NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Jeslyn tidak percaya jika dirinya masuk kedalam cerita novel dan parahnya menjadi istri kedua yang tidak diceritakan dalam novel, ibu tiri dari pria yang diceritakan akan meninggal karena memperebutkan seorang wanita.

Jeslyn istri tidak diinginkan suaminya serta anak tirinya berniat mengubah takdir Lucian anak tirinya, siapa sangka niatnya hanya ingin menyelamatkan tokoh Lucian saja malah mendapatkan bonus jika suaminya malah jatuh cinta padanya dan juga Lucian yang bucin pada ibu tirinya.

Mampukah Jeslyn menyelamatkan Lucian dan mengubah takdir Lucian? Selamat Membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karena Aku Mami Kamu

Bau amis muntahan dan aroma obat-obatan memenuhi kamar luas Lucian yang kini tampak seperti ruang rawat darurat. Jeslyn, dengan gaun rumah yang sedikit kusut dan wajah tanpa riasan, tampak tidak peduli. Ia baru saja meletakkan kain lap bekas membersihkan lantai setelah Lucian memuntahkan sarapan buburnya untuk ketiga kalinya hari ini.

​"Pelayan! Tolong bawa air hangat dan lap bersih yang baru lagi!" teriak Jeslyn ke arah pintu, lalu ia kembali menoleh ke arah ranjang.

"Lucian, sayang, tahan sebentar ya. Dokter Morgan sebentar lagi sampai."

​Lucian hanya bisa terengah-engah, wajahnya pucat pasi dengan keringat dingin yang membasahi dahi. Ia merasa malu, sangat malu. Ia adalah remaja 17 tahun yang terbiasa menanggung semuanya sendiri, namun sekarang, ia harus melihat wanita yang dulu ia benci ini mengurusi kotorannya tanpa rasa jijik sedikit pun.

​"Nggak perlu... panggil dokter," bisik Lucian lirih.

"Aku... cuma masuk angin."

​"Masuk angin matamu!" sahut Jeslyn ketus, namun tangannya tetap dengan telaten mengelap bibir Lucian menggunakan tisu basah.

"Anak segede ini muntah terus sampai lemas begini dibilang masuk angin? Kamu pikir aku bodoh?"

​Tak lama, pintu kamar terbuka. Dokter Morgan, pria paruh baya dengan kacamata bertengger di hidungnya, masuk dengan tas medis yang cukup berat. Ia tampak sedikit bingung melihat kondisi kamar, namun profesionalismenya membuatnya segera mendekati pasien.

​"Selamat siang, Nyonya Jeslyn, Tuan Muda Lucian," sapa Dokter Morgan sopan.

​"Dokter, cepat periksa dia! Tadi dia muntah lagi, panasnya juga belum turun," tuntut Jeslyn dengan wajah yang benar-benar menunjukkan kecemasan seorang ibu.

​Dokter Morgan mengangguk. Ia mulai memeriksa detak jantung, menekan bagian perut Lucian, dan mendengarkan penjelasan singkat dari Jeslyn mengenai pola makan Lucian yang berantakan. Setelah beberapa menit, Dokter Morgan melepaskan stetoskopnya dengan helaan napas panjang.

​"Bagaimana, Dok? Dia baik-baik saja, kan?" tanya Jeslyn, tangannya refleks mengelus perutnya yang membuncit besar, usia kandungannya sudah memasuki delapan bulan.

​Dokter Morgan menatap Jeslyn dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada sedikit rasa heran di sana. Ia sudah menjadi dokter pribadi keluarga Keith selama bertahun-tahun, dan ia tahu betul bagaimana sifat Jeslyn yang dulunya adalah wanita yang lebih mementingkan koleksi tas branded-nya daripada sekadar menanyakan kesehatan penghuni rumah ini.

​"Tuan Muda Lucian mengalami stres psikis yang cukup berat yang berdampak pada kondisi fisik," jelas Dokter Morgan perlahan.

