NovelToon NovelToon
Ardanium'S Tale Online

Ardanium'S Tale Online

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Contest / Sci-Fi / Vrmmorpg / Game / Tamat
Popularitas:444.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: lutf

Erlangga Saputra, tampak seperti mahasiswa normal. Namun nyatanya, ia seorang penderita penyakit.

Suatu hari, ia mendapatkan sebuah hadiah ulang tahun berupa perangkat AFDVR yang memungkinkannya untuk menjelajahi dunia virtual. Ia pun memilih untuk menjelajahi Ardanium's Tale Online.

Dengan tujuan menyembuhkan penyakitnya, ia bertualangan di dunia fantasi itu dan mengumpulkan orang-orang berharga baginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lutf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Bab Pembuka - Erlangga Saputra

###

Disclaimer

Semua cerita di

bawah ini hanya fiksi belaka

Tak ada bentuk

harapan

Yang ada hanya

bentuk khayalan

Yang dibuat

untuk hiburan

Dalam

membacanya diharap kedewasaan

Dan jangan

Baperan

###

Namaku Erlangga Saputra, di keluarga aku biasa dipanggil Er

tapi di luar aku sering dipanggil Putra. Usiaku saat ini 20 tahun, dan aku ini

seorang mahasiswa tahun kedua.

Aku tinggal di rumah keluarga adik perempuannya ibu, alias

bibiku. Ibuku juga tinggal bersamaku. Total penghuni rumah ini sekarang hanya

tiga orang, yakni aku, ibu, dan bibi. Bibi sebenarnya punya seorang putri, tapi

saat ini sedang kuliah di luar kota dan hanya pulang setiap beberapa bulan

sekali. Kalau masalah suami bibi, ia menghilang entah ke mana sekitar dua tahun

yang lalu. Kalau suaminya ibuku, yang sekaligus ayahku sudah tidak ada. Ayahku

sudah meninggal dunia.

Aku juga sebenarnya dulu punya seorang kakak perempuan, dan

seorang adik perempuan. Tapi, kakakku sekarang sudah meninggal seperti ayah.

Sedangkan adikku tinggal bersama keluarga kakak lelakinya ayah. Selama lima

tahun terakhir, seingatku aku hanya bertemu dengan adikku sekali.

Di kampus aku tidak punya prestasi mencolok, dan tidak

pernah membuat masalah. Jadi, aku bukan lah seorang murid yang terkenal di kampus.

Bahkan ada teman yang sering mata kuliah bersamaku tapi baru mengenaliku pada

akhir semester. Ya, meski tak punya prestasi mencolok, aku masih bisa terus

berada di dua puluh besar jurusan. Jadi, setidaknya para dosen tidak terlalu

mengabaikanku.

Aku tidak punya kegiatan selain kuliah, aku juga tidak

mengikuti satu pun unit kegiatan mahasiswa di kampus. Sebenarnya kampus

mewajibkan setiap murid mengikuti setidaknya satu unit kegiatan mahasiswa, tapi

aku dapat pengecualian karena kondisi kesehatanku yang kurang baik.

Penyakit apa yang kuderita?

Itu untuk cerita nanti. Yang jelas aku tidak terlihat

mengidap penyakit apa pun.

Di kampus aku tidak punya teman, begitu juga di lingkungan

rumah. Karena aku memang tidak begitu suka bersosialisasi dengan banyak orang,

tapi bukan berarti aku ini seorang yang anti sosial. Aku bisa menerima siapa

pun untuk mengobrol dan bahkan dekat denganku, selama mereka tak merugikan

kehidupanku. Tapi aku tak pernah punya niatan mendekati siapa pun.

Karena tidak ada kegiatan lain selain ke kampus, aku punya

kebiasaan membaca novel. Tema yang paling aku suka untuk baca adalah kisah

dongeng fantasi. Dongeng fantasi tentang dunia sihir dan pedang. Aku punya

beberapa koleksi novel dengan genre semacam itu. Aku juga sering membaca novel

daring yang bergenre sama. Aku paling jarang membaca cerita bergenre romansa.

