NovelToon NovelToon
SURAT CINTA UNTUK....?

SURAT CINTA UNTUK....?

Status: tamat
Genre:Komedi / Diam-Diam Cinta / Teen School/College / Teen Angst / Tamat
Popularitas:165.1k
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Ferina

Ini bukan seperti cerita-cerita yang lain yang banyak menceritakan tentang pernikahan, tetapi novel ini hanyalah sederhana yang menceritakan tentang percintaan dan kehidupan remaja.

Seorang gadis remaja berumur 17 tahun yang memiliki nama lengkap Ana Pricila hampir setiap hari waktunya ia habiskan untuk menulis surat cinta yang ia sendiri juga tidak tau kepada siapa penerima surat cinta tersebut.

Namun pada suatu hari ia harus pindah dari apartemen miliknya ke rumah keluarga atau rumah utama, disebabkan ada terjadi kendala sesuatu. Dan di tengah perjalanan pindahan, ia mampir di sebuah cafe terlebih dahulu untuk mengisi perutnya yang terus berbunyi, namun naas saat ia ingin pulang Ana meninggalkan peti berisikan surat di cafe.

Seorang pemuda tampan yang merupakan anak dari orang ternama di negaranya, menemukan surat yang tertinggal milik Ana tersebut di cafe saat ia ingin makan di sana.

Dika Rontiwa itulah namanya. Nama belakang RONTIWA ia dapatkan dari nama belakang ayahnya, dan nama tersebut juga menjadi nama perusahaan yang bergerak di bidang teknologi milik keluarganya. Nama perusahaan tersebut ialah RONTIWA COMPENY.

Saking penasarannya Dika dengan surat itu maka ia membaca isi surat yang berhasil membuat ia memiliki sebuah rasa penasaran yang tinggi untuk segera membaca isi surat tersebut. Kata-kata indah yang dirangkai penulis surat tersebut berhasil membuat Dika jatuh cinta dan ingin bertemu dengan sang Penulis. Ia mengagumi sang penulis surat, tapi ia tidak tau siapa yang menulis surat tersebut karena di situ tidak tertera nama penulis, sehingga menyulitkan dirinya untuk mengetahui identitas sang penulis surat.


Apakah mereka akan di pertemukan? dan jika mereka bertemu bagaimana reaksi Ana dan Dika?

Bukan hanya tentang surat saja tapi novel ini juga menceritakan tentang rahasia besar yang satu persatu mulai terungkap.

------
gimana kelanjutannya? jom cekidot baca cerita aku.

WARNING

JANGAN BACA KALAU GAK MAU NANGIS BOMBAY SAMA KETAGIHAN
& KEBAPERAN

DON'T COPY DAN BACA DARI AWAL TIDAK LONCAT-LONCAT AGAR FEELNYA DAPAT.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Ferina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 11

Wellcome back my story

Jangan lupa like dan comen

Happy reading all

__________

Ana membuka pintu rumah dengan kencang sehingga pintu tersebut yang di buka kasar oleh Ana menghasilkan bunyi yang cukup kuat di ruangan yang tadi ia buka kasar pintunya.

Sontak semua orang yang berada di dalam ruangan itu yang mendengar Dobrakan pintu dari arah luar langsung mengarahkan tatapan mereka kearah Ana yang sedang berdiri di depan pintu dan menampilkan wajah datarnya tanpa ekspresi.

Ana menatap satu satu kearah pasang mata yang berada di dalam ruang tamu yang sedang menunggu dirinya pulang dari sekolah sehabis ayahnya menelpon Ana tadi sewaktu masih di sekolah untuk lekas pulang karena ada sesuatu yang ingin Toni tanyakan kepada Ana.

Di dalam ruangan tersebut ada terdapat Toni, Vanesa, beserta sang anak kesayangan Misla yang merupakan kaka kandungnya. Ana beranjak berjalan ke arah mereka semua yang sedang memandang Ana dengan muka yang memerah yang tentunya mereka semua dalam keadaan marah.

Ana duduk di sofa yang ada di ruang tamu dengan posisi yang menghadap kearah mereka bertiga. Ana menatap mereka meminta penjelasan untuk apa dirinya di suruh pulang cepat dan tidak boleh telat sedikit pun atas waktu yang telah di tetapkan ayahnya selama 20 menit. Dan apabila telat dengan waktu yang telah di berikan sedari ayahnya menelpon, maka ia di haruskan mengerjakan pekerjaan pembantu selama 24 jam.

Toni ayahnya Ana pun berdiri dari tempat duduknya dan mengambil sesuatu di dalam tas kerja yang biasa ia gunakan untuk bekerja di kantor. Ana menatap kearah sesuatu yang telah ayahnya ambil tadi di dalam tas kerja kemudian ia melirikan matanya ke arah mata Toni yang sedang menatap dirinya dengan napas yang memburu kerana emosi.

Ia sebenrnya tau kertas apa yang di keluarkan oleh Toni tadi. kertas tersebut yang berisikan tanda tangan kontrak itu merupakan kertas perjanjian kontrak penerbitan Novel yang ia terbitkan kemarin.

