NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua Sang Ratu Jahat

Kesempatan Kedua Sang Ratu Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Noona Y

Davira Bellova Osta, sang Ratu Kerajaan Nether, mati di tangan suaminya sendiri.

Pengkhianatan sang Raja Liam mengakhiri hidup yang selama ini ia persembahkan untuk kerajaan.

Namun, ketika takdir memberinya kesempatan kedua, Davira kembali ke masa lalu—tiga tahun sebelum darahnya mengalir di tangan suaminya yang kejam.

Kali ini, ia tidak akan memohon, ia akan melepaskan cintanya. Dan terlebih lagi, ia tidak akan mati untuk kedua kalinya.

“Liam…”

“Dahulu aku bersedia menyerahkan seluruh hidupku untukmu.”

“Tapi setelah kau sendiri yang mengakhirinya, jangan berharap aku masih menjadi wanita yang sama.”

“Kau mengambil hidupku. Maka kali ini, aku akan mengambil kembali semuanya darimu.”

Jika dahulu Davira dikenal sebagai Ratu Jahat, maka kali ini ia akan menunjukkan kepada seluruh kerajaan mengapa seorang ratu tidak seharusnya diremehkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

"Nyonya, saya benar-benar bersyukur Anda membawa saya ikut pindah ke sini. Kalau tidak, mungkin saya hanya akan terjebak di istana lama dengan segala intriknya," ujar Noela sambil menggosok lembut tangan majikannya dengan busa wangi.

Uap hangat memenuhi kamar mandi pribadi yang disiapkan Madam Tessa. Davira berbaring rileks di dalam bak besar berisi air beraroma bunga mawar. Kulit pucatnya berkilau di bawah cahaya lilin temaram.

Davira menyandarkan kepala di tepi bak, matanya menatap lembut ke arah Noela.

"Kau tahu, Noela… bagiku, kau bukan sekadar pelayan. Kau adalah satu-satunya keluarga yang masih kumiliki. Meski tak terikat oleh darah, kau selalu ada di sisiku saat semua orang berpaling."

Noela tertegun, busa di tangannya terhenti sejenak. Mata pelayan muda itu berkilat haru sebelum perlahan tersenyum. "Nyonya… kata-kata itu lebih berharga dari apa pun. Selama saya masih bernapas, saya akan tetap setia di sisi Anda."

Davira mengulurkan tangannya yang basah, menggenggam tangan Noela erat.

"Itu sudah lebih dari cukup bagiku," bisiknya, lalu senyum tipis menghiasi wajahnya.

Di balik pintu kamar mandi yang tertutup rapat, Elliot berdiri terdiam. Percakapan yang tak sengaja ia dengar membuat keningnya berkerut.

Selama ini, Elliot selalu memandang Davira sebagai wanita yang dingin, kejam, dan bahkan berbahaya–sosok ratu yang terbiasa memerintah dengan tangan besi, memandang rendah mereka yang berada di bawahnya.

Namun, kata-kata Davira kepada seorang pelayan rendahan itu seketika meruntuhkan prasangka yang selama ini ia pelihara. Untuk pertama kalinya, ia menyadari bahwa sosok sang ratu mungkin tidak sekejam bayangan yang telah lama tertanam dalam benaknya.

Selesai berendam, Davira mengenakan gaun tidur sutra tipis panjang berwarna gading yang telah disiapkan Noela. Rambut pirangnya masih basah sebagian, meneteskan aroma bunga yang memenuhi kamar.

Saat pintu terbuka, Davira dan Noela sontak tertegun. Di dekat perapian yang menyala redup, Elliot sedang duduk santai di kursi besar, satu tangan bertumpu di sandaran, matanya memandang ke arah nyala api seolah sejak lama menunggu.

Noela refleks sedikit menunduk, sementara Davira berdiri kaku beberapa detik sebelum akhirnya berkata pelan, "Tuan… Maafkan saya, saya tidak tahu Anda berada di sini."

Elliot menoleh perlahan, tatapannya tenang namun sulit ditebak. "Aku hanya ingin memastikan istriku merasa nyaman setelah perjalanan panjang," ucapnya ringan, meski dalam sorot matanya tersimpan sesuatu yang lebih dalam dari sekadar perhatian biasa.

