NovelToon NovelToon
Turun Ranjang

Turun Ranjang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Adca_21

Alina Anastasya gadis cantik berumur 23th yang sedang menempuh pendidikan di luar kota tiba tiba orang tuanya menghubungi nya untuk cepat pulang.

"hallo Alin ini ibu cepat kamu pulang kakak mu sedang kritis" mendengar ibunya yang sangat panik

"hallo ibu ada apa bicara pelan pelan kak Andin kenapa Bu?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 3

   Saat Tio baru memejamkan matanya tapi Andin sangat gelisah kenapa perut nya sakit tapi masih teratur,apa aku mau melahirkan Andin sudah mondar mandir.Tio menyadari Andin tidak ada disebelahnya meraba raba tempat tidur

   "Kamu kenapa Andin kamu ada yang sakit"

   "Aku gak tau mas perut rasanya sakit tapi masih teratur,kayak nya aku mau melahirkan mas"

   "Kenapa kamu gak bangunin aku dari tadi kenapa kamu menahannya sendiri"

   "Sakitnya masih bisa aku tahan mas jadi aku belum membangunkan mu,kamu juga baru terlelap aku gak tega membangunkan nya"

  "Ayo sekarang kita kerumah sakit aja aku gak bisa nunggu seperti ini dengan kamu kesakitan"

   Tio membawa Andin ke rumah sakit dan perawatan langsung menghampiri mobil Tio karena Tio sudah berteriak meminta tolong

  Melihat Andin yang kesakitan Tio seperti kehilangan akal nya biasanya dia terlihat tenang dan dingin bisa menguasai suasana apapun tapi melihat Andin merintih kesakitan dengan peluh yang sudah membanjiri nya Tio tidak bisa tenang.

   "Kamu tahan sayang kamu kuat,apa kamu operasi Caesar aja ya biar kamu gak kesakitan" dengan menggenggam erat tangan Andin

  "Enggak mas aku mau lahiran normal aja gapapa sakitnya masih bisa aku tahan"

  "Tapi aku gak bisa melihat kamu seperti ini Andin kamu kesakitan" tapi ditengah kesakitan nya Andin tersenyum

  "Gapapa mas aku senang kamu mengkhawatirkan aku"

  "Jangan bilang seperti Andin maaf kalau selama ini aku kurang memperhatikan kamu"

   Tapi Andin merintih kesakitan lagi bidan pun memeriksa nya melihat sudah pembukaan berapa.

   "Siapkan semua nya pembukaan nya sudah lengkap"ucap bidan

   Para perawat mempersiapkan semuanya Andin sudah memakai selang infus

   "Ayo ibu Andin kita berjuang sama sama ya tarik nafas nya lalu dorong" Andin memegang erat tangan Tio keringat sudah membanjiri nya

  "Ayo sayang kamu pasti bisa"Tio mengecup kening Andin,Andin berusaha sekuat tenaga nya

  "Ayo Bu sekali lagi ini bayi nya sudah terlihat tarik nafas lalu dorong"

   Dengan sisa tenaga yang seolah diperas habis,Andin memejamkan mata dan mengejan sekuat yang ia bisa.suara bisikan doa Tio beradu dengan bunyi mesin pemantau detak jantung di samping tempat tidur.

    Keluarga Andin dan juga keluarga Tio sudah berada di luar menunggu kelahiran Andin.

    Tepat pukul 05.00 pagi hari,tangisan melengking mengudara,suara itu memecah ketegangan sejak dini hari mengendap di ruangan tersebut.

    Semua keluarga yang menunggu mendengar tangisan itu mengucap syukur karena akhirnya Andin melahirkan.

    "Selamat, Pak Bu... Bayinya laki laki,bayi nya sehat dan lengkap"ucap bidan seraya memeluk bayi yang masih terbungkus pelumas alami

    "Selamat sayang kamu sudah menjadi ibu yang hebat dan kuat terimakasih"Tio sangat terharu melihat perjuangan Andin dan mengecup terus kening Andin

    Andin menghembuskan nafas lega,senyum tipis terukir di bibirnya yang gemetar,bayi mungil itu kemudian diletakan diatas dada Andin untuk proses inisiasi menyusu dini.Hangat kulit bayi itu menjadi penawar rasa lelah luar biasa yang merayapi tubuh Andin.

   Namun kedamaian itu bertahan hanya beberapa menit.

   Saat bidan berusaha melepaskan plasenta dan membersihkan area persalinan, ekspresi wajah tenaga medis itu mendadak berubah keras. Darah merah berwarna segar mengalir terus menerus dari jalan lahir jauh lebih banyak dari persalinan normal pada umumnya.

