NovelToon NovelToon
CEO DINGIN ITU MEMANJAKANKU

CEO DINGIN ITU MEMANJAKANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nacha Adhi

Sejak usia sembilan tahun, Naura harus menelan pahitnya hidup. Setelah kedua orang tuanya meninggal, ia diasuh Paman Surya dan Bibi Rina yang tidak mampu namun terobsesi pada kemewahan. Naura sering disiksa dan dimanfaatkan, dipaksa bekerja keras demi menghidupi dirinya sendiri dan membiayai sekolah. Meski demikian, ia tumbuh menjadi gadis yang kuat, jujur, dan cerdas hingga berhasil lulus kuliah.

Bekerja di sebuah perusahaan swasta pun tidak membuat hidupnya lebih mudah. Atasan iri memfitnahnya, sementara paman dan bibinya terus memeras gaji dengan ancaman. Saat dipecat secara tidak adil dan berjalan dalam kesedihan, ia hampir tertabrak mobil mewah milik Aldo Pratama—CEO muda yang dingin, berwibawa, dan disegani banyak orang. Pertemuan tak terduga itu mengubah segalanya.

bagaimana kisah menarik selanjutnya... ???? lanjut bacanya sampai akhir yaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nacha Adhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Menjadi Contoh bagi Seluruh Negeri

Surat undangan yang diterima Arka itu bukan sekadar ajakan biasa. Ditandatangani langsung oleh menteri terkait, surat itu meminta keikutsertaan Grup Pratama dalam tim penyusun Pedoman Nasional Industri Berkelanjutan. Tugasnya bukan hanya merumuskan aturan tertulis, tapi juga menjadi acuan yang harus diikuti oleh ribuan perusahaan di seluruh Indonesia, mulai dari yang berskala kecil hingga yang terbesar. Jika berhasil, kebijakan ini akan mengubah cara pandang dunia usaha selama puluhan tahun ke depan.

Mendengar kabar itu, suasana di rumah terasa penuh makna. Aldo dan Naura duduk bersama Arka di ruang keluarga yang tenang, dihiasi cahaya lampu yang lembut. Selama ini mereka hanya membangun kebaikan di lingkup perusahaan dan yayasan sendiri, namun kini kesempatan itu meluas—untuk membawa perubahan yang lebih besar bagi seluruh negeri.

"Ini bukan sekadar kehormatan, Arka," kata Aldo dengan nada serius namun bangga. "Ini adalah kepercayaan yang sangat berat. Apa yang kamu sumbangkan ke dalam pedoman itu akan memengaruhi jutaan pekerja, ribuan ekosistem alam, dan masa depan perekonomian negara kita. Kesalahan sedikit saja bisa menimbulkan dampak yang meluas, namun jika benar, manfaatnya akan terasa oleh generasi yang belum lahir sekalipun."

Naura menatap putranya dengan pandangan penuh dukungan. "Ingatlah, prinsip yang kita pegang tidak boleh berubah hanya karena kita duduk di meja yang lebih tinggi. Jangan tergoda untuk membuat aturan yang hanya menguntungkan kelompok tertentu, dan jangan takut menyampaikan kebenaran meski banyak pihak yang mungkin tidak setuju. Keberanian untuk tetap lurus adalah hal yang paling dibutuhkan di posisi seperti ini."

Arka mengangguk dalam-dalam, hatinya terasa penuh tanggung jawab namun juga yakin. "Saya mengerti, Ayah, Ibu. Selama ini kita membuktikan bahwa bisnis dan kebaikan bisa berjalan beriringan. Kini waktunya saya bawa bukti itu ke ruang lingkup yang lebih luas. Saya akan berusaha sebaik mungkin, tidak melupakan akar dan tujuan kita sejak awal."

Beberapa hari kemudian, Arka berangkat ke ibukota untuk mengikuti pertemuan perdana. Di ruang rapat besar yang megah, ia bertemu dengan berbagai tokoh: pengusaha besar, pejabat pemerintah, ahli ekonomi, peneliti lingkungan, dan perwakilan organisasi masyarakat. Sejak awal, terlihat perbedaan pandangan yang cukup tajam.

