NovelToon NovelToon
Bos Itu Mantan Pacarku

Bos Itu Mantan Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Balas Dendam
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Dua tahun lalu, Tsania memilih mengakhiri hubungannya dengan Arsen, pria yang sangat ia cintai. Bukan karena cinta itu hilang, melainkan karena sebuah rahasia pahit yang memaksanya pergi tanpa penjelasan. Sejak saat itu, mereka menjalani hidup masing-masing, menyimpan luka yang tak pernah benar-benar sembuh.

Takdir mempertemukan mereka kembali dengan cara yang paling menyiksa.

Hari pertama bekerja di perusahaan impiannya berubah menjadi mimpi buruk ketika Tsania mengetahui bahwa CEO muda yang dingin, arogan, dan disegani semua orang adalah Arsen, mantan kekasih yang pernah ia tinggalkan. Kini, Arsen adalah bosnya.

Bagi Arsen, pertemuan itu bukan kebetulan, melainkan kesempatan untuk membalas rasa sakit yang selama ini ia pendam. Ia bersikap dingin, memberi tugas-tugas sulit, dan terus menguji kesabaran Tsania. Namun, di balik tatapan tajam dan sikap tak berperasaannya, masih tersimpan cinta yang tak pernah benar-benar padam.

apakah yang akan terjadi kepada mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tsania 16

"Lalu bagaimana dengan pria bernama Raihan itu? Kenapa dia bisa kenal Tsania dan terus berada di sampingnya?"

Danu merogoh saku jasnya, mengeluarkan sebuah lembaran kertas cetakan tipis.

"Aku sudah minta tim IT untuk memeriksa latar belakang Raihan tadi subuh. Nama lengkapnya Raihan Anugrah. Dia ternyata seorang arsitek senior di konsultan perencana yang kantornya menyewa lantai 8 di gedung kita ini, Arsen."

Arsen mengerutkan dahi, terkejut mendengar fakta tersebut. "Dia bekerja di gedung yang sama dengan kita?"

"Benar," terang Danu tenang.

"Raihan adalah orany yang sebelumnya tak sengaja menolong Tsania saat pingsan. Dia yang membawa Tsania ke rumah sakit semalam setelah mendapati Tsania pingsan di depan lobby,"

"Jadi dia bukan pacar baru dari Tsania? Tak lebih dari orang yang menolong Namira saja kan?"

"Benar. Sepertinya setelah kalian putus hubungan, Tsania tak pernah dekat dengan pria manapun. Dia fokus dengan hidupnya sendiri dan ibunya yang sakit-sakitan. Mungkin Maya yang memberi tahu keadaan Tsania kepada raihan, makanya dia ada di sana,"

"Ck! Lagian untuk apa Maya malah menghubungi pria itu bukannya menghubungi aku yang jelas-jelas adalah atasannya dan juga Tsania!"

Danu menggelengkan kepala perlahan, menatap Arsen dengan pandangan prihatin yang amat dalam. Keputusasaan sahabatnya itu mulai memicu kembali amarah impulsif yang menutup akal sehat.

"Arsen, tolong pakai otak dinginmu," tegur Danu penuh penekanan.

"Tsania pingsan di lobi gedung ini saat jam pulang kantor, dalam kondisi menggigil hebat dan terus memanggil ibunya! Maya panik setengah mati. Kamu tahu sendiri bagaimana kamu memperlakukan Tsania belakangan ini. Apa menurutmu Maya berani menelepon CEO yang baru saja membentak dan mempermalukan Tsania di hadapan Aurelia dan para direksi?"

Arsen bungkam seketika. Pertanyaan Danu menghantamnya telak, membuat napasnya tertahan di tenggorokan.

"Maya panik karena Tsania terus kejang kram otot akibat demam tinggi," lanjut Danu seraya menatap kertas laporan di tangannya.

"Satu-satunya orang yang melintas dan memiliki mobil saat itu adalah Raihan, yang baru turun dari lift lantai delapan. Raihan langsung membopong Tsania ke dalam mobilnya tanpa membuang waktu. Jika malam itu Raihan terlambat sepuluh menit saja membawanya ke unit gawat darurat, Tsania sudah terserang hipotermia akut yang bisa merusak syaraf otaknya!"

Arsen mencengkeram tepi meja kerja hingga buku-buku jarinya memutih, menghasilkan suara derit kayu mahal yang tertekan hebat. Rasa cemburu buta yang sempat memercik di dadanya runtuh seketika, berganti menjadi kepedihan masif yang menghancurkan seluruh sisa kesombongannya.