Bukannya aku tidak suka, aku cukup suka cerita romansa. Tapi hanya saja tidak

cocok dengan seleraku.

Selain membaca novel, aku juga suka bermain game.

Biasanya aku bermain di ponselku sendiri. Aku biasanya hanya bermain game yang

ringan saja, bahkan hampir tanpa tantangan. Sebenarnya aku tertarik pada game yang bergenre RPG atau role playing game, yang artinya ‘permainan

peran’. Tapi entah berapa kali pun aku coba memainkannya aku tidak bisa

mengerti.

Pada ulang tahunku yang ke-20, yang jatuh pada pekan yang

lalu, bibi dan ibu memberi sebuah kejutan. Mereka membelikanku sebuah perangkat

AFDVR atau advance full dive virtual reality, yang merupakan jenis virtual

reality yang paling mutakhir di zaman ini. Dengan perangkat ini, aku bisa

menyelam ke dalam sebuah dunia virtual yang konon katanya 99% mendekati

kenyataan dengan sepenuhnya.

Tentunya aku kaget sekali dengan yang diberikan oleh ibu dan

bibi. Aku senang bukan kepalang, karena ini sebuah perangkat yang sangat mahal.

Harganya bisa setara dua tahun seorang pegawai yang upahnya sesuai standar

minimal di kota ini.

Ternyata mereka bukan hanya memberiku satu hadiah, karena

ada satu lagi. Yakni sebuah hadiah yang tak punya wujud fisik karena terkandung

di dalam perangkat AFDVR itu. Hadiah yang kedua adalah sebuah aplikasi game yang

saat ini sedang sangat terkenal. Sebuah game yang bergenre MMORPG atau massively

multi-player online role playing game. Ini adalah sebuah  sub-genre dari RPG, yang mana bisa dimainkan

secara masal oleh banyak pemain dari beragam tempat secara bersamaan melalu

cara daring.

Dan nama permainan itu adalah, Ardanium’s Tale Online.

Saat itu, dengan suaraku yang bergetar aku berkata,

“Ibu, bibi, terima kasih banyak. Ini sangat luar biasa, aku

bisa dapat yang seperti ini. Tapi, bukankah ini semua terlalu mahal? Aku sangat

senang, luar biasa senang. Tapi, kalau hadiah yang tidak semahal ini juga tidak

masalah, kok.”

Bibi tersenyum ringan, dan dengan santai menjawab.

“Tenang saja, Er. Lagipula untuk perangkat AFDVR-nya bibi

dapat dari hadiah undian, kok. Hanya aplikasi Ardanium itu yang beli.”

“Ahaha, begitu ya?”

Bibi lanjut bercerita kalau ia sebelumnya berniat menjual

perangkat AFDVR itu, karena bisa dapat untung banyak. Tapi, kebetulan bibi

melihat berita yang membahas tentang Ardanium’s Tale Online. Dan menyimpulkan

kalau aku bisa mendapat kemajuan lebih baik pada pemulihanku. Lalu ia

membicarakannya dengan ibu, dan ibu setuju. Akhirnya, mereka membelikan

aplikasinya setelah menerima perangkat AFDVR-nya di rumah.

Sejak menerima perangkat AFDVR dari ibu dan bibi, aku belum

pernah mencobanya sampai sepekan berlalu. Itu karena ada satu alasan, yakni

jaringan internet kami tidak memadai. Ternyata untuk bermain Ardanium’s Tale

dibutuhkan koneksi internet yang tidak hanya sangat cepat, tapi jug stabil.

Tapi kami selama ini hanya memanfaatkan jaringan internet gratis dari

pemerintah. Untungnya, kebetulan bibi memang sedang ingin memasan jaringan

internet sendiri. Dan jaringan internetnya baru selesai dipasang kemarin.

Dan akhirnya hari ini aku mencoba untuk masuk ke dunia

Ardanium’s Tale Online.

+++

Perangkat AFDVR itu bukan benda berukuran kecil yang bebas

dibawa ke mana saja. Perangkat utamanya berbentuk kotak, dengan ukuran sekitar

1x1x1 meter dan punya lubang dengan diameter sekitar setengah meter di salah

satu sisinya. Perangkat lainnya adalah sebuah matras angin.

