Asap kelabu dari sisa pembakaran minyak mesin siber menyelinap masuk melalui celah pilar obsidian Aula Gerhana, berputar-putar menciptakan bayangan kaku di atas lantai batu yang dingin. Di luar menara istana, langit Planet Akuma sedang memuntahkan badai hujan merkuri cair yang paling pekat sepanjang satu abad sejarah klan Shinto. Ketukan logam mendidih yang menghantam atap baja terdengar konstan, menciptakan simfoni bising yang meredam detak kehidupan normal. Dengan gaya tarik bumi yang bekerja seratus kali lipat lebih ekstrem, atmosfer di dalam bilik bersalin itu terasa begitu menjepit raga, memaksa setiap hela napas yang keluar dari tenggorokan terasa berat dan membakar sistem pernapasan seutuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mara Nata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27: Pertempuran di Lorong Pipa Pembuangan dan Remukan Tangan Kosong
BOOM!
Sebuah ledakan dari hantaman bom magnetik berdaya ledak tinggi mendadak menghancurkan katup baja tebal di ujung langit-langit lorong pipa pembuangan Sektor Tiga. Hantaman keras itu memicu getaran besar yang membuat fondasi terowongan bawah tanah Titan Prime bergoyang hebat. Serpihan besi panas yang menyala kemerahan berguguran ke segala arah, menabrak genangan oli mesin yang hitam kental di bawah lantai besi dengan suara bising yang luar biasa memekakkan telinga.
Jalur pembuangan bawah tanah yang biasanya selalu sepi dan dingin itu mendadak langsung dikepung oleh kabut kelabu tebal hasil pembuangan gas bertekanan tinggi. Melangkah keluar dengan sangat agresif dari balik kepulan asap beracun yang menyengat paru-paru, Jaxon bersama dua puluh pendekar elit Faksi Radikal Barat merangsek maju, membentuk formasi kepungan yang sangat rapi dan mematikan.
Moncong senapan cahaya di sekeliling area pengepungan tersebut seketika menyala serentak dengan pancaran cahaya berwarna ungu pekat yang berkilat-kilat penuh ancaman. Senjata-senjata modern itu terus-menerus memancarkan hawa panas merusak yang sangat tinggi, yang dalam sekejap mata langsung mengunci mati ke arah posisi berdirinya tubuh kurus Zephyr. Tawa liar yang penuh dengan keserakahan dari mulut Jaxon terdengar aneh karena pengeras suara di leher zirah raksasanya, merusak sisa-sisa keheningan malam yang membeku dingin. Para pembunuh bayaran itu berdiri tegap dengan keangkuhan yang didukung penuh oleh keunggulan teknologi mesin Sektor Barat, siap melumat habis nyawa sang budak remaja murni demi menuntaskan rencana busuk Komandan Vane malam ini tanpa ada rasa belas kasihan sedikit pun.
"Akhirnya cacing tanah pilihan Gendo Solari ini masuk dalam jebakan maut kita!" raung Jaxon dengan nada suara berat yang memekikkan telinga. Ia menghentakkan sepasang kaki besinya yang dilapisi pelat baja berat ke atas lantai terowongan, membuat fondasi pipa besi besar di bawah mereka mengeluarkan suara derit patah yang dalam. Debu-debu karat berjatuhan mengotori tanah. "Jangan beri sisa ruang untuk makhluk cacat ini sekadar memohon ampun atau berteriak minta tolong! Tembak seluruh tubuhnya sampai hancur berkeping-keping menjadi genangan darah di atas lantai besi ini seutuhnya!"
BZZZZZZT... BZZZZZZT!
Rentetan tembakan cahaya merah pekat melesat keluar secara bersamaan membelah kegelapan lorong pipa pembuangan, menghantam telak tepat di atas permukaan perut, dada, dan sepasang lengan daging kurus Zephyr secara bertubi-tubi tanpa ampun. Tanpa adanya lapisan baju zirah pelindung atau bantuan medan magnet untuk menahan hantaman gelombang senjata pemusnah milik musuh, setiap peluru cahaya tersebut langsung membakar kulit Zephyr hingga melepuh hebat mengeluarkan kepulan asap hitam berbau hangus. Cairan darah segar mengalir deras, membasahi dinding-dinding pipa besi tua yang dipenuhi noda karat di sepanjang jalan, menciptakan pemandangan yang sangat kejam.