Kelompok pengusaha tradisional berpendapat bahwa aturan yang terlalu ketat akan menghambat pertumbuhan ekonomi, menaikkan biaya produksi, dan membuat produk dalam negeri kalah bersaing di pasar luar negeri. "Jika kita terlalu memikirkan lingkungan dan kesejahteraan sosial, banyak perusahaan kecil yang akan gulung tikar karena tidak sanggup memenuhi persyaratan," ujar salah satu ketua asosiasi dengan nada tegas.

Di sisi lain, kelompok lingkungan dan sosial menuntut standar yang lebih tinggi lagi, bahkan ada yang mengusulkan pembatasan yang sangat ketat hingga menyentuh kelangsungan usaha itu sendiri. "Alam sudah terlalu banyak dirusak demi keuntungan sesaat. Kita harus menghentikan pola ini, apa pun risikonya bagi dunia usaha," tegas seorang aktivis lingkungan.

Suasana rapat menjadi alot, masing-masing pihak bersikukuh pada pendapatnya dan tidak mau mengalah. Di tengah kebuntuan itu, Arka diminta untuk menyampaikan pandangannya. Ia berdiri tenang, membuka presentasi yang telah disiapkan dengan data nyata dari pengalaman Grup Pratama selama bertahun-tahun.

"Saya mengerti kekhawatiran semua pihak," mulai Arka dengan nada yang tenang dan ramah. "Selama ini, banyak yang menganggap bahwa kemajuan ekonomi dan pelestarian alam adalah dua hal yang saling bertentangan—seolah-olah jika satu naik, yang lain harus turun. Namun, berdasarkan pengalaman kami, itu tidak harus selalu demikian."

Ia menampilkan grafik perkembangan perusahaan selama dua dekade terakhir. Terlihat jelas bahwa sejak menerapkan standar lingkungan dan kesejahteraan tenaga kerja yang ketat, biaya operasional memang sempat meningkat di awal, namun dalam jangka panjang justru menurun drastis. Efisiensi energi, pengurangan limbah, serta loyalitas dan produktivitas karyawan yang meningkat membuat keuntungan perusahaan tumbuh lebih stabil dan tahan banting menghadapi krisis.

"Biaya yang dikeluarkan untuk menjaga alam dan manusia bukanlah pengeluaran yang sia-sia, melainkan investasi jangka panjang," jelas Arka lebih lanjut. "Yang menjadi masalah selama ini bukanlah aturannya yang ketat, tapi penerapannya yang tidak merata dan kurangnya dukungan bagi usaha yang sedang berkembang. Kita tidak bisa membuat aturan yang sama persis untuk perusahaan raksasa dan usaha rumahan, tapi kita bisa membuatnya bertahap, terukur, dan disertai bantuan pelatihan serta kemudahan akses modal."

Usulan Arka yang menawarkan jalan tengah itu mulai menarik perhatian semua pihak. Ia mengusulkan sistem penilaian bertingkat, di mana setiap perusahaan diberikan waktu dan dukungan untuk menyesuaikan diri sesuai kemampuannya, bukan dipaksa langsung memenuhi standar tertinggi dalam waktu singkat. Ia juga mengusulkan adanya insentif pajak dan kemudahan perizinan bagi mereka yang lebih dulu memenuhi syarat, serta sanksi yang tegas namun adil bagi yang melanggar.

Selama berbulan-bulan proses penyusunan, Arka bekerja keras meluangkan waktu antara tugasnya di perusahaan dan rapat di ibukota. Ia seringkali harus pulang larut malam, memeriksa setiap butir pasal, memastikan tidak ada celah yang bisa disalahgunakan, dan tetap mempertahankan inti dari tujuan tersebut. Aldo dan Naura selalu siap mendukung dari belakang, berbagi pengalaman mereka ketika menghadapi situasi serupa di masa lalu.