Cara memakai alat ini adalah dengan berbaring di atas

matrasnya, dan kepala masuk ke kotaknya melalui lubang yang tersedia. Berat

kotak ini setidaknya adalah 10 kilogram, jadi lumayan berbobot.

Aku sudah memakai perangkatnya, yang perlu kulakukan untuk

mengaktifkannya adalah dengan menekan sebuah tombol besar di atas kotak. Lalu

tinggal menunggu prosesnya selama sepuluh detik sambil memejamkan mata. Ada

suara perempuan yang menghitung mundur. Dan saat hitungannya selesai, aku bisa

membuka mataku.

Maka kesadaranku pun telah berpindah ke sebuah dunia

virtual.

Aku kini berdiri di sebuah ruangan yang terlihat seperti

semua materialnya terbuat dari besi. Sepertinya ruangan ini berbentuk tabung

dengan diameter sekitar 10 meter dan tinggi sekitar dua kali lipatnya. Aku

memeriksa tubuhku sendiri yang mengenakan sebuah pakaian asing.

Aku memakai semacam baju lengan pendek tanpa kancing

berwarna abu-abu muda, lalu ada celana hitam panjang. Dan aku memakai semacam

sandal gunung yang kelihatannya terbuat dari kulit hewan.

“Wellcome to Ardanium’s Tale Online. Please choose your

language.”

Suara perempuan yang terdengar seperti suara robot di

film-film terdengar dari segala arah, bagiku ini sedikit horror. Setelah suara

itu terdengar, muncul sebuah panel biru semi tembus pandang yang menampilkan

bahasa yang bisa kupilih. Setelah aku memilih bahasa, proses pendaftaranku pun

dimulai.

Bersambung…

1
Bagus Prakoso
mengapa erra tidak terfikir untuk memncing earth dragon ke arah pasukan lawan ya, dengan demikian bisa mengurangi jumlah dengan cukup signifikan
Janu Ary
bukannya boink lv 1-2 tapi kenapa cepet naik lvnya gak salah nih ???
Midpear
To the point bgt.
Midpear
Ga kebayang naek status brp setelah ngebantai pasukan level 200an
Moca Mix Max
alon alon asal kelakon 🙊
Moca Mix Max
👍
Moca Mix Max
👍👍👍👍👍
Moca Mix Max
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Moca Mix Max
👍
Adryan Eko
wohoo.. ketemu lagi.. gak minta kontak lu tong? ntar nyariin lagi, galau lagi.. gak gercep ni mc nya
Adryan Eko
good.. alur yg menarik dan sedikit unpredict.. karena awalnya gw kira ezzza itu Esa temennya ternyata bukan yak.. nice chapt
Adryan Eko
ezzza.. wkwkwk
masa Er gak ngeh juga yak
lutf ariangga: Er cuma cuek setengah gak peduli...
total 1 replies
Adryan Eko
sistem borong sendiri.. wkwkwkw
cuan cuan.. wkwkw
Adryan Eko
lanjoot.. mantap dah.. tulisan nya gurih
Adryan Eko
gak ada detail levelling nya kah??
Adryan Eko: wkwkwk.. pantesan..
tapi dari novel lain kan ada referensi juga thor..
but its oke lah, udah good kok
total 2 replies
Adryan Eko
itu si Aruni ya Arun ya kan??
karena karakter avatar nya banyak berubah kali ya makanya dia gak kenal.. terus yg penyanyi dia kenal itu siapa dong?
Adryan Eko
bisa aja selingan nya.. angan dan mimpi mungkin bisa jadi nyata di masa depan
Adryan Eko
helehh.. malah di tinggal, minta kontak kek.. mc nya introvert nih.. wkwkwkw
ambil sub nya Smith biar bisa buat dan repair senjata
Adryan Eko
wohoo.. ada aroma heroine sampe dunia nyata ni.. wkwkw
Adryan Eko
wohoo.. ada heroine menyerahkan diri.. wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!