Jhon Fernando, bos mafia sekaligus CEO terkenal di Britania Raya, memiliki putri bernama Shasya (16 tahun) yang hidup dalam bayang-bayang kekuasaannya. Setelah putrinya lahir ke dunia ini,Jhon menjadi sangat protektif dan mengendalikan hidup Shasya.
Bagaikan Tanaman pengikat,Jhon semakin mengikat erat putrinya jika memberontak terhadap otoriter nya.tanpa dia sadari, Tanaman pengikat itu berubah menjadi kecupan mesra dan sentuhan cinta yang membuatnya semakin takut kehilangan putrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tikanovita Tika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
~Kegabutan Putri Mafia 1
Pagi yang cerah dan segar.semua orang di mansion Fernando sudah memulai aktivitas seperti biasanya.ini adalah hari Sabtu,Shasya libur home schooling.begitupula dengan Zakh yang libur kuliah,kecuali Jhon yang bekerja hari ini.keluarga Jhon sedang sarapan pagi di meja makan seperti biasa.
"Shasya,hari ini dan seterusnya kau akan di awasi Zoya.jaga sikapmu!,jangan sampai kau membangkang perintah Ayah.jika kau membangkang,Zoya yang akan menerima hukumannya!.jika kau butuh bantuan,minta pada Zoya.jika kau sampai terluka,ayah akan menghukum Zoya karna dia lalai!." perintah Jhon serius dengan tatapan tajam pada putrinya yang sedang makan.
"iya, Ayah" jawab Shasya nurut mendengar ucapan Ayahnya yang seperti ancaman.
mendengar perintah Jhon pada Putrinya seperti ancaman. Sinta berkata
"Suamiku,kau jangan terlalu tegas kepadanya,kau membuatnya takut.lihatlah sendiri tatapan mu itu, seperti wajah rentenir saja." ucap lembut Sinta
sementara Zakh masih makan sambil menyimak drama di depannya.
"Aku seperti ini agar anakku patuh, apalagi ini anak perempuan.itu untuk kebaikan hidupnya,jika aku menunjukkan jalan yang salah barulah dia boleh menolaknya.kau juga sayang!" ucap Jhon serius menatap Sinta
Sinta kalah berdebat dengan suaminya,dia lebih memilih diam dan melanjutkan makannya.
mereka melanjutkan sarapan pagi dengan tenang.hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu.sarapan selesai,Jhon berdiri dari duduknya.
"Ayah berangkat dulu" pamit Jhon lalu mengecup bibir Istrinya singkat kemudian mencium singkat pipi Shasya.lalu Jhon pergi melangkah keluar dari mansion menuju tempatnya bekerja.
"mau kemana kamu Zakh?." tanya Sinta melihat putranya pergi dari meja makan.
"aku mau berenang di kolam belakang, Bu." jawab Zakh,lalu pergi
"sayang,ibu mau nonton drama di tv ruang tamu yah! daah" ucap Sinta berdiri lalu pergi dari meja makan. Shasya hanya mengangguk.
Shasya masih diam duduk di meja makan.lalu Zoya menghampiri nya.wanita itu memakai kaos pendek hitam polos dan celana panjang hitam polos.rambutnya lurus,hitam,dan panjang dikuncir kuda.membuatnya terlihat sangat keren.
"selamat pagi Nona Shasya!" sapa Zoya menunduk
"selamat pagi!." jawab Shasya tersenyum
"Nona,anda akan melakukan apa hari ini?" tanya Zoya
Shasya sedang berpikir,lalu idenya pun muncul.
"bagaimana kalau kita duduk di taman belakang mansion sambil bermain."
jawab Shasya
"baiklah, Nona" ucap Zoya
"kau tunggu disini sebentar yah,aku mau ke kamar" ucap Shasya sambil berdiri.
"saya ikut nona." ucap Zoya
"hmm,boleh.ayo!" ucap Shasya lalu menarik tangan Zoya menuju kamar Zakh.
Shasya berjalan di depan Zoya. Zoya dengan teliti mengawasi pergerakan Shasya.sampai di dalam kamar Zakh,Shasya dan Zoya masuk. Shasya langsung mengambil sesuatu,bukan boneka ataupun mainan.tetapi sebuah kotak berisi sisir,tali rambut dan vitamin rambut.hah?apa yang Nona rencanakan?main salon salonan? batin Zoya bingung.
"biarkan saya yang membawa kotak itu nona." ucap Zoya. Shasya mengangguk
"ayo,kita keluar." ajak Shasya,Zoya mengangguk.lalu mereka keluar dari kamar Zakh dan turun ke sebuah taman di belakang mansion
mereka berdua duduk di pinggir kolam ikan koi.lalu Shasya membuka kotak itu.
