NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Bima

Terjebak Cinta Bima

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:417.1k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Entah siapa yang menjebak Bima dengan obat sampai harus memanfaatkan gadis yang tidak berdaya bernama Olivia, di malam pertunangan gadis itu

“Saya khawatir kalau nanti Olivia ….” Bima menjeda ucapannya lalu menghela nafas,“Hamil.”

“Kamu pikir aku mau mengandung anak kamu! Kalaupun aku hamil, pasti akan aku gugurkan,” pekik Olivia

Benarkah Bima dan Olivia dijebak? Mungkinkah Bima dan Olivia akhirnya menjadi pasangan dan melupakan masa lalunya?

====

Spin Off : Jerat Cinta Dibalik Dendam

IG : dtyas_dtyas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 11 ~ Bukan Pera_wan

Bima menghembuskan asap rokoknya lalu membuang puntung rokok yang sudah pendek. Mengingat kembali pembicaraannya dengan Olivia. Meski wanita itu tidak sedikit pun menatapnya, tapi dirinya puas memandang wajah cantik Olivia.

Paling tidak Bima sudah menyampaikan isi hatinya. Dia dan Olivia sama-sama terjebak dan Bima siap bertanggung jawab. Hanya saja respon dari Olivia biasa saja, tidak terlihat emosi apapun. Hal ini semakin membuat Bima khawatir.

“Hahh.” Hela nafas Bima.

“Bima.”

Bima menoleh, ada Ibunya sudah berdiri di samping bale di mana tempatnya berbaring. Saat ini sudah hampir pukul sepuluh malam dan Bima sedang berbaring malas di depan rumahnya.

“Eh, iya Bu. Duduk sini,” ujar Bima yang sudah beranjak duduk dan menepuk area di sampingnya.

Ibu dan anak itu tidak saling bicara, hanya diam dengan lamunannya. Sampai Akhirnya Salamah, membuka suara.

“Bim, kabar perempuan itu gimana?”

“Perempuan yang mana Bu?” tanya Bima pura-pura tidak mengerti siapa yang yang ditanyakan oleh Ibunya.

Salamah menoleh dan memukul pelan paha Bima, membuat pria itu mengaduh sakit.

“Baik Bu, dia baik. Kalau dilihat-lihat tambah cantik,” seru Bima.

“Ibu kepikiran ….”

“Bu.” Bima duduk miring menghadap Ibunya sambil meraih tangan wanita itu. “Yang Bima lakukan itu salah dan aku sudah sampaikan ingin tanggung jawab. Tolong jangan jadikan masalah ini beban untuk Ibu, biar aku yang pikirkan solusinya. Ibu hanya perlu doakan yang terbaik untuk kami. Aku nggak mau Ibu kepikiran nanti malah sakit.”

“Kasihan Bim, Ibu kasihan dengan perempuan itu. Siapa namanya?”

“Olivia.”

“Iya, Olivia.”

“Sebenarnya, Oliv sedang magang di tempat Bima kerja Bu.”

“Hahh, benarkah? Jadi kamu bertemu dia terus?” tanya Salamah sambil menatap putranya.

Bima menganggukkan kepalanya.

“Satu divisi malah.”

“Mungkin ini campur tangan Tuhan agar hubungan kalian lebih baik, paling tidak dia bisa memaafkan kamu dan kamu menyesal. Kalau pun Olivia tidak terima pertanggungjawaban kamu, Ibu ingin kamu segera menikah,” seru Salamah.

Bima menelan salivanya mendengar nasihat Salamah. Menikah? Pacar pun tidak ada. Saat ini prioritasnya  hanya kerja dan Olivia.

“Menikah Bu? Bima belum siap.”

“Tidak akan ada yang siap. Ibu juga bosan, tiap hari ada aja yang ke sini cari kamu. Ibu-ibu di pengajian selalu tanya kapan kamu nikah, ada yang menawarkan putrinya atau keponakannya untuk kamu. Belum lagi anaknya  Bu RT tuh, setiap hari ada saja makanan yang diantar ke sini untuk kamu,” tutur Salamah.

