NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Sang Naga

Reinkarnasi Sang Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen adalah pewaris sah dari Keluarga Lin di Ibukota Jingcheng. Namun, karena intrik ibu tirinya dan adik tirinya (Lin Tian), meridiannya dihancurkan, dia dijebak atas kejahatan penggelapan, dan dibuang ke kota kecil Donghai sebagai orang cacat. Tunangannya yang kejam, Ye Mei, akhirnya membunuhnya di gang gelap.
​Namun, takdir berkata lain. Lin Chen terbangun 5 tahun di masa lalu, tepat di hari ia dibuang ke Donghai. Kali ini, ia tidak hanya membawa ingatan masa depannya, tetapi jiwanya telah terikat dengan [Sistem Penguasa Urban Tertinggi]. Mulai dari menyembuhkan tubuhnya, membangun kerajaan bisnis, hingga menguasai seni bela diri kuno, Lin Chen bersumpah akan menginjak-injak mereka yang pernah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Retakan pada Vas Porselen dan Undangan Kematian

​Malam itu, perjalanan pulang di dalam Mercedes-Benz terasa berbeda dari biasanya.

​Su Ruoxue menyetir dalam keheningan, namun matanya berulang kali mencuri pandang ke arah pria yang duduk di kursi penumpang di sebelahnya. Lin Chen bersandar dengan mata terpejam, wajahnya setenang air danau yang memantulkan cahaya lampu jalanan Kota Donghai.

​Perjamuan malam ini adalah kemenangan telak. Embun Surgawi mendapatkan pesanan pre-order senilai lebih dari 500 juta Yuan hanya dalam waktu dua jam! Para taipan yang sebelumnya menjauhi Grup Su kini berkerumun, mengemis untuk mendapatkan hak distribusi. Semua krisis terselesaikan dengan sempurna.

​Dan semua itu... karena pria yang selama ini dihina oleh keluarganya.

​"Lin Chen..." panggil Su Ruoxue memecah keheningan, suaranya lebih lembut dari biasanya.

​"Hm?" Lin Chen tidak membuka matanya, namun merespons dengan gumaman pelan.

​"Siapa kau sebenarnya?" Su Ruoxue akhirnya menanyakan pertanyaan yang menyiksanya sepanjang malam. "Formula medis dewa, uang puluhan juta Yuan, koneksi dengan Tuan Tua Tang... Kau tidak mungkin hanya seorang menantu buangan yang meridiannya hancur. Keluarga Lin di Ibukota tidak akan membuang jenius sepertimu."

​Lin Chen perlahan membuka matanya. Ia menoleh, menatap mata Su Ruoxue yang dipenuhi rasa penasaran dan kekaguman yang terselubung.

​"Aku adalah Lin Chen," jawabnya santai. "Dan untuk saat ini, aku adalah suami kontrakmu. Bukankah itu cukup?"

​Su Ruoxue menggigit bibir bawahnya. Jawaban yang menghindari pertanyaan inti. Namun entah mengapa, melihat senyum tipis di wajah pria itu, Su Ruoxue tidak merasa marah. Ia justru merasa ada tembok tak terlihat di sekitar Lin Chen—tembok kesepian dari seseorang yang pernah menanggung pengkhianatan luar biasa.

​"Terima kasih," ucap Su Ruoxue pelan, mengalihkan pandangannya kembali ke jalan. "Untuk malam ini. Untuk semuanya."

​Lin Chen kembali memejamkan mata, tersenyum kecil. Ratu Es ini mulai mencair.

​Di dalam benaknya, suara sistem yang ditunggu-tunggu akhirnya berbunyi.

​[Ding!]

​[Misi Utama: Penaklukan Perjamuan Jiangnan Selesai!]

​[Evaluasi: Sempurna. Menghancurkan plot birokrasi, mengamankan produk, dan mempermalukan musuh di depan publik.]

​[Mendapatkan: 10.000 Poin Sistem & Item Khusus: 'Token Pengendali Pikiran'.]

​Lin Chen memeriksa panel sistemnya.

​Poin saat ini: 10.000 Poin.

​Ia masih kekurangan 10.000 poin lagi untuk membeli [Pil Penguat Tulang Naga]. Hal ini sedikit mengganggu rencananya.

​Saat ia bentrok energi dengan Tetua Gu tadi, Lin Chen menyadari kenyataan pahit. Meskipun meridiannya sudah disembuhkan oleh sistem dan memiliki Qi setara Tahap Awal Tingkat Bumi, tubuh fisiknya selama lima tahun terakhir kekurangan nutrisi dan tidak pernah dilatih.