"hari ini...kita main salon salonan. Zoy,bisa kau sisir dan oleskan vitamin ini ke rambutku?,lalu berikan sentuhan pijatan sedikit.boleh?" tanya Shasya sambil tersenyum.
"tentu saja Nona,mana mungkin saya menolak.saya juga suka main main rambut." ucap Zoya
karna pinggiran kolam yang besar,mereka bisa duduk leluasa. Shasya duduk membelakangi Zoya yang akan menata rambutnya.
pertama tama Zoya menyisir rambut Shasya.dengan lembut Zoya menyisir rambut itu.lalu mengoleskan dengan vitamin rambut.
"pagi ini cerah sekali yah, udaranya juga sangat sejuk." ucap Shasya sambil menikmati setiap usapan Zoya di rambutnya
"iya Nona." ucap Zoya
Zoya memijat kulit kepala Shasya dengan lembut.sampai rasanya Shasya mengantuk dibuatnya.
"Zoy,maaf..apa aku boleh bertanya sesuatu?tentang kehidupan pribadimu?." tanya Shasya ragu
"silahkan nona." jawab Zoya
"kau ini dari mana?aku baru tau kalau Ayah punya pengawal wanita." tanya Shasya
"saya mengenal tuan Jhon sejak lama Nona.sebelum Nona Shasya lahir di keluarga Fernando." jawab Zoya
"benarkah?lalu,kau tinggal dimana selama ini?" tanya Shasya terkejut
"sebelumnya saya tinggal di mansion besar, Nona.tapi tidak sebesar mansion ini." jawab Zoya
"lalu,kau masih punya orang tua?." tanya Shasya
mendengar itu,hati Zoya seketika terenyuh mengingat dirinya yang bahkan tidak tau siapa ayah dan ibunya. Zoya tumbuh besar tanpa orang tua disisinya.
"saya hanya mempunyai keluarga Fernando, Nona." jawab Zoya santai
Shasya terkejut,lalu membalikkan badannya menatap Zoya.tapi Zoya masih terlihat santai tidak terlihat sedih sedikit pun.
"Maksudnya?" tanya Shasya
"Saya tidak tahu siapa orang tua saya,Nona" jawab Zoya santai
"maaf,aku tidak tau." ucap Shasya lirih menatap iba sambil memegang tangan Zoya.
"tidak apa-apa Nona,anda tadi bertanya jadi saya harus menjawab kan?" ucap Zoya. Shasya mengangguk lalu membalikkan badannya membelakangi Zoya.
"sudah cukup pijatnya,sekarang aku mau di kepang.apa kau bisa?." tanya Shasya
"bisa Nona,mau kepang satu atau dua?" ucap Zoya
"dua,tapi setelah selesai,pasangkan pita di setiap ujungnya yah!" ucap Shasya
Zoya mengepang rambut panjang Shasya menjadi dua.lalu memasang pita di setiap ujungnya.main salon salonan sudah selesai.lalu Shasya berjalan ke arah kaca besar di dinding mansion.
"waaah,bagus sekali.kau hebat Zoy!" ucap Shasya senang
"terimakasih nona" ucap Zoya
"sekarang,ayo kita ke dapur!kali ini kau harus membantu ku lagi!" ucap Shasya
"tentu nona!".jawab Zoya berdiri lalu berjalan membawa kotak milik Shasya.
Shasya menarik tangan Zoya sampai ke dapur.saat sampai ke dapur,Shasya melihat para pelayan dan koki sedang bekerja.melihat Shasya masuk ke dapur,semua koki dan pelayan langsung menunduk hormat.
lalu gadis itu melirik ke arah dimana banyak buah segar berjejer di keranjang buah.shasya menuju keranjang buah semangka besar.
"biarkan saya saja nona." ucap Zoya dengan sigap mengangkat semangka besar itu.
"tolong letakkan di meja itu!" perintah Shasya menunjuk meja di pinggir dapur.
lalu Shasya mencari sirup strawberry,ternyata ada di lemari atas wastafel.ada banyak sirup kemasan botol besar di sana.
"chef, bisakah kau ambilkan semua sirup itu?" tanya Shasya menunjuk lemari.
"tentu nona!." jawab chef pria itu lalu dengan mudahnya dia meraih semua sirup itu karna tubuhnya yang tinggi.
"letakkan di meja itu yah!." perintah Shasya menunjuk meja
"terimakasih,dimana susu kalengnya?." tanya Shasya
"biar saya yang mengambilkan nona!." jawab chef satunya lagi
chef itu langsung berlari menuju kulkas,dan mengambil beberapa kaleng susu.lalu meletakkan semua susu kaleng di meja.