Tiba-tiba Davira mencium, aroma manis. Ia menghirup dalam-dalam, lalu matanya tertuju pada meja kecil di samping perapian. Di atasnya, ada dua cawan perak berisi cairan berwarna keemasan terpantul oleh cahaya api.

Alisnya sedikit berkerut. "Itu…?" tanyanya pelan.

Elliot mengangkat salah satu cawan, lalu memperlihatkannya kepada Davira.

"Sari apel," ujarnya datar. "Khasiatnya baik jika diminum sebelum tidur. Bisa membuat tidurmu lebih nyenyak."

Davira menatap cawan yang diulurkan Elliot. Sesaat ia ragu untuk meminumnya, namun kemudian tangannya terulur anggun, menerima wadah perak itu.

Ia menatap sekilas Elliot sebelum mengangkat cawan ke bibirnya. Cairan apel yang lembut dan manis itu mengalir melewati tenggorokannya, meninggalkan rasa hangat yang menenangkan.

Elliot memperhatikan dalam diam, sorot matanya seakan menimbang sesuatu. Ketika Davira menurunkan cawan, ia berkata pelan, "Lihat? Tidak ada yang perlu dicurigai. Hanya minuman untuk menenangkan tubuhmu."

Davira mengangguk singkat, menaruh cawan itu kembali diatas meja. "Terima kasih," ucapnya singkat.

"Izinkan saya beristirahat di kamar pelayan," ucap Noela berpamitan.

Davira mengangguk. "Baiklah, Noela. Terima kasih. Kau sudah boleh pergi."

Noela membungkuk sopan, lalu beranjak keluar. Pintu kamar tertutup perlahan, meninggalkan Davira dan Elliot hanya berdua di ruang yang hangat oleh cahaya perapian dan aroma sari apel.

Elliot akhirnya bangkit dari kursinya, menaruh cawan peraknya kembali ke meja kecil. "Aku akan pergi membasuh diri. Sebaiknya kau cepat pergi tidur lebih dulu," ucapnya.

Tatapannya tidak keras, tapi cukup tegas untuk menunjukkan bahwa ia ingin Davira beristirahat tanpa perlu merasa canggung lebih lama.

Davira mengangguk pelan, lalu menunduk sedikit. "Baik, Tuan."

Elliot menghilang dari balik pintu, segeralah Davira naik ke atas ranjang besar yang megah. Ia menarik selimut hingga menutupi tubuhnya, membiarkan hangatnya kain tebal itu sedikit meredakan kegugupan.

Matanya menelusuri lebar ranjang yang seakan terlalu luas untuk ia tiduri seorang diri. "Ayolah, ini bukan malam pengantin pertamamu, Davira… tak perlu gugup," gumamnya lirih, seolah menegur dirinya sendiri agar tetap tegar.

Namun, debar di dadanya tetap sulit ia redam sepenuhnya.

*****

"Mengapa… Kau tega melakukan ini padaku! Liam?" suara Davira terdengar serak, hampir pecah.

Senyum dingin terukir di wajah lelaki itu. Pedang di tangannya terangkat, berkilat di bawah cahaya. "Karena kau terlalu berkuasa, Davira. Dan tak seorang pun boleh berdiri di atas kekuasaan raja."

Detik berikutnya, rasa sakit menembus dadanya. Darah hangat mengalir, dunia berputar, dan jeritan terakhirnya tenggelam dalam kegelapan.

Davira terjerat dalam mimpi kelamnya. Saat pedang Liam menembus dadanya, ia berteriak sekuat tenaga.

"Tidaaak…!"

Teriakan itu membuat Elliot yang ternyata tidur di sisi ranjangnya terbangun seketika. Ia segera bangkit, matanya tajam menatap Davira yang menggeliat dengan napas tersengal, tubuhnya dipenuhi keringat dingin.

"Davira? Kau kenapa?" tanyanya, jelas penuh kebingungan.

Davira buru-buru menutup wajah dengan kedua tangannya, mencoba menenangkan diri. "Ti–Tidak… hanya mimpi buruk," ujarnya singkat, berusaha terdengar tenang meski suaranya bergetar.