​Ibarat menuangkan air mendidih bervolume besar ke dalam vas porselen yang tipis—jika ia memaksakan diri menggunakan kekuatan penuh atau bertarung dalam durasi lama melawan ahli bela diri setingkat Grandmaster, tubuhnya sendiri yang akan hancur dari dalam.

​"Aku butuh bahan obat langka untuk memperkuat fisikku sebelum aku bisa membunuh anjing tua dari Gunung Hitam itu dengan aman," batin Lin Chen. "Jika sistem tidak bisa memberikannya sekarang, aku harus mencarinya di dunia nyata."

​Sementara itu, di kediaman utama Keluarga Zhao.

​Suasana ruang tamu terasa seperti di dalam pemakaman. Zhao Hai duduk di sofa dengan wajah pucat dan mata merah. Kerugian dari batalnya proyek pemerintah bernilai miliaran Yuan, ditambah hancurnya reputasi Keluarga Zhao malam ini, merupakan pukulan terberat dalam sejarah klan mereka.

​"Ayah... kita tidak bisa membiarkan ini! Sekretaris Liu terlalu memihak Keluarga Tang!" Zhao Tian menggeram sambil mondar-mandir.

​"TUTUP MULUTMU!" bentak Zhao Hai, melempar asbak kristal hingga hancur ke dinding. "Jika kau tidak memprovokasi pemuda bermarga Lin itu, apakah kita akan jatuh ke dalam lubang kotoran ini?!"

​Di sudut ruangan yang temaram, Tetua Gu duduk bersila di atas kursi kayu. Ia sedang menghisap cerutu dengan ekspresi yang sangat suram.

​"Tuan Zhao, kemarahan tidak akan menyelesaikan masalah," suara serak Tetua Gu memotong keributan ayah dan anak itu.

​Zhao Hai segera menahan amarahnya dan menatap Tetua Gu. "Tetua Gu, maafkan kelancanganku. Tapi... mengapa Anda tidak bertindak malam ini? Jika Anda membunuh Lin Chen di tempat, Tuan Tua Tang pun tidak akan berani mengatakan apa-apa kepada Sekte Gunung Hitam!"

​Tetua Gu membuka matanya, memancarkan kilatan tajam. "Bocah itu bukan orang biasa. Saat kami saling beradu aura, aku bisa merasakan bahwa dia memiliki kekuatan Tahap Bumi. Membunuh seorang Grandmaster muda di tengah ribuan saksi mata dan pejabat negara akan memancing kemarahan Biro Keamanan Khusus Tiongkok. Aku tidak ingin Sekte Gunung Hitam menjadi target militer."

​Zhao Hai dan Zhao Tian terkesiap mundur.

​"T-Tahap Bumi?!" Zhao Tian terbata-bata, nyaris jatuh terduduk. Rumor bahwa Lin Chen adalah sampah cacat benar-benar adalah kebohongan terbesar abad ini!

​"Lalu apa yang harus kita lakukan? Membiarkan harimau itu tumbuh dan memakan kita semua?" Zhao Hai bertanya dengan keringat dingin mengucur di dahinya.

​Senyum kejam terlukis di wajah keriput Tetua Gu. "Dia memang Tahap Bumi, tapi Qi-nya tidak stabil. Berdasarkan pengalamanku puluhan tahun, dia pasti menggunakan teknik rahasia atau pil terlarang untuk memulihkan kekuatannya secara instan. Fisiknya lemah. Vasnya retak."

​Tetua Gu mencondongkan tubuhnya ke depan. "Dua hari lagi, Pasar Gelap dan Pelelangan Bawah Tanah Jiangnan akan dibuka di atas Kapal Pesiar Naga Hitam. Di sana, akan diadakan arena pertarungan hidup dan mati untuk menyelesaikan sengketa antar klan."

​Mata Zhao Hai berbinar. "Maksud Anda..."

​"Kirimkan Surat Hidup dan Mati (Sheng Si Zhuang) kepada Lin Chen," seringai Tetua Gu. "Gunakan apa pun untuk memancingnya naik ke atas arena itu. Entah itu dengan menculik kerabatnya, atau memancingnya dengan barang lelang. Begitu dia menandatangani surat itu dan naik ke arena, hukum sekuler tidak lagi berlaku. Aku akan mematahkannya secara perlahan di depan seluruh penguasa Jiangnan, dan menyerap sisa-sisa Qi di tubuhnya!"

