Penjara cinta yang suaminya ciptakan membuat Firda tak tahan lagi . Ia hidup namun tak bisa hidup dengan bebas seperti manusia pada umumnya . Suaminya itu menyuruhnya melakukan hal hal yang tak ia sukai mulai dari Memakai softlens berwarna biru setiap hari , menghadiri les memasak juga menghadiri les piano .
Bukan hanya itu saja , setiap ia pergi keluar dari rumah .Para bodyguard selalu mengikuti dirinya , ia merasa tak nyaman namun ia berusaha berpikir positif bahwa itu semua suaminya lakukan demi keselamatan nya .
Namun semakin hari ia semakin tak nyaman , ia seperti seorang boneka yang hanya bisa pasrah di mainkan dan di atur oleh orang lain . Kebebasan nya seakan terenggut saat ia menikah dengan suaminya itu . Karena merasa lelah dan muak dengan itu semua akhirnya Firda mulai tak menuruti apa mau suaminya . Ia mulai lupa mengenakan softlens biru yang suaminya suruh pakai setiap hari .
Awal nya ia kira suaminya tak akan marah namun justru ia salah . Suaminya murka dan mengamuk hingga berakibat kekerasan dalam rumah tangga yang ia alami .Hal itu semakin membuat Firda tak kuat lagi menjalankan rumah tangga nya , keinginan nya untuk mengakhiri rumah tangga nya semakin kuat setelah mengetahui fakta bahwa suaminya menikahi dirinya hanya karena ia mirip dengan istri laki aki itu yang sudah meninggal . Hatinya semakin hancur kala mengtahui jika perintah perintah yang suaminya berikan hanya lah agar dia terlihat semakin mirip dengan mendiang istrinya .
Hingga akhirnya wanita itu memilih pergi mulai dari meminta cerai yang suaminya tolak mentah mentah. Hingga memalsukan kematian nya sendiri agar terbebas dengan dari cengkraman sang suami .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia puspitaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10 . kenyataan ke 2 .
" Astaghfirullah ...kowe Nemu Nendi iku san ?" Tanya mbok Sur menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang baru saja Santi tunjukan .
" Dikamar Deket gudang mbok , tadi pak Brian nyuruh saya untuk membersihkan kamar itu . dan saya tak menyangka kalau ternyata menemukan foto ini , awalnya saya kira itu foto nya nyonya karena mirip sekali dengan nyonya . Tapi ..setelah melihat namanya , saya jadi tau kalau itu orang lain . " Ucap Santi membuat mbok Yem terdiam . Ia bukan tak tau siapa orang di foto itu namun ia juga ragu untuk mengatakan nya pada Santi .
" Mbok tau siapa wanita ini kan ?, gak mungkin mbok gak tau kan mbok udah lama kerja di sini . Masak sih mbok gak kenal siapa perempuan ini ?" Tanya Santi lagi . Wajah mbok Yem terlihat ragu , kemudian ia mematikan kompor yang masih menyala dan menarik pergelangan tangan Santi menuju halaman samping rumah besar itu .
" Mbok ngapain bawa Santi kesini . Jangan jangan mbok mau bunuh saya ya gara gara saya punya buku nikah ini . " Ucap Santi mulai berpikir macam macam .
" Mbok nek ngomong iku di pikir dulu toh san , aku ora bakal bunuh Kowe . Gak Ono untungnya . seng enek aku mlebu penjara . " ucap mbok nah dengan bahasa jawanya yang sedikit Santi pahami .
" Hehehe aku kira mbok mau bunuh Santi . Terus mbok ngapain bawa Santi kesini ?" tanya Santi penasaran . Mbok Yem menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan . Memastikan apakah ada orang di sana atau tidak . Setelah memastikan keadaan cukup aman akhirnya mbok Yem pun mulai membuka mulutnya .
" wanita yang kamu lihat itu memang bukan nyonya Firda melainkan nyonya Flora . Dia adalah istri pertama tuan Brian . " ucap mbok Yem membuat Santi terkejut .
" Jadi pak Brian memang memiliki 2 istri ya mbok . Terus di mana istri pertama nya tinggal kenapa iya tak terlihat di rumah ini . " Ucap Santi membuat mbok Yem menghela nafasnya perlahan .
" Non Flora meninggal bersama bayi yang ia kandung saat mengalami kecelakaan maut . Saat itu tuan Brian begitu terpukul , ia begitu mencintai nyonya Flora . Saking sayang nya beliau ingin mengakhiri hidupnya sendiri saat nyonya Flora pergi . Namun itu tak terjadi karena ayah dan ibu tuan Brian memohon pada laki laki itu untuk tak melakukan hal itu . Semenjak saat itu tuan Brian berubah sering murung dan mengurung diri di kamar . Tuan dan nyonya bingung dengan keterpurukan anak nya itu . Hingga suatu saat tuan Brian melakukan perjalanan bisnis keluar kota dan pulang dari perjalanan bisnis nya ia membawa seorang gadis yang sangat mirip dengan nyonya flora yang tak lain nyonya Frida . " Ucap mbok Yem menjelaskan masa lalu dari tuan rumah itu . Santi yang sedari tadi menyimak pun begitu terkejut .
