NovelToon NovelToon
Twins Love Story

Twins Love Story

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:373.1k
Nilai: 5
Nama Author: Seulmi

Apa jadinya jika dua saudara kembar yang terpisah selama bertahun-tahun bertemu?

Dewi Hana Saputri dan Clarissa Hani Widjaya, keduanya memiliki sifat dan karakter yang berbeda, tapi keduanya sama-sama mencintai satu pria yang sama.

Siapakah yang di pilih pria itu?

'Ada berbagai macam manusia yang lahir didunia ini, seseorang mengatakan tidak ada satupun manusia yang telahir semuanya sama walaupun fisik mereka mirip tapi karakternya pasti berbeda.'

Ini novel pertamaku, mohon dukungannya dan tolong jangan menjatuhkan autho ya 😄 Terima kasih banyak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10 "Audisi"

Pagi ini tidak seperti biasanya, Hana dibuat sibuk oleh dirinya yang mencari pakaian terbaik untuk pergi ke audisi drama musical kampusnya.

"Bun! bunda lihat jaket levisku tidak? " Hana keluar dari makarnya menghampiri ibunya yang tengah menjemur pakaian.

"Ini maksdumu? " ibunya menunjukkan jaket levis milik Hana yang basah karena baru saja dicuci.

"yahhh bunda... kenapa mencucinya? "

"Hana, jaket ini sudah dua minggu tergeletak di kamarmu, kau harusnya berterimakasih dulu pada bunda karena sudah mau---"

"ahh terserah aku pergi dulu" Hana berlari sebelum ibunya selesai bicara.

"Eiisss! sarapan dulu! "

"Aku tidak akan mati kalaupun tidak sarapan" Hana berteriak keras dari ruangan tengah, saat dirinya menggunakan sepatu.

"Hana! jangan berteriak pada bundamu" Ayahnya yang baru saja keluar dari kamar sudah rapi dengan kemeja yang dikenakan nya untuk bekerja.

"Ya ampun, Pak bagas halo" Hana terkejut saat ayahnya tiba-tiba muncul dan hampir saja memukul kepala Hana dengan koran yang ada ditangannya.

"Kemana kau pagi-pagi begini? biasanya masih tidur"

"aahhh aku ada tugas jadi harus buru-buru ke kampus, Pak bagas apakah kau akan memeberikan putri kesayanganmu ini uang tambahan? aku belum sarapan jadi---"

"Kau tidak akan mati walaupun tidak sarapan kan?"

"Aku mengerti" senyuman Hana sirna ia segera keluar dari rumahnya dan menggerutu sepanjang jalan menuju kampus.

🌺🌺🌺🌺🌺

Tangan dan kakinya terus bergetar, Jantungnya juga berdebar seperti baru saja melakukan lari sprint. Berulang kali Hana mencoba mengatur nafasnya dan rasa gugupnya, terlihat banyak sekali mahasiswa yang mengikuti audisi itu. mereka berlatih sambil menunggu giliran. Hana tak bisa duduk diam ia berjalan kesana kemari dan melompat kecil untuk menghilangkan rasa gugupnya.

"Han, aku pusing melihatmu, cepat duduk" Satya memperhatikan ke arah Hana.

"tidak, aku tidak bisa diam, bagaimana ini sat? hentikan aku cepat hentikan aku" Hana terus melompat kecil seperti tengah melakukan skipping.

"Cepat duduk saja! sebentar lagi giliran mu" ucap Satya lagi. Hana lalu berhenti dan duduk di samping Satya.

"Sat, aku pasti akan berhasil! iya kan? "

"tidak tau, kau kan belum ikut audisinya"

"Satya! kau ini tidak bisa memberiku semangat sedikit saja? " Hana memukul baju Satya keras-keras.

"Sakit kapan kau akan berhenti memukuliku? " keluh Satya sambil mengusapi bahunya.