***

Hari ini mood Bima tidak baik, karena memikirkan nasihat Ibunya. Tanggung jawab pada Olivia dan segera menikah. Berkali-kali pria itu mengusap wajahnya agar kembali fokus.

“Bang Bima, dipanggil Pak Malik di system room.”

Bima mengangguk lalu meninggalkan tempat tugasnya. System room berada di belakang resepsionis. Sudah ada Malik dan Olivia di sana.

“Akan ada kunjungan dari Digital Winner, mereka akan ada acara di sini. Mereka akan  survey beberapa pilihan kamar dan ballroom. Kalian temani saat perwakilan mereka datang, saya ada rapat dengan manajemen,” titah Malik. Olivia dan Bima hanya bisa berkata siap.

Menjelang pergantian jam makan siang, tamu yang dimaksud Malik pun datang. Bima dan Olivia menemani melihat suasana ballroom.

“Hm, okay. Untuk ballroom sudah sesuai dengan spesifikasi yang kami butuhkan.”

Olivia menawarkan langsung melihat beberapa jenis kamar. Ketiganya sudah berada di lift dan memasuki salah satu kamar. Bima sedang menjelaskan fasilitas kamar di mana mereka berada. Sempat melirik Olivia yang menatap ranjang, sepertinya wanita itu teringat kejadian malam bersama Bima.

Bima meremas tangan Olivia sesaat saat melewati perempuan itu dan menuju ke pintu bersama tamu mereka. Olivia menghela pelan lalu kembali fokus pada tugasnya.

“Oliv,” ujar Bima. Saat ini keduanya berada di pantry ruang tunggu pegawai.

“Aku nggak apa-apa dan jangan tanya apapun. “

“Oke,” ujar Bima.

Olivia memijat dahinya pelan. Bima sesekali melirik ke arah Olivia sambil membuat kopi. Kalau diingat sudah lebih dari satu bulan Bima bekerja dan bertemu Olivia sebagai karyawan magang.

“Magang kamu berapa lama?” tanya Bima yang duduk di sofa berbeda dari posisi Olivia duduk.

“Dua bulan.”

“Kamu belum makan, kayaknya ….”

“Sudah dan berhenti bersikap sok perhatian. Aku nggak respek, malah muak,” ujar Olivia lirih lalu beranjak dari sofa meninggalkan Bima.

Ada hal yang mengganggu pikiran Olivia, pesan dari Helen. Tadi pagi Helen mengirim pesan kalau Haris -- kakaknya -- sudah melamar seorang wanita dan mereka akan segera menikah. Olivia pasrah kalau memang hubungannya dengan Haris harus berakhir, tapi secepat itu Haris mendapatkan penggantinya dia jadi bertanya-tanya. Apa sebelumnya Haris benar mencintai dirinya?

Entah apa maksud Helen mengirimkan pesan mengenai Haris, padahal mereka sesama perempuan seharusnya paham bagaimana menjaga hati. Olivia merasa butuh penjelasan Helen karena kisahnya dengan Bima sampai kepada Fahri dan sekarang perasaannya kacau karena masalah Haris.

Setelah pergantian shift, Olivia bergegas ke ruang ganti. Dia ingin segera pulang dan istirahat.

“Supir kamu sudah datang?” tanya Bima.

Olivia hanya mengedikkan bahunya dan menuju pintu keluar. Beruntungnya mobil jemputan Olivia sudah menunggu di jalan belakang gedung hotel.

Olivia tahu kalau Bima memperhatikan dari jauh.

“Jalan pak, cepat ya. Cari jalan alternatif aja, saya nggak enak badan pengen cepat sampai rumah.”

“Baik, Mbak Oliv.”