Ia memejamkan mata rapat-rapat. Bayangan Tsania yang terbaring lemah, sendirian, menggigil di lobi gedung megah miliknya tanpa ada satu pun orang kantor yang berani menolong karena takut pada amarah sang CEO, menghancurkan pertahanan batinnya.

"Aku... aku benar-benar sudah menjadi iblis untuknya, Nu," bisik Arsen, suaranya parau dan gemetar hebat.

"Di saat dia bertaruh nyawa di lobi gedungku sendiri, aku malah sibuk mengurus Aurelia yang berpura-pura terintimidasi..."

"Itu sebabnya kamu harus fokus pada rencana awal, Arsen," potong Danu tegas, meremas bahu Arsen.

"Jangan biarkan emosi egois atau rasa cemburumu pada Raihan merusak taktik ini. Raihan ada di sana sebagai penolong, bukan musuhmu. Musuhmu yang sebenarnya sedang duduk di rumah mewahnya, merencanakan pertunanganmu dengan Aurelia Sabtu depan."

Arsen menarik napas panjang, menghembuskannya perlahan untuk menguasai kembali gejolak dadanya. Pria itu menegakkan tubuhnya yang tegap, menyapu sisa-sisa kehancuran di wajahnya dengan keteguhan dingin.

"Kamu benar," sahut Arsen, matanya kini berkilat tajam.

"Raihan boleh menjaganya untuk sementara. Tapi setelah semua kebusukan ini kubongkar, aku sendiri yang akan mengambil kembali Tsania ke dalam hidupku."

Arsen melangkah mendekati Brankas pribadi, menguncinya kembali, lalu menyambar ponsel khusus enkripsi milik Danu.

"Bagaimana dengan pergerakan Papaku pagi ini? Apa dia menaruh mata-mata di RS YPK Mandiri?" tanya Arsen dengan intonasi rendah dan penuh kewaspadaan.

"Tentu saja," jawab Danu cepat.

"Satu jam lalu, Pak Bisma mengutus dua pengawal kepercayaannya untuk mengecek apakah Tsania benar-benar dirawat di sana atau hanya sandiwara untuk menghindari pemecatan. Tapi aku sudah mendahului mereka."

Arsen menghentikan gerakannya. "Apa yang kamu lakukan?"

"Aku memindahkan identitas rekam medis Tsania ke ruang isolasi penyakit menular di lantai dasar atas nama pasien fiktif," jelas Danu dengan senyum tipis.

"Pengawal Papamu hanya melihat dokumen palsu yang menyatakan bahwa staf bernama Tsania sudah dirujuk ke RS daerah dan tidak berhak menerima penjaminan perusahaan. Sementara Tsania yang asli saat ini sudah aman di ruang perawatan VVIP lantai paling atas, dijaga oleh enam pengawal pribadi berseragam sipil yang melapor langsung padaku."

Arsen menghembuskan napas lega, ada kilat kepuasan yang muncul di matanya.

"Bagus, Danu. Kerja yang sangat bersih. Jangan biarkan sepeser pun uang dari akun Pratama Group menyentuh tagihan rumah sakit itu. Semuanya harus murni keluar dari simpanan pribadi milik almarhumah Ibuku."

"Semua administrasi Nirmala Foundation sudah selesai ditandatangani, Arsen. Tsania tidak akan pernah curiga kalau kamu yang membiayainya."

Pintu ruang kerja Arsen mendadak diketuk dari luar. Seorang sekretaris masuk dengan wajah cemas, membawa sebuah map berlogo emas konsorsium keluarga Aurelia.

"Permisi, Pak Arsen..." bisik sekretaris itu takut-takut.

"Ibu Aurelia baru saja mengirimkan berkas konfirmasi tempat dan skema reservasi untuk acara makan malam pertunangan pekan depan. Beliau meminta Bapak menandatanganinya sekarang juga untuk diserahkan ke pihak media."

Arsen menatap map berlogo emas itu dengan tatapan jijik. Namun, mengingat janji kepatuhan yang baru saja ia lontarkan di hadapan ayahnya, Arsen mengulurkan tangan dan mengambil pulpen.

Tanpa membaca lembar rincian pesta yang terkesan sangat mewah itu, Arsen membubuhkan tanda tangannya di atas kertas berstempel resmi tersebut dengan gerakan mantap.

"Serahkan ini kembali pada Aurelia," ujar Arsen dingin tanpa ekspresi.

