NovelToon NovelToon
Callie Si Bocah Genius

Callie Si Bocah Genius

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:80.7k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Season Terakhir dari Keluarga Roberto.

Baca Dulu Season Sebelumnya:
1. Anak Genius Milik Sang Milliarder
2. Pesona Si Kembar (Ada Cerita di Balik Gerbang Sekolah)
3. Pesona Si Kembar 2 (Cinta Tersembunyi di Balik Gerbang Kampus)
4. Pesona Si Gadis Badas

Callie Noura Eleanor, bocah cilik berusia 3 tahun dan merupakan anak dari Rachel dengan Lucky. Si bocah cilik cerewet dan sangat genius. Usianya yang baru menginjak 3 tahun itu, dia sudah pintar berbicara dan memainkan senjata andalannya. Begitu licik, hingga membuat keluarga hanya bisa geleng-geleng kepala.

Jika sepupunya seringkali merahasiakan identitas keluarganya, justru berbeda dengan Callie. Dia akan terang-terangan mengaku dari Keluarga Roberto. Hal itu membuat dia selalu berada dalam bahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Drama Cucu

"Opa Julian yang pelit..." teriak Callie saat melihat Julian berada di pintu halaman belakang rumah.

Hahaha...

Raut wajah Julian yang tadinya begitu ceria dan antusias saat melihat adanya Callie langsung berubah datar. Apalagi mendengar tawa dari Lucky dan Ronand yang terdengar seperti menertawakan dia. Sungguh dia dibuat kesal oleh cucu kesayangannya sendiri. Namun saat melihat Callie, Julian tidak bisa marah. Callie adalah cucu kesayangannya yang bisa diajak santai dan hatinya begitu lembut. Berbeda dengan Arthur dan Ralia yang pembahasannya selalu serius. Hal itu membuat dia seperti melihat Ronand.

"Makanya kalau kasih anak dan cucu tuh yang banyak. Ini mah tiap datang kasih uang cuma goceng doang. Jadi sama anak dan cucunya dibilang pelit deh," sindir Ronand pada Julian yang terkenal sangat pelit. Mentang-mentang anak dan cucunya sudah bisa mencari uang sendiri, bisa-bisanya pelit sama mereka. Bahkan Callie, Ralia, dan Arthur lebih sering mendapatkan uang dari Papa Fabio daripada Julian.

"Opa tuh nggak pelit ya. Opa tuh irit. Uangnya ditabung biar bisa belikan kamu rumah, berlian, dan tas mahal." ucap Julian memberikan alasan pada Callie.

"Ilit sama pelit itu bedanya tipis sekali lho, Opa. Kaya kesabalannya Callie yang setipis tisue," Ronand dan Lucky tertawa melihat Julian benar-benar seperti orang tertekan.

Apapun yang diucapkan oleh Julian, mampu dibantah oleh Callie. Julian menghentakkan kakinya berulangkali kemudian duduk di samping Callie. Julian membawa Callie duduk di pangkuannya sambil menguyel pipi gembulnya. Melihat Callie, Julian langsung mengingat Rachel kecil. Dulu saat Rachel kecil, dia sangat jarang bermain dengan anaknya itu. Apalagi ketika bersamanya, pasti ada saja keributan. Hal itu membuat Chiara langsung menjauhkan keduanya.

"Opa jadi kangen sama Mamamu waktu kecil dulu lho. Lucu banget kaya kamu, pipinya juga mentul-mentul kaya gini." Julian menusukkan jari telunjuknya berulangkali pada pipi gembul Callie.

"Emangnya Papa mau balik lagi saat masa kecil aku dan Achel? Papa mau kita pisah lagi," sindir Ronand yang sepertinya masih kesal karena waktu kecil tidak ada peran Papanya itu. Mereka harus terpisah jarak karena Papanya yang tidak bisa melindungi keluarga kecilnya.

"Emangnya Uncle Onand dan Opa pelnah telpisah?" tanya Callie dengan tatapan polosnya.

"Lama ndak?" lanjutnya.

Lucky angkat tangan, dia tidak mau ikut campur tentang kisah kelam masa lalu keluarga istrinya. Tak bisa menyalahkan siapa-siapa juga, semua sudah terjadi. Julian menatap mata Callie yang berbinar cerah. Terlihat sekali jika Callie sangat penasaran dengan apa yang terjadi. Ronand tampak kesal karena setiap membahas masa lalu, selalu saja ingatan kehidupannya yang dulu selalu muncul dalam ingatannya. Bukannya tak bersyukur, hanya saja melihat perjuangan Chiara membesarkannya dulu membuat Ronand selalu merasa dirinya tak berguna.

"Opamu itu dulu punya pacar baru makanya pisah sebentar sama Oma Chiara," ceplos Ronand dengan asal. Julian dan Callie membulatkan matanya mendengar tuduhan dari Ronand.

"Nga..."

"Jadi Opa menduakan Oma Chiala yang cantik jelita itu?" sela Callie sebelum Julian menyelesaikan ucapannya. Bahkan Ronand sudah menahan tawanya karena berhasil menjahili Papanya.

"Siapa itu sengkuninya Opa? Mana weweknya? Sini bial Callie gantung itu lambutnya di atas pohon mangga depan lumah," tambahnya.

Sengkuni? Apa itu sengkuni?