"Jelaskan apa ini!!!" Bentak Toni kepada Ana yang sedang menggenggam tangan nya kuat untuk berusaha menahan kemarahannya kepada sang ayah yang telah menghempaskan kasar kertas tersebut keatas meja.

Kertas tersebut tadi Toni dapatkan saat ia masuk kedalam kamar sang anak untuk mengambil berkasnya yang berada di dalam kamar Ana bekas ia bekerja kemarin, sebab kamar Ana waktu itu merupakan ruang kerja Toni, dan ia tak sengaja tadi melihat surat kontrak yang berada di rak buku belajar Ana.

Ana mengambil kertas tersebut yang di hempaskan Toni tadi. Ana memandang kertas tersebut sebentar sebelum mengalihkan pandangannya kepada sang ayah yang sedang berdiri meminta penjelasan Ana tentang surat itu.

"Surat kontrak penerbit Novel! Emang apa masalahnya dengan papa kalau Ana jadi penulis Novel? Gak ada kan? Kalau gak ada, papa gak usah larang Ana buat jadi penulis, karena masa depan Ana itu Ana yang nentuin sendiri bukan papa. Lagian papa gak nganggap Ana anak papa kan! Anak papa itu cuman kak Misla tersayang."

"Jaga omongan kamu Ana!" Bentak Toni dengan penuh penekanan setiap nadanya, sebab ia telah terbawa emosi yang membara setelah mendengar pernyataan anaknya tadi.

Toni beranjak dari tempat duduknya dan ingin berjalan kearah Ana yang sedang menatap semua orang dengan mata berkaca kaca yang sebentar lagi air mata tersebut akan tumpah dari bola mata Ana. Vanesa yang melihat suaminya ingin berbuat kekerasan dengan Ana, langsung mencekal tangan Toni agar tidak terlewat batas menghakimi darah dagingnya sendiri.

Toni dan Misla yang melihat kejadian mamanya menahan lengan Toni pun langsung memandang Vanesa heran, kenapa Vanesa tidak ingin melihat Ana yang selalu di siksa oleh Toni, biasanya Vanesa dan Misla lah yang sangat senang menunggu momen Ana menangis akibat kekerasan yang di limpahkan Toni kepada Ana.

"Kenapa?" Tanya Toni bingung kepada Vanesa.

"Pa! Maksud mama jangan sekarang ngelakuin hal itu, ini bukanlah waktu yang tepat. Ana baru pindah ke sini, jika papa nampar Ana yang ada tu anak bakal kabur lagi dari rumah. Kalau mama tau Ana kabur dari rumah gimana? Yang ada mama ngenahan harta warisan kamu. Tunggu waktu yang tepat ngelakuin hal itu," ujar Vanesa mengingtkan sang suami, kemudian ia mengalihkan pandangnnya kearah Ana, "dan kamu jangan coba coba bilang ini semua ke nenek tua renta itu."

Ana yang mendengar perkataan Vanesa tadi pun langsung menampilkan senyum miring, kemudian Ana berjalan kearah Toni dan Vanesa.

"Ternyata orang seperti kalian punya kelemahan juga, gue kira kalian semua orang yang terkuat dan bebas ngatur kehidupan aku sebebas dan semau kalian! Ternyata benar kata pepetah 'sepandai pandainya tupai melompat pasti akan gugur jua'." Ana berjalan maju membelakangi sang ayah dan ibu. Misla yang melihat sang adek berjalan memunggungi mereka pun langsung memutar kepalanya menatap punggung Ana dan hal itu di ikuti dengan Vanesa dan Toni. "Dan sama dengan kalian, sehebat hebatnya kalian di rumah ini tetap saja memiliki kelemahan!"

Toni menggeram marah, "tutup mulut mu Ana!!"

"Orang mulut Ana udah di tutup ko pa."

"Diam kamu anak sialan! siapa yang ngajarin kamu ngelawan papa. Pasti ini semua teman teman kamu yang berengsek itu kan mempengaruhi otak mu itu buat berani ngelawan papa, pokonya kamu tidak boleh berteman dengan mereka lagi, oh dan satu lagi jangan pernah lagi menjadi penulis, malu maluin keluarga kita aja kamu."

Ana langsung membalikan badannya 180 derajat saat telinganya mendengar perkataan sang ayah yang cukup berhasil menorehkan luka di hati Ana.

Kini air mata yang di tahan sedari tadi pun gugur menerpa pipi mulus Ana yang tidak ada satu pun di tumbuhi oleh jearawat yang bersarang di sana. Ana yang merasakan air matanya tumpah itupun langsung mengusap air mata tersebut dengan menggunkan punggung tangannya.

"Papa pengen tau siapa yang ngebuat Ana jadi begini berani ngelawan papa? Asalkan papa tau ya! Yang menyebabkan Ana jadi begini adalah papa sendiri. Papa dan keluarga papa yang telah nyakitin Ana! Dan Ana sekarang sadar kalau Ana terlalu lemah maka Ana lah yang akan di usik oleh kalian hiks~hiks," lirih Ana sambil terisak pilu saat memorinya memutar kembali kenangan pahit yang selalu tersimpan rapat di kepalanya.