"Lambungnya bermasalah parah karena pola makan yang tidak teratur, ditambah lagi daya tahan tubuhnya drop karena terlalu banyak beban pikiran. Dia butuh istirahat total dan nutrisi yang masuk secara rutin. Kalau lambungnya tidak segera diobati dengan benar, ini bisa memicu komplikasi yang lebih serius."

​Jeslyn berdecak kesal, tangannya berkacak pinggang, gerakan yang membuatnya sedikit terengah karena perut besarnya.

"Tuh, dengar! Stres! Apa lagi kalau bukan gara-gara tekanan di rumah dan sekolah? Dokter, pokoknya saya nggak mau tahu, resepkan obat yang paling manjur. Saya nggak mau dia kenapa-napa!"

​Dokter Morgan terbatuk kecil, mencoba menahan senyum melihat Jeslyn yang menggerutu.

"Tentu, Nyonya. Tapi ada yang aneh, Nyonya Jeslyn. Anda terlihat... sangat khawatir. Terakhir kali saya bertemu, Anda bahkan tidak bertanya saat Tuan Muda mengalami cedera olahraga."

​Jeslyn terdiam sejenak, wajahnya sedikit bersemu merah. "Ya... ya itu dulu, Dokter! Sekarang kan beda cerita. Lagipula, anak ini adalah tanggung jawab saya sekarang. Masa iya saya biarkan dia mati konyol gara-gara lambung?"

​"Iya, iya, saya mengerti," Dokter Morgan tersenyum tipis. Ia mulai menulis resep di kertas kecil.

​"Duh, perut ini benar-benar menyusahkan," keluh Jeslyn tiba-tiba sambil memegangi punggungnya yang pegal.

"Dokter, apa orang hamil delapan bulan memang harus semenyiksa ini? Saya mau berdiri saja rasanya kayak bawa karung beras satu kuintal. Jangankan lari, buat jalan cepat ke dapur saja saya sudah engap-engapan."

​Dokter Morgan akhirnya tertawa. "Itu wajar, Nyonya. Usia kandungan Anda sudah sangat tua, sebentar lagi waktunya melahirkan. Anda harus lebih banyak duduk dan tidak perlu terlalu lelah mengurusi ini dan itu, meski saya tahu itu sulit bagi Anda sekarang."

​"Aduh, mana bisa! Anak yang satu ini saja belum benar-benar sehat, saya masih harus memastikan dia makan bubur, minum obat, belum lagi nanti kalau adik bayinya lahir, wah... bisa gila saya," Jeslyn menggerutu lagi, membuat Lucian yang tadinya lemas justru menatap Jeslyn dengan tatapan tak percaya.

​Lucian memperhatikan bagaimana tangan Jeslyn dengan telaten merapikan selimutnya kembali. Ia melihat bagaimana wanita itu tidak memedulikan penampilannya yang demi memastikan tidak ada noda sedikit pun di lantai.

​"Dokter, apa dia butuh dirawat di rumah sakit?" tanya Lucian tiba-tiba dengan suara serak.

​Jeslyn menoleh cepat ke arah Lucian. "Nggak! Nggak usah! Di rumah sakit bau obat, aku nggak bakal bisa istirahat tenang. Di sini kan ada pelayan, dan Dokter bisa kunjungi dia tiap hari, kan, Dok?"

​Dokter Morgan mengangguk. "Itu opsi yang bagus, asalkan Nyonya menjamin asupan makanannya dan memastikan dia tidak tertekan. Kalau stresnya tidak berkurang, obat apa pun tidak akan berpengaruh banyak."

​"Oke, kalau begitu, Dokter tolong segera siapkan obatnya. Saya akan pastikan dia makan, bahkan kalau perlu saya paksa dia buat telan suapannya satu-satu!" ujar Jeslyn dengan nada yang meyakinkan.

​Setelah Dokter Morgan keluar, suasana kamar kembali hening. Jeslyn menarik kursi kayu dan duduk di samping ranjang Lucian. Ia menghela napas panjang, menatap perutnya sendiri yang bergerak-gerak kecil, lalu menatap wajah lelah Lucian.

​"Lucian," panggil Jeslyn lembut.

​"Hmm?"