Namun, tantangan tidak hanya datang dari perbedaan pendapat. Ada pihak yang merasa dirugikan dengan rancangan aturan baru ini, terutama mereka yang selama ini berbisnis dengan cara mengambil jalan pintas dan memanfaatkan kelonggaran peraturan. Mereka mulai mencoba memengaruhi proses, menyebarkan pandangan negatif, bahkan berusaha mendekati Arka dengan tawaran yang menggiurkan agar melunakkan pendiriannya.

Suatu sore, saat Arka sedang menyelesaikan dokumen di kantornya, datanglah seorang perwakilan dari kelompok pengusaha yang cukup berpengaruh. Ia menyodorkan amplop tebal dan berbisik pelan, "Jika Bapak bisa mengubah beberapa poin kunci agar lebih fleksibel, ini hanyalah tanda terima kasih kecil. Nanti akan ada lebih banyak keuntungan bagi Bapak dan perusahaan ke depannya. Banyak pihak akan sangat berterima kasih."

Arka hanya menatapnya dengan pandangan dingin namun tenang, lalu mendorong kembali amplop itu tanpa menyentuhnya sedikit pun.

"Maaf, tapi saya tidak menjual prinsip demi keuntungan apa pun. Aturan ini dibuat bukan untuk menguntungkan kelompok tertentu, tapi untuk kebaikan kita semua. Jika Bapak memiliki usulan yang masuk akal dan mendukung tujuan bersama, silakan sampaikan secara resmi. Namun cara seperti ini hanya akan merusak kepercayaan yang sudah ada," jawabnya tegas.

Melihat sikapnya yang tidak bisa digoyahkan, perwakilan itu pergi dengan wajah kesal, namun tidak berani memaksakan kehendak. Berita penolakan itu pun tersebar, dan justru semakin memperkuat posisi Arka sebagai orang yang dapat dipercaya dan tidak mudah disuap.

Setelah satu tahun proses panjang yang penuh perdebatan, revisi, dan penyempurnaan, akhirnya Pedoman Nasional Industri Berkelanjutan itu resmi ditetapkan dan diundangkan. Dalam acara peresmiannya, menteri yang membidangi urusan itu memberikan penghargaan khusus kepada Arka dan Grup Pratama atas kontribusi dan keteladanan yang diberikan.

"Tanpa keberanian dan pandangan luas yang ditunjukkan oleh rekan-rekan seperti Tuan Arka, pedoman ini mungkin hanya akan menjadi tulisan di atas kertas saja. Kini kita memiliki acuan yang adil, realistis, dan membawa kita ke arah kemajuan yang sesungguhnya," ujar menteri dalam sambutannya.

Pulang dari acara itu, Arka membawa salinan dokumen resmi itu ke rumah, meletakkannya di hadapan Aldo dan Naura. Wajah mereka terlihat penuh rasa syukur dan kebanggaan yang mendalam.

"Kita tidak hanya mewariskan perusahaan atau harta, tapi juga warisan cara berpikir dan bertindak yang kini bisa dinikmati oleh banyak orang," kata Aldo sambil menepuk bahu putranya. "Ini adalah pencapaian yang jauh lebih berharga daripada angka keuntungan sebesar apa pun."

Namun, saat mereka merasa tugas ini telah selesai dengan baik, sebuah kabar baru datang dari Yayasan Harapan dan Alam. Sebuah penemuan menarik terjadi di area hutan lindung yang dikelola yayasan—sebuah situs peninggalan sejarah yang belum pernah diketahui sebelumnya. Penemuan ini membawa peluang untuk mengembangkan kawasan itu lebih lanjut, namun sekaligus menghadirkan tantangan baru untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya, alam, dan kepentingan masyarakat.

1
elfanaya 💞
kamu udh dpt gaji mending keluar dari rumah yg berasa seperti neraka itu
Kim Borahae
seru😍. semangat terus ya 💪

Btw, saya pun baru mula menulis novel kalau ada masa boleh tinggalkan komen. Tinggal tekan profile saja, terima kasih /Joyful/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!