NovelToon NovelToon
Penyesalan Suami : Pernikahan Balas Dendam

Penyesalan Suami : Pernikahan Balas Dendam

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Virzha

Stella Medison seorang putri angkat dari keluarga konglomerat. Dimalam pernikahan kakaknya, Stella dijebak hingga tidur bersama Xander Oliver, calon suami kakak angkatnya sendiri.

Stella dibuang keluarganya dan dipaksa menikah dengan Xander untuk balas dendam.

"Bencilah aku sekuat dan sepuas yang kamu mau, aku akan menerima setiap luka yang kau berikan" ~ Stella Medison.

"Aku tidak akan berhenti membencimu sebelum air matamu habis" ~ Xander Oliver.

Akahkah Stella kuat menghadapai segala siksaan batin dam fisik dalam rumah tangganya? Sedangkan dia juga mempunyai penyakit yang mematikan?

Simak ceritanya hanya di novel ini ya...

JANGAN LUPA TEKAN TOMBOL LIKE, KOMEN, FAV DAN VOTENYA KARENA ITU SANGAT BERHARGA BAGI AUTHOR.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Daniel.

Stella kembali pulang ke rumah setelah mendapatkan obatnya. Sebenarnya obat itu bukan mengobati penyakit Stella, namun hanya bisa mengurangi rasa sakit pada diri Stella saat penyakit itu menyerang. Sebelum pulang ke rumah, Stella menyempatkan diri untuk membeli makanan untuk makan malam nanti. Sepertinya ia tidak bisa memasak karena tubuhnya masih lemah.

"Berapa Kak semuanya?" tanya Stella kepada kasir Restoran.

"Semuanya menjadi ... " kasir itu menyebutkan nominal yang harus dibayar.

Stella mengambil dompetnya untuk mengambil uang, tapi ternyata uang cash-nya sudah habis karena baru saja membeli obat. Ia lalu mengeluarkan kartunya untuk membayar makanan itu.

"Pakai ini aja Kak," ucap Stella menyerahkan kartunya.

"Mohon maaf Nona, tapi saat ini kami tidak melayani pembayaran menggunakan kartu, dikarenakan mesinnya rusak. Tolong di bayar cash saja, Nona" ucap kasir itu tersenyum sopan.

"Oh, baiklah. Aku akan mengambil uang di depan," sahut Stella sepertinya harus mengambil uang di ATM yang berada tak jauh dari Restoran itu.

"Pakai ini saja," suara berat terdengar dari balik punggung Stella membuat dirinya menoleh.

"Kak Niel?" seru Stella sedikit kaget melihat sosok Daniel berada di sana.

Daniel tersenyum kecil melihat Stella, ia lalu mengeluarkan dompetnya untuk membayar makanan Stella.

"Berapa tadi totalnya?" tanya Daniel kepada kasir.

"Totalnya ..."

"Eh, Kak Niel. Tidak usah, aku akan membayar makananku sendiri," Stella mencegah saat Daniel akan membayar makanan miliknya.

"Tidak apa-apa. ATM dari sini cukup jauh. Pakai uangku saja dulu," kata Daniel tak keberatan sama sekali, ia tetap membayar semua makanan yang di beli Stella.

"Baiklah, nanti aku akan mengganti uang Kakak," kata Stella benar-benar tak enak hati.

"Santai aja lah, kayak sama siapa aja," ucap Daniel tersenyum santai.

"Enggak bisa gitu, Kak. Aku akan tetap menggantinya, Kakak kesini sama siapa?" tanya Stella celingukan mencari orang yang datang bersama Daniel.

"Sendiri, aku tadi sedang mengadakan meeting bersama klien, tak sengaja melihatmu disini," kata Daniel seadanya, ia juga tak menyangka akan bertemu Stella disana.

"Oh, gitu. Kakak kira-kira sibuk nggak, gimana kalau aku ambilkan uangnya sekarang, Kakak tunggu dulu," kata Stella.

"Sibuk, aku sibuk banget. Ini juga udah mau pergi," kata Daniel berbohong, tak ingin Stella terus membahas uang yang menurutnya tidak seberapa itu.

"Yah, kalau gitu aku minta nomor Kakak. Nanti, kalau aku udah ada uangnya, aku hubungi Kakak," kata Stella tak ingin sampai punya hutang kepada Daniel.

"Astaga Stella, aku beneran enggak apa-apa. Kenapa kamu jadi enggak enakan gini sih. Tapi kalau kau benar-benar ingin mengganti uangnya, bagaimana kalau kau ganti dengan mentraktirku makan siang?" kata Daniel sedikit meringis, merasa dirinya terlalu modus.

Stella berpikir sejenak, mengganti uang dengan mentraktir makan, sepertinya tidak masalah. Hitung-hitung sebagai ucapan terima kasihnya kepada Daniel karena sudah membantunya.

"Baiklah, aku setuju Kak, aku akan mentraktir Kakak makan. Kakak atur saja waktu dan tempatnya," kata Stella membuat senyum Daniel merekah.

"Secepatnya" ucap Daniel saking senangnya hingga keceplosan. "Eh, maksudku besok atau kapan pun tidak masalah," ucap Daniel meralat ucapannya.

"Oke, aku pulang dulu ya Kak. Terima kasih atas bantuannya," ucap Stella mengulas senyum tipisnya yang manis.

"Baiklah," Daniel mengangguk mempersilahkan, namun ia ingat sesuatu.

"Stella ..." panggil Daniel menghentikan langkah Stella yang sudah hampir sampai di ambang pintu.

