NovelToon NovelToon
My Old Star

My Old Star

Status: tamat
Genre:Romantis / Dosen / Tamat
Popularitas:43.2k
Nilai: 5
Nama Author: RieyruNa

Cinta berbeda usia antara mahasiswa Jurusan Matematika dan mantan pemain futsal sekaligus seorang Dosen Jurusan Olahraga, mungkinkah perbedaan usia itu akan menjadi penghalang ataukah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RieyruNa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#11 Berpisah Sementara

Nenek Wijaya sedang senyum-senyum sendiri ketika Arfan dan Mentari sampai di meja makan. Melihat keduanya mendekat, Nenek menyongsong Mentari untuk duduk di sampingnya.

"Apakah pinggang Nenek sudah baik-baik saja?" tanya Arfan sambil menarik kursi untuk dirinya duduk.

"Nenek merasa lebih baik sekarang, apalagi setelah mendengar dari pelayan jika kalian sangat dekat." Nenek Wijaya berbicara seolah tanpa dosa, padahal di sebelahnya ada Mentari yang kegerahan mendengar ucapan Nenek barusan.

"Nenek sudahlah tidak perlu dibahas lagi," cegah Arfan sambil menatap Neneknya tajam karena dia tidak mau Mentari merasa canggung jika hal itu terus dibahas.

Selesai mengisi perut, Arfan pamit kepada Neneknya untuk mengantarkan Mentari dan juga sekalian berpamitan bahwa dia akan kembali ke club, kemungkinan beberapa hari ke depan tidak akan pulang ke rumah.

"Kau ini tega sekali membiarkan Nenek sendirian di rumah," Nenek Wijaya sedikit merajuk.

Arfan hanya tersenyum kemudian memasuki mobilnya yang disusul oleh Mentari setelah pamit kepada Nenek.

Nenek Wijaya melambaikan tangannya, "Sering-seringlah datang kemari," ucap Nenek Wijaya yang dibalas oleh Mentari dengan lambaian tangan dan senyum manisnya dari dalam mobil.

"Apakah kau ada acara lain hari ini?" Ucap Arfan ketika mobil yang dikendarainya sudah mencapai setengah perjalanan.

"Hari ini tidak ada acara selain bertemu Nenek,"

"Kalau begitu bagus, temani aku ke club!"

Arfan mengendarai mobilnya menuju club, sesampainya di club, keduanya disambut oleh anak-anak asuh Arfan dan juga manager club mereka.

"Bos kau membawa kakak ipar?" ucap Dio kepada Arfan dengan penuh antusias.

"Akhirnya Bos menyukai seorang wanita juga," ucap yang lain sambil terkekeh.

"Eheeeemmmm...," Arfan berdehem yang membuat semuanya terdiam dan menunduk.

Ternyata hanya dengan berdehem saja sudah membuat nyali mereka menciut untuk meledek dirinya lagi. Mentari yang berjalan di samping Arfan hanya senyum-senyum sendiri dengan perasaan antara bahagia dan malu.

"Kalian berlatih saja yang benar!" ucap Arfan memberikan peringatan.

Anak-anak itu tampak diam seribu bahasa, mereka tahu betul perangai bosnya yang keras di luar namun baik hatinya. Hal inilah yang membuat mereka semakin bersimpatik terhadap Arfan, mereka bertekad akan memberikan yang terbaik untuk club dan mengharumkan nama club.

Tomi memberikan isyarat kepada Arfan untuk berbicara di ruangan lain, "Dio tolong temani Mentari, aku akan segera kembali!"

"Baik bos," jawab patuh Dio.

"Kakak ipar ayo ikut aku, akan aku tunjukan ruangan untuk mengatur strategi pertandingan. Siapa tahu kakak ipar tertarik,"

Mentari mengikuti langkah Dio ke ruangan yang dia maksudkan.

Mentari terduduk di sebuah kursi sambil melihat semua yang tertempel di dinding, "Dio apakah ini semua strategi permainan yang kalian buat?"

"Iya betul sekali, sebelah kanan adalah strategi yang berhasil membuat kami menang dan yang sebelah kiri strategi yang masih gagal untuk membuat kami menjadi juara," ucap Dio menjelaskan.

Mentari bangkit dari tempat duduknya mengamati satu persatu kertas yang tertempel di dinding.

"Dio apakah kau punya salinannya?"

"Manager kami punya semuanya, kau minta sajalah sama bos Kak. Tapi untuk apa?"

"Aku hanya ingin melihatnya saja," Mentari masih mengamati satu persatu strategi itu, rasa penasarannya muncul, bagi Mentari semua itu tiba-tiba menjadi sangat menarik.

