Seperti biasa ya di novel ku itu rata-rata no pelakor,no konflik berat karena author tidak suka dengan yang namanya pelakor juga tidak bisa membuat konflik berat.
Ciri khas novel author actionnya,romance nya,dan juga para cowok yang sangat setia pada pasangannya dan tidak mudah dekat dengan perempuan lain..intinya manis dan hangat dengan perempuannya dan dingin juga cuek dengan perempuan lain.
Pengabdian dan balas budi mengharuskan dia menyembunyikan identitas aslinya dari khalayak umum kecuali sang bos.
Arick pria tampan dan juga kaya ternyata seorang king Mafia yang merangkap sebagai asisten pribadi anak dari Reyhan Jade Wilson yaitu Georgio Clair Wilson atau biasa di sebut Gio.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alina Aprilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep_10
Arick saat ini tengah berada di ruang kerjanya..dia tengaj gundah memikirkan apakah dia akan membawa Zilea ke acara ulang tahun perusahaannya atau tidak.
Arick masih menimbang-nimbang antara iya dan tidak..jika dia tak membawa gadis itu maka otomatis akan banyak wanita yang mendekatinya dan dia risih akan hal itu tapi jika dia membawa Zilea bagaimana dia akan menjelaskan pada para rekannya.
Huhhh..Arick benar-benar di buat bimbang tapi pada akhirnya dia membawa Zilea juga..urusan penjelasan nanti saja belakangan.
"Zemi..kau siapkan gaun yang tak terlalu terbuka dan tak terlalu tertutup dan antarkan ke sini nanti jam 7 malam" ucap Arick pada asistennya.
"Baik mister"
Zemi segera menuju butik dan menjalankan perintah atasannya..dia tak memilih sendiri tapi minta di pilihkan pihak butiknya dan menyerahkan foto beserta menyebutkan ciri dari Zilea.
Sementara Arick,dia menuju kamar dimana Zilea berada..dia ingin mengatakan oada Zilea untuk bersiap karena akan dia bawa ke acara di kantornya.
"Zi..kau sedang apa?" tanya Arick ketika sudah di dalam.
"Arick..aku hanya membaca saja..ada apa?"
"Nanti jam 6 bersiaplah"
"Bersiap..mau kemana?"
"Menemaniku ke acara kantor"
"Oh..baiklah tapi maaf aku yidak ada baju"
"Tidak usah di pikirkan..aku sudah menyiapkan semuanya"
"Baiklah..terimakasih"
"Hm"
*
*
Singkatnya waktu sudha menunjukkan pukul 6 sore..Zizi sudah bersiap hanya tinggal mengganti pakaiannya saja.
"Apa aku harus dandan..tapi aku tak tau caranya bermake up"
"Tenang saja sudha ku siapkan perias untukmu" tiba-tiba suara Arick terdengar dari arah pintu.
"Arick..sejak kapan di sana?"
"Baru saja"
Zilea terpesona dengan penampilan Arick yang menurutnya sempurna..astaga jantung jangan norak dia memang tampan tapi tidak pantas untukmu jadi jangan norak diamlah.
"Zi..kau kenapa?"
"Ah..ti..dak..hehe tidak apa-apa"
"Bersiaplah sebentar lagi periasnya sampai dan bergegaslah"
"Iya..terimakasih"
Arick tersenyum dan mngusap kepala Zilea kemudian pergi dan menunggu Zemi datang..saat sudah di luar kamar Arick mengambil sapu tangan dan mengelap tangannya yang dia gunakan untuk mengusap kepala anak pembunuh itu.
"Sial..sabar Arick buat dia jatuh cinta denganmu dan tinggalkan dia di saat dia sudha benar-benar mencintaimu maka balas dendammu akan terbalaskan" gumamnya dalam hati sambil mengatur nafasnya yang memburu.
Tak berapa lama kemudian perias dan gaus yang akan di gunakan Zilea sampai..Zizi tengah di make up oleh sang perias itu dengan make up soft tidak terlalu tebal.
Selesai dengan make up nya kini Zizi harus mengganti pakaiannya dengan sebuah gaun yang sudah di bawakan asisten Zemi.
"Woahhh nona..anda sangat cantik" ucap perias itu terpesona.
"Ah..kalian bisa saja..aku justru malu dengan gaun ini"
"Tidak nona..anda benar-benar cantik juga sekseh"
Zilea hanya tersenyum samar..jujur dia sedikit keberatan dengan gaunnya..menurutnya ini terlalu terbuka dna dia tak suka tubuhnya terekspos.
Arick masuk ke kamar setelah para perias pergi..dia masuk dan terperangah melihat penampilan Zilea..cantik dan..astaga kenapa gaunnya begiti terbuka..Zemi sialan.
"Arick..jangan melihatku seperti itu..aku malu"
"Ah..ma..maaf..sudah siap?"
"Sudah tapi_"
"Kenapa?"
"Gaunnya terlalu terbuka..aku tidak nyaman"
"Huhh..sial si Zemi sudah ku suruh cari gaun yang tak terlalu terbuka malah daoat model begini..awas kau Zemi" batin Arick panas melihat tubuh Zilea terekspos.