NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Ye Chen hidup sebagai menantu benalu di keluarga Su. Dia mencuci pakaian, memasak, dan menerima setiap hinaan tanpa melawan demi melindungi istrinya yang dingin namun cantik jelita, Su Yuhan. Semua orang memanggilnya anjing pecundang, tanpa tahu bahwa di dalam nadinya mengalir darah keluarga paling berkuasa di ibu kota.
​Ketika sebuah konspirasi mengancam nyawa istrinya dan mertuanya memaksanya untuk bercerai demi menikahkan Yuhan dengan tuan muda kaya, sebuah liontin giok peninggalan ibunya menyerap darah Ye Chen dan membangkitkan Warisan Tabib Naga Sakti. Di saat yang sama, iring-iringan Rolls-Royce hitam dari ibu kota tiba di depan rumahnya.
​Mulai hari ini, sang naga telah membuka matanya. Mereka yang pernah menghinanya harus berlutut!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: Empat Raja Iblis dan Racun Gu Pemakan Jiwa

​Udara di taman paviliun Keluarga Ye terasa seberat merkuri cair.

​Bagi para tamu undangan yang asyik bercengkerama sambil memegang gelas sampanye, taman itu tampak seperti surga malam yang indah. Namun di mata Ye Chen, taman ini adalah jaring pembantaian yang telah dianyam dengan sangat sempurna.

​Empat pasang mata dari sudut gelap itu terus memancarkan tekanan spiritual (Divine Pressure). Setiap langkah Ye Chen menuju teras paviliun utama membuat tulang-tulangnya berderit pelan. Hanya praktisi bela diri yang bisa merasakan gravitasi gaib ini. Jika orang biasa tanpa perlindungan terkena tekanan ini, organ dalam mereka akan meledak dalam hitungan detik.

​Su Yuhan yang berjalan di sampingnya sama sekali tidak merasakan apa-apa berkat kalung Giok Hetian di dadanya. Namun, intuisi tajamnya sebagai CEO menangkap keanehan.

​"Ye Chen, kenapa daun-daun teratai di kolam itu... layu saat kita lewat?" bisik Yuhan, menatap kolam di sisi jalan setapak. Bukan hanya layu, air di sekitar daun itu tampak bergetar aneh meski tidak ada angin.

​"Hanya ilusi optik karena lampu taman," jawab Ye Chen santai, mengukir senyum di wajahnya.

​Diam-diam, tangan kiri Ye Chen yang berada di dalam saku jasnya bergerak. Ia menjepit sebuah jarum perak dan menusukkannya tepat ke titik akupunktur Hegu di sela ibu jari dan telunjuknya sendiri.

​Jarum Pembalik Pembuluh Darah!

​Dengan teknik rahasia dari Kitab Medis Kehidupan dan Kematian ini, Ye Chen membalikkan aliran darahnya sesaat, memaksa True Qi emasnya meledak secara internal tanpa memancar keluar. Energi itu menopang otot-ototnya, membuat langkah Ye Chen kembali ringan dan normal.

​Zhao Xinlan, kau pikir tekanan dari empat anjing tuamu ini bisa membuatku berlutut? Kau terlalu meremehkan Pewaris Tabib Naga, batin Ye Chen dingin.

​Di atas teras paviliun, senyum anggun di wajah Zhao Xinlan sedikit menegang saat melihat Ye Chen berjalan dengan sangat santai, bahkan masih bisa mengobrol dan tersenyum pada istrinya.

​Mustahil! pikir Zhao Xinlan, matanya menyipit tajam di balik riasannya yang sempurna. Empat Raja Iblis dari Utara sedang melepaskan tekanan Alam Ilahi mereka. Bagaimana mungkin anak haram itu tidak terpengaruh sama sekali? Apakah intelijen soal kekuatannya salah?!

​Ketika Ye Chen akhirnya tiba di anak tangga teras, Zhao Xinlan dengan cepat mengubah raut wajahnya menjadi topeng keibuan yang sangat palsu. Ia merentangkan tangannya, berjalan menyambut Ye Chen di depan puluhan pasang mata elit Ibu Kota.

