, menggeram tat kala mendapat pesan dari Ronald yang

mengatakan kaalau sarah masuk ke club di dekat stasiun.

Tidak sampai 15 menit,

mobil Kevin terparkir di samping mobil Ronald, pria itu membungkukkan badan

pada Kevin yang baru saja keluar dari mobil.

“dimana Sarah?”. Tanya Kevin dengan terburu

“di dalam tuan”.

“apa yang dilakukan wanita itu di club ini?”.

“nona Sarah mengikuti temannya yang dia temui pagi tadi”.

“siapa dia?”.

“saya belum tau tuan”.

“baiklah, kau tunggu disini”.

“baik”.

Kevin melangkahkan kakinya menuju club tersebut, mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru club

yang memiliki penerangan minim, hingga matanya menangkap sosok Sarah yang duduk

di bar sendirian, tanpa minuman disana, tapi wanita itu melihat kea rah dimana

pria dan wanita tengah bercumbu mesra.

Kevin tidak menghampiri Sarah, pria itu memilih duduk di sofa yang berada di sudut lain sambil meminum

wine yang di tawarkan pelayan.

Seorang pria menghampiri Sarah dan mencoba menyentuh tubuh Sarah, kevin yang melihat

miliknya di sentuh orang lain langsung berdiri dan menghampiri mereka.

Kevin merangkul pinggang Sarah posesif sembari tersenyum pada Sarah.

“kau menunggu lama sayang?”. Tanya Kevin yang membuat Sarah terkejut dan bingung kenapa ada Kevin

disini.

Pria yang sebelumnya menggoda Sarah, pergi dari hadapan mereka dengan wajah kesal.

“apa yang kau lakukan disini?”. Tanya Sarah

“seharusnya aku yang bertanya kenapa kau ada disini?”.

“itu bukan urusanmu”.

“menyangkut keselamatanmu maka itu menjadi urusanku, bahkan kalau aku tidak datang, pria

itu akan membawa mu ke ranjang. Jadi kenapa kau disini? Apa karena pria dan wanita yang sedari tadi kau lihat?”.

“ya”.

“siapa mereka?”.

“em- bukan siapa-siapa”.

“kau ingin aku mencaari tau siapa pria itu?”.

Sarah menatap Kevin.

“baiklah aku anggap kau ingin aku mencari tau tentangnya, sekarang ayo pulang”.

Kevin menarik Sarah keluar dari club tersebut menuju mobilnya.

“tuan”. Sapa Ronald dengan sopan

“ jangan mengikutiku, kembalilah ke MA Corp karena ada urusan yang harus kau selesaikan”.

“baiklah tuan, jika ada apa-apa tuan bisa menghubungi saya”.

“baik”.

Ronald meninggalkan mereka berdua dengan mobilnya. Sedangkan Kevin dan sarah masih berdiri di luar

mobil. Sarah menolak untuk ikut dengan Kevin.

“kau ingin tau siapa pria itu?”. Tanya Kevin

“ya, kau mengenalnya”.

“dia Michael”.

“siapa dia?”.

“pemilik club tersebut, aku tidak tau kenapa dia bisa mengenal wanita yang kau kenal baik, tapi Michael

adalah pria licik, dia menjual wanita untuk pria hidung belang”.

“aku harus mengatakan itu pada Vivian”. Sarah ingin kembali melangkahkan kakinya ke dalam club, tapi

Kevin menarik tangan sarah agar wanita itu tidak masuk kembali kesana.

1
Sara
Alur cerita yang menarik
yen
kereeennn..
Rhenii RA
Apalah guna kaya tapi b e g o🤣
Shifa Burhan
ini bentuk paling dari wanita mereka tidak mau, tidak rela dan tidak akan memaafka kalau mereka (wanita) ditinggal tapi mereka (wanita) dengan enteng dan gampangnya meninggalkan pasanganya dan yang paling egois lagi mereka (wanita) tidak merasa bersalah sam sekali

dan inilah yang bnyak terjadi novel2
*kalau pemeran utama wanita meninggalkan pemeran utama pria, itu dianggap bukan kesalahan, kalau pun salah minta maaf semua beres yang parah lagi mereka akan menyalahkan pemeran utama pria

*tapi jika pemeran utama pria yang tinggalkan pemeran utama wanita itu adalah kesalahn paling besar, tidak akan mudah dimaafkan, pemeran akan dibuat mengemis2 maaf
Rizka Susanto
Astaga....Sampe baca ulang aku,kirain salah baca di bagian sibambang nasehatin adeknya agar bisa jaga diri mlh sendirinya mlh seorang player 🤣😅
Tari Aja
Luar biasa
DaniMid DaniMid DaniMid
si sarah keras kepala...seperti tidak mau d atur wlopun untuk kebaikannya...g menghargai smua yg d lakukan kevin untuknya
Kalsum Ajies
mantap Thor Terbaik
silviaanugrah
mampir ya kak ke ceritaku.
silviaanugrah
15like untuk ceritamu thor! aku tunggu feedback-nya di ceritaku ya. salam kenal, smg ceritanya sukses! 🌟
🌻
lah biasa nya dinovel² cowok yg suka main cewek,cwok nya main aman dengan pakai kond*m,ini pil KB 😂
🌻
lah laki² kayak Kevin ngomongin cinta,siapa yg percaya😏
Nenk Manieez
hadeh,kevin ni yaaaa....
gk suka sama klakuannya thoooor.......suka nabur benih🤣🤣🤣
Erni Ynnn
kq bodooohhh
Destra Vajrapratama
bodoh bpdoh sarah msu maunya di jebak..sudh tau vivian jahat msh mau menolongnya
Destra Vajrapratama
visual rhorr
Destra Vajrapratama
akhirnya sarah dan baron bertemu
Destra Vajrapratama
baron kk sarah..mudah2an mereka bertemu
Ayu Hardianty
..
Hanhan
Ternyata Kevin itu Bodoh bgt Yach😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!