Elliot menatapnya lekat-lekat. Ia jelas tidak paham apa yang baru saja membuat istrinya begitu ketakutan, tapi ia tidak bertanya lebih jauh. Setelah beberapa detik hening, ia hanya berkata, "Baiklah. Cobalah tidur lagi. Aku di sini."

Davira tertegun. Oleh kata-kata sederhana itu, matanya membesar, menatap Elliot dengan heran, seolah telinganya salah menangkap. Selama ini, ia hanya mengenal dinginnya pengkhianatan dan kejamnya pengabaian. Bahkan Liam, orang yang dulu ia percayai sepenuh hati, tak pernah memberinya rasa aman seperti ini.

Seketika tenggorokannya tercekat. Ada bagian dari dirinya yang ingin menangis, tapi gengsinya terlalu kuat untuk membiarkan air mata jatuh di depan Elliot.

Ia buru-buru membuang tatapan, menyelubungi tubuhnya lebih rapat dengan selimut, seolah itu bisa melindungi hatinya dari kelembutan yang tak siap ia terima. Namun meski berusaha keras, kata-kata Elliot terus bergaung dalam kepalanya, memecah dinding yang selama ini ia bangun untuk bertahan hidup.

Davira akhirnya memalingkan tubuhnya, tidur membelakangi Elliot. Di sisi lain, Elliot berbaring dengan mata terbuka, menatap punggung istrinya dalam keheningan.

Pikirannya dipenuhi tanda tanya. Apa yang sebenarnya dialami wanita ini? Dari luar, Davira tampak begitu dingin dan kuat, seolah tak bisa digoyahkan. Namun malam ini, ia menyaksikan ketakutan yang begitu dalam, yang jelas bukan sekadar mimpi biasa.

Elliot menarik napas panjang, menahan dorongan untuk bertanya. Ia tahu Davira bukan tipe wanita yang mudah membuka diri. Jadi ia hanya berdiam, menyimpan rasa ingin tahunya sendiri.

Sementara itu, Davira perlahan mulai terlelap, tak sadar kalau punggungnya masih jadi pusat perhatian pria yang kini resmi menjadi suaminya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

#TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA ❤️❤️❤️

1
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
LAHHH 😭 Davira malah terinspirasi
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Elizabeth santai menyodorkan daging, sementara orang-orang di sekitarnya mundur perlahan karena takut jadi menu tambahan 😭🤣
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Orang lain mungkin sudah pucat ketakutan, sementara dia malah bangga memperkenalkan hewan peliharaannya. 🤣
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
kuda berbulu 😅
Karo Karo
update nya jangan lama-lama kk thor
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: iya kak 🤗 ikuti teruss yah ☺️
total 1 replies
Karo Karo
oh jelas soalnya dalam buku bgtu banyak pelajaran yg bsa membungkam mulut orang yg hanya bsa pake otot tpi tdk pake otak 😂
Karo Karo
wah wah 😂 mantap
Karo Karo
mantap
Karo Karo
tok tok tok lah Thor 😁
Karo Karo
keren kak
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: makasih ☺️🤗
total 1 replies
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Fiona tralu meremehkan Davira. Nanti juga kena batunya sendiri 🤣
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Keren banget, Davira, jangan remehkan mantan ratu. tunjukkan kalau mantan ratu punya aura wibawa 🤣👍
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Nah, saingan akhirnya muncul, pasti bakal makin panas🤣
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
duh Davira lagi2 harus menghadapi perlakuan yg menyakitkan, Grand Duchess terlalu meremehkan Davira 😅
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Visualnya benar² membantu membayangkan Davira, Elliot, dan suasana kerajaannya 🥰
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Kasihan Davira, tapi yahh dia memang harus menghadapi konsekuensi dari kehidupan sebelumnya 😅
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Keputusan terbaik! Tinggalkan Liam dan malangnya, mulai lah hidup baru bersama Elliot👍
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Semoga di kehidupan kedua ini Davira bisa menyelamatkan Elliot & keluarganya.
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Idette siap² tersaingi. Davira sekarang tak klah mempesona
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Davira terlalu sabar di kehidupan pertamanya. Aku ikut sesak bacanya 😣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!