NovelToon NovelToon
Manis Yang Tidak Pernah Kumiliki

Manis Yang Tidak Pernah Kumiliki

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Penyesalan Suami
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: teteh lia

Setelah diminta mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO sebuah perusahaan besar, Viola Shania memilih memulai hidup baru dengan membuka toko kue sederhana bernama Sweet Cake.
Di balik senyum manis dan kue-kue manis yang dibuatnya, tersimpan luka yang tak pernah benar-benar sembuh.
Sebuah kejadian tak terduga mengubah jalan hidupnya, memaksanya menikah dengan Han Seokjin, seorang CEO dingin, angkuh, berusia 35 tahun. Han Seokjin menutup rapat pintu hatinya setelah cinta tak berbalas terhadap sepupunya sendiri.
Di tengah pernikahan yang penuh tantangan, Viola bertekad mencairkan hati suaminya.
Mampukah ia meraih cinta Seokjin, atau justru menyerah pada takdir yang tak pernah berpihak padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 . Dua dunia berbeda (1)

Tepat pukul delapan pagi, Viola membalik papan kecil yang tergantung di pintu kaca. Pertanda toko sudah siap menyambut pelanggan.

Tak lama kemudian, bel pintu berdenting pelan, menandakan pelanggan pertama hari itu datang.

"Selamat pagi, silakan. Hari ini croissant dan cinnamon roll baru saja keluar oven," sambut Rani dengan senyum ramah.

Seorang wanita paruh baya berjalan mengintari etalase sambil memperhatikan deretan cake dan dessert yang tertata rapi. "Kalau yang ini rasa apa, Mbak?"

"Itu mango cheesecake, Bu. Salah satu menu favorit pelanggan."

"Kalau begitu saya ambil dua."

"Baik, Bu."

Belum sempat pesanan pertama selesai dikemas, dua pelanggan lain menyusul masuk. Tak lama kemudian, datang lagi sepasang mahasiswa, lalu seorang pria yang membeli kopi sebelum berangkat bekerja."

Suasana toko yang semula tenang perlahan berubah ramai.

Sementara Rani dan Siska sibuk melayani pelanggan di bagian depan, Viola kembali memasuki dapur.

Di atas meja stainless telah tersusun bahan-bahan untuk pesanan khusus yang akan diantar siang nanti. Ada birthday cake berlapis cokelat, puluhan croissant, serta beberapa kotak dessert yang dipesan pelanggan sejak tiga hari sebelumnya.

Dimas masih mengantar pesanan pertama, sehingga Viola memilih memulai lebih dulu. Ia menuangkan tepung ke dalam mangkuk besar, menambahkan gula, ragi, susu, telur, dan mentega, lalu menyalakan mixer.

Dengungan mesin kembali memenuhi dapur. Tangan Viola bergerak cekatan, sesekali memeriksa tekstur adonan sebelum menambahkan bahan yang diperlukan. Tak sedikit pun rasa lelah di wajahnya. Justru kesibukan seperti inilah yang membuat hatinya terasa damai.

Berjam-jam berada di dapur tidak pernah terasa membosankan, sebaliknya, setiap adonan yang berhasil mengembang sempurna selalu menghadirkan kepuasan yang sulit dijelaskan.

Tak lama kemudian Dimas kembali. "Pesanan Bu Mela sudah diterima, Bu."

"Bagus. Istirahat sebentar, lalu bantu siapkan pesanan berikutnya."

"Siap."

Waktu terus berjalan. Menjelang pukul sebelas siang, jumlah pelanggan semakin bertambah. Hampir seluruh meja di area makan telah terisi. Sebagian pelanggan memilih membeli untuk dibawa pulang.

"Tambah dua Pain au chocolat, ya."

"Saya pesan red velvet satu kotak."

"Saya mau enam croissant untuk dibungkus."

Sementara yang lain memilih menikmati suasana toko. Dua orang ibu muda tampak mengobrol sambil menyeruput latte hangat ditemani sepotong cheesecake. Di sudut lain, sepasang mahasiswa sibuk mengerjakan tugas kuliah sembari menikmati es kopi susu dan cinnamon roll.

Seorang pria lanjut usia membaca koran sambil menikmati secangkir teh hangat serta roti susu favoritnya.

Gelak tawa dan percakapan ringan berpadu dengan aroma kopi dan mentega yang memenuhi ruangan. Melihat pemandangan itu, senyum Viola mengembang tanpa sadar. Inilah toko yang selama ini ia impikan. Bukan sekedar tempat mencari penghasilan, melainkan tempat di mana orang-orang bisa merasa nyaman, berbagi cerita, dan pulang dengan hati yang sedikit lebih bahagia.

***

Waktu berlalu tanpa terasa. Satu demi satu rak di etalase mulai kosong, hanya tersisa beberapa gelas dessert dingin. Bahkan birthday cake yang dijadikan display pun akhirnya dibeli pelanggan.