​"Oh, Ya Tuhan! Anakku! Chen-er!" Zhao Xinlan berseru dengan nada haru yang dibuat-buat, bahkan menyeka sudut matanya dengan saputangan sutra. "Tiga tahun kau menghilang dari rumah setelah pertengkaran bodoh itu. Ibu sangat merindukanmu! Kakekmu terus mencarimu!"

​Para tamu undangan yang tidak tahu kebenaran mulai berbisik memuji Zhao Xinlan.

"Nyonya Besar sungguh pemaaf. Anak buangan itu dulu kabur membawa uang keluarga, tapi beliau tetap menerimanya."

"Benar-benar sosok ibu teladan."

​Mendengar drama murahan itu, Ye Chen bahkan tidak repot-repot menyembunyikan rasa jijiknya. Ia tidak menyambut pelukan Zhao Xinlan. Alih-alih, ia melangkah menyamping, membiarkan tangan wanita itu memeluk angin kosong.

​"Simpan air mata buayamu untuk pemakamanmu sendiri, Zhao Xinlan," suara Ye Chen datar, namun cukup keras untuk membungkam pujian para tamu.

​Wajah Zhao Xinlan memerah karena malu dan marah, namun ia segera menutupi bibirnya, berakting seolah hatinya hancur. "Chen-er... ibu tahu kau masih marah karena posisi pewaris. Tapi malam ini adalah malam ulang tahun kakekmu yang ke-80. Apakah kau harus bersikap sekasar ini pada ibu yang merawatmu?"

​"Merawatku? Maksudmu meracuni makananku dan membuangku ke jalanan bersalju?" Ye Chen membalas tajam, suaranya mengandung True Qi yang membuat kacaunya detak jantung Zhao Xinlan.

​Ye Chen tidak peduli dengan tatapan terkejut para tamu. Ia menatap lurus ke arah pintu ganda berlapis emas di belakang Zhao Xinlan. Itu adalah kamar pribadi Kepala Keluarga Ye.

​"Singkirkan sandiwaramu. Aku datang untuk melihat Kakek. Minggir." Ye Chen melangkah maju.

​Zhao Xinlan langsung merentangkan tangannya, menghalangi pintu. Ekspresinya kini berubah dingin. Sandiwaranya telah selesai.

​"Kakekmu sedang sakit parah, Ye Chen. Dokter keluarga dan para tabib dari sekte medis sedang melakukan perawatan intensif di dalam. Tidak ada yang boleh masuk mengganggunya. Sebagai menantu yang berbakti, aku memegang kendali atas kediaman ini malam ini. Menjauh dari pintu itu!"

​Tepat saat Zhao Xinlan berbicara, pintu ruangan itu sedikit terbuka.

​Mata Ye Chen yang telah dialiri energi spiritual langsung menangkap pemandangan di dalam. Di atas ranjang ukir raksasa, terbaring kakeknya, Ye Tianlong. Pria tua yang dulu dijuluki 'Harimau Utara' karena ketegasannya itu kini kurus kering layaknya tengkorak hidup. Kulitnya berwarna kehitaman, dan napasnya nyaris tidak terlihat.

​Tapi yang membuat darah Ye Chen mendidih bukanlah kondisi fisik kakeknya, melainkan aura gelap yang menyelimuti ranjang itu!

​Di atas dada kakeknya, di bawah selimut, Ye Chen bisa melihat dengan Mata Naga-nya: seekor serangga spiritual berbentuk kelabang hitam transparan sedang menghisap energi kehidupan dari jantung sang kakek!

​Racun Gu Pemakan Jiwa! (Soul-Devouring Gu).

​Ini bukan penyakit medis! Ini adalah ilmu hitam tingkat tinggi dari dunia kultivasi gelap! Kakeknya sedang dibunuh secara perlahan dengan rasa sakit yang tak terbayangkan agar ia mau menandatangani surat pengalihan warisan sebelum mati!

​"Zhao Xinlan... kau benar-benar tidak punya hati nurani," suara Ye Chen kini begitu berat dan menakutkan, hingga hawa dingin dari tubuhnya membuat lantai pualam di bawah sepatunya membeku.