Toni akhirnya tidak bisa lagi mendengar perkataan Ana yang telah melampaui batas melawan dirinya. Kini api yang sedari tadi membara tetapi di tahan untuk tidak meluap pun berkobar.

Toni berjalan maju kearah Ana yang tetap diam di posisinya, tangan Toni yang tidak bisa di cegah pun terulur kearah pipi Ana. Ana yang meliahat sebuah lengan kokoh ingin menghampiri wajahnya, dengan gerakan cepat ia menahan tangan tersebut agar tidak mendarat mulus mengenai wajahnya yang lembut dan tangan sang ayah yang di cekal tadi pun melayang di udara.

Ana menghempaskan tangan Toni yang ingin menampar dirinya. Cih dasar ayah yang tidak jauh bedanya dengan seorang pisikopat saat berhadapan dengan dirinya. Sungguh bukan impian Ana untuk di berikan seorang ayah yang tidak berperikemanusiaan seperti ayahnya oleh sang maha pencipta Allah SWT.

"Papa gak usah main tangan dengan Ana jika tidak ingin sesuatu terjadi kepada papa."

Setelah mengatakan itu Ana langsung beranjak pergi meninggalkan tempat ia berpijak tadi, namun baru beberapa langkah ia menghentikan perjalananya dan mengatakan sesuatau kepada orang yang berada di ruanagn itu.

"Dan satu lagi! Ana gak janji buat nggak ngomong ini semua ke nenek."

"Dasar kamu anak tidak tau di untung, udah baik mama papa mau ngasih kamu tumpangan," teriak Misla kepada Ana yang ingin melangkahkan kakinya hingga belum sempat kakinya menyentuh lantai, suara Misla dari belakang mengharuskan Ana meletakan kakinya ke posisi semula.

"Akhirnya buka suara juga ka Misla terhormat, kira Ana kaka tadi bisu nggak bisa ngomong," sindir Ana kepada Misla yang sedari tadi diam menyaksikan drama yang cukup menegangkan dan dengan mata Ana yang menatap lurus kedepan kesebuah bingkai foto keluarga yang tanpa Ana di dalam foto tersebut yang terpajang rapi di tembok berwarna putih berbaurkan merah di sisi tembok itu.

Misla terdiam, ia sengaja tidak menanggapi ucapan Ana. Ana yang tidak mendengarkan ocehan Misla lagi langsung mengangkat kakinya seraya berjalan kearah dapur meninggalkan ruang tamu yang membuat ia menjadi terbawa perasaan begini.

Kamar Ana terletak dekat bagian dapur yang mana kamar tersebut di sengajakan ibunya memilihkan kamar di situ. Sesampainya di depan pintu kamar, Ana langsung masuk dan membanting pintu kamar dengan kasar, seolah olah dengan begitu ia menggambarkan hatinya yang sedang terluka.

_________

Tbc

Maaf ya guys, sebenarnya Author pengen dalam satu part ini ada dua tempat kejadian, namun keinginan tersebut author urungkan karena jika di buat satu part maka part ini aka terlalu banyak sehingga kalian malas untuk baca. Jadi Author bagi dua aja, kejadian yang satunya lagi Author posting di part selanjutnya.....

1
MYs - Zen
??
Imas Karmasih
mampir thor
Vivin Yulistian Pradesti
ending ny sedih bngt
RR_aya
aku mampir kak, lagi belajar nulis ni... boleh dikasi saran nya ya... jangan lupa mampir di karya receh aku ya kak.,Miss My siter. Ditunggu komen nya...
YsryhAbdh28💜
💖💖💖💖
Lian Hl
thor kenapa baru update udah lama saya tunggu kelanjutan novel ini
Kang cilok: mampir kak ke hantu tampan 😄
total 1 replies
senja_
kok gak up2 Thor??
youuuu
kak kok nggak update lagi.?
Indah Aghniyal Kafi
lama bgt
As-Sana (IG: rain_session: Kalau berkenan mari mampir ke novel saya ka HARMONI CINTA MELISA ❤️🤗

Kisah Sweet Rommance antara Pemain Biola dan Pianis ..
total 1 replies
Bayu Bila
jbenci jadi cinta dika
Frisca
lanjut thor.
Frisca
Boom like thor semangat trus....

ada salam dari " Salsa & Raihan + Ku Hanya Ingin Dicintai".

Sehat selalu...
youuuu
pasti V kalau nggak gitu Sehun iyha kan
Nna'
lanjut donk kak...
Endog
lanjut dong thour
Indah Aghniyal Kafi
lanjut dong
Indah Aghniyal Kafi
🥰
LeoRani
manattap ceritanya kak lanjuutt.
Nur hasanah
lanjut dong kk
seruuu ceritanya
My Heart
Lanjut thor. Suka bngt jln critax ❤❤❤❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!