Sementara di ruangan lain, Arfan dan Tomi masih berbincang serius terkait ajakan latihan bersama dari tim lawan yang pernah bertanding dengan tim Arfan tempo hari, tim ini dipimpin oleh Zaki rekan satu tim Arfan dulu sebelum mereka memutuskan untuk pensiun lebih cepat.

Tomi tidak bisa memutuskan hal tersebut sendiri jika belum berdiskusi dengan Arfan selaku bosnya di club, sebab menyangkut masa lalu Arfan yang mungkin saja masih membekas dihatinya, apalagi jika harus bertemu dengan Zaki. Terakhir bertemu saat pertandingan, Arfan benar-benar mengabaikan Zaki.

"Bagaimana menurut kamu Fan?" tanya Tomi meminta pertimbangan Arfan.

"Apakah waktunya tepat?"

"Kalau aku melihat jadwal anak-anak dan jadwal kamu di kampus, aku rasa waktunya cukup tepat sebab keberangkatan kita dijadwalkan akhir pekan dan kebetulan minggu depan ada tanggal merah di hari senin dan selasa, jadi kita punya empat hari untuk perjalanan pulang pergi," jelas Tomi kepada Arfan.

"Baiklah kalau seperti itu, atur saja waktunya dan buat surat balasan untuk mereka!"

"Akan segera aku atur," jawab Tomi.

Arfan meninggalkan Tomi dan bergegas menemui Mentari, Arfan menyetujui ajakan tim Zaki untuk berlatih bersama bukan tanpa alasan, dia juga ingin mengukur seberapa kuat sebenarnya tim mereka dan bagaimana strategi yang mereka terapkan agar anak asuhnya menjadi terbiasa.

Dia sendiri akan melakukan analisa skema pertandingan yang tepat yang akan diterapkan jika suatu saat berjumpa tim dengan julukan tim terkuat saat ini tersebut.

"Mentari kecil sedang apa kau?" tanya Arfan begitu melihat Mentari yang sedang asyik dengan tempelan di dinding.

"Bolehkah aku meminjam salinannya?" tanya Mentari sedikit memohon.

"Untuk apa semua itu?" tanya Arfan penuh selidik.

"Aku akan menganalisanya,"

"Lain kali jika kau datang kesini lagi akan aku perlihatkan dan kau boleh melakukan analisa, tapi disini tidak untuk dibawa keluar dari club!"

"Ayo akan aku antarkan kamu ke asrama!" sambung Arfan.

"Baiklah kalau begitu," Mentari pasrah dengan pengaturan dari Arfan.

Kini mereka sudah sampai di depan asrama putri, Mentari turun dari mobil Arfan dan hendak beranjak meninggalkannya.

"Mentari kecil tunggu sebentar!" ucap Arfan dari balik kemudi.

"Ada apa Kak?" Mentari membalikkan badannya.

"Pekan depan mungkin aku tidak bisa menemuimu, kau belajarlah yang rajin!"

"Kak Arfan mau pergi kemana?"

"Club akan pergi berlatih ke luar kota untuk beberapa hari, jadi aku akan mendampingi anak-anak."

Mentari terlihat sendu namun tetap memaksakan senyumnya, "Baiklah tidak masalah, bukankah kita masih bisa melakukan video call?"

"Yap...tentu saja boleh, aku akan sering menghubungimu jika waktunya sedang senggang," janji Arfan kepada Mentari.

"Kau masuklah!" perintah Arfan.

Mentari hanya mengangguk dan langkah kecilnya membawanya masuk ke dalam asrama.

****

Akhir pekanpun tiba, kini Arfan akan berangkat bersama clubnya ke luar kota. Ketika bus yang Arfan tumpangi hendak meninggalkan club, siluet Mentari terlihat oleh Arfan.

"Pak tolong hentikan busnya sebentar!"

Pak supir mengerem bus yang sedang dikemudikannya.

Arfan turun dan menemui Mentari, "Sedang apa kau disini Mentari kecil?"

"Kau mengabaikan pesanku, jadi aku pikir lebih baik menemuimu sebelum kalian berangkat." Jawab jujur Mentari kepada Arfan.

"Oh ya Tuhan, aku sangat sibuk sejak tadi mempersiapkan segala sesuatunya sehingga aku lupa melihat ponselku,"

"Maafkan aku ya," bujuk Arfan berharap Mentari memahami kondisinya.

"Kau hati-hati di jalan, aku pergi dulu!" Pamit Mentari kemudian berlalu pergi dari hadapan Arfan dengan berjuta perasaan yang sulit untuk diungkapkan.

"Hei kau hanya ingin mengucapkan itu saja sampai harus pergi hingga sejauh ini?" Arfan sedikit berteriak karena Mentari sudah berjalan cukup jauh.

Arfan menghembuskan nafasnya, "Baiklah aku akan segera kembali, jangan bersedih lagi Mentari kecil, toh hanya berpisah sementara saja bukan?" gumam Arfan lirih masih dengan memandangi Mentari yang berjalan menjauh.