"Aku akan berhenti kalau lolos audisi"

"Benar ya! kau sudah janji! awas saja jika kau lulus tapi masih memukuliku"

"kau ini, kapan aku pernah bohong! " Hana kembali menarik nafas dalam-dalam, Satya memperhatikannya dari samping dengan menahan tawa. Ini adalah pertama kalinya Satya melihat Hana yang begitu gelisah bahkan saat dia mengikuti ujian masuk universitas tidak seperti ini. Jika Hana yang sekarang malah kelihatan lebih Cute.

"Ah aku gila! apa yang baru saja aku pikirkan" Satya segera menggelengkan kepalanya.

"Aku mau latihan basket" Satya beranjak dari duduknya, dengan cepat Hana menarik tangannya dan kembali membuat Satya duduk.

"Satya, tega sekali kau meninggalkan aku disaat yang seperti ini"

"Huh! memang kau anak TK yang harus ditemani? "

"Duduk! "

"Baiklah" Satya tak lagi melawan ia lalu dapat merasakan getaran hebat di tangan Hana, rupanya gadis itu gugup dan tidak main-main. Satya bahkan melihat kaki Hana yang terus bergetar seperti tengah menggigil kedinginan.

"Hana, jika kau gagal kau harus mentraktir aku makan selama satu minggu, jadi kau harus berhasil!" Hana diam setelah mendengarkan kalimat yang diucapkan Satya.

"Kau mau mati! " Hana hampir memukul Satya lagi, ia mengurungkan niatnya dan tidak mau menghabiskan energinya untuk itu.

"Nomor 302 Dewi Hana Saputri, silahkan masuk! " suara dari ruangan audisi terdengar. Satya membantu Hana untuk berdiri ia bahkan mengantar Hana untuk sampai didepan pintu audisi.

"Cepat lakukan audisi dengan benar! Aku menunggu traktiran mu"

"Kau mendoakan ku untuk gagal? " Hana mendelik sinis pada Satya.

"Jika kau tidak ingin mentraktirku, makanya lakukan dengan benar, Hana semangat! " Satya menaruh tangannya di bahu Hana dan tersenyum memberikan semangat untuk Hana. Dengan yakin, Hana memasuki ruangan audisi terlihat 5 orang audisi tengah duduk dibawah podium.

"Hallo saya Dewi Hana Saputri, saya dari jurusan Akuntansi tahun ke 3"

"Kenapa kau ingin ikut project ini, tidakkah kau mempersiapkan skripsi mu untuk tahun depan? " Tanya salah seorang juri yang tak lain adalah ketua dari unit kegiatan mahasiswa seni.

"Saya sangat ingin berdiri di panggung, ditonton oleh banyak orang dan menginspirasi banyak orang, saya sangat ingin terlibat dalam drama musikal ini" Jawab Hana, ia masih berusaha mengatur nafasnya dan juga rasa gugupnya.

"Begitukah? baik ambil kertas dibawah itu kami tidak akan memberikan mu dialog untuk dihapal tapi kami memberikan gambaran apa yang terjadi kamu harus bisa improvisasi sendiri"

Hana melangkah mengambil kertas yang disuruh dan membacanya, itu adalah dialog scenario yang harus dilakukan Hana.

"Lakukanlah dan buat kami terkesima"

Hana menarik Nafasnya dalam-dalam, ia lalu berusaha mengumpulkan kemampuan terbaiknya untuk beracting. sejenak Hana memejamkan matanya, ia kembali mengingat yang pernah Arka lakukan padanya dulu. karena dialog yang dia baca hampir sama persis dengan kenangan yang pernah terjadi antara Arka dan Hana.

"Maaf, bolehkah saya pinjam satu orang untuk jadi lawan acting ku? " Tanya Hana, team juri mempersilahkan seorang anggota theater untuk menjadi lawan Hana.

.

"Kak... kenapa kau lakukan ini padaku? " Hana menatap lawan mainnya, seolah olah dia tengah berbicara dengan Arka - seorang yang pernah membuatnya bahagia, sekaligus yang menyakiti hatinya dulu.