"Ya Kak?" merasa terpanggil, Stella pun langsung menoleh.

"Berikan aku nomor ponselmu," kata Daniel sedikit gugup, ia sudah seperti ABG ingusan yang grogi saat ingin menemui kekasihnya.

"Buat apa, Kak?" tanya Stella menekuk wajahnya.

"Ehm, jaga-jaga saja. Siapa tau nanti kau akan kabur sebelum mentraktirku makan siang," kata Daniel mencari-cari alasan yang masuk akal. Padahal sejatinya, ia hanya ingin mempunyai nomor Stella agar bisa dengan mudah menghubungi wanita itu.

"Astaga, Kakak pikir aku se licik itu," kata Stella merengut kesal.

"Tidak, aku hanya berjaga-jaga," kata Daniel lagi.

"Baiklah, mana ponsel Kakak, aku akan menulisnya,"

Daniel segera mengeluarkan. ponselnya dan menyerahkannya kepada Stella. Setelah wanita itu menulis nomornya, rasanya hati Daniel sudah sangat senang sekali. Langkah pertama untuk mendekati Stella, sepertinya berjalan lancar.

"Stella, andai saja kau tau perasaanku," batin Daniel menatap punggung Stella dengan tatapan teduhnya.

****

Sesampainya di Apartemen, Stella segera menata semua makanan itu di meja makan. Kepalanya kembali terasa sakit dan ia sepertinya harus segera istirahat. Setelah membersihkan dirinya, Stella langsung menjatuhkan dirinya di kasur. Penyakitnya ini jika sudah kambuh, memang sering kali membuat tubuhnya mudah lelah dan mengantuk.

Stella tidak tau sejak kapan ia tidur, namun rasanya baru sebentar ia memejamkan matanya tiba-tiba ia merasakan guyuran air dingin di wajahnya hingga membuatnya terbangun seketika. Stella tersentak saat menyadari ternyata Xander yang sudah menyiramnya dengan air.

"Xander ..." Stella memandang wajah Xander yang diliputi oleh amarah itu. Kenapa lagi? pikirnya.

"Bangun! Apa pekerjaanmu hanya bisa tidur saat aku tidak ada di rumah!" Xander membentak Stella dengan keras seraya menarik wanita itu dengan kasar hingga turun dari ranjang.

"Xander, ada apa?" tanya Stella tak mengerti kenapa suaminya ini tiba-tiba marah. Apalagi tubuhnya yang masih lemah tak bisa berbuat apapun jika Xander akan bersikap kasar lagi.

"Kau bertanya ada apa? Seharusnya kau lebih tau apa yang sudah kau lakukan!" teriak Xander menyeret Stella ke kamar mandi. Emosinya tampak meledak-ledak membuat Stella sangat takut.

"Xander, jangan seperti ini. Aku sedang sakit," ucap Stella merintih saat tangannya yang kecil terasa nyeri karena sikap Xander.

"Kau sedang sakit? Tapi kelakuanmu di luar sana tidak menunjukan kau sedang sakit!" ucap Xander mendorong tubuh mungil Stella hingga masuk kedalam bath up, lalu ia menyarakan kran air hingga mengguyur tubuh Stella.

"Xander, dingin ..." ucap Stella menahan tangan Xander saat pria itu akan membuka bajunya.

Happy Reading.

Tbc.

1
Nelpika Ajja
si bulol malah nyalahin Joana doang ,itu suami Lo kalau ngak ngeladenin si Joana juga ngak bakalan ada drama perpelakoran iniii🤣🤣
Nelpika Ajja
pantekkk👍
Nelpika Ajja
ini yang namanya bulol (bucin tolol),udah disakitin berkali kali tapi tetap masih cinta..
Febrianti Febri
iya kesel sama steela ga suka karakter kaya gitu sok kuat mati aja sekalian stella
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: halo kak baca juga d novel ku 𝘼𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙂𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profil ku ya😌
total 1 replies
Febrianti Febri
cinta loh itu buta stella udh di sakitin masih aja cinta goblok itu nama nya kaya ga ada pria lain aja
Febrianti Febri
biar si xander jadi gila aja di tinggal stella
Febrianti Febri
setelah ko bodoh banget anak yg loh lahirin siapa yg urus kalo loh mati ga mikir apa suami loh aja ogah punya anak dari loh ,,yg ada anak loh sengsara kalo loh mati
OnyaF
Penulisnya adalah contoh orang yg mau diinjak2 harga dirinya. Ga bisa membuat karakter yg disukai oleh orang dewasa.
OnyaF: Ya fakta sih, Tulisan hasil imajinasi. Dan imijinasi mu tentang karakter utama wanita menunjukan kualitas dirimu sebagai wanita. Kembali ke komen pertamaku hehehe😍👍
total 2 replies
Ra~~~~~
gila ya Stella anak nya udah 4 aja nih
Ra~~~~~
balas dendam kek buat istri kau bodoh kali pun
Ra~~~~~
sumpah pengen ku gampar mukanya iya😠😠😠😠
Ra~~~~~
jahat sekali kau xander, penyesalan akan menantimu
Erus Miati
makin seru ceritany
Asiani
Luar biasa
watashi tantides
Nahkan tripple nyesel deh Xander, malangnya Stella🥺
watashi tantides
Nyesel kan lo dasar suami kejam!
watashi tantides
Sakit banget jadi Stella😭💔
guntur 1609
biadab kau xander
guntur 1609
sdh mulai bucin kau kan tanpa kau sdari
꧁☯𝒞𝒾𝓃𝒹𝓎☯꧂
kok gak ada ya kak di "F"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!