" Itu artinya Nyonya Firda dinikahi hanya wajah nya mirip dengan nyonya Flora ya mbok ? , kasihan sekali nyonya Firda . " Ucap Santi membayangkan betapa hancurnya perasaan Firda ketika mengetahui semua kenyataan itu .
" Ya mbok rasa juga begitu san ... Kamu tau tidak kenapa tuan selalu mengatur nyonya ini dan itu ?" Tanya mbok Yem membuat Santi mengerutkan dahi penasaran .
" Kenapa mbok ?" Tanya Santi ingin tau alasan di balik itu semua .
" Karena tuan Brian ingin nyonya Firda sama persis dengan nyonya Flora . Dia menyuruh nyonya Firda untuk les memasak , piano dan juga berpakaian modis . Hal itu semua karena nyonya Flora dulu seperti itu san . Nyonya Flora pintar memasak juga bermain piano , ia juga sangat modis dalam hal berpakaian . Maka dari itu mungkin alasan tuan Brian melakukan hal itu karena ingin nyonya Firda bisa memiliki keahlian dan penampilan yang sama persis dengan istrinya terdahulu . Aku sebenarnya kasian ingin memberitahu ini dengan nyonya Firda tapi aku tak mampu . Tuan Brian menyuruhku untuk menutup mulut ku rapat rapat . Jadi aku mohon jangan beritahu hal ini pada siapa pun termasuk nyonya Firda . " Ucap mbok Yem memperingati Santi .
Tanpa mereka sadari seseorang telah berdiri dari balik punggung mereka . Orang itu nampak terkejut dengan apa yang di dengar nya . Tubuhnya bergetar menahan tangis yang hendak keluar dari matanya . Dengan perlahan ia mundur perlahan namun sayang nya kakinya tak sengaja mengajak ranting di belakang nya hingga menimbulkan suara yang mengagetkan Santi dan mbok Yem .
" Nyonya Frida. " Teriak mbok Yem dan Santi terkejut dengan kehadiran wanita tersebut . Firda terdiam , matanya masih berkaca kaca kemudian dengan langkah perlahan ia pergi menjauh dan Kembali kedalam . Wanita itu begitu terkejut dengan kenyataan yang baru ia ketahui .
Mbok Yem dan Santi saling memandang kemudian mbok Yem melayangkan sebuah cubitan kecil di pinggang Santi hingga wanita itu menjerit kesakitan .
" Kok aku di cubit sih mbok . " Ucap Santi tak terima .
" Gara gara kamu nyonya Frida jadi tau kan . Aduh bagaimana ini san , kalau nyonya Frida sampai mengadu pada pak Brian . Nyawa mbok jadi taruhan nya . Aduh mulut ini , seharusnya aku gak beritahu kamu . Aku nyesel san . " Ucap mbok Yem tak ingin terkena imbas akibat kecerobohan nya yang berkata rahasia terlarang di rumah itu .
" Nyonya bukan orang yang suka orang lain dalam bahaya karena nya mbok . Aku yakin nyonya tak akan berkata apa pun tentang hal ini pada pak Brian . Jadi mbok gak usah khawatir . Justru mbok lega kan karena nyonya sudah tau tentang hal ini jadi mbok gak merasa bersalah lagi sama nyonya . " Ucap Santi membuat mbok Yem terdiam..
" Iya kamu benar san ... semoga saja nyonya tak mengatakan hal itu pada tuan Brian . " Ucap mbok Yem lirih .
Sementara itu di dalam kamar Firda tengah menangis . Hati wanita itu tengah merasakan sakit yang teramat sangat , ia sungguh tak menyangka jika sang suami yg menikahi nya selama ini ternyata hanya menikahi tubuh dan paras rupanya bukan hatinya .
Suaminya menikahi nya karena ia mirip dengan mendiang sang istri hanya manik mata mereka yang tak mirip . Manik mata milik Firda berwarna hitam kecoklatan sementara manik mata Flora berwarna biru terang . Kini Firda tau alasan di balik Brian yang menyuruhnya untuk mengenakan softlens itu setiap hari .
Tak lain dan tak bukan agar ia mirip persis dengan flora . Semua yang laki laki itu suruh kepadanya hanya untuk terlihat mirip dengan istri pertama nya . Hati wanita mana yang tak sakit jika diperlukan seperti itu . Firda semakin terbelenggu dengan rumah tangga itu , Brian sama sekali tak mencintainya . Laki laki itu hanya terobsesi dengan wajah serta tubuh nya.
Setelah mengetahui fakta itu Firda semakin yakin jika ia harus segera pergi dari kehidupan Brian . Ia tak ingin hidup sebagai pengganti orang lain . Ia ingin bebas melakukan apa pun yang ia suka tanpa paksaan ataupun aturan dari siapa pun .
..
...
...
...
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.
tapi seru juga ....
semangat otor.