Namun, sebuah kegilaan kekuatan fisik yang berada di luar batas akal sehat mendadak meletus tepat di depan mata para pembunuh bayaran Sektor Barat tersebut. Zephyr tidak jatuh tumbang tersungkur atau mengembuskan napas terakhirnya di atas lantai yang licin akibat lumuran darahnya sendiri. Setiap kali dampak ledakan tembakan cahaya dari senapan musuh mendorong tubuh remajanya mundur setengah langkah, ia memaksakan seluruh persendian kakinya yang terluka parah untuk kembali menapak tegap maju ke depan. Gerakan ini murni mengandalkan keteguhan otot tubuhnya yang telah mengeras sempurna setelah latihan ekstrem di perut bumi selama belasan tahun. Matanya yang sewarna perak memancarkan sorot ketenangan murni seorang pendekar sejati yang menolak untuk tunduk pada keangkuhan baju zirah palsu musuh.
Tepat pada detik yang sangat krusial ketika Jaxon melompat maju membelah kabut asap untuk melayangkan satu hantaman belati energinya yang menyala ungu tepat ke arah kepala Zephyr, kekuatan tersembunyi di dalam sumsum tulang sang pendekar mendadak bekerja mengubah aliran udara di sekelilingnya. Aliran darahnya meledak hebat, melepaskan getaran khusus yang sangat pekat ke sekeliling ruangan. Kekuatan dari getaran suci tersebut seketika memaksa seluruh komponen mesin dan sistem kelistrikan zirah musuh di sekelilingnya mengalami macet total dalam sekejap mata. Aliran waktu di sekitarnya seolah-olah dipaksa meliuk kaku dan berhenti bergerak.
Zephyr sama sekali tidak menarik sebilah pecahan lempengan besi tua berkarat yang terselip di balik pinggangnya murni untuk menangkis serangan maut belati Jaxon tersebut. Ia justru melangkah geser dengan gerakan memutar tubuh yang sangat halus dan cepat, mengalir bagai hantu menerobos celah badai peluru. Tangan kanan kosongnya yang dipenuhi kapalan kasar bekas latihan di balik tungku raksasa diangkat ke depan secara perlahan dengan penuh wibawa sunyi. Ia menempelkan telapak tangannya tepat di atas pelat baja pelindung dada raksasa milik Jaxon dengan satu ketukan tangan yang sangat lembut tanpa menimbulkan suara bising sedikit pun—sebuah gerakan fisik murni yang menolak tunduk pada keangkuhan teknologi musuh.
BZZZZZZT... CRACK... BOOM!
Detik itu juga, riak frekuensi Otoritas Getaran Spasial meledak hebat dari ujung jemari tangan kosong Zephyr. Serangan itu meretas, membongkar, dan menghancurkan seluruh sistem sirkulasi hidrolik serta menghancurkan generator besar di punggung zirah Jaxon seutuhnya secara instan. Pelat baja tebal seberat ratusan kilo yang dibeli mahal untuk membungkus tubuh kekar Jaxon mendadak retak berantakan, pecah berkeping-keping menjadi potongan rongsokan logam yang berhamburan. Hantaman getaran daging murni Zephyr langsung memicu meletusnya ledakan listrik massal yang meremukkan seluruh susunan tulang bagian dalam tubuh raksasa kapten pembunuh bayaran tersebut, hingga ia memuntahkan darah hitam dalam sekejap mata akibat hancurnya organ dalam.
Tubuh raksasa Jaxon terlempar paksa ke arah belakang sejauh belasan meter, menghantam pipa-pipa besar hingga bangunan besi itu hancur berantakan mengeluarkan bunyi dentangan kencang yang memekikkan telinga, sebelum akhirnya tubuh besinya oleng tersungkur kaku di atas tanah kotor. Ia menahan rasa perih kejutan listrik dan kehancuran harga diri militer yang luar biasa menyayat batin. Dua puluh pendekar elit faksi radikal barat yang berada di barisan belakang seketika langsung ikut membeku kaku di posisi mereka masing-masing, mematung tanpa bisa menggerakkan jemari tangan mereka sedikit pun. Wajah para pembunuh bayaran itu mendadak berubah pucat pasi menahan rasa ngeri yang sangat mendalam, karena alat pemindai di zirah mereka mendeteksi bahwa kekuatan fisik anak berumur empat belas tahun di depan mereka berada jauh di atas level zirah mesin tercanggih mana pun.