King Narendra Richard tumbuh menjadi cowok tampan. Ia juga menjadi idola semua cewek-cewek yang ada di sekolahnya. Bukan hanya tampan, putra dari Kenan dan Alexa itu juga pintar.
Sama dengan saudara kembarnya, Queenza Narendra Richard tumbuh menjadi gadis yang cantik. Walaupun kembar, tapi sifat keduanya jauh berbeda. Yang satu lebih kalem, dan yang satunya lagi lebih banyak aksi.
Bagaimana keseruan kisah mereka, yuk kepoin. Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian untuk King dan Queenza.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Indahnya berbagi
Queenza ikut dengan mommy-nya dan juga kedua tantenya pergi ke tempat nenek yang menjual markisa kemarin. Sedangkan King dan kedua sahabatnya ikut sama Daddy-nya joging.
Alexa menghentikan mobilnya di depan rumah semipermanent. Rumah itu terlihat bersih dari sampah plastik ataupun sampah dedaunan.
" Permisi, assalamualaikum" ucap bibik.
" Wa'alaikumsalam"
Saat pintu terbuka tampak lha seorang nenek memakai kebaya.
" Masih ingat sama saya nggak Nek" tanya bibik.
" Masih, yang pesan markisa dua puluh kilo"
Alexa tersenyum mendengar jawaban nenek. Walaupun sudah tua, tapi daya ingat sang nenek masih sangat kuat.
" Iya Nek, sudah ada markisanya"
" Sudah, ayo masuk"
Alexa masuk ke dalam rumah nenek itu. Diikuti sama Queenza dan kedua tantenya. Bibik sudah masuk duluan.
" Ini orang kebunnya ngasih satu kilo"
" Ambil untuk nenek, buat tambah jualannya"
" Jangan, ini di kasih yang punya kebun untuk kamu"
" Iya Nek, saya kasih untuk nenek. Untuk tambah jualannya"
" Terima kasih"
" Sama-sama Nek"
" Ini markisa yang sepuluh kilo"
" Berapa uangnya Nek"
" Seratus ribu "
Alexa mengambil uang seratus ribu sepuluh lembar dari dompetnya.
" Ini uang markisa yang sepuluh kilo"
" Kebanyakan ini Nak, satu lembar saja sudah cukup"
" Nggak apa-apa Nek, untuk jajan nenek"
" Masyaallah terima kasih, semoga Gusti Allah membalas kebaikannya"
" Aamiin"
Adele dan Alisha membayar markisa pesanan mereka. Mereka memberi masing-masing lima lembar uang kertas seratus ribu.
" Terima kasih ya Nak, semoga Gusti Allah membalas kebaikan kalian "
" Aamiin "
Selesai membayar markisa, Alexa dan kedua sahabatnya pamit undur diri. Sebentar lagi mereka mau siap-siap mau pulang ke kota. Jadi mereka nggak bisa lama-lama di sana.
Kantong plastik berisi markisa di taruh di bagasi. Setelah kantong plastik itu disusun rapi, barulah mereka masuk ke dalam mobil.
Alexa melajukan mobilnya meninggalkan rumah nenek penjual markisa. Mobil itu terus melaju menuju villa.
Sampai di villa, Alexa memarkirkan mobilnya di depan villa. Jadi nanti kalau mau pulang nggak susah lagi mengeluarkan mobilnya.
" By, tolong bawa markisanya ke dalam dong"
" Kenapa di bawa ke dalam sayang, kan kita mau pulang. Jadi biarkan saja markisanya di sana"
" Oh iya, kan kita mau pulang "
" Makanya nggak usah dibawa masuk ke dalam. Tadi kakak ada beli bubur ayam. Kita sarapan sama bubur ayam aja, jadi bibik nggak usah masak"
" Beli dimana By"
" Tadi ada bapak-bapak lewat sini. Ternyata dia jual bubur ayam keliling. Katanya kalau Sabtu Minggu biasa keliling di sekitar sini"
" Seru juga ya By, ada yang jualan keliling kaya gini"
" Tempat kita juga bisa sayang. Tinggal minta nomor Abang-abang yang jual, nanti kita suruh datang ke mansion"
" Emang bisa kaya gitu By"
" Bisa sayang "
" Ide bagus itu By, hitung-hitung bantu UMKM"
" Iya sayang "
Kenan memang tidak membolehkan sembarang orang lewat area mansion-nya. Karena di area mansion tidak boleh masuk sembarang orang, dan itu ia lakukan demi keluarga kecilnya.
Makanya setiap jalan menuju mansion pasti ada bodyguard yang berjaga. Di sana juga ada beberapa pos untuk bodyguard istirahat. Jadi mereka gantian berjaganya.