​"Apa yang kau bicarakan, Bocah Gila?! Penjaga! Tangkap anak durhaka ini! Dia mencoba mengacaukan perawatan Kakeknya!" teriak Zhao Xinlan panik, memberi isyarat.

​Empat aura Alam Ilahi yang sedari tadi bersembunyi kini mulai bergerak mendekat dari bayang-bayang.

​Namun, Ye Chen tidak akan memberi mereka kesempatan untuk mengepungnya di luar. Ia mengangkat Plakat Pewaris Utama tinggi-tinggi.

​"Aku adalah pewaris sah yang ditunjuk oleh Kepala Keluarga. Pemegang Plakat ini memiliki hak veto mutlak atas urusan keluarga! Minggir, atau mati!"

​Dengan satu ayunan tangan, Ye Chen melepaskan gelombang kejut True Qi yang menghantam Zhao Xinlan. Wanita itu terpelanting ke samping, membentur pilar kayu hingga menjerit kesakitan.

​"Ye Chen! Berhenti!" Ye Tian, yang duduk di kursi roda dengan kaki digips, berteriak dari sudut ruangan, namun ia terlalu takut untuk mendekat setelah kakinya dihancurkan tempo hari.

​Ye Chen mendobrak pintu ganda itu hingga hancur berantakan. Ia menarik Yuhan masuk ke dalam ruangan, lalu menendang sisa pintu hingga tertutup rapat, mengisolasi mereka dari pandangan para tamu di luar.

​Di dalam kamar yang luas dan berbau obat herbal menyengat itu, terdapat tiga orang dokter berjas putih yang sedang mengelilingi ranjang sang Kakek.

​"Siapa kau?! Beraninya kau masuk!" tegur salah satu dokter yang memegang jarum suntik berisi cairan hitam misterius.

​"Menyingkir dari kakekku."

​Ye Chen melesat maju seperti kilat. Ia meraih kerah dokter itu dan melemparkannya ke dinding hingga pingsan. Dua dokter lainnya yang mencoba melawan dilumpuhkan dengan satu serangan titik akupunktur.

​"Kakek..." Ye Chen berdiri di samping ranjang. Matanya memerah melihat pahlawan masa kecilnya kini terbaring tak berdaya. Ia memeriksa denyut nadi Ye Tianlong. Sangat lemah, nyaris seperti benang putus. Gu Pemakan Jiwa itu telah mengakar di jantungnya. Jika terlambat satu jam saja, Kakeknya akan mati.

​"Yuhan, berdirilah di belakangku. Jangan menjauh lebih dari setengah meter," perintah Ye Chen tanpa menoleh. Ia mengeluarkan set kantong jarum peraknya.

​Yuhan mengangguk panik, mencengkeram jas Ye Chen. Ia tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi ia bisa merasakan bahaya yang sangat pekat di ruangan ini.

​Ye Chen mengambil sembilan jarum perak terpanjang. Untuk membunuh Gu Pemakan Jiwa, ia harus menggunakan teknik pamungkas: Jarum Api Pembakar Surga!

​Ia mulai menyuntikkan True Qi emasnya ke jarum pertama, membuat jarum perak itu membara merah layaknya besi yang dibakar.

​Namun, saat Ye Chen hendak menancapkan jarum itu ke dada Kakeknya...

​SREETTT!

​Tirai sutra tebal di sudut ruangan tiba-tiba robek berkeping-keping!

​Sesosok bayangan hitam berjubah abu-abu melesat keluar dari balik tirai. Kecepatannya jauh melampaui logika manusia. Bukan Master Qi Dalam, bukan Grandmaster, melainkan energi alam semesta yang menekan langsung ke arah jiwa!

​"Berani mengganggu pesta makanan peliharaanku, kau bosan hidup, Bocah!"

​Sosok itu—salah satu dari Empat Raja Iblis, sang Penguasa Gu—menyerang punggung Ye Chen dengan telapak tangan yang memancarkan aura hitam pekat beracun. Jaraknya kurang dari dua meter. Serangan Alam Ilahi ini cukup untuk meluluhlantaikan sebuah rumah berlantai dua menjadi debu!