Shasya melihat Tupperware besar berisi gula pasir,lalu ia mengambil gula itu dan berjalan menuju meja pinggir dapur tadi.semua bahan sudah siap,masih kurang alatnya.
"Zoy,bisa kah kau mengambil pisau dan talenan?." tanya Shasya
"tentu Nona!" jawab Zoya lalu berjalan mengambil pisau dan talenan.
Shasya berjalan mencari kotak berbahan plastik besar di lemari piring.akhirnya yang di cari ketemu juga.dia mengambil kotak besar itu.
"biarkan saya saja nona" ucap seorang chef pria lalu membantu Shasya.
dapur hari ini di kejutkan dengan kelakuan random putri majikan mereka.semua yang di dapur membantu apa yang di perlukan Shasya.semua bahan yang di perlukan Shasya sudah tersedia di meja.
"hari ini,aku ingin membuat es semangka dengan porsi yang banyak" ucap Shasya.semua yang di dapur mengangguk.
"Zoy,bisa kau panggil 2 orang pengawal di depan?." tanya Shasya
"siap nona!" jawab Zoya.
lalu dia berlari menuju keluar mansion.sesampainya Zoya di depan mansion,dia menghampiri 2 pengawal yang sedang berjaga jaga.
"kalian berdua,nona Shasya memanggil kalian.cepat temui Nona Shasya di dapur!." ucap Zoya
"hah?tumben." ucap salah satu pengawal lalu mereka berjalan menuju dapur.
"nona,saya sudah membawa mereka.apa ada perintah lagi?." ucap Zoya yang berdiri di tengah pengawal itu.
"ada,tapi untuk mereka berdua.tolong belikan 100 pcs fried chicken!sekarang juga!." perintah Shasya serius dengan tatapan tajam seperti Jhon.
2 pengawal itu menelan ludah kasar, seperti sedang berhadapan dengan bos nya tetapi versi sachet.mereka juga terpesona dengan kecantikan nona Shasya yang tetap cantik dengan tatapan tajam.
"ini,uangnya." ucap Shasya sambil memberikan segepok uang dolar pada salah satu pengawal.
"baik Nona" ucap 2 pengawal serempak.lalu mereka pergi membeli yang Shasya inginkan.
"Zoey,ayo tolong bantu aku memotong semangka ini." ucap Shasya
"baik Nona." jawab ya.lalu memotong semangka besar itu menjadi dua.
"Nona,apa anda membutuhkan bantuan kami?." tanya seorang chef
"tolong bantu aku memotong semangka ini kecil kecil." ucap Shasya
2 chef mengangguk paham,lalu memotong semangka itu menjadi kecil kecil.lalu meletakkan nya di kotak besar.
"Nona,anda tidak usah.biar kami saja." ucap Zoya melihat Shasya yang ikut memotong semangka
"tidak apa-apa,aku akan melakukannya dengan hati hati." ucap Shasya
dalam hati Zoya,dia sedikit was was bagaimana jika Nona mudanya terluka tersayat pisau,bisa habis nanti di marahi Tuannya.
mereka fokus memotong semangka. Shasya juga menambah kan semangka besar lagi karna menurutnya masih kurang untuk 100 orang.hingga akhirnya semangka selesai di potong dan di masukkan ke kotak besar.
"chef,tolong buka kan kaleng susu ini." perintah Shasya lembut.chef itu mengangguk lalu dengan sigap menusuk kaleng susu dengan pisau.lalu mereka memasukkan semua susu kaleng ke dalam kotak besar itu.
Zoya juga memasukkan gula dan sirup ke dalam kotak besar itu.
"lalu,air putih yang banyak." ucap Shasya
dengan sigap Zoya dan 2 chef mengambil air putih ber liter liter lalu menuangkan air itu ke dalam kotak besar.
HOSS HOSS HOSS!
Zoya dan 2 chef ngos ngos-ngosan. Shasya tak tega melihatnya.
"kalian pasti lelah, istirahatlah dulu.kita tunggu 2 pengawal tadi sampai" ucap Shasya lembut
Zoya dan 2 chef mencoba bernafas lega.meregangkan otot otot mereka.
Nona benar benar luar biasahh !! batin mereka
bersambung ~
cinta besar pada anak, orang tua, dan kesetiaan baik pada pasangan, persahabatan, semuanya bagus sekali 👍👍👍👍
lanjut 💪
lanjut lagii Thor.. seru lohh... Shasya dikelilingi laki2 dewasa yg super keren semua nya 👍👍😂😂😇
semangat lanjut 💪🤗
yg sebenarnya dia tambah keren.. tapi malah dikiranya dia aneh sampai diliatin gtu sama temen2 nya 😁😁