"Kak, kau bilang kau selalu merindukanku, selalu ingin bertemu denganku, tapi! kenapa kau selalu pergi semaumu! kemana kau saat aku butuh dirimu!? Kakak bahkan tidak pernah menghubungiku beberapa minggu ini" mata Hana mulai berkaca-kaca, juri dapat melihat emosi yang mengitari Hana.

"Maaf, aku sangat sibuk akhir-akhir ini" lawan mainnya mulai berbicara sesuai plot dialog yang diberikan.

"Sibuk? Lalu aku? aku juga sibuk tapi aku selalu menyempatkan waktuku untuk menghubungimu walau hanya 1 menit, apa kau tidak punya waktu sama sekali untuk menghubungiku? Untuk mu aku ini apa?! kakak menganggap ku apa?! " Hana menaikkan nada bicaranya, air mata sudah terlihat mengalir di pipinya.

"Emosinya bagus sekali dia seperti sedang tidak beracting" bisik salah satu juri kepada juri yang lain, mereka mulai memberikan penilaian atas apa yang dilakukan Hana.

"Kak, apa kau menyukaiku? bahkan sampai saat ini aku tidak pernah mendengar kau mengatakan jika kau menyukaiku, namun setelah semua yang kita lakukan apa aku salah jika menganggap kau menyukaiku? apa hanya aku yang menyukaimu? apa aku yang menganggap kau penting, dan apa hanya aku yang berlebihan menganggap semua kebaikan yang kakak berikan itu adalah bentuk kasih sayang kakak kepadaku?" Emosi Hana semakin memuncak, ia benar-benar mengingat bagaimana sakitnya saat itu hingga air matanya tak mau berhenti mengalir.

"Kau salah paham, aku tidak bermaksud seperti itu, aku bersikap baik pada semua orang tidak hanya padamu"

"Berarti benar itu semua kesalahanku, memang aku yang salah mengartikan semua sikapmu, tapi kak! kau tidak berhak membuat seseorang merasakan seperti ini, kau sangat keterlaluan, aku membenci mu! "

"Oke cut! " Hana segera menghapus air matanya, setelah juri mengatakan waktu audisi sudah selesai. Terlihat senyuman dari para juri, Hana menerima sebuah kertas didalam amplop kecil yang akan menyatakan apakah dirinya berhak untuk bergabung di project drama musikal itu atau tidak.

🌺🌺🌺🌺🌺

1
ani purwanti
bagus sekali
Nung Ella
novel nya cukup bagus
Yulia Purnama
karya yg paling bagus yg pernah saya baca, bahkan saya membaca berulang-ulang kali, cuma kurang bonus chapter, jadi pas tamatnya agak gantung.
Triani
meleleh ma tatapanmu bang Sat
tar1793758
luar biasa , saya sgt suka karya kakak
Yulia Purnama
buat bonus chapter dong Thor, kehidupan pernikahan Satya dan Hana, terus masa ngidam Hani yg dimanjain Arka, seru pastii..
RiriSiput 3210
.
Lisa Lisa
aku tdj mau hani mati ksh seyta
RiriSiput 3210
.
Marupin Eny
bagus thor karya mu tidak terlalu bnyk konflik tapi sayang yg like dan komen dikit
tetap semangat thor 💪
RiriSiput 3210
nice
who am I
bagus ceritanya panjang tapi termasuk ringan buat dibaca
Ernawati
👍👍👍👍🤩
Ima Ashahri
makin seru ceritanya lanjuut
Ima Ashahri
lanjuut baca
Ima Ashahri
visualnya idolaku bangeeett thoorr makin suka bacanya
@Lala
Hana juga cantik kok
Alriani Hespiapi
saya mampir ya..
Bzaa
biar otor tetap semangat aku kirim kopay ya.. sbntr sampe, aku kirim pk goj*k😆..
Bzaa
otor semangat....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!