​Zhao Hai tertawa bengis, suasana hatinya yang kelam seketika sirna. "Luar biasa! Arena Bawah Tanah Jiangnan! Aku akan membuat anak itu memohon untuk mati!"

​Keesokan paginya, Lin Chen sedang berlatih pernapasan di taman belakang kediaman Su ketika ponselnya berdering.

​Panggilan itu dari Tuan Tua Tang.

​"Tuan Muda Lin, selamat pagi. Saya harap panggilan ini tidak mengganggu waktu istirahat Anda," suara Tuan Tua Tang terdengar sangat sopan dari seberang sana.

​"Tidak masalah, Tuan Tua Tang. Ada yang bisa kubantu?" balas Lin Chen tenang.

​"Ah, ini mengenai Keluarga Zhao," Nada suara Tuan Tua Tang menjadi lebih serius. "Pagi ini, Asosiasi Bawah Tanah Jiangnan menerima Surat Hidup dan Mati yang ditujukan atas nama Anda. Keluarga Zhao menantang Anda untuk bertarung di Arena Kapal Pesiar Naga Hitam besok malam. Mereka menunjuk Tetua Gu sebagai petarung mereka."

​Lin Chen menghentikan gerakan tangannya. Surat Hidup dan Mati? Arena Bawah Tanah?

​"Jika Anda tidak ingin hadir, Keluarga Tang kami bersedia menekan Asosiasi Bawah Tanah untuk membatalkan tantangan tersebut. Mereka terlalu licik menggunakan arena tak berhukum untuk melawan Anda," tawar Tuan Tua Tang.

​"Tidak perlu," jawab Lin Chen cepat. Ia tersenyum, menyadari ini adalah kesempatan emas untuk membunuh Tetua Gu tanpa harus berurusan dengan polisi. "Aku akan hadir."

​"Tuan Muda Lin, harap berhati-hati! Tetua Gu sangat kejam, dan kudengar—"

​"Tuan Tua Tang," sela Lin Chen dengan nada yang menuntut rasa hormat mutlak. "Apakah di pelelangan kapal pesiar itu akan ada herbal langka yang dijual?"

​Tuan Tua Tang terdiam sejenak di ujung telepon, sedikit terkejut dengan perubahan topik yang tiba-tiba. Ia segera memanggil asistennya untuk memeriksa daftar barang lelang.

​"Benar, Tuan Muda Lin," lapor Tuan Tua Tang beberapa saat kemudian. "Sebagai acara puncak pelelangan besok malam, akan ada sebuah Akar Darah Naga Hitam (Black Dragon Blood Root) berusia 500 tahun yang baru saja digali dari dasar jurang Pegunungan Kunlun. Barang itu sangat diincar oleh para ahli bela diri untuk memperkuat otot dan tulang mereka."

​Mata Lin Chen langsung memancarkan cahaya keemasan.

​Akar Darah Naga Hitam! Itu adalah bahan material setara Kelas Bumi. Jika ia bisa memurnikannya menjadi esensi obat, ia tidak butuh lagi Pil dari sistem. Tubuh fisiknya akan langsung mencapai tingkat kesempurnaan (Flawless Body), dan saat itu terjadi, ia tidak akan lagi memiliki kelemahan!

​"Sempurna," gumam Lin Chen. "Tuan Tua Tang, tolong uruskan tiket masuk VIP untukku. Besok malam, aku tidak hanya akan menerima tantangan Keluarga Zhao, tapi aku juga akan membawa pulang Akar Darah Naga itu."

​"B-Baik, Tuan Muda. Saya akan mengirimkan cucu saya, Yuyan, untuk menjemput Anda besok malam dan menjadi pemandu Anda di kapal pesiar," ucap Tuan Tua Tang, masih sedikit khawatir namun tidak berani membantah keputusan sang Master.

​Lin Chen mematikan sambungan telepon. Ia mendongak menatap langit yang mulai berawan kelabu. Angin bertiup kencang, menggugurkan daun-daun di taman.

​"Tetua Gu... Keluarga Zhao..." Lin Chen bergumam sambil mengepalkan tinjunya perlahan, merasakan energi mematikan yang tertidur di dalam sel-selnya.

​"Kalian pikir kalian sedang menggali kuburan untukku? Kalian hanya sedang menyiapkan peti mati untuk diri kalian sendiri."

1
Arinto Ario Triharyanto
muantaffff 😎
Arinto Ario Triharyanto
mantap ini 😎 ☕☕☕
Arinto Ario Triharyanto
yoiii lanjutken..😎
Arinto Ario Triharyanto
yoiii😎
Arinto Ario Triharyanto
yoi😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!