Seorang Pria tua yang di sebut sebagai Manusia Terkuat di dunia Kultivasi, Kekuatan Pria tua itu tidak perlu di tanyakan lagi, Musuh - musuhnya takut hanya mendengar namanya saja. Hal tersebutlah yang membuat dia tidak memiliki satu seorang teman ataupun keluarga.
Hanya kehampaan yang Pria tua rasakannya sekarang, Kerena hal itu Pria tua tersebut meminta kepada Dewa untuk memberikan sebuah dunia menarik untuknya, Dewa mengabulkan dan Mereinkarnasi Pria tua tersebut ke sebuah dunia Baru.
Apakah Pria tua tersebut dapat berdirii puncak dunia di dunia yang baru?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EON, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 11 - Assosiasi Tiga Naga.
“Arthur apa yang sedang kamu lakukan.” Clara melihat Arthur sedang duduk di depan Tungku Pembuat Pil.
“Aku sedang membuat Pil yang akan kita gunakan untuk berlatih, Kebetulan kamu ada disini, Kemari dan bantu aku.”
“Aku tidak mau, Nanti Bau badanku menjadi Bau obat.” Karena takut Arthur akan memaksanya. Tanpa basa-basi Clara langsung pergi dari ruangan Arthur.
“Cih, Lihat saja nanti, Aku akan memberimu latihan yang berat.” Batin Arthur.
Arthur sedang membuat sebuah Pil, Pil tersebut merupakan resep buatan Arthur sendiri.
Pil yang Arthur sedang buat mempunyai manfaat untuk meningkatkan 2 kali lipat efek latihan, dengan durasi waktu 24 jam saja.
Arthur ingin menggunakan ini untuk berlatih karena manfaat yang di berikan Pil tersebut sangatlah bagus, Jika Arthur berlatih selama 1 hari dengan meminum Pil ini, Maka sama saja Arthur berlatih selama 2 hari.
Arthur membuat sebanyak 60 buah Pil Awan Biru yang di gunakan Arthur dan Clara untuk berlatih selama 1 bulan.
“Akhirnya selesai juga.”
“Aku harus memberikan nama untuk pil yang aku ciptakan ini.”
“Mengingat manfaatnya, Aku akan menyebutnya dengan Pil Ganda.” Selesai membuat sebuah Pil Arthur segera membereskan kamar yang kotor akibat proses pembuatan Pil.
Clara membuka pintu ruang Arthur. “Arthur, saatnya makan malam....”
“Huek!....Arthur kenapa badanmu sangat bau.”
Arthur melihat lantai kamarnya yang sudah dibersihkannya kini di penuhi muntahan Clara. “Kenapa bocah ini terus saja membuat masalah.”
Tubuh Clara bergetar melihat senyum yang Arthur arahkan kepadanya. “Tidak Arthur jangan mendekat.”
“Rasakan ini.” Arthur memeluk Clara dengan tubuh kotornya.
Merasa cukup memberikan pelajaran, Arthur melepaskan Clara dari pelukannya. “Apa lagi yang kamu tunggu keluar sana.”
“Bajingan kamu Arthur,Aku baru saja selesai mandi.” Ucap Clara dengan Kesal.
“Aku akan mandi sebentar, beberapa menit lagi aku akan ke meja makan.” Ucap Arthur sambil membuka bajunya.
“Arthur bodoh, tunggu aku pergi dulu, Jangan asal buka baju.” Clara langsung memalingkan wajahnya dan melangkah menjauh dari ruangan Arthur.
Setelah selesai mandi Arthur bergabung dan duduk di meja makan.
“Arthur kenapa kamu terus saja menjahili Clara.” Clara mengadu kepada Eva tentang apa yang di lalukan Arthur kepadanya.
“Suruh siapa dia muntah di kamarku.”
“Tapi yang kamu lakukan sangat kelewatan, Pergi minta maaf kepada Clara.” Eva menjentikkan jarinya ke kening Arthur.
Arthur terpaksa mengikuti apa yang di katakan Ibunya. “Maafkan aku Clara.”
Clara membuang muka ketika Arthur melihat dirinya. “Ibu lihatkan, dia yang tidak ingin memaafkan aku.”
“Kamu sendiri yang harus mencari cara agar berbaikan dengan Clara, Jangan meninta bantuan ibu.”
“Hei Eva, Sebenarnya Anakmu itu aku atau Clara.” Batin Arthur karena kesal.
