sebuah kisah perjalanan seorang bocah menuju puncak kultivasi, demi membalaskan dendam kedua orang tuanya,
namun berakhir dengan penyesalan dihatinya,
dia pun mulai menjelajahi dunia dan membantu semua orang yang tertindas, dan demi menjalankan amanat terakhir ayah dan ibunya
#karya novel pertama ku, jadi mohon maaf kalau banyak typo, alur nya acak2 an, dan lain sebagainya,🙏🙏
sebisa mungkin aku akan berusaha memperbaikinya, maka dari itu komen kalian semua dibutuhkan untuk menjadikan novel ku lebih berkualitas,
tapi mohon komennya yang bagus², jangan asal²an, karena thor orangnya baperan🤭😵😅🥺🥺
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F⁴&d¹, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11.SI KEMBAR PEMENGGAL
Saat Lang Hu menyadari ada sesuatu yang salah disekitarnya ketika melewati jalan setapak yang hanya seluas satu meter dan disamping kanan dan kiri jalan hanya ada pohon-pohon besar dan semak belukar seperti halnya sebuah hutan,
memang sekilas terlihat seperti hutan namun tempat itu bukanlah hutan melainkan jalur rahasia yang dulu sering digunakan para pedagang untuk berbisnis, sebelum tidak terpakai lagi karena sering terdengar isu kalau jalan itu sangat berbahaya sehingga tidak ada yang berani melewatinya,
Dikatakan setiap pedagang yang melewati tempat itu pasti tidak ada yang pernah kembali lagi tanpa ada yang tahu apa penyebabnya,
Saat Lang Hu merasa ada yang salah, dia teringat cerita tentang tempat yang dia lewati itu, dia pun langsung waspada akan sekitarnya,
baru saja dia mulai waspada beberapa bilah pisau melesat kearahnya, dan dia pun reflex melompat dengan membawa kedua adiknya dari atas kuda,
Pisau itu pun berhasil dihindari dan mengenai pohon disekitarnya,
Saat menginjak tanah setelah melompat dari kuda Lang Hu langsung menurunkan kedua adiknya, dan bergegas maju kedepan dua adiknya untuk melindungi keduanya, belum sempat memasang kuda-kuda beberapa pisau kembali melesat kearahnya namun kali ini lebih banyak dari sebelumnya,
TRANKK,,
TRANKK,,
TRANKK,,
Lang Hu langsung menarik pedang pusakanya dan menangkis semua pisau yang melesat kearahnya, pisau-pisau terus beterbangan melesat kearah Lang Hu namun semua bisa ditangkis Lang Hu, dilihat dari serangannya para penyerang lebih dari satu orang dan saat Lang Hu menangkis pisau-pisau itu dia merasakan setidaknya para penyerang berada ditingkat jendral yang bukanlah tandingan Lang Hu yang berada ditingkat kaisar menengah,
Lang Hu merupakan jenius diklan Lang sebelum Lang Yue lahir, dikatakan jenius sebelum Lang Yue lahir karena Lang Hu memiliki tulang perak yang sudah dapat dibilang jenius apalagi Lang Hu satu-satunya pemilik tulang perak disana, bahkan dia mampu mencapai tingkat raja akhir diusianya yang masih 18 tahun waktu itu, dan setelah berumur 25 tahun dia menembus ke tingkat kaisar, bagi klan Lang kehadiran Lang Hu sudah termasuk berkah dari langit, karena untuk menemukan bakat seperti Lang Hu hanya bisa ditemukan disekte-sekte besar dan itu pun masih terbilang jarang,
Namun saat kelahiran Lang Yue julukan jenius beladiri tidak lagi dipegang Lang Hu melainkan Lang Yue, alasan Lang Yue dikatakan lebih jenius dari Lang Hu karena jenis tulang Lang Yue sangat langka bahkan diseluruh kekaisaran Han sekalipun, karena Lang Yue memiliki tulang emas yang dipercaya akan membawa mereka meraih puncak kejayaan bagi klan Lang, namun semua itu dirahasiakan hanya orang tertentu yang mengetahuinya, agar tidak menjadi masalah kedepannya, meskipun Lang Hu tidak lagi dijuluki jenius oleh para tetua dia tidak mempermasalahkannya karena dia bukan tipe orang yang gila jabatan maupun pujian,
"Tidak kusangka akan kedatangan seorang pendekar hebat," terdengar suara seseorang dari atas pohon besar,
"Biasanya tidak ada seorang pun yang bisa lolos dari serangan rahasia kami" lanjutnya memberi tepuk tangan
"Siapa kau,,? Jangan hanya bicara tunjukkan dirimu," tanya Lang Hu tegas