​Jika Ye Chen menghindar, serangan itu akan menghantam Yuhan atau Kakeknya.

​"YE CHEN, AWAS!" jerit Yuhan.

​Waktu seolah melambat.

​Mata Ye Chen memancarkan kilatan emas yang menyilaukan. Alih-alih menghindar, tangan kiri Ye Chen yang bebas melesat ke belakang tanpa menoleh.

​"Jurus Bintang Jatuh."

​Ye Chen mengadu telapak tangannya secara langsung dengan telapak tangan Raja Iblis itu!

​BOOOOOOOOMMM!!!

​Ledakan energi yang luar biasa brutal terjadi di dalam kamar tersebut. Seluruh kaca jendela hancur berkeping-keping. Perabotan kayu jati kuno melayang dan menabrak dinding.

​Raja Iblis berjubah abu-abu itu terbelalak horor. Ia merasa telapak tangannya baru saja menghantam gunung baja yang dipanaskan di inti bumi! Energi emas Ye Chen menembus aura racun hitamnya, menghancurkan tulang lengannya hingga terdengar suara retakan yang mengerikan.

​"A-Apa?! Kekuatan fisik macam apa ini?!" Raja Iblis itu memuntahkan darah hitam, terpelanting ke udara, dan menghantam dinding beton kamar hingga membentuk kawah kecil.

​Ye Chen tetap berdiri tegak di tempatnya, menutupi Yuhan dan Kakeknya. Meski menang adu kekuatan, sudut bibir Ye Chen meneteskan segaris darah segar. Benturan frontal dengan petarung Alam Ilahi memaksa organ dalamnya bekerja di luar batas fana.

​Ye Chen mengusap darah di bibirnya dengan ibu jari, tersenyum layaknya iblis haus darah yang baru saja dibangunkan dari tidurnya.

​"Seorang kultivator Alam Ilahi bersembunyi di balik tirai layaknya tikus got," Ye Chen menatap sosok berjubah abu-abu yang merangkak bangun dari puing-puing dinding. "Keluarga Zhao benar-benar tahu cara mengumpulkan sampah."

​Raja Iblis itu memegangi lengannya yang patah, matanya memancarkan ketakutan yang tak tertutupi. "K-Kau... kau bukan Master Puncak! Qi Emas ini... siapa kau sebenarnya?!"

​Ye Chen tidak menjawab. Ia berbalik, kembali menghadap ranjang Kakeknya, lalu dengan gerakan secepat kilat menancapkan sembilan jarum api ke dada Kakeknya.

​"Uaaargh!" Kakek Ye Tianlong seketika memuntahkan gumpalan darah hitam kental dari mulutnya. Di dalam darah itu, kelabang transparan berukuran ibu jari menggeliat kepanasan sebelum akhirnya mati terbakar menjadi debu oleh Qi Emas Ye Chen.

​"TIDAK! GU KESAYANGANKU!" jerit Raja Iblis itu saat koneksi jiwanya dengan serangga itu terputus.

​"Simpan ratapanmu," Ye Chen berbalik perlahan, seluruh auranya kini terbuka tanpa penahan. Tiga lapis pelindung Qi diaktifkan. "Karena aku akan mengirimmu ke neraka untuk menemaninya."

1
yos helmi
sdh banyak cerita seperti alur ini.. tp semua ng pernah tamat.. cerita ciplakan/saduran.. jd jgn harap tamat
Marthen
dari teknik bela diri penakluk naga apakah ada sutra naga penyerap energi agar kultivadinya naik lagi kan sayang energi musuh yg terbuang....?
Arinto Ario Triharyanto
mantap ini😎
Marthen
banjir darah mewarnai pesta ulangtahun
Arinto Ario Triharyanto
tegas lugas gak pake lama... mantul 😎
Marthen
seru sekaLi.....
Marthen
keren....suka dgn jalan ceritanya.....
Fajar Fathur rizky
cepat bantai Asosiasi bela diri sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua musuhnya sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai su zheng bikin dia menyaksikan sendiri pas yechen bantai semua klan su sampai ke akar akarnya bikin su zheng mengutuk putranya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!