Sepanjang perjalanan, Olivia menyandarkan kepalanya dan memejamkan mata sambil memijat pelan keningnya. Perjalanan yang hanya satu jam terasa begitu lama, karena mau tidak mau mobil terjebak kepadatan jalan raya.

“Oliv sayang, sudah pulang nak?” tanya Naya.

“Hm,” jawab Olivia menghampiri Maminya. Mencium pipi wanita itu lalu bergegas ke kamar dengan alasan lelah.

Olivia melempar tasnya ke atas sofa saat tiba di kamar, lalu menuju toilet untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Mengenakan piyama pendek, wanita itu merebah di ranjangnya yang terasa nyaman. Olivia merasa fisiknya sedang tidak baik, ditambah psikisnya mendengar informasi tentang Haris, juga kekesalannya pada Helen dan Bima … ya Bima. Setiap hari dia harus bertemu dengan Bima dan perhatian dari pria itu yang malah membuatnya jengkel.

“Aaaaa.” Olivia berteriak dengan bantal di atas wajahnya untuk  meredam teriakannya.

“Kenapa sih, orang-orang begitu menyebalkan. Nggak ngerti banget dengan perasaan aku.”

Wanita itu hampir terlelap setelah bergumam meluapkan isi hatinya saat terdengar ketukan pintu. Sempat mengabaikan dan kembali memejamkan mata, tapi kembali terdengar ketukan pintu kamarnya.

“Siapa sih?” gumam Olivia.

Tidak lama pintu pun terbuka dan ….

“Hai, Olivia. Lo kangen gue ‘kan?”

Olivia berdecak menyadari Helen yang datang. Mereka sahabatan, tapi tidak biasanya Olivia merasa begitu kesal dengan perempuan itu. Helen terkekeh sambil berjalan menuju ranjang Olivia.

“Yaelah, kayak anak perawan di kamar aja. Eh, tapi lo bukan perawan lagi ‘kan?” Candaan Helen menambah kekesalan hati Olivia.

1
Mini Amora
kerennnnn lahhhhh pkknya thor👍👍👍
Mini Amora
kasian Bima..
walaupun gak sepenuhnya salah tp keadaan yg bikin Bima bersalah..
lawannya keluarga kalangan atas pula...
kuat² yaaa Bima🤭
Mini Amora
jangan² sahabat Olivia sndri nihhh yg jebak...
Mini Amora
dari Tristan & Naya langsung cusss ke sini thor😍
Maya Mawardi
ketemu lagi
its mira_ Yazid
bagus banget
Hearty 💕
maaf aku manusia bukan malaikat
Hearty 💕
Helen biang keladi semuanya
mbak mimin
jodoh y bim, ketemu trs
mbak mimin
musuh dlm selimut, sptnya helen
Niè
terimakasih suguhan novel nya thor....
Niè
keinget Agam dan Anja..........miriiiippp eee......
Niè: beautifull painfull punya sephinasera thor ....g sama banget.....cuma bc Bima Oliv...inget Agam Anja d sana....cerita lama juga...
total 2 replies
Erna Suryani
Luar biasa
Jumi🍉
⭐⭐⭐⭐⭐
Septi Lahat
keren2 ceritanya kak thor,, nanti aq sambung lgi dg cerita yg laen nya.. smuanya seru2 n happy ending.. 🥰🥰🥰
Ayu Audy
Luar biasa
Ari_nurin
sahabat model kayak loe mending ke laut aja Helen 😏🤨😡
Ari_nurin
emang harus dimasukkan ke penjara tuh cewek .. ga ada kapok nya ..
Ari_nurin
hey loe emang siapa? enak aja ngusir bima yg suami sah Oliv .. otak loe geser ya Harris 😡😡😡
Sriza Juniarti
the best..slalu bikin baper dan laper
wkwkckk..good job,teruslah berkarya, bravo anak2 bangsa yg hebat , aku bangga padamu 🥰💪🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!