"Katakan padanya, aku menyetujui seluruh konsep acara dan jumlah undangan yang dia inginkan."

Sekretaris itu membungkuk hormat lalu segera undur diri dari ruangan. Begitu pintu kembali tertutup rapat, Danu menatap Arsen dengan dahi berkerut.

"Kamu benar-benar akan membiarkan Aurelia mengumumkan pertunangan ini ke seluruh media nasional?"

Arsen bersandar di tepi meja kerjanya, menyilangkan kedua tangan di dada dengan senyum misterius yang amat mematikan.

"Makin tinggi Aurelia terbang bersama kebohongannya, makin hancur saat dia jatuh nanti, Nu," bisik Arsen datar.

"Biarkan dia mempersiapkan pesta termewah dalam hidupnya. Biarkan Papaku merasa telah berhasil menundukkan anak tunggalnya."

1
Jumi Saddah
semoga lancar deh,,tidak ada yg menggagalkan,,biar semua kembali ke tempat nya sebagai mesti nya💪💪💪arsen semangat
kymlove...
sabar nya tinggal 2 hari lagi, kalau sehari up 2 x berarti kurang 4+1 part lagi untuk menjelang malam Sabtu, kalau sehari up sekali berarti nunggu kurang 2-3 part lagi menjelang Sabtu malam... jadi harus bisa sesabar itu nunggunya aku🥲🤣
Oma Gavin
menunggu sabtu lama banget 🥺
nely_48
cinta mu begitu besar n tulus pd arsen ya tsania ☹️
nely_48
sama² terluka n hancur,,,
nely_48
semoga tsania mendengarkan curhatan mu ya arsen
nely_48
tenang tsania karna itu ada
nely_48
udh ga sabar nunggu detik² bpak nya arsen n aurelia live
nely_48
tsania km tenang, jgn histeris gtu,
nely_48
langkah yg tepat arsen,, liatt dr jauh az gpp, pastikan bpak dajjal mu itu hancur kehilangan semua harta n nama yg sll dia agung²kan
nely_48
gila bpak nya arsen jahat nya udh level dajjal
Eva Karmita
Tsania please jgn berpikir yg tidak" cukup kamu diam tenang jgn sampai membuat kesalahan dan itu bisa membuat Arsen dlm bahaya...ini demi keselamatan kamu dan Arsen 🥺
Eva Karmita
syukurlah Nia sudah mendengar semua pengakuan Arsen 🥺
Eva Karmita
bukan Arsen tidak mau mendengarkan penjelasan mu tapi kamu Nia yg ngak pernah mau menjelaskan dengan Arsen 🥺 ... kalian berdua sama"terluka dan korban ke jahat si Bisma dan keluarga Aurel, semoga kesalah pahaman ini cepat terbongkar
kymlove...
lalu kamu mau apa tsania?? pergi lagi dan berharap arsen akan tenang hidup nya?? atau mau menghalangi niat arsen untuk membongkar kejahatan bapaknya!!! trs apa lagi yang mau kamu mau?? sudah tau kalian sama2 korban kekejaman bapak nya arsen, harus nya kamu kalau bisa dukung tindakan arsen, jangan malah menghalangi dengan alasan takut arsen di hancur kan lagi, INGAT SEBELUM INI KALIAN JUGA UDAH HANCUR!! JANGAN SELALU JADI LEMAH ATAS NAMA CINTA!! CUKUP SUDAH PENDERITAAN MU INI!!
kymlove...
sabtu malam nanti segera lah tiba!! tapi ini. masih senin sore jadi kira2 kurang berapa. part lagi untuk mencapai. sabtu itu🥲 gak sabar banget. lihat para orang jahat itu hancur...
kymlove...: kayaknya kita harus sabar dulu nunggu sabtu nya kk.. soalnya sekarang masih malam selasa🤣😀
total 2 replies
Oma Gavin
kenapa menuju sabtu saja lama banget
Sri Suryati
kan Arsen nanya stania . kenapa kamu meninggalkan aku
kymlove...
kalian semua sama-sama jadi korban tapi menurut ku tsania lebih menyakitkan sampai kehilangan orang tuanya dan masih harus menerima kebencian yang mendarah daging dari keluarga arsen, jadi kalau dengan arsen menghancurkan keluarga nya dan langsung tsania maafin gitu aja, kayaknya gak terlalu adil banget buat tsania yang tersiksa terlalu lama...
gina altira
Puas kamu Arsen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!