Seketika muncul seorang pria paruh baya berwajah menakutkan, hampir seluruh wajahnya diipenuhi luka bakar yang membuatnya terlihat mengerikan turun dari atas pohon diikuti senyum menakutkan
lalu setelah pria paruh baya itu muncul puluhan orang lainnya yang muncul dari berbagai arah dan mengepung Lang Hu,
Disamping pria paruh baya itu juga muncul dua orang yang berwajah mirip seperti orang kembar, mereka berdiri disamping pria itu, dilihat dari kulit dan postur tubuhnya terlihat ketiga orang itu seumuran, mereka semua berpakaian sama berwarna hitam legam dengan lambang tengkorak yang ditancap pisau dibagian atasnya, yang membedakan pakaian ketiga orang didepan Lang Hu dan orang yang mengepungnya hanya pada lambangnya yang dihiasi kobaran api disekelilingnya, menandakan mereka bertiga merupakan pemimpin kelompok tersebut,
Saat melihat pakaian yang digunakan orang yang mengepungnya Lang Hu mengkerutkan keningnya, dia merasa mengenal pakaian mereka namun tidak dapat mengingatnya dengan jelas,
Dalam keheningan tiba-tiba terdengar suara jerit melengking namun suara itu terdengar seperti suara bocah,
"KYAAAA,, kakak lindungi aku ada hantu tanpa wajah disiang bolong," teriak Lang Chong, "dia pasti mengincar wajah tampan ku ini untuk dijadikan wajahnya kak,, tolong aku kak,," lanjutnya sambil memeluk kaki Lang Hu,
Seketika semua orang membisu lalu melotot kearah Lang Chong,
Saat semua sadar terlihat wajah orang yang mengepung Lang Hu memerah terutama orang yang dimaksud Lang Chong yang tidak lain adalah pria paruh baya yang berwajah menakutkan,
"Kurang ajar,,! Tangkap bocah sontoloyo itu," seru pria tersebut bersamaan aura pembunuh yang begitu pekat memenuhi sekitar lokasi itu,
aura pembunuh sendiri merupakan aura yang didapat seseorang setelah membunuh musuhnya, biasanya aura pembunuh hanya dipunyai orang-orang aliran hitam karena mereka menggangap aura pembunuh sebagai hal yang sangat dibanggakan, sebab orang-orang memandang tinggi orang yang mempunyai aura pembunuh, semakin pekat aura itu maka semakin dihormati orang tersebut,
namun bagi orang-orang aliran putih aura pembunuh menjadi hal yang tabuh karena bertentangan dengan ajaran mereka, biar pun orang aliran putih kadang membunuh orang-orang aliran hitam namun biasanya mereka merubah aura pembunuh yang dia dapat menjadi aura petarung,
"Eehh kakak apa aku salah ya,,?" Tanya Lang Chong polosnya setelah mendengar seruan pria tersebut
Lang Hu yang sedang menetralisir aura pembunuh musuhnya dengan aura petarungnya seketika hampir jatuh tersungkur mendengar pertanyaan Lang Chong, dia begitu kesal dengan apa yang dikatakan Lang Chong, kalau saja tidak dalam situasi yang mengancam nyawanya, sudah pasti Lang Hu menjitak kepala Lang Chong dan tidak peduli lagi tentang jika dia masih bocah,
Sementara Lang Yue hanya melototi Lang Chong dengan tatapan menakutkan yang membuat Lang Chong bergidik melihatnya,
"maaf kan aku kalau aku salah kak," Lang Chong yang merasa tatapan membunuh dari ptia paruh baya tersebut dan tatapan menakutkan Lang Yue langsung meminta maaf karena merasa apa yang dia katakan sepertinya kurang tepat,
Lang Hu yang mendengar permintaan maaf Lang Chong hanya tersenyum kecut, lalu dia memandang kearah pria didepannya tersebut
"Tuan-tuan sekalian aku tidak tahu siapa kalian namun jika bisa dibicarakan mohon dipertimbangkan," Lang Hu berusaha menengahi agar tidak terjadi kesalahpahaman, "dan untuk ucapan adikku ini saya mohon maaf atas kelancangannya, dia hanyalah bocah yang masih belum tahu apa-apa" lanjutnya meminta maaf
Lang Hu berusaha sebisa mungkin menghindari konflik karena sadar akan situasi yang tidak menguntungkannya, bukannya dia takut menghadapi musuh didepannya yang tingkatannya masih berada dibawah Lang Hu,