“Arthur aku dengar dari Clara Kamu membuat sebuah Pil, Apa kamu seorang Alkemis?”
Arthur melihat ke arah Clara. “Clara sialan, Aku tidak seharusnya membiarkan dia masuk ke kamarku tadi.”
“Wek.” Clara mengeluarkan lidahnya bermaksud untuk mengejek Arthur ketika Arthur melihatnya.
“Cih, kenapa anak kecil selalu saja menjengkelkan.” Ucap Arthur dalam hati.
“Maafkan paman, Seharusnya paman tidak mempertanyakannya.” Grey merasa tidak enak kepada Arthur karena Arthur tidak membalas pertanyaannya.
“Tidak apa-apa paman, Beberapa bulan lalu aku sudah menjadi Alkemis Bintang 1 berkat bantuan guruku.”
Mendengar hal tersebut tubuh Han dan Eva seperti di sambar petir. “Arthur berapa banyak yang kamu rahasiakan kepada Ayah dan ibu.” Han dan Eva merasa anaknya menjadi semakin misterius.
“Maafkan Arthur ibu ayah, Akan ada saatnya aku akan memberitahukan kalian semuanya.” Arthur tidak ingin rahasianya akan membebani kedua orang tuanya.
Han dan Eva menatap Arthur. “Baiklah kami akan menunggunya.” Arthur tersenyum kerena orang tuanya sangat pengertian kepadanya.
“Arthur paman ingin ka...”
“Aku mengerti paman, Ini resep Pil yang ku buat sendiri. Namanya Pil ganda Sesuai dengan namanya kegunaannya Pil ini dapat meningkatkan 2 kali efek latihan selama satu hari.”
Arthur memberikan Pil Ganda untuk hadiah kepada keluarga Grey karena sudah merawat keluarga Arthur dengan baik.
Grey senang karena Toko Penjual Pil yang di miliki oleh keluarga Grey yang sudah tidak ada peningkatan selama beberapa tahun, Apa lagi Pil Ganda merupakan Pil jenis baru yang belum ada di pasaran dan manfaatnya sangat bagus untuk Pendekar.
Tiba-tiba Arthur terpikir sesuatu hal yang menurutnya akan menguntungkannya. “Tidak paman, Aku ada sebuah ide bolehkan aku menyampaikannya.”
“Tentu.” Grey menjadi penasaran.
“Bagaimana paman membuat sebuah toko baru dengan menjual senjata, Pil dan jimat, Aku rasa belum ada Toko seperti itu.”
Semua orang yang hadir tercengang mendengar ide yang di katakan Arthur barusan.
Arthur ingin memulai bisnis karena di masa depan dia pasti sangat membutuhkan uang untuk meningkatkan kekuatannya.
“Hmm, Jika senjata dan Pil paman bisa menyiapkannya, tapi kalau jimat mungkin akan sedikit susah.”
“Paman tidak perlu khawatir, Aku akan meminta beberapa Stigma Jimat pada guruku.”
Stigma merupakan simbol tulisan yang di gunakan untuk membuat sebuah Jimat.
“Arthur apa kamu tidak becanda.” Tanya Grey dengan serius.
“Jika Jimat tingkat 1 dan 2, aku rasa guruku akan memberikannya.”
Grey Melompat - lompat kesenangan setelah mendengar perkataan Arthur.
“Baik masalah barang - barang yang ingin di jual sudah terselesaikan, sekarang kita harus menentukan nama tokonya.”
“Karena Arthur yang memiliki ide tersebut, Paman ingin kamu menentukan nama tokonya.”
“Paman yakin?”
Grey menganggukkan kepala yang berarti setuju.
“Hmm, Karena kita menjual 3 Barang yang sangat berguna untuk Pendekar, Bagaimana dengan Assosiasi Tiga Naga.”
Semua orang tercengang Arthur bisa memikirkan sebuah nama yang bagus dengan waktu yang cepat.
Mereka semua tidak mengetahuinya bahwa, Nama Assosiasi Tiga Naga Merupakan Toko penjual peralatan kultivasi yang berada di kehidupan Arthur dulu, Ide tentang menjual tiga macam barang juga berasal dari toko kultivasi tersebut.
“Baiklah, Pada hari ini Assosiasi Tiga Naga terbentuk.”
“Han Arthur sangat hebat.” Eva kagum dengan pencapaian anaknya.
BERI LIKE DAN COMMENT