" Ada gorengan juga nggak Dad"
" Ada, kue-kue tradisional juga ada "
" banyak banget By"
" Iya sayang, tadi kebetulan ada beberapa penjual yang lewat "
Mereka pun masuk ke dalam villa. Mereka akan sarapan dengan bubur ayam, dan juga kue-kue tradisional.
Meja makan sudah penuh sama makanan. Kenan memberhentikan semua pedagang yang lewat di depan villa-nya. Tadi niatnya cuma mau beli bubur ayam, tapi ada beberapa pedagang lain yang lewat. Jadi sekalian aja semuanya dibeli.
" Banyak banget By"
" Nggak apa-apa sayang, nanti bagi sama yang lain juga"
" Sudah lama juga nggak makan jajanan pasar seperti ini" kata Alisha.
" Iya, tempat kita jarang ada yang jual jajanan seperti ini" kata Adele.
" Mumpung ada, ayo dicicipi satu persatu jajanannya" kata Alexa.
Mereka mulai menyantap bubur ayam yang dibeli sama Kenan tadi.
" Bik, nanti bagi kuenya ke ibu-ibu yang bekerja di kebun belakang"
" Baik tuan"
Mereka semua menikmati bubur ayam itu. Rasa buburnya enak, ngasih ayam suwir-nya juga nggak pelit.
" Bapaknya udah makan Bik"
" Udah Nyah, tadi bibik antar ke belakang"
" Kenapa nggak ikut makan disini"
" Tadi lagi bikin tempat jemuran kain tuan"
Orang-orang yang tinggal di puncak memang jarang memakai tempat jemuran kain yang sudah jadi. Mereka pasti membuat sendiri tempat jemurannya.
" Disini jemuran kainnya masih memakai yang tradisional ya Bik"
" Iya Nyah, mungkin karena sudah terbiasa pake jemuran yang tradisional"
" Nggak apa-apa Bik, itu juga bagus kok "
Selesai sarapan bibik membereskan meja makan. Sedangkan Alexa dan yang lain pergi ke ruang tamu. Mereka akan ngobrol santai sambil menikmati kue-kue tradisional.
" Teman Queen juga ada jual kue ini" kata Queen saat melihat kue talam.
" Benarkah?"
" Iya Mom, katanya kue ini paling laris "
" Berarti kue buatan ibu temannya enak"
" Emang enak Mom. Nasi uduknya juga enak banget"
" Queen tau darimana nasi uduknya enak"
" Kemarin Queen beli nasi uduknya. Harganya juga murah "
" Kapan-kapan mommy juga mau mencoba jualan temannya"
" Boleh mommy "
Queenza senang mendengarnya. Siapa tau nanti mommy bisa mencarikan tempat jualan untuk ibu Amelia. Jadi ibunya nggak perlu capek-capek keliling lagi.
...***...
Amelia baru selesai mencuci baju sekolahnya. Setelah itu ia menyapu halaman rumahnya yang sudah kotor karena daun-daun jambu yang mulai berguguran.
" Mel"
" Iya Buk "
" Queenza makanan kesukaannya apa?"
" Aku juga kurang tau Buk. Soalnya semua makanan dia doyan"
Amelia tersenyum saat mengingat Queenza. Sahabatnya itu sangat suka makan. Walaupun makannya banyak, tapi badannya nggak gemuk.
" Ibu rencananya mau buat bubur candil"
" Queen mungkin belum pernah makan bubur candil Buk"
" Bagus dong, jadi nanti kamu bisa kasih dia"
" Baik Buk"
" Semalam ibuk kaget melihat orang-orang berjas itu. Ibuk pikir bapak mu pinjol"
" Ibuk ada-ada aja"
" Ya siapa tau kan. Sepertinya nak Queen itu bukan orang orang sembarangan"
" Kalau itu aku nggak tau Buk, soalnya aku nggak pernah tanya"
" Jangan tanya-tanya, Biarkan dia saja yang cerita "
" Iya Buk. Tapi Queen itu nggak sombong"
" Kalau itu ibuk juga tau. Kalau sombong mana mungkin dia mau nolong ibuk kemarin"
" Di sekolah cuma Queen yang mau berteman sama aku, Buk. Cuma dia yang nggak risih berada di dekat aku"
" Makanya kamu juga harus baik sama dia. Kalau kita baik sama orang, maka Gusti Allah akan mengirimkan orang yang baik juga untuk kita"
Amelia mengangguk tanda mengerti. Semoga persahabatannya sama Queen selalu awet sampai mereka tua nanti.
To be continued.
Happy reading guys 🤗🤗
lagi seru😁🙏🤭
𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚎𝚛𝚞😁🙏
lanjut thor....