Selingkuhan kali,

Bukannya marah dengan ucapan Callie, Julian malah kebingungan dengan kosa kata yang dipakai oleh Callie. Awalnya Ronand dan Lucky juga begitu tapi kemudian mengerti. Kini Callie sudah berkacak pinggang di depan Julian. Bersiap untuk memberikan ceramah panjang lebar. Sedangkan Ronand dan Lucky malah menikmati moment dimana Julian diomeli oleh Callie.

"Ndak boleh ya, Opa. Masa pelihala sengkuni. Nanti Opa dikutuk lho sama Oma Chiala. Bisa bangklut, biasanya kena kulma." ucap Callie memberitahu sambil mengelus pipi Julian. Hal itu membuat Julian terharu sekaligus menahan kesal. Walaupun galak, tapi ternyata Callie ini sangat penyayang.

Drama queen,

"Karma, Callie. Kurma itu makanan," ucap Lucky memperbaiki ucapan anaknya.

"Sama saja sih, gitu saja kok lepot." Callie hanya mengedikkan bahunya acuh. Terserah dia juga mau mengeluarkan kalimat seperti apa.

"Astaga... Bapak kandungnya aja teraniaya sama anaknya sendiri. Buat lagi aja apa ya?" gumam Lucky yang membayangkan punya anak lagi dan sifatnya tidak seperti Callie.

Ayo makan...

Mau... Mau... Callie mau makan Opa Julian,

Heh...

***

Callie menarik tangan Chiara yang sedang digenggam erat oleh Julian. Bahkan Callie yang sedang duduk di pangkuan Chiara itu membawa tangan Omanya untuk mengusap kepalanya. Setelah makan malam, Julian dan Chiara ikut berkumpul di rumah Rachel. Sedangkan Ronand memilih pulang setelah makan malam. Susan dan anaknya ada di rumah, tak tega dia jika pulang terlalu malam kalau harus ngobrol dulu.

"Ndak boleh pegang-pegang Omanya Callie. Sana sama sengkuni aja," suruh Callie pada Julian yang menatapnya tak percaya. Masih saja Callie membahas hal itu.

"Sengkuni? Siapa itu sengkuni? Hewan peliharaannya Callie yang baru?" tanya Chiara dengan raut wajah bingungnya.

"Bukan, Oma. Sengkuni itu..."

Hmph...

"Sengkuni itu bebek milik tetangga. Iya kan, Callie?" Julian langsung membekap mulut Callie dengan tangan besarnya. Lucky yang melihat itu menahan tawanya. Bisa-bisanya melihat Julian kalang kabut menghadapi Callie.

"Pa, siapa sengkuni?" tanya Arthur dengan berbisik.

"Selingkuhan," jawab Lucky dengan pelan.

Apa? Selingkuhan? Opa punya selingkuhan?

Tiba-tiba saja Arthur berteriak setelah mendapatkan jawaban dari Lucky. Hal itu membuat Lucky panik karena ditatap tajam oleh Julian. Bahkan Callie sampai menganggukkan kepalanya. Pertanda apa yang diucapkan oleh Arthur itu benar adanya. Rachel dan Chiara yang mendengarnya langsung menatap Julian dengan tajam. Julian segera melepaskan bekapan tangannya pada mulut Callie.

"Papa beneran punya selingkuhan? Sudah berapa lama Papa selingkuh?" tanya Chiara dengan tatapan mautnya.

"Enggak, Sayang. Sumpah... A..."

"Ndak usah sayang-sayang kalau masih sama sengkuni itu," sela Callie membuat suasana bertambah panas.

"Tembak dor dor dor itu Opamu, Callie. Enak saja Oma diselingkuhin," ucap Chiara membuat Julian memelototkan matanya.

"Papa jahat banget sih," ucap Rachel dengan mata berkaca-kaca.

"Enggak, Rachel. Papa nggak selingkuh ya. Itu cuma..."

"Cuma fakta kan?" sela Callie dengan cepat.

Setiap Julian ingin menjelaskan, selalu saja disela oleh Callie. Hal itu membuat Julian tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi. Lucky sudah tertawa terpingkal-pingkal melihat Julian panik. Apalagi Rachel dan Chiara sudah menatapnya dengan tatapan tajam. Seakan sudah bersiap untuk menghabisi Julian jika ucapan Callie benar adanya.

"Rasakan itu Papa. Drama dari para perempuan keluarga Roberto itu emang tiada tandingannya," gumam Lucky di sela tawanya.

"Enggak. Itu Ronand yang ngomong asal alasan kita dulu terpisah, Sayang." ucap Julian dengan cepat.

Hahaha...

Muka Opa panik kaya mau disuntik jus jus sama doktel,

Padahal kan kita hanya dlama. Iya kan Mama, Oma?

Iya,

Hah... Jadi tadi itu drama?

Astaga...

1
tia
su callie kurang kerjaan 😁😁
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 astaga gokil nih vadel
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tang Bin
kali mambu itu 🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
achel ga berani marahin Callie, soalnya dia juga kaya gitu dulunya.
Xin
🤣🤣🤭🤭🤭
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 telat
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣jawab aja
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rai Gojess
turunan mu itu Achel😄😄
tia
pingin cubit Callie 😁😁
Atik Kiswati
turunan si achel tu....
🤣🤣🤣🤣
Dewiendahsetiowati
kena prank ya opa Dulian
Atik Kiswati
tiwas yg bc ikutan serius....😄😄😄😄
Novita Sari
callie keturunan papa Fabio keren callie...
Rai Gojess
angkara Callie, opa Julian kena🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
hahahhaha enak kan kulmanya.....🤣😜
ririen handayani
enak klo kena kurma 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
hayoooo 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍🤣👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!