"Fan sudah waktunya kita berangkat, besok kita bisa kesiangan sampai di Banjarnegara!" ucap Tomi dari dalam bus mengingatkan Arfan yang masih diam terpaku.

Arfan naik kembali ke dalam bus dengan pikiran masih tertuju kepada Mentari kecilnya, sementara itu Mentari sudah sampai di halte bus yang akan membawanya ke asrama. Arfan menghubungi Neneknya untuk memastikan jika Mentari baik-baik saja, sedangkan dirinya akan menghubungi Mentari esok hari ketika sudah sampai di tempat tujuan.

"Dasar bocah zaman sekarang, urusan asmara saja Nenek harus ikut campur," ucap Nenek Wijaya begitu mendengar cerita Arfan.

Arfan merasa lega ketika mendapat kabar dari Neneknya jika Mentari sudah berada di asrama saat ini, hal ini membuat Arfan sedikit merasa lega, paling tidak Mentari baik-baik saja saat ini.

1
Liesdiana Malindu
biasanya juga arvan kalau manggil mentari dgn kata " sayang" tpi ini kok cuman manggil nama aja, bahkan berkali-kali saat d depan Maryana. kalau dia panggil sayang mungkin Maryana Tdk akan salah perhitungan.
Liesdiana Malindu
jangan yg berat2 konfliknya Thor,,, kasihan mentari. masih muda,, masih sekolah,, tapi sudah harus mengalami konflik rumah tangga. jangan buat Arfan kembali ke masa lalu dan menyakiti hati mentari.
RieyruNa Ernawati: Siap kakak 💕💕💕
total 1 replies
Liesdiana Malindu
Thor,,,,bisa gak kata "Kecil" yg di sematkan Arfan di nama mentari di hilangkan sja? soalnya agak aneh aja nyebutnya,🙏☺️
RieyruNa Ernawati: Baik Kak, terimakasih untuk sarannya ya 💕💕💕🥰🥰😘😘😘
total 1 replies
Liesdiana Malindu
berarti Mona tantenya Arfan dong.
Liesdiana Malindu
ooooo,,, rupanya ini yg bikin Arfan membenci Zaki??🤔🤔
Kaisar Tampan
aku udah mampir nikak
bantu dukung karyaku juga ia
simpanan brondong tampan
terima Kasih
Cakrabirawa Tarihoran
hallo kakak semangat berkarya ya kak、ュ
RieyruNa Ernawati: Terimakasih Kak 💕💕💕
total 1 replies
floufrouu
Kak authooor, demi ketenangan hatiku, aku mohon up bab selanjutnya uuyy
TexasTiger
Apa benar Thor, kelanjutannya Pipip pipip calon mantu *sensor maksudnya wkwk. Hanya Author yang tahu!
moon struck traveller
thor, jangan khianati kita ya:( pokoke ditunggu lanjutannya
RieyruNa Ernawati: Baik Kak, ditunggu lanjutannya ya Kak. Mohon maaf slow up karena saudara nikahan jadinya waktunya terkuras untuk membantu segala sesuatunya. 🙏🙏🙏💕💕💕🥰🥰🥰
total 1 replies
WillofWashington
Author lagi semangat ngapain nih? Kalau aku sih lagi semangat baca karya2 author dan nunggu kelanjutannya
Winda Utami
Thor ada lanjutannya kan? *Ada sayang ada!! Tuh kan si author bikin gemes deh! :*
RieyruNa Ernawati: Tentu saja ada Kak, ditunggu ya Kak? 💕💕💕
total 1 replies
SecretFruity
Duhhh kemana aja aku nih! Seseru ini ceritanya‾
Mulya Damanik
akhirnya up juga sekian lama perjuangan ku menunggu .hehehe lanjut ! cemangat
SecretGiggle
Komentarku mendarat untukmu Thor!! Seneng banget bisa baca cerita ini‾
RieyruNa Ernawati: Terimakasih atas dukungannya ya Kak 💕💕🥰🥰
total 1 replies
monsoonblooms
Keren banget demi apa pun suaranya keren banget  minta tanda tangan dong
Hustle Flyswat
Komentarku mendarat untukmu Thor!! Seneng banget bisa baca cerita ini‾
RieyruNa Ernawati: Terimakasih Kakak 🥰🥰🥰, mohon terus dukungannya ya Kak 💗💗💗💗
total 1 replies
Liesdiana Malindu
kok Blum up lgi Thor.?
Liesdiana Malindu
lanjut Thor, 💪💪
Liesdiana Malindu
up nya kok lama Thor??
RieyruNa Ernawati: Ditunggu ya Kak, naskah sedang direview. 🥰🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!