Menjelang pukul tiga sore, Viola melihat etalase yang hampir kosong. Ia menoleh ke arah tiga karyawannya. "Sepertinya cukup sampai di sini."

Mereka mengangguk.

Sweet Cake Viola memang tidak pernah buka hingga malam hari. Toko itu hanya melayani pelanggan dari pukul delapan pagi hingga menjelang sore. Bukan karena Viola malas membuat adonan baru ketika persediaan habis. Ia hanya percaya bahwa kualitas tidak boleh mengorbankan kesehatan. Ia ingin dirinya dan karyawannya tetap memiliki waktu untuk beristirahat, berkumpul dengan keluarga, dan memulai hari berikutnya dengan semangat yang sama.

Dimas membalik papan di pintu menjadi TUTUP, sementara Rani dan Siska mulai membersihkan meja serta merapikan etalase. Tak sampai tiga puluh menit, seluruh toko kembali bersih seperti semula.

Viola memandang mereka satu per satu dengan senyum bangga. "Terima kasih untuk hari ini. Kalian luar biasa."

Ketiganya saling tersenyum. Hari ini mereka bahkan pulang lebih cepat karena seluruh kue dan dessert ludes terjual.

Viola mengambil ponselnya, lalu mengirim sesuatu. "Bonus hari ini sudah saya transfer. Kalian bisa langsung cek."

Ketiga karyawannya spontan mengeluarkan ponsel masing-masing. Tak lama kemudian, wajah mereka langsung berbinar.

"Masuk!" seru Siska girang. "Bonus lagi! Wah, bulan ini tabunganku makin cepat terkumpul."

Rani tertawa lebar sambil menatap layar ponselnya. "Alhamdulillah ... akhirnya aku bisa membelikan ponsel baru untuk adikku."

Dimas ikut tersenyum usil. "Bisa lanjut traktir mbak pacar ke pasar malam, nih."

Ucapan itu langsung disambut tawa Rani dan Siska.

"Dasar Dimas! Bonus baru masuk lima detik langsung inget mbak pacar," goda Rani.

"Namanya juga orang lagi jatuh cinta," balas Dimas santai hingga membuat suasana kembali dipenuhi gelak tawa.

Viola hanya menggeleng pelan sambil tersenyum. Melihat mereka pulang dengan raut wajah bahagia menghadirkan kepuasan yang bahkan tak pernah ia rasakan ketika dulu memipin perusahaan.

Di balik toko sederhana bernama Sweet Cake, ia akhirnya menemukan sesuatu yang selama ini hilang dari hidupnya, yakni sebuah kehangatan.

****

Sementara itu, di tempat lain ....

Sebuah pesawat jet pribadi baru saja mendarat dengan mulus di landasan pacu. Pintu pesawat perlahan terbuka, memperlihatkan seorang pria bertubuh tinggi dengan setelan jas hitam yang pas di tubuhnya. Langkahnya mantap saat menuruni tangga pesawat, memancarkan wibawa yang membuat para staf bandara dan pengawal yang telah menunggu spontan menundukkan kepala.

Pria itu adalah Han Seokjin. Di usia tiga puluh lima tahun, Seokjin dikenal sebagai salah satu CEO muda paling disegani di dunia bisnis. Ketegasannya dalam mengambil keputusan membuat banyak orang segan, bahkan takut berhadapan langsung dengannya.

Wajah tampan dengan garis rahang tegas. Tatapannya tajam, nyaris tak pernah menunjukkan emosi. Selama lebih dari enam bulan terakhir, ia berada di luar negeri untuk menangani perluasan bisnis keluarga. Namun, sore ini ia kembali ke tanah air. Bukan untuk beristirahat, melainkan karena sebuah tanggung jawab baru telah menunggunya.

Mobil sedan hitam mewah telah lama menunggu kedatangannya. Seokjin masuk ke kursi belakang tanpa banyak bicara.

"Selamat datang kembali, Tuan Han," sapa pria paruh baya yang duduk di kursi depan.

"Bagaimana keadaan perusahaan?" tanya Seokjin singkat.

"Asisten Kim sudah menyiapkan seluruh laporannya."

Seorang pria berkacamata yang duduk di sampingnya segera menyerahkan sebuah tablet. "Ini laporan enam bulan terakhir, Tuan."

Seokjin menerimanya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Layar tablet langsung menyala, menampilkan laporan keuangan, perkembangan proyek, hingga jadwal rapat yang telah disusun untuk beberapa minggu ke depan.

Tatapan Seokjin bergerak cepat membaca setiap halaman. Tak ada satu angka pun yang luput dari perhatiannya. Beberapa menit kemudian, dahinya berkerut. "Proyek pembangunan kawasan bisnis di Distrik Timur terlambat hampir tiga bulan."

"Ya, Tuan."

"Alasannya?"