dia sudah memeriksa orang-orang didepannya dan hanya tiga orang didepannya yang lebih kuat dari lainnya, meskipun mereka bertiga lebih kuat tetapi masih dibawah tingkatan Lang Hu, namun tetap saja perlu waktu cukup lama untuk menghabisi mereka,
Jika dia sendiri tidak akan sulit untuk menghadapi mereka namun sekarang dia membawa kedua adiknya yang masih belum bisa menjaga diri, dia khawatir jika kedua adiknya dijadikan sandera dan itu akan menggangu konsentrasinya dan bisa menjadi kekalahannya,
"Tidak ada yang harus dibicarakan" jawab pria paruh baya berwajah menakutkan itu "kami perampok pisau tengkorak tidak pernah mengampuni buruan kami" lanjutnya menyerigai
Seketika raut wajah Lang Hu memucat mendengar perkataan pria paruh baya itu, bukan tentang pengampunan namun tentang anggota perampok pisau tengkorak yang diucapkan pria tersebut,
Jika memang benar mereka anggota perampok pisau tengkorak maka akan sangat sulit untuk bernegoisasi, karena Lang Hu pernah mendengar tentang mereka yang sering menjadi perbincangan diantara pendekar aliran putih netral,
kelompok perampok pisau tengkorak merupakan anggota perampok yang diburu kaisar Han karena banyak meresahkan warga, kaisar Han sering memberikan misi untuk sekte-sekte aliran putih netral untuk memburu kelompok tersebut, namun sampai sejauh ini kelompok pisau tengkorak selalu bisa meloloskan diri,
karena ketiga pemimpin dikelompok pisau tengkorak lebih kuat dari apa yang dibayangkan kaisar Han, mereka bertiga memiliki kemampuan ditingkat raja akhir dan sebentar lagi akan mencapai tingkat kaisar yang bukanlah tandingan orang-orang yang menjalankan misi memburu mereka,
meraka yang menerima misi menangkap kelompok pisau tengkorak kebanyakan hanya ditingkat jendral dan paling kuat hanya ditingkat raja awal, karena itulah misi dari kaisar Han untuk memburu kelompok pisau tengkorak selalu gagal,
Tiga pemimpin kelompok pisau tengkorak memiliki kekuatan yang hebat namun masih bisa dihadapi Lang Hu, tetapi yang merepotkan dari mereka adalah serangan gabungan dari ketiga pria itu, mereka bertiga adalah saudara kembar yang tidak terpisahkan dalam setiap aksinya, serangan gabungan terkuat mereka adalah jurus pemenggal bumi, karena keterampilan mereka dalam memenggal targetnya, mereka dijuluki 'si kembar pemenggal',
Lang Hu tidak tahu apa yang terjadi dengan wajah salah satu pemimpin perampok itu, setahunya mereka bertiga memiliki wajah yang serupa dan tingkat kekuatan mereka bertiga juga sama yang membedakan hanya jumlah tenaga dalam saja,
"Pantas saja tidak ada yang berhasil keluar dengan selamat melewati tempat ini," kata Lang Hu tersenyum berusaha terlihat tenang "ternyata buronan kekaisaran Han pisau tengkorak mendiami tempat ini," lanjutnya setelah mengenali mereka
"Hahaha apa kelompok kami seterkenal itu,,,?" Tanya pria tersebut tertawa lantang, "kami sungguh tersanjung,, tetapi kau tahu kami tidak pernah melepas buruan kami kan,,?" Lanjutnya menyeringai
"Aku tahu tentang itu,, dan kalian sikembar pemenggal Sio Ping, Sio Pang dan Sio Peng meskipun jurus gabungan kalian hebat namun kalian masih bukanlah lawan ku," jawab Lang Hu dan berusaha menakuti mereka agar mereka mundur dan membiarkannya pergi,
"Terima kasih atas pujiannya tetapi maaf kami tidak pernah takut meskipun kau lebih kuat dari kami," Sio Ping berucap mewakili kelompoknya sambil menyeringai, mereka tak gentar untuk melawan Lang Hu yang jelas lebih kuat, dan dia sadar akan hal itu dia merasa bisa mengalahkan Lang Hu dengan jumlah mereka,
Lang Hu tidak menjawab dia hanya tersenyum melihat merka bertiga, dia masih berusaha tetap tenang dan memikirkan langkah yang harus dia ambil tanpa membahayakan kedua adiknya, dia sadar kemungkinan kelompok pisau tengkorak akan menjadikan kedua adiknya sandra untuk mengalahkannya,
Sebelum selesai memikirkan tindakan yang harus dia lakukan, puluhan pisau melesat kearahnya dan disusul semua anggota pisau tengkorak mengeluarkan golok dari sarungnya dan bergerak menyerang Lang Hu,
untuk Yin Mei...