​"Aku tahu mungkin kamu merasa aneh melihatku begini. Mungkin kamu pikir ini akting, atau mungkin kamu pikir aku punya maunya. Tapi jujur saja, aku cuma mau kamu sehat. Aku nggak mau kamu kenapa-napa." Jeslyn menyentuh pelan tangan Lucian yang terkulai di atas sprei.

"Aku tahu hidupmu di sini berat, apalagi dengan Ayah yang kaku dan Ibu yang tidak ada. Tapi mulai sekarang, anggap saja aku ini... teman bicara yang paling cerewet di dunia. Kalau kamu stres, marahi saja aku, jangan dipendam sendiri sampai lambungmu rusak begini."

​Lucian menatap jemari Jeslyn yang menyentuh tangannya. Ia ingin menarik tangannya, tapi entah mengapa, ia membiarkannya tetap di sana.

"Kenapa kamu peduli?"

"Karena aku Mami mu" jawab Jeslyn santai, tidak sadar Lucian terkejut mendengarnya.

​"Tadi Dokter bilang, aku harus mengurangi stres supaya bayi ini lahir sehat," jawab Jeslyn dengan seringai kecil yang mencoba menutupi rasa harunya.

"Jadi, kalau kamu sakit terus, aku jadi stres, nanti bayinya lahir dalam keadaan cemberut karena ibunya terlalu banyak mengomel. Jadi... berusahalah sehat demi bayi ini, oke?"

​Lucian terdiam. Ia tahu itu adalah alasan yang dibuat-buat. Ia bisa melihat ketulusan di mata cokelat Jeslyn. Untuk pertama kalinya, ia merasa bahwa mungkin, keberadaan wanita ini di rumah ini bukanlah sebuah kutukan, melainkan sebuah anomali yang ia butuhkan untuk bertahan hidup.

​"Oke," jawab Lucian singkat, namun nadanya jauh lebih lembut dari sebelumnya.

​"Pintar!" Jeslyn mengacak pelan rambut Lucian sebelum berdiri untuk mengambil air hangat.

"Sekarang istirahatlah. Aku bakal di sini sampai kamu benar-benar tidur. Dan jangan harap bisa mengusirku lagi, perutku sudah terlalu besar untuk lari-lari mengejarmu ke koridor."

​Jeslyn tersenyum, kembali menggerutu tentang punggungnya yang sakit, namun ia melakukannya dengan nada yang tidak lagi penuh amarah. Lucian memejamkan matanya, merasakan sensasi damai yang selama tujuh belas tahun hidupnya tidak pernah ia rasakan. Ternyata, memiliki seseorang yang cerewet dan bawel di sisinya tidak seburuk yang ia bayangkan.

Bersambung...

Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.

1
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 33 sampai bab 37
Potatoes 🥔
Bagus Banget,/Kiss/
Fajar Fathur rizky
cepat bikin mcnya bongkar kebusukan hera
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 29 dan bab 33 thor
It's me Ri🥕: Udah ya tunggu beberapa menit lagi, selamat membaca
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
jangan bikin lu cian cinta thor bikin perasaan itu seperti anak yang tidak mau ibunya lebih perhatian kepada ayahnya
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 25 sampai bab 30
It's me Ri🥕: Sebentar ya kak, lagi di cek dan edit lagii🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 16 sampai bab 20
It's me Ri🥕: Sudah di up ya, tunggu sebentar lagi🙏
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
It's me Ri🥕: Aawww🥺 Semoga suka ya kak😘
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bikin adegan Lucian menganggap mcnya seperti ibu kandungnya sendiri
Fajar Fathur rizky
nanti pas lahiran bikin mcnya jadi model yang terkenal dan cantik bikin banyak yang suka bikin suaminya cemburu
Fajar Fathur rizky
cepat update thor bab 7 sampai bab 11 thor ceritanya seru
It's me Ri🥕: Kak😭 Ini udah di up kok, semoga suka yaa/Kiss/
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
besok bikin 5 bab thor ceritanya seru bikin pas mcnya selesai lahiran bikin dia jadi model yang terkenal dan cantik
Fajar Fathur rizky: biar suaminya cemburu thor mcnya banyak yang naksir hahaha
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!