    "Bidan Nisa,Panggil dokter spesialis kandungan sekarang!siapkan cairan infusan tambahan dan oksitosin" Perintah bidan utama dengan suara yang berusaha ditahan agar tidak panik namun getar kecemasan tak bisa di sembunyikan.

   Tio yang tadinya sibuk menatap wajah sang buah hati mulai merasakan perbedaan atmosfer,Bau besi yang pekat memenuhi ruangan ketika ia menatap kebawah tempat tidur,ia melihat alas kain tempat tidur sudah di penuhi cairan merah yang semakin meluas.

   "Ada apa dokter?kenapa istri saya?"dengan suara gemetar

   "Pak,ibu mengalami pendarahan pasca melahirkan,rahimnya mungkin mengalami atonia tidak berkontraksi dengan baik untuk menutup kembali pembuluh darah.kami sedang berupaya menghentikan nya" jawab dokter spesialis yang baru saja menerobos masuk ke ruangan

  Ruangan yang tadinya hangat berubah menjadi Medan pertempuran medis,tim dokter bekerja cepat.memasang jalur infus kedua memberikan obat obatan penambah kontraksi.

Hingga melakukan pijatan rahim manual,namun darah seolah tidak mau berhenti mengalir.

"Oh ya jeng kenapa ya lama sekali padahal sudah dari tadi bayi nya lahir tapi belum ada yang keluar malah ada dokter yang masuk lagi" tanya mamah Tio

"Sayang juga gak tau jeng kita doakan saja semoga semuanya baik baik saja" tapi firasat seorang ibu tidak baik baik saja hatinya sangat gelisah

"Kamu tenangkan dirimu dulu pasti Andin baik baik saja ayo duduk" ucap ayah Andin

"Tapi mas perasaanku gak enak,semoga Andin baik baik saja"

Nafas Maya mulai terengah engah wajahnya yang semula pucat kini kehilangan seluruh rona kehidupan, pandangan nya mengabur menatap langit langit ruang operasi yang tiba tiba berputar.

"Mas" bisik andin sangat pelan hampir tenggelam diantara bunyi alarm monitor medis yang mulai melengking nyaring menandakan darah nya merosot tajam.

Tio mendekatkan telinganya ke bibir Andin memegang tangan istrinya yang dingin bak es.

"Iya sayang?mas disini, kamu kuat ya sebentar lagi selesai"

"Jaga bayinya ya" suara Andin terputus putus menatap Tio dengan sisa sisa kesadaran yang kian menipis

"Jangan bicara seperti itu! Kita rawat sama sama, Andin tolong bertahan" Tio terisak air matanya jatuh membasahi wajah Andin

Dikota yang berbeda Alina sudah siap siap untuk ke tempat dia dan Aryan bekerja mereka menyewa rumah kecil untuk keperluan konten atau produksi.

Aryan sudah menjemput Alin pagi pagi karena sebelum mereka berangkat untuk kuliah mereka selalu menyempatkan waktu untuk mengecek pekerjaan nya.

"Kak kok perasaan aku gak enak ya"

"Kenapa, apa kamu belum sarapan sayang"

"Gak tau dari semalam perasaanku seperti ini"

"Gapapa sayang mungkin hanya perasaan kamu saja kita sarapan dulu aja"

Ditengah perjalanan suara handphone Alin berdering tertera nama ibunya yang menelpon nya.

"Hallo Alin kamu pulang sekarang nak"

"Ada apa Bu kenapa ibu menangis"

"Kamu cepat pulang kakak kamu melahirkan"

"Iya tapi kenapa ibu menangis harus nya ibu senang karena ibu sudah mempunyai cucu"

"Pulang sekarang alin kakak mu sedang kritis"

"Apa! Iya Alin akan segera pulang Bu"

"Ada apa sayang"tanya Aryan

"Kakak ku sudah melahirkan tapi dia kritis kak tolong putar balik ke kostan ku aku mau bawa barang barangku dulu kak cepat"

"Tenang Alin tenangkan hati mu dulu aku akan mengantarkan mu"

Mobil Aryan melesat menuju kostan Alin tidak membutuhkan waktu lama Alin membawa barang barang penting nya saja,karena jarang kampus Arin dan rumah nya lumayan jauh sekitar dua jam an Aryan mengendarai nya dengan lumayan cepat tapi hati hati,hati Alin sudah sangat gelisah ingin cepat sampai rumah sakit.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!