Asisten Kim menelan ludah sebelum menjawab. "Setelah Nona Naraya mengundurkan diri dari posisi Presiden Direktur, beberapa keputusan besar harus ditunda. Dewan direksi memilih menunggu kepulangan anda."

Seokjin menutup tablet perlahan.

Naraya Pramaswari. Wanita cantik yang juga sepupu Seokjin telah lama mengisi ruang di hati pria itu. Kini Nara telah memilih jalan hidupnya sendiri. Menikah, membangun rumah tangga, bahkan baru saja dikaruniai anak kembar.

Seokjin sempat kecewa dengan keputusan itu. Namun, ia tetap menghormati keinginan Nara dan memilih menjauh untuk sedikit mengobati luka hatinya. Memendam perasaan cinta sedari remaja pada sepupunya sendiri nyatanya justru membuatnya harus menelan kenyataan jika cintanya harus kandas tanpa pernah bersemi.

"Mulai besok, semua proyek yang tertunda harus kembali berjalan," ucap Seokjin datar. "Batalkan agenda yang tidak penting dan jadwalkan pertemuan dengan seluruh direktur pukul delapan tepat."

Asisten Kim mengangguk patuh. "Baik, Tuan."

Mobil melaju meninggalkan kawasan bandara menuju pusat kota. Sepanjang perjalanan, Seokjin kembali membuka tablet itu. Ia membaca satu demi satu laporan perusahaan tanpa ekspresi. Baginya, pekerjaan selalu menjadi cara terbaik untuk mengalihkan pikiran.

Tidak ada waktu memikirkan hal lain, tak ada ruang untuk urusan pribadi, yang ada hanyalah target, disiplin, dan tanggung jawab.

Di luar jendela, gedung-gedung tinggi berdiri megah di bawah langit sore. Kota itu masih sama. Namun, tanpa disadari, Seokjin tengah maju selangkah menuju takdir kisah cintanya yang baru.

*** bersambung.

1
Lisa
Wah apa nih yg mau dibicarakan oleh Seokjin pd Nara..
〈⎳ FT. Zira
dalam hati "kenapa Vio gak nyapa.?" 🤣
Lisa
Wah Viola cantik banget dgn gaun yg dr Seokjin..👍
mama Al
kalau di tengah kota emang mahal viola.
coba kalau jauh dari perkotaan, harga nya ga murah ga kemahalan juga.
mama Al
Hmmm bisa jadi di carikan tempat sekaligus di jadikan bini 🤭
ngarep boleh ya Thor
mama Al
tenang viola akang Seok jin lagi nyari tempat yang pas buat kamu
Lisa
Wah Seokjin perhatian banget nih sama Viola..sukses y Viola utk sweet cakenya..pasti deh byk pengusaha yg tertarik utk bekerja sama dgn sweet cake..
Lisa: wah ada pengorbanan juga y Kak
total 2 replies
Lisa
Senengnya sweet cake makin ramai dan byk pelanggan..sukses trs y sweet cake..semangat y Viola..aplg nanti sweet cake hadir dlm acara ultahnya Danubrata grup..pasti makin byk yg mengenal sweet cake..
Lisa
Oke Kak Lia ntar aq mampir di kisahnya Sagara & Nara juga 😊
Lisa: Sama² Kak Lia..aq suka ceritanya menarik Kak..
total 2 replies
Lisa
Puji Tuhan sweet cake rame lg.ada tamu spesial nih kayaknya..siapa y mereka..
mama Al
Apa Nara mengatakan sesuatu pada viola terkait bangunan itu.
mama Al
jangan mau viola, beda tempat beda rezeki
mama Al
ya wajar ngga di kabari soal undangan soalnya pemilik juga ga mau datang. menolak menyerahkan toko.
mama Al
setelah di bab kmarin aku ngira asisten Kim adalah perempuan dan sekarang terjawab sudah 😁
mama Al: bab sebelah maksudnya
total 1 replies
mama Al
hmmm jangan bilang dia mau mendekati viola supaya bisa mengambil alih ruko.
Lisa
👍👍 pasti sweet cake di hari kedua ini lebih rame..semangat y Viola..pelangganmu pasti tetap dtg meskipun tmptnya pindah.
Lisa
Selamat y Viola utk grand opening sweet cake nya..meskipun di hari pertama ini byk pembeli yg dtg atas saran dr Seokjin..moga utk hari² selanjutnya mereka tetap dtg bahkan semakin byk pelanggan lain yg dtg.
-Thiea-
jangan rendah diri viola. kamu pasti bisa menemukan seseorang yang menjadikan kamu orang terpenting dalam hidupnya.
Lisa
Wah tmptnya strategis banget Kak 👍👍 pasti sweet cake makin laris 😊
Lisa
Semangat y Viola..perhitungkan semuanya..moga sweet cake tetap laris bahkan makin laris di tmpt yg baru